cover
Contact Name
Annisa Kartika Sari
Contact Email
camellia@um-surabaya.ac.id
Phone
+6285213225797
Journal Mail Official
camellia@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Sutorejo No.59, Dukuh Sutorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60113
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Camellia
ISSN : -     EISSN : 29638917     DOI : https://www.doi.org/10.30651/cam.v2i2.
Core Subject : Health, Science,
Camellia adalah jurnal kefarmasian yang diterbitkan oleh Prodi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Camellia terinspirasi dari nama latin tanaman Camellia sinensis yang memiliki beragam kegunaan dengan harapan jurnal ini dapat memberikan kontribusi keilmuan berupa informasi-informasi seputar kefarmasian yang berguna bagi masyarakat. Camellia berisi research report, case review, maupun literature review dari bidang keilmuan yang menyusun ilmu farmasi, yaitu clinical pharmacy (farmasi klinis), pharmaceutical (teknologi farmasi), analytical (analisis farmasi) dan pharmacy community (farmasi komunitas). Setiap konten yang diterbitkan akan diseleksi dengan memperhatikan aspek kebaruan (novelty), keaslian (originality) dan aplikasi (usability). Camellia akan terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Naskah yang akan diterbitkan di Camellia akan melalui proses review oleh dua orang reviewer yang pemilihannya ditentukan oleh editor. Naskah yang diterima untuk dipublikasikan adalah naskah yang telah diedit tata bahasa, tanda baca, gaya cetak dan formatnya menyesuaikan dengan kebijakan yang dimiliki oleh Camellia dan akan diterbitkan baik secara online maupun cetak.
Articles 65 Documents
Pengaruh Terapi Pemberian Jus Mentimun dan Belimbing Manis Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Di Wilayah RW 03 Kelurahan Bangkingan Kota Surabaya Wanandi, Achmad; Efendi, Muhammad
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 1 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i1.16586

Abstract

Latar belakang Lanjut usia dimana seseorang terjadi penurunan pada fungsi fisik dan kognitif yang ditandai dengan penurunan massa otot beserta kekuatannya, laju denyut maksimal, serta terjadinya penurunan pada fungsi otak. Penurunan fungsi fisik pada lansia ini akan menjadi salah satu penyebab lansia terserang penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler, seperti hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jus mentimin dan belimbing manis terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Metode yang digunakan metode pre eksprimental dengan One- Group Pra-Post Test Design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan nonprobality sampling dengan Jenis purposive sampling, dan didapatkan 37 responden sesuai kriteria; variable independent adalah jus mentimun dan belimbing manis, dan variable dependent adalah penurunan tekanan darah. pengumpulan data menggunakan pre-test dan pos- test sesuai klasifikasi tekanan darah, instrument lembar observasi, dengan menggunakan uji wilcoxon didapatkan nilai pvalue 0,000 (p < 0,05) yang artinya ada pengaruh pada pemberian terapi jus mentimun dan belimbing manis. Hasil rata rata hasil sebelum pemberian terapi sebesar 155,41/95,68 mmHg. Sedangkan rata rata sesudah pemberin terapi sebesar 142,70/86,22 mmHg. Mengalami penurunan tekanan darah sesudah diberikan terapi sebesar 12,71/9,46 mmHg. Kesimpulan Terdapat pengaruh pemberian jus mentimun dan belimbing manis terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dan juga salah satu trobosan bagi penderita hipertensi sebagai terapi non farmakologi.
In silico Study on Physicochemical, Pharmacokinetic and Toxicity Profiles of Available Antiviral Drugs and The Drug-Target Interaction with Protease of SARS-CoV-2 Diyah, Nuzul Wahyuning; Ghifari, Aileen Syifa; Hidayati, Shabrina Wahyu; Ekowati, Juni
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 1 No 2 (2022): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v1i2.16714

Abstract

Introduction: In emergency conditions such as the COVID-19 pandemic, many drugs treating SARS-CoV-2 are currently being developed through the concept of repurposing the existing drugs. This study aims to evaluate the physicochemical, pharmacokinetic and toxicity (ADMET) profiles of 15 drugs that have been used clinically for other viral diseases, and inspect their activity as antivirals against SARS-CoV-2. Methods: The physicochemical properties were obtained by using the ChemDraw and the ADMET were predicted using pkCSM on line tools. The selected drugs based on Lipinski's Rules were docked into main protease of SARS-CoV-2 (PDB. 6LU7) using Molegro program. Results: Six drugs complied with Lipinski's Rules and showed good ADMET profile except for their hepatotoxicity, but favipiravir and oseltamivir were predicted to be non-hepatotoxic. Oseltamivir also showed high binding affinity with free energy score below -100 kcal/mol. Conclusions: Oseltamivir is a potential antivirus for COVID-19 based on physicochemical, ADMET profile, and in silico activity against protease of SARS-CoV-2. 
Aktivitas Antioksidan Teh Hijau dan Teh Hitam Purwanto, Djoko Agus; Wibowo, Nadya Khadijah; Rudyanto, Marcellino
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 1 No 2 (2022): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v1i2.16722

Abstract

Teh adalah minuman terpopuler kedua setelah air putih di dunia. Konsumsi teh hitam di Indonesia lebih banyak dibandingkan teh hijau. Daun teh mengandung antioksidan yang dapat mencegah penyakit degeneratif seperti kanker. Teh hijau memiliki senyawa antioksidan total lebih banyak dibandingkan jenis teh lainnya. Antioksidan dalam teh terutama diperoleh dari senyawa katekin, sehingga semakin tinggi nilai total katekin maka aktivitas antioksidannya semakin besar. Berbeda dengan teh hitam yang mengalami proses fermentasi sebelum dikemas menjadi olahan teh, teh hijau tidak difermentasi. Ulasan ini menegaskan kembali aktivitas antioksidan teh hijau dibandingkan teh hitam berdasarkan total katekin dan nilai IC50 DPPH. Aktivitas antioksidan teh hijau lebih besar dibandingkan teh hitam. Nilai total katekin pada teh hijau lebih besar dibandingkan teh hitam, sedangkan nilai IC50 DPPH pada teh hijau lebih kecil dibandingkan teh hitam. Hasil tinjauan literatur ini merekomendasikan bahwa penelitian lebih lanjut dapat dikembangkan berdasarkan potensi aktivitas teh hijau dan teh hitam
Penetapan Kadar Kuersetin dalam Sediaan Sirup Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) dengan Metode Spektrofotometri UV Sudjarwo, Sudjarwo; Rovitasari, Riska; Prihatiningtyas, Setyo
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 1 No 2 (2022): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v1i2.16739

Abstract

Kuersetin merupakan senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun Averrhoa bilimbi dan dapat diekstraksi dengan metode maserasi untuk dijadikan ekstrak. Ekstrak ini dapat dibuat dalam bentuk sirup untuk pengembangan sediaan herbal. Spektrofotometri UV digunakan dalam penentuan konsentrasi kuersetin dari Averrhoa bilimbi dalam sirup. Metode ini dinilai sederhana, cepat, dan relatif murah, sehingga memberikan manfaat untuk menganalisis banyak sampel. Validasi metode diperlukan untuk memastikan apakah aspek analitik valid dan parameter validasi yang diukur dalam penelitian ini adalah selektivitas, liniearitas, LOD dan LOQ, presisi, dan akurasi. Selektivitas menunjukkan bahwa spektra memiliki panjang gelombang maksimum pada λ = 374 nm. Linieritas diperoleh dari fungsi regresi y = 0,07923x - 0,07056 dengan koefisien korelasi r = 0,9988 dan Vxo = 2,42%.  Presisi menunjukkan koefisien varian KV = 0,24%. LOD dan LOQ menunjukkan 0,0223 dan 0,0745. Konsentrasi kuersetin dalam ekstrak daun adalah 6,708% (b/b) ± 5,72% dan konsentrasi kuersetin dalam sirup adalah 63,06 mg.
Aktivitas Antihiperurisemia Kombinasi Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosipon aristatus var. Aristatus L.) dan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) secara In Vitro Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Sari, Annisa Kartika; Amalia, Tania Rizki
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 1 No 2 (2022): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v1i2.16740

Abstract

Alopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi menghambat aktifitas enzim XO secara in vitro. Berdasarkan hasil uji in vitro perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung dapat menghambat aktifitas enzim XO dengan IC50 terbaik beturut-turut adalah 1:1 (22.54 μg/mL), 1:2 (36.62 μg/mL), dan 1:0,5 (67.82 μg/mL).
Aplikasi FT-IR ATR Spektroskopi untuk Identifikasi Parasetamol pada Jamu Sediaan Serbuk Wahyuningsih, Etik; Dessidianti, Rachma
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 1 No 2 (2022): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v1i2.16764

Abstract

Parasetamol dengan rumus kimia N-(4-Hydroxyphenyl) acetamide adalah bahan kimia obat yang diduga ditambahkan secara illegal kedalam obat tradisional.  Metode analisis yang sederhana, cepat dan akurat diperlukan untuk pengendalian keberadaan bahan kimia obat yang ditambahkan pada obat tradisional. Identifikasi parasetamol dilakukan dengan mengunakan FTIR-ATR pada bilangan gelombang 650 to 2000 cm-1 dan profil yang dihasilkan dibandingkan dengan standar parasetamol. Hasil penelitian menunjukkan adanya serapan yang karakteristik pada standar parasetamol daerah finger print pada bilangan gelombang 1650 cm-1 yang menunjukkan C=O amida ulur; 1610 cm-1 (C=C aromatis ulur); 1650 cm-1 (N-H amida tekuk); 1500 cm-1 (C-H aromatis ulur) dan bilangan gelombang 830 cm-1 (=C-H aromatis ulur). Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa tidak terdapat parasetamol pada sampel A dan sampel B dan terdapat parasetamol pada sampel C yang ditunjukkan dengan kemiripan profil  dengan parasetamol standar dan adanya gugus karakteristik yang menunjukkan parasetamol. 
Formulasi Deterjen Eco-Friendly Ekstrak Etanol Biji Buah Lerak (Sapindus rarak DC) Kombinasi Surfaktan Decyl Glucoside dan Lauryl Glucoside Nurrosyidah, Iif Hanifa; Putri, Erica Novia; Klau, Ivan Charles Seran; Wulandari, Ina; Ramadhan, Arif
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 1 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i1.17955

Abstract

Pendahuluan: Deterjen merupakan limbah rumah tangga yang paling banyak mencemari lingkungan karena kandungan surfaktan turunan sulfonate yang tidak bisa dibiodegradasi. Sehingga diperlukan inovasi detergen ramah lingkungan. Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengembangkan   formula   deterjen   ramah lingkungan yang mengandung ekstrak etanol biji buah lerak (Sapindus rarak DC) kombinasi surfaktan decyl glucoside dan lauryl glucoside. Metode: penelitian meliputi pembuatan deterjen cair menggunakan tiga formula  yaitu FI, FII, dan FIII dengan variasi konsentrasi ektrak etanol biji buah lerak yang digunakan. Hasil: pH detergen adalah 9,92 (F1), 8,9 (F2) dan 7,85 (F3); viskositas sebesar 16,33 mPas (F1), 8,33 mPas (F2) dan 15 mPas (F3); stabilitas busa yaitu diperoleh kisaran 84,09 % - 89,99 %; bobot jenis sebesar 1,027 g/ml (F1),1,025 (F2) dan 1,032 g/ml (F3). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula detergen cair ekstrak biji buah lerak  memenuhi mutu fisik sesuai syarat SNI 06-4075-1996.
Gambaran Willingness to Pay Fitofarmaka Pada Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang Titani, Mutiara; Abdullah, Adela Adam
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 1 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i1.18175

Abstract

Fitofarmaka adalah salah satu jenis obat tradisional yang telah melalui uji praklinik serta uji klinik. Menurut Kemenkes penggunaan obat tradisional di masyarakat mengalami peningkatan sebesar 44,3%. Dengan meningkatnya penggunaan obat tradisional memberikan dorongan adanya perkembangan industri obat tradisional sehingga menjadi potensi nilai ekonomi yang tinggi. Meskipun meningkatnya penggunaan obat tradisional penelitian obat tradisional jenis Fitofarmaka dari sisi kesediaan membayar atau willingness to pay masih jarang dilakukan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kesediaan membayar responden terhadap produk Fitofarmaka dan faktor-faktor variabel independen terhadap WTP. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian observasional jenis cross-sectional dengan instrumen kuesioner pada google form. Responden studi ini adalah mahasiswa farmasi UMM yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis WTP studi ini adalah Contingent Valuation Method.
Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) dalam Sediaan Gel Hydroxyethyl Cellulose (HEC) Namira, Desya Shafa; Hendradi, Esti
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 1 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i1.18762

Abstract

Rosela (Hibiscus sabdariffa L) merupakan salah satu bunga yang populer dan banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit. Studi terbaru mengungkapkan bahwa bunga rosela mengandung berbagai kandungan bioaktif dan memiliki efek farmakologis, antara lain sebagai antibakteri. Larutan ekstrak air bunga rosela diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak air rosela terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu 100 mg/ml. Pada penelitian ini dibuat sediaan gel dari Hydroxyethyl Cellulose (HEC) yang berbeda. Sebagai Formula 1 dengan konsentrasi 2%, Formula 2 dengan konsentrasi  2,5% dan Formula dengan konsentrasi 3%. Evaluasi fisik gel meliputi organoleptis, daya sebar, dan pH. Evaluasi aktivitas ekstrak air rosela di atas MIC yaitu 12,5 % v/v dengan 3 konsentrasi pembentuk  gel antibakteri dilakukan pada ketiga formula. Formula terpilih adalah formula 1 dengan konsentrasi HEC 2% b/b. Formula 1 diuji uji rasio potensi dengan antibiotik gentamisin sulfat. Berdasarkan hasil, formula 1 memiliki potensi setara dengan gentamisin sulfat sebesar 6,407 ppm.
Nilai Rasio Neutrofil Limfosit (NLR) Terhadap Komorbid Hipertensi Pada Pasien Covid-19 Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari; Azizah, Fitrotin; Hidayat, Mariza; Purwaningsih, Nur Vita; Widiyastuti, Rahma
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 1 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i1.18806

Abstract

Tingkat kematian pasien Covid-19 lebih tinggi pada pasien yang memiliki komorbid dibandingkan dengan pasien tanpa komorbid dikarenakan imunitas yang lebih rendah. Kondisi dan tingkat keparahan infeksi dapat terjadi akibat peningkatan ikatan virus dengan sel target yang memanfaatkan ACE-2. Disfungsi endotel vascular pada pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi dapat meningkatkan keparahan infeksi hingga beresiko kematian. Hal itu terjadi karena pada pasien yang menderita hipertensi dapat meningkatkan ekspresi reseptor ACE-2 akibat disfungsi pada sel endotel vascular. Parameter pemeriksaan hematologi yang dapat digunakan untuk pemeriksaan adalah Nilai Rasio Limfosit/ Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR). NLR dapat digunakan untuk melihat dan memantau status inflamasi atau prediksi tingkat keparahan yang terjadi sebagai faktor resiko Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai NLR (Neutrophil Lymphocyte Ratio) pada pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan sampel penelitian sebanyak 50 data pasien dalam kurun waktu 1 tahun (Desember 2020 - Desember 2021). Didapatkan hasil dari 50 data pasien yaitu sebanyak 26 pasien (52%) memiliki nilai NLR normal (<3,13) dan 24 pasien (48%) memiliki nilai NLR diatas nilai normal (>3,13), serta rata-rata nilai NLR dari 50 pasien Covid-19 dengan komorbid hipertensi adalah 4,13.