cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6289601228809
Journal Mail Official
jpt@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 6 Bandar Lampung, Cq. Tim Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang. Telepon: 0721 – 783852, Fax. 0721-773918
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama
ISSN : 2721950X     EISSN : 27226743     DOI : https://doi.org/10.26630
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang merupakan institusi pendidikan vokasi di bidang kesehatan yang menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Kegiatan pengabdian perlu dipublikasikan guna pemanfaatan lebih luas bagi masyarakat, oleh karena itu Politeknik Kesehatan mengembangkan e-jurnal pengabdian kepada masyarakat dalam hal ini dinamai dengan JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN BEGUAI JEJAMA (ISSN Online : 2722-6743 | ISSN Print: 2721-950X). Jurnal tersebut terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember (Edisi Bahasa Indonesia). Berisi tulisan yang diangkat dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung terciptanya kesehatan masyarakat. Jurnal ini diterbitkan pertama kali pada bulan April 2020.
Articles 78 Documents
Pemberdayaan Remaja Putri Mengentaskan Anemia Anita Anita; Purwati Purwati; Rohayati Rohayati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 1 April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i1.21

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rawan menderita anemia. Di Indonesia berdasarkan kelompok umur, penderita anemia berumur 5- 14 tahun sebesar 26,4 % dan sebesar 18,4 % pada kelompok umur 15-24 tahun. Akibat jangka panjang anemia pada remaja putri adalah apabila nantinya hamil akan meningkatkan resiko komplikasi, resiko kematian maternal, angka prematur dan angka kematian perinatal (Riset Kesehatan Dasar, 2017). Rata-rata hasil penelitian di Lampung menunjukkan angka 28-50% remaja putri mengalami anemia Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia, upaya pencegahannya, serta adanya UKS yang mendukung dalam mengatasi anemia termasuk permasalahan kesehatan remaja putri di sekolah. Kegiatan yang akan dilakukan berupa pembentukan dan pelatihan kader kesehatan remaja serta pembinaan UKS dalam upaya menurunkan anemia di kalangan remaja. Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 20/6/2019 pembentukan KRR, 26-27/8/2019 praktik pelaksanaan KRR, 31/8/2019 FGD dengan pengelola kesiswaan dan guru, 10/9/2019 Evaluasi dan RTL di SMPN 3 dengan melibatkan siswa sejumlah 100 orang, kepala sekolah dan pelaksana kegiatan UKS. Hasil pengabmas diperoleh 100 kader kesehatan remaja yang akan bertugas menyebarkan informasi tentang anemia ke teman satu kelas untuk mengkonsumsi gizi seimbang dan berperilaku hidup sehat. Target luaran SOP kegiatan upaya mengentaskan anemia dan perilaku hidup sehat remaja di lingkungan sekolah.
Peningkatan Kemampuan dan Kemandirian Public Area Service dalam Pertolongan Pertama melalui Pelatihan First Aid, CPR dan AED Kota Bandar Lampung Tori Rihiantoro; Ririn Sri Handayani; Musiana Musiana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i2.166

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan masyarakat awam di Kota Bandar Lampung tentang pertolongan RJP masih sangat rendah. Sebagian besar fasilitas pelayanan umum mengatakan bahwa belum tersedia sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dalam melakukan FIRST AID secara baik dan sesuai standar. Berdasarkan wawancara dengan kepala bagian SDM mitra pengabmas diperoleh informasi bahwa telah tersedia fasilitas pertolongan pertama (First Aid) dan Automated External Defibrilator (AED), namun belum pernah dilakukan pelatihan, sehingga pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pertolongan pertama masih kurang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan kemandirian karyawan mitra pengabmas dalam pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan dan henti jantung mendadak (HJM). Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pelatihan first aid, cardiopulmonary resusitation (CPR) dan automatic external defibrilation (AED). Metode kegiatan meliputi pre-test dan post-test, pemberian materi, simulasi, dan skill driliing. Hasil pelatihan pada 57 peserta diperoleh hasil sebelum pelatihan nilai rata-rata pengetahuan peserta yaitu 35,58 dan setelah pelatihan menjadi 75,43. Data kemudian dianalisis lebih lanjut dan diperoleh nilai p= 0,000. Dengan demikian ada perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan. Artinya pelatihan yang dilakukan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan karyawan mitra pengabmas tentang first aid, CPR dan AED
Sehat Bersama Kelompok Arisan Melalui Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Musiana Musiana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i2.43

Abstract

Kegiatan arisan merupakan rutinitas yang dilakukan oleh kelompok ibu-ibu di Indonesia. Umumnya kegiatan ini diisi dengan berkumpul untuk mengocok arisan dan menyantap hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah. Hasil pengamatan selama terlibat dalam kegiatan arisan di komplek pemuka terdapat anggota arisan yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yaitu kegemukan. Penyakit tidak menular saat ini menjadi perhatian pemerintah, sebanyak 73% kematian saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular yaitu penyakit jantung, kanker, diabetes, dan lainnya (Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, 2019). Peningkatan penyakit tidak menular sejalan dengan peningkatan faktor risiko meliputi meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, kurang aktiftas dan pola makan yang tidak sehat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi (deteksi dini) faktor risiko PTM (hipertensi, diabetes mellitus, asam urat) pada kelompok ibu-ibu arisan melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Hasil kegiatan didapat sebanyak 7 orang (13,4%) memiliki tekanan darah di atas normal; 3,8% gula darahnya lebih dari 200 mg/dl; 3,8% asam urat lebih dari 7 mg/dl; dan 7,7% kolesterol lebih dari 200. Tindak lanjut pada ibu-ibu yang memiliki faktor risiko adalah memberikan pendidikan kesehatan agar menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.
Pendampingan Kader Lansia Pada Penanganan Konstipasi Dengan Obat Tradisional Tanaman Paederia Scander Lour Merr Rustam Aji; Sherly Ratih Frichesyarius Santi Ajhie; Ruslina Yulaika; Wirawan Shakty
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 2 Nomor 1 April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v2i1.88

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih diminati oleh keluarga dan masyarakat di Indonesia, karena obat tradisional tersebut mempunyai beberapa kelebihan, antara lain bahan bakunya mudah diperoleh dan dapat dibudidayakan sendiri di tempat pemukiman. Salah satu tanaman berkhasiat dan berpotensi sebagai obat tradisional yang sering digunakan oleh keluarga dan masyarakat yaitu tanaman sembukan dengan nama ilmiah Paederia scander Lour Merr dari Familia Rubiaceae. Tanaman ini selain digunakan sebagai lalapan, juga dapat mengobati, perut kembung (konstipasi), sehingga berpotensi sebagai Obat Pertolongan Pertama Konstipasi. Pendampingan kader lansia pada penanganan konstipasi dengan obat tradisional tanaman Paederia scander Lour Merr. Penyuluhan dihadiri 6 kader lansia dan 21 lansia, diberikan materi tentang penanganan konstipasi dengan obat tradisional tanaman Paederia scander Lour Merr. Tumbuhan sembukan merupakan bahan obat tradisional, yang berkhasiat untuk mencegah masuk angina, mengobati sistem pencernaan seperti perut kembung. Peserta 2 dari 6 kader lansia serta 4 lansia dari 21 lansia, dapat melakukan redemontrasi cara pembuatan obat tradisional tanaman Paederia scander Lour Merr sebagai obat konstipasi. Masyarakat dapat melakukan pertolongan pertama pada konstipasi dengan obat tradisional tanaman Paederia scander Lour Merr.
Mewujudkan Desa Rejosari dan Negara Ratu Sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019 Wibowo Ady Sapta; Rifai Agung Mulyono; Suami Indarwati; Amrul Hasan; Yuliati Amperaningsih; Nelly Indrasari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 1 April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i1.16

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan (Permenkes RI, No.3, Th. 2014).  Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Desa Rejosari dengan jumlah penduduk 5.506 jiwa yang terbagi menjadi 8 Dusun merupakan salah satu desa di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, dimana desa tersebut telah dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF), Sedangkan Desa Negara Ratu yang berpenduduk 10.442 jiwa yang berditempat tinggal di 14 Dusun belum dapat mencapai desa ODF, dan langkah selanjutnya akan melakukan kegiatan menjadikan wilayah STBM. Pencapaian pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan melakukan sosialisasi program dan penyuluhan mulai tingkat kecamatan, desa dan dusun sasaran serta yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang  STBM dan membentuk kader kesehatan yang mampu membangun desanya menjadi desa sehat, sehingga dengar sadar masyarakat dapat membuat sarana sanitasi dasar  dalam rangka mencapai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang meliputi indicator outcome dan output tersebut diatas. Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan kepada Kepala Desa, Kepala Dusun dan warga sasaran terdapat peningkatan pemahaman tentang STBM, akan tetapi belum terbentuk organisasi masyarakat berkaitan dengan kelompok STBM tersebut. Selain peningkatan terhadap pemahaman STBM, juga ada peningkatan cakupan sarana sanitasi, diantaranya pembangunan 15 sarana jamban keluarga, 7 sarana pembuangan air limbah rumah tangga, 20 sarana CTPS, dan 10 sarana pembuangan sampah. Pencapaian pengabdian kepada masyarakat belum optimal, hal ini karena kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih rendah, serta partisipasi gotong royong membangun desa belum mengarah kepada kegiatan STBM.
Pelatihan Budidaya Jamur Tiram untuk meningkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Padang Ratu Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Amrul Hasan; Haris Kadarusman; Agus Sutopo
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 1 April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i1.142

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus sp.) merupakan salah satu jamur konsumsi yang memiliki nilai gizi tinggi. Beberapa jenis jamur tiram yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia yaitu jamur tiram putih (P. ostreatus), jamur tiram merah muda P. flabellatus), jamur tiram abu-abu (P. sajor caju), dan jamur tiram abalone (P. cystidiosus). (Susilawati dan Budi Raharjo, 2010). Sebagai Sebagai bahan pangan jamur menjadi salah satu sumber protein seperti thiamine (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin, biotin dan vitmin C serta mineral. Sebagai bahan fungsional jamur mengandung bahan aktif yang terdiri dari senyawa polisakarida (glikan), triterpen, nukleotida, monitol, alkoloid dan lain-lain yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. (Susilawati dan Budi Raharjo, 2010). Desa Padang Ratu Kecamatan Sungkai Utara memiliki potensi yang baik sebagai tempat budidaya jamur tiram. Oleh karena itulah, melalui Program Pengembangan Desa Mitra ini diharapkan dapat membantu masyarakat desa Padang Ratu Kecamatan Sungkai Utara, baik dari segi informasi maupun biaya, dalam mengembangkan usaha budidaya jamur tiram. Masyarakat Mitra di desa Padang Ratu berkeinginan membudidayakan jamur tiram, akan tetapi belum mengetahui teknik pembudidayaannya. Oleh karena itu, kegiatan PkM skema PPDM dosen Poltekkes Tanjung Karang membantu masyarakat desa Padang Ratu teknik Budi daya Jamur tiram. Kegiatan PkM dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu, persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan tahap terakhir adalah pendampingan dan monitoring. Materi yang disampaikan dalam sosialisasi adalah pengenalan jamur tiram, manfaat, syarat tumbuh, dan cara budidaya jamur tiram. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan langkah sebagai berikut: Penakaran dan pencampuran media tumbuh; Pemeraman media; Pengisian media ke dalam baglog; Sterilisasi baglog; Pendinginan baglog; Inokulasi bibit jamur F3; Inkubasi dan pemindahan baglog ke dalam kumbung; Pemeliharaan; dan Pemanenan. Kegiatan pendampingan sampai dengan panen perdana dilakukan selama 13 minggu dengan rincian dua minggu pembuatan baglog, sterilisasi dan inokulai bibit ke dalam baglog, delapan minggu inkubasi baglog sampai dengan siap di buah kan, dua minggu proses pemindahan baglog ke dalam kumbung budi daya sampai siap di panen, panen perdana jamur tiram hasil budidaya mitra sebanyak 5 kg. Mitra yang membudidayakan jamur tiram sebanyak 5 orang. Kendala yang ditemui masyarakat yaitu adanya ulat dan lalat yang hinggap di baglog jamur. Solusi yang disarankan untuk mencegah dan mengendalikan adanya hama dilakukan dengan menjaga kebersihan dan sanitasi kumbung budi daya, melakukan perawatan jamur dengan teliti.
Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Thalasemia Retno Puji Hastuti; Rina Mariani; Sri Ujiani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i2.38

Abstract

Thalasemia merupakan gangguan sintesis hemoglobin dengan manifestasi klinis anemia berat. Prevalensi thalaemia di RSUD HM Ryacudu tahun 2016-2018 trendnya selalu meningkat dan  merupakan peringkat pertama Penyakit Tidak Menular (PTM). Tahun 2019 jumlah penderita thalasemia berjumlah 31 orang. Orang tua anak thalasemia umumnya memiliki pengetahuan yang rendah tentang penyakit dan perawatan thalasemia. Hal ini menyebabkan kualitas hidup anak thalasemia rendah. Kendala lain yang sering dihadapi orang tua yaitu kesulitan donor darah,  belum optimalnya pemberian obat khelasi besi, serta tingginya biaya pengobatan dan perawatan anak thalasemia. Upaya mengatasi kompleksnya masalah kesehatan anak thalasemia memerlukan pemberdayaan/“partisipasi aktif” keluarga dan masyarakat serta praktik interkolaburasi dalam pelayanan kesehatan anak thalasemia. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Kemitraan Wilayah (PKW) yaitu terbentuknya jejaring Interprofessional Collaburation (IPC), organisasi POPTI Cabang Lampung Utara, penyuluhan kesehatan tentang perawatan thalasemia kepada keluarga dan pencegahan thalasemia kepada masyarakat, sosialisasi kebijakan penatalaksanaan thalasemia di RSD HM Ryacudu, dan kegiatan donor darah. Simpulan civitas akademik melalui  kegiatan pengabmas dapat memfasilitasi keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup anak thalasemia
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengadaan Sarana Jamban di Desa Karang Anyar Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah Rifai Agung Mulyono; Wibowo Ady Sapta; Nawan Priyanto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 4 Nomor 1 April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v4i1.8999

Abstract

Sanitasi dasar adalah syarat kesehatan lingkungan minimal yang harus dipunyai oleh setiap keluarga untuk memenuhi keperluan sehari hari. Ruang lingkup sanitasi dasar antara lain mencakup Sarana Air Bersih (SAB), Sarana Jamban Keluarga (JAGA), Sarana Pembuangan Sampah, dan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL). Desa Karang Anyar Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah sebagai desa yang tingkat sarana sanitasinya masih rendah. Setelah dilakukan edukasi kepada masyarakat dan kader, diharapkan dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan, serta bekerja sama untuk meningkat derajat sarana sanitasi dan membangun fasilitas sarana sanitasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karang Anyar, Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah telah terbangun sebanyak 7 (tujuh) unit Jamban Keluarga. Saran kepada pihak masyarakat yaitu perlu dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat untuk sadar akan sanitasi dasar dan perlu pembinaan berkelanjutan kepada masyarakat agar lebih semangat untuk membuat sarana sanitasi dasar.
Pendampingan Pembuatan Alat Ovitrap Rendaman Air Jerami Padi Perangkap Nyamuk Di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Rustam Aji; Sherly Ratih FSA; Rosmawati Rosmawati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 3 Desember 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i3.50

Abstract

Nyamuk jenis serangga dalam ordo diptera, dari kelas insecta. Nyamuk betina menghisap darah bukan untuk mendapatkan makanan , melainkan untuk mendapatkan protein yang terdapat dalam darah, sebagai nutrisi untuk pematangan telurnya,nyamuk membutuhkan air untuk hidupnya, karena larva nyamuk melanjutkan hidupnya di air dan hanya bentuk dewasa yang hidup di darat, telur nyamuk menetas dalam air dan menjadi larva, di sekitar lokasi penelitian merupakan daerah persawahan ,banyak jerami padi yang menumpuk. Jerami padi mengandung kadar ammonia, CO2,asam laktat dan octanol yang disukai nyamuk.. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini, untuk melakukan pendampingan pembuatan alat ovitrap rendaman air jerami padi perangkap nyamuk. Permasalahan banyak nyamuk di sekitar rumah warga.Metode : Pemecahan masalahnya dengan mengadakan pendampingan pembuatan alat ovitrap rendaman air jerami padi perangkap nyamuk. Keuntungan bagi masyarakat dapat meminimalisir dan mengurangi populasi nyamuk.Simpulan: Alat Ovitrap bermanfaat dapat meminimalisir dan mengurangi populasi nyamuk sehingga masyarakat terhindar dari penyakit yang di ditularkan perantara nyamuk  antara lain : demam berdarah, Japanese encephalitis, malaria filariasis dan chikungunya.
Pendampingan Terhadap Keluarga untuk Mewujudkan ASI Eksklusif di Marga Kaya Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Nelly Indrasari; Mugiati Mugiati; I Gusti Ayu Mirah WS; Elvia Marita; Mey Damayanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 4 Nomor 3 Desember 2023 (In Pro
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v4i3.14406

Abstract

Profil Kesehatan Indonesia dan Lampung Selatan menunjukkan cakupan ASI eksklusif sampai 6 (enam) bulan mengalami kemunduran dari tahun 2018. Cakupan ASI wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar adalah sebesar 51%. Salah satu upayanya menyukseskan program ASI eksklusif melalui kegiatan pengabdian masyarakat oleh Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang di Marga Kaya Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarganya akan pentingnya dan manfaat ASI Eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiatan berupa penyuluhan ASI Eksklusif menggunakan speaker, game dan tanya jawab, demonstrasi teknik menyusui menggunakan phantom sebagai percontohan, demonstrasi perawatan payudara menggunakan phantom sebagai percontohan, untuk mengukur pemahaman akan materi yang telah disampaikan maka peserta kembali diberi game. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Marga Kaya, tanggal 13 Juni 2023. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah seluruh ibu hamil dan ada beberapa yang didampingi oleh keluarganya dan juga kader ibu hamil beserta Bidan Desa setempat. Setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini selesai, maka diperoleh hasil yaitu sasaran menjadi paham akan pentingnya dan manfaat dari ASI Eksklusif, serta menjadi bisa cara menyusui yang benar, teknik perawatan payudara selama menyusui dan bersedia memberikan ASI Eksklusif pada bayinya setelah lahir.