cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jp3tcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T)
ISSN : 29874440     EISSN : 29874459     DOI : https://doi.org/10.61116/jp3t.v1i3.248
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN EXPLAINER VIDEO TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X UPW RIZKI ATHALA MERLINVA PUTRI; ZUL ANWAR; ARY PURMADI
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i2.113

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Lingsar pada tanggal 20 November 2021, peneliti menemukan beberapa masalah yang dihadapi sekolah terkhusus pada pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu Guru masih mengunakan media cetak seperti buku paket, pengunaan TIK dalam pembelajaran belum maksimal, masih kurangnya guru dalam memanfaatan fasilitas yang telah tersedia di sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Penggunaan Explainer Video Tehadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X UPW di SMKN 1 Lingsar Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket sebagai metode pokok, observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan rumus chi square. Hasil analisis diperoleh nilai = 26,735 sedangkan nilai chi square dalam tabel dengan db= 4 dengan taraf signifikansi 5% = 9,488 dengan demikian bahwa nilai chi square analisis lebih besar daripada nilai chi square tabel (26,735> 9,488). Sungguh dapat disimpulan bahwa hasil penelitian ini “signifikan”.
EVALUATING DIGITAL LEARNING APPLICATION IN UNIVERSITY SETTING: INDONESIAN STUDENTS’ EXPERIENCES, CHALLENGES, AND LEARNING EFFECTIVENESS SITI CHOIRIYAH
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i2.138

Abstract

The closure of educational institutions due to the recent COVID-19 pandemic has resulted in a significant shift from traditional face-to-face learning to online activities. This unexpected change has brought about various challenges, issues, potentials, and other factors pertaining to the implementation of online teaching and learning. This research aims to elucidate the learning experiences of college students in Indonesia. A narrative inquiry approach employing written reflections and semi-structured interviews is utilized to investigate the online learning encounters of 23 university students studying at an Islamic education department at UIN Raden Mas Said Surakarta Indonesia. The findings of this study reveal that social media platforms have predominantly shaped the landscape of higher education learning experiences for the participating students. Despite admitting to being ill-prepared and facing challenges such as power supply disruptions, unstable internet connections, and limited access to digital devices, the students exhibited a notable enthusiasm for engaging in online learning activities. When sharing their opinions on instructional methods, a majority of them expressed a preference for the traditional face-to-face classroom interaction. These findings underscore the practical need for teachers and relevant stakeholders to enhance the effectiveness of online learning endeavors in Indonesia.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII-F SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA SATRIAWAN, RODY; WIBOWO, JANU ARLIN; ABDULLAH; HIRZI, RISTU HAIBAN; WARDI, ZAOTUL
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.248

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran model discovery learning guna meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII-F SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning tcrbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII.F SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Hal terscbut nampak dari peningkatan yang teridentifikasi pada akhir siklus I. Kondisi awal, siswa yang bermotivasi sangat tinggi hanya dan masih ada bermotivasi cukup. Sedangkan akhir Siklus I terdapat peningkatan yang menunjukan 25,81 % siswa bcrmotivasi sangat tinggi, hanya 6,45% bermotivasi cukup, dan sisanya bermotivasi tinggi. Namun target untuk meningkatkan motivasi Siswa belum tercapai yaİtu 40% siswa bermotivasi sangat tinggi dan 60% tinggi. Hal terscbut disinyalir karena pembelajaran ada siklus I masih kurang memancing siswa unluk aktif. Pada siklus II dilakukan perbaikan proses pembelajaran dengan mcngadakan suatu langkah pembelajaran yang mengharuskan siswa praktikum. Dengan praktikum siswa menjadi lebih aktif, imbasnya adalah kebermaknaan dan pemahaman konsep siswa meningkat. Akhir siklus II menunjukkan hasil yang lebih positif, pcningkatan motivasi siswa melebihi target yang telah dipatok, yaitu 48,39% siswa masuk kategori motivasi tinggi dan siswa bermotivasi tinggi.
PENGGUNAAN ITEM AND TEST ANALYSIS 4.3 DALAM MENGANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN HARIAN PADA MATA PELAJARAN PANCASILA AND CIVIC EDUCATION KELAS VIII FAJRIYATI NAHDIYAH, ATIKA CAHYA; CHAIRY, ACH; VOLTA, ARIF SURYA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.256

Abstract

Dalam penelitian ini, terdapat beberapa permasalahan yang diidentifikasi, yaitu kurangnya pemahaman dan pengembangan soal oleh sebagian guru, analisis butir soal yang belum sesuai dengan prinsip, mekanisme, serta prosedur penilaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas soal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMPN 2 Galur Kulon Progo dari beberapa aspek tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, termasuk lembar soal penilaian, kunci jawaban soal, dan lembar jawaban siswa. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 161 siswa. Analisis data dilakukan menggunakan program Item and Analysis versi 4.3. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa validitas menggunakan rumus Aiken’s Validity, terdapat 18 butir soal dari 25 soal atau 72% soal dinyatakan validitas sedang atau valid dan 7 butir soal atau 28% soal dinyatakan validitas tinggi. Reliabilitas dari keseluruhan soal tersebut memiliki nilai sebesar 0,947 yaitu reliabilitas sangat tinggi. Indeks daya pembeda butir soal yaitu 72% berkategori baik, 12% berkategori sedang, 8% berkategori baik tetapi perlu direvisi, dan 8% berkategori buruk atau ditolak. Indeks tingkat kesukaran soal yaitu 16% dengan kriteria sukar, 56% dengan kriteria sedang, 24% dengan kriteria mudah dan 4% dengan kriteria soal sangat mudah. Fungsi distractor (pengecoh) dapat diketahui bahwa kualitas butir soal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 28% sangat baik, 44% baik dengan perbaikan, dan 28 % cukup baik dengan perbaikan. Rekomendasi perbaikan dapat dilakukan terutama pada soal-soal yang memiliki kategori sedang, perlu direvisi, atau dikategorikan buruk untuk meningkatkan kualitas keseluruhan instrumen penelitian.
OPTIMALISASI DAN MENGEKSPLORASI KELEBIHAN SERTA KEKURANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SD/MI CHAIRY, ACH.; FAJRIYATI NAHDIYAH, ATIKA CAHYA; VOLTA, ARIF SURYA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.277

Abstract

Penelitian ini mendalami optimasi pendidikan dasar dengan mengeksplorasi kelebihan dan kekurangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif keunggulan dan kelemahan penggunaan TIK dalam konteks pendidikan Islam tingkat dasar. Data dikumpulkan melalui analisis literatur. Temuan penelitian mengungkap pertumbuhan pesat dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan Islam dasar, membawa keuntungan signifikan. TIK memberikan akses tak terbatas ke sumber daya pembelajaran Islam melalui internet, platform pembelajaran online, dan aplikasi pendidikan. Selain itu, TIK menunjukkan kemampuannya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat lunak dan aplikasi yang dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip agama. Namun, penelitian juga menyoroti beberapa kelemahan, termasuk kesenjangan digital dan kekhawatiran terkait etika dan keamanan. Tidak semua siswa memiliki akses setara ke teknologi, menciptakan disparitas dalam peluang belajar. Risiko terkait privasi siswa, keamanan data, dan penyalahgunaan informasi menjadi tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua, komunitas lokal, dan pemerintah dalam mendukung implementasi TIK dalam pendidikan dasar. Upaya kolaboratif diharapkan dapat mengatasi kendala akses dan memaksimalkan potensi pembelajaran berbasis TIK. Selain itu, pendekatan seimbang antara inovasi teknologi dan pemahaman mendalam terhadap konteks lokal dan nilai-nilai agama dianggap krusial untuk menjaga relevansi pendidikan Islam di era digital. Dengan merinci kelebihan dan kekurangan TIK, penelitian ini memberikan pemahaman holistik tentang peran teknologi dalam pendidikan Islam di tingkat dasar. Rekomendasi kebijakan dan panduan praktis disusun untuk membimbing langkah-langkah implementasi yang berkelanjutan, dengan harapan meningkatkan inklusivitas dan kualitas pendidikan dasar secara tepat waktu.
MANAJEMEN KINERJA BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU (STUDI KASUS DI SMK ISLAM TERPADU MADANI KOTA SUKABUMI) WIRABHAKTI, ANDHIKA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.278

Abstract

Sejatinya budaya religius yang diterapkan dan dikembangkan di SMK IT Madani, terkait dengan adanya unsur-unsur di dalam akidah yang tidak dapat dipisahkan antara lain Iman, Kalbu, Keyakinan dan Ihsan, budaya tersebut berkembang melalui sebelum kegiatan belajar mengajar, seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha, dan setiap hari jumat pagi, seluruh siswa melaksanakan membaca al-qur’an dan tausiyah selama tujuh menit. Selain itu seluruh siswa menjalankan sholat jumat dan sholat dzuhur. Selain melaksanakan program kegiatan tersebut, SMK Islam Terpadu Madani melakukan kegiatan keagamaan yaitu memperingati hari besar Islam. Sedangkan ruang lingkup manajemen dalam meningkatkan profesionalisme kinerja guru berbasis budaya religius yaitu: Manajemen perencanaan, seorang kepala sekolah mengajak guru dapat mengamalkan budaya religius. Manajemen pengorganisasian, kepala sekolah harus melibatkan para bidang kurikulum, kesiswaan, dan sarana/prasarana. Mereka saling bekerjasama untuk membuat konsep semua kegiatan keagamaan supaya berjalan lancar dan terwujud. Sedangkan manajemen bimbingan, melakukan dua hal yaitu pertama pembiasaan dan kedua pemberian keteladanan. Lalu manajemen pengawasan, menggunakan dua langkah antara lain: partisipasi langsung dan memberikan motivasi. Faktor pendukung lainnya kepala sekolah dengan guru menjadi pendukung utama dalam kegiatan tersebut. Sehingga menciptakan nilai-nilai religius Islam di lingkungan sekolah.
ANALISIS PROSES ISLAMISASI DAN PERKEMBANGAN KEILMUAN DI JAWA ERA WALISONGO ABAD XV - XVI M MILAH, NURUL; ABDILLAH, ALI M.
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.279

Abstract

Pada abad ke XV-XVI M Islam mulai berkembang pesat di Jawa melalui dakwah yang dilakukan oleh Walisongo melalui asimilasi dan sinkretisme Nusantara. Para Walisongo telah merumuskan strategi dakwah yang sistematis, utamanya dalam menyikapi kebudayaan Jawa dan Nusantara yang sudah sangat tua dan mapan. Pola dakwah Walisongo menunjukkan pola dakwah yang kompromistik, memperhatikan gradasi atau tahapan, sekaligus memperkecil kesulitan. Penelitian ini mengkaji tentang proses Islamisasi Pulau Jawa abad XV – XVI Masehi oleh Walisongo dan menganalisis tradisi keilmuan apa saja yang dihasilkan selama proses islamisasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah atau historis. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan sebab-sebab, kondisi lingkungan, konteks sosio kultural, konstektual, serta unsur-unsur yang menjadi kompoten eksponen dari proses sejarah yang dikaji. Tahapannya terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah dakwah yang dilakukan Walisongo memang tidak banyak melahirkan karya tulis maupun kitab yang ditulis oleh para-Wali sebagai bukti adanya tradisi keilmuan Jawa era Walisongo. Hal ini dilatarbelakangi kondisi masyarakat Jawa yang masih sangat awam dan sangat mengakarnya tradisi kepercayaan leluhur oleh masyarakat Jawa itu sendiri. Sehingga bisa ditarik suatu kesimpulan dakwah yang dilakukan oleh Walisongo masih seputar ranah teologi ketauhidan. Kendati demikian, masyarakat Islam era Walisongo juga sudah mengenal beberapa disiplin keilmuan seperti Ilmu Fiqh, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadist, Nahwu Saraf yang diajarkan oleh Sunan Giri dan Sunan-Sunan atau para-Wali lainnya.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN MENGENAL ANGKA PADA SISWA AUTIS DI SLB NEGERI 1 NGAWI RIRIS YULIATI PRADANA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i4.280

Abstract

Siswa autis adalah siswa dengan keterbatasan dalam menjalin hubungan sosial emosional. Dikarenakan keterbatasannya tersebut siswa autis kesulitan dalam memahami materi yang di dapatkan. Salah satu bentuk kesulitan yang di alam adalah dalam pelajaran matematika materi mengenal angka. Dikarenakan materi ini penting dalam kehidupan keseharian maka sebagai guru perlu membantu siswa mengatasi permasalahannya tersebut. Demi mengatasi dan membantu siswa mengatasi permasalahannya tersebut , maka perlu mencari faktor penyebab sesungguhnya dari siswa autis mengalami kesulitan mengenal angka. Pada kesempatan kali ini peneliti melakukan pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada rekan sejawat disekolah guna melakukan penelitian secara kualitatif, sekaligus juga melakukan wawancara sebagai penguat dan menganalisis hasil dari kuesioner yangdi dapatkan. Berdasarkan data yang terhimpun didapatkan hasil berupa faktor penyebab dari siswa autis mengalami kesulitan mengenal angka di antaranya terdapat faktorinternal dan eksternal yang mempengaruhi. Berkaitan dengan temenuan tersebut di harapkan mampu menjadi salah satu acuan untuk membantu guru melakukan program pembelajaran yang sesuai dengan faktor penyebab yang dialami siswa.
KONTRIBUSI PERMAINAN MISTERY BOX TERHADAP PENGENALAN VOCABULARY BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI MELISA KHOYYIROH HARAHAP; DIAH KHOIRUNNISA HARAHAP
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i4.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi permainan Mystery Box terhadap efektivitas pengenalan vocabulary bahasa Inggris pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan anak-anak kelompok usia dini sebagai subjek penelitian. Permainan Mystery Box dirancang untuk meningkatkan keterlibatan anak melalui unsur kejutan dan eksplorasi, yang diharapkan dapat mempermudah pemahaman serta retensi vocabulary baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar dengan metode ini mengalami peningkatan yang signifikan dalam penguasaan vocabulary dibandingkan dengan metode konvensional. Oleh karena itu, Mystery Box dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini.
EVALUASI KURIKULUM DIGITAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM WAHYU SETIA NINGSIH; ZULKIPLI JEMAIN
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i4.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kurikulum digital dalam pendidikan Islam melalui analisis literatur yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel daring. Fokus penelitian meliputi efektivitas kurikulum digital, relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum digital dapat meningkatkan aksesibilitas pembelajaran dan memperkaya pengalaman belajar melalui teknologi interaktif. Namun, tantangan seperti kurangnya literasi digital di kalangan pendidik dan peserta didik, keterbatasan infrastruktur, serta minimnya integrasi nilai-nilai Islam dalam konten digital menjadi kendala utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum digital dalam pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, asalkan disertai dengan penguatan pada aspek literasi digital dan integrasi nilai-nilai keislaman. Rekomendasi mencakup pengembangan konten digital berbasis Islam yang lebih komprehensif dan peningkatan pelatihan bagi pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pembelajaran.