cover
Contact Name
Annisa Kartika Sari
Contact Email
camellia@um-surabaya.ac.id
Phone
+6285213225797
Journal Mail Official
camellia@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Sutorejo No.59, Dukuh Sutorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60113
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Camellia
ISSN : -     EISSN : 29638917     DOI : https://www.doi.org/10.30651/cam.v2i2.
Core Subject : Health, Science,
Camellia adalah jurnal kefarmasian yang diterbitkan oleh Prodi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Camellia terinspirasi dari nama latin tanaman Camellia sinensis yang memiliki beragam kegunaan dengan harapan jurnal ini dapat memberikan kontribusi keilmuan berupa informasi-informasi seputar kefarmasian yang berguna bagi masyarakat. Camellia berisi research report, case review, maupun literature review dari bidang keilmuan yang menyusun ilmu farmasi, yaitu clinical pharmacy (farmasi klinis), pharmaceutical (teknologi farmasi), analytical (analisis farmasi) dan pharmacy community (farmasi komunitas). Setiap konten yang diterbitkan akan diseleksi dengan memperhatikan aspek kebaruan (novelty), keaslian (originality) dan aplikasi (usability). Camellia akan terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Naskah yang akan diterbitkan di Camellia akan melalui proses review oleh dua orang reviewer yang pemilihannya ditentukan oleh editor. Naskah yang diterima untuk dipublikasikan adalah naskah yang telah diedit tata bahasa, tanda baca, gaya cetak dan formatnya menyesuaikan dengan kebijakan yang dimiliki oleh Camellia dan akan diterbitkan baik secara online maupun cetak.
Articles 70 Documents
Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo Arifianto, Nasruhan; Yuniar, Cinthya Ratna; Kusmaningrum, Farida; Elzami, Anastasya Aninda
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24453

Abstract

Tingkat kepuasan pasien sangat penting bagi suatu pusat kesehatan, selain hal tersebut mengarah pada loyalitas pasien, namun juga berpengaruh pada hasil klinis yang lebih baik dan kepatuhan pasien. Kepuasan pasien sendiri juga bisa digambarkan dengan ukuran seberapa senang pasien dengan perawatan kesehatan yang mereka alami. Dalam kata lain, pusat kesehatan perlu memenuhi harapan pasien serta memberikan pengalaman sehat secara medis. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain, aspek kehandalan, aspek ketaggapan, aspek jaminan, aspek empati dan aspek berwujud. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif  dengan metode purposive sampling.Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 responden yaitu pasien poli anak rawat jalan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepuasan. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga atau pendamping dari pasien poli anak. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kehandalan memperoleh presentase sebesar 75,76% dengan kategori puas, dimensi ketanggapan memperoleh presentase sebesar 74,88% dengan kategori puas, dimensi jaminan memperoleh presentase sebesar 81,28% dengan kategori sangat puas, dimensi empati memperoleh presentase sebesar 80% dengan kategori puas, dimensi berwujud memperoleh presentase 73,14% dengan kategori puas. Presentase tertinggi yaitu pada dimensi jaminan dan terendah dari dimensi berwujud. Berdasarkan hasil penelitian tentang Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD dr. Hardjono Ponorogo menunjukkan bahwa presentase kepuasan secara keseluruhan didapatkan nilai (77,01%) dan responden dinyatakan “Puas’’.
Bioremediasi Cemaran Tanah Menggunakan Biostimulant Isnaeni, Isnaeni; Calvina, Aisha Bella; Ardiana, Alma Dita; Azzahra, Chofifatus Solecha; Santosa, Nadya Rachmania; Miladya, Nanda Fadlilatul; Anwar, Nazwa Zahira
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24664

Abstract

Semakin meningkatnya perhatian dalam bioremediasi adalah penggunaan biostimulan yang dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam tanah dan mempercepat proses degradasi kontaminan. Bioremediasi adalah proses biologis yang melibatkan penggunaan mikroorganisme, tanaman, atau enzim untuk mendekomposisi, menetralkan, atau menghilangkan kontaminan dari lingkungan tercemar, terutama dari tanah, air, dan udara. Bioremediasi secara in-situ adalah biodegradasi oleh mikroba pada kontaminasi dalam matriks tanah bawah permukaan dan dapat diolah di lokasi terjadinya cemaran. Bioremediasi secara ex-situ memerlukan penggalian tanah yang terkontaminasi dan dilakukan di luar lokasi terjadinya cemaran. Teknik ex-situ tidak digunakan pada tanah yang berada di pusat kota ataupun di bawah bangunan, karena membutuhkan ruang penggalian yang cukup besar. Cemaran tanah dapat didefinisikan sebagai suatu zat dalam tanah pada konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya oleh bahan limbah yang memiliki dampak merugikan kesehatan manusia dan ekosistem. Bahan limbah umumnya dibuang ke perairan sebagai cairan, di mana sebagian dapat larut, sementara yang lainnya dapat mengendap di permukaan tanah, kemudian meresap ke dalam dan mencemari tanah. Cemaran kemudian dapat bergerak lebih dalam ke lapisan tanah melalui proses perkolasi, yang bergerak dari lokasi dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi lebih rendah. Pergerakan cemaran melalui perkolasi dapat menyebabkan pencemaran air tanah, yang merupakan sumber vital bagi banyak ekosistem dan pemukiman manusia. Biostimulan Organic Waste (BOW) berbahan baku sampah organik pasar memiliki nilai unsur-unsur C-organik, N, P dan K yang tinggi. Nilai unsur-unsur telah memenuhi persyaratan teknis minimal pupuk cair organik dan pembenah tanah.
Antidepressant Activity Study of Keruing (Dipterocarpus grandiflorus) Oleoresin Candle Aromatherapy on Male Mice (Mus musculus) Balb/C Strain Agus, Adhe Septa Ryant; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Fernandes, Andrian; Maharani, Rizki; Awan, Kevin Imanuel; Luhat, Martin Gilbert
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24665

Abstract

Depression represents a manifestation of prolonged stress, which, if left untreated, may lead to severe mental disorders. For depression treatment therapy, it can be carried out based on evidence-based treatment for depression and anxiety. Aromatherapy candles can be used as a non-pharmacological medium for depression therapy, where keruing has active compounds are phthalic acid di(3-methoxybenzyl) ester and phthalic acid, 5-ethyl-1,3-dioxan-5-yl octyl ester, causing keruing oleoresin to have a distinctive fragrance. This study aims to evaluate the pharmacological potential of keruing as an antidepressant for non-pharmacological therapy. Aromatherapy candles were formulated with keruing oleoresin at concentrations of 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%, followed by testing their antidepressant activity using the Conditioned Place Preference (CPP) method. The results of the Paired T-test for groups F0, F2, and F4 or formulas containing 0%, 5%, and 10% of keruing oleoresin have a significant effect (sig. values <0.05) between pre and post-test being given aromatherapy and induction. In the One-way ANOVA test, between their groups, it can be seen there was no significant difference in test activity, namely for the pre-treatment test (sig. 0.445 > 0.05) and for the post-treatment test (sig. 0.065 > 0.05). Results indicated that while the candles met physical quality standards outlined by the Indonesian National Standard (SNI), no significant antidepressant effects were observed in mice. Further refinement in methodology, including the concentration of active compounds and delivery methods, is recommended to enhance the pharmacological potential of keruing oleoresin.
Karakterisasi Bakteri pada Urine Suspek Infeksi Saluran Kemih Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surabaya ainutajriani, ainutajriani; Artanti , Dita; Rohmayani, Vella; Kunsah, Baterun
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24765

Abstract

Bakteri yang tumbuh di saluran kemih sering menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), yang merupakan salah satu penyakit menular yang paling umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bakteri yang menyebabkan ISK pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pengambilan sampel urin dari 20 mahasiswa yang diduga menderita ISK digunakan dalam pendekatan deskriptif. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bakteri gram-negatif, terutama Escherichia coli (75%), adalah penyebab utama ISK. Klebsiella (10%) dan Pseudomonas aeruginosa (5%) juga ditemukan di kasus nosokomial, sementara bakteri gram-positif, seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp., masing-masing ditemukan pada 5% kasus. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan tentang bakteri penyebab ISK dan faktor risiko seperti pola hidup dan kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kejadian ISK.
Pemanfaatan Suplemen Makanan Secara Tepat Guna untuk Menjaga dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Diyah, Nuzul Wahyuning; Poerwono, Hadi; Nofianti, Kholis Amalia; Poernomo, Achmad Toto; Hidayati, Shabrina Wahyu; Isnaeni, Isnaeni
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24882

Abstract

Komponen makanan telah dikenal memberikan fungsi perlindungan terhadap benda asing yang mengakibatkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Mikronutrien seperti vitamin dan mineral sangat penting bagi tubuh manusia dan kebutuhan hariannya harus dipenuhi melalui sumber makanan. Jika kebutuhan harian tidak terpenuhi karena beberapa kondisi, maka diperlukan tambahan suplemen makanan. Beberapa vitamin dan mineral berfungsi sebagai imunomodulator dan melindungi respons imun inang, sehingga mencegah penurunan daya tahan tubuh akibat serangan patogen. Berdasarkan acuan berbagai penelitian, artikel ini membahas fungsi suplemen vitamin dan mineral sebagai imunomodulator dalam meningkatkan daya tahan tubuh melalui sistem imun dan mekanisme kerja yang memperantarai fungsi ini. Kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan penurunan kinerja sistem imun, yang menjadi penyebab utama keadaan patologis dan imunologis yang tidak menguntungkan. Dari berbagai hasil penelitian secara in vitro dan in vivo dapat disimpulkan bahwa mikronutrien utama yang berperan dalam respons imun, yaitu: vitamin A, C, D, E, B6, B12, folat, dan mineral seng, zat besi, tembaga, dan selenium, dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.  Kekurangan asupan harian mikronutrien dari makanan dapat diatasi dengan memanfaatkan suplemen makanan.
Kearifan Lokal Pepaya: Tinjauan Aktivitas Farmakologi Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Kurniawati, Dewi Indah; Fahriyanti, Andriyani Rahmah
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29041

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman dengan aktivitas farmakologis luas yang didukung oleh berbagai penelitian in vitro, in vivo, dan studi klinis. Tujuan dari review literatur ini adalah mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam bagian tumbuhan dan aktivitas farmakologi dari Carica papaya L. Review terhadap studi tentang kandungan senyawa aktif dan aktivitas farmakologi Carica papaya L. dilakukan dengan cara penelusuran pustaka yang dapat diakses pada situs penyedia jurnal terpercaya dan dilanjutkan dengan memilih 10 tahun terakhir. Sehingga, diketahui bahwa tanaman pepaya memiliki bermacam-macam kandungan senyawa aktif yaitu termasuk daun, biji, buah, dan getah, mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, karotenoid, vitamin C dan enzim proteolitik yang berperan dalam aktivitas terapetiknya. yang memiliki aktivitas farmakologi seperti antidiabetes, antioksidan, antiinflamasi, analgesik, dan antiparasit/antihelmentik.
Studi Penggunaan Obat pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Berliana, Firnanda; Praseytawan, Hanif Rifqi; Indriani, Novamei; Sari, Dewi Perwito
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29275

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada populasi lansia dan perokok. Penatalaksanaan PPOK memerlukan terapi jangka panjang dengan regimen obat yang kompleks, seperti bronkodilator, antiinflamasi, mukolitik dan antibiotik, sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat (Drug-Related Problems/DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola farmakoterapi pada pasien PPOK rawat inap di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif, melalui telaah rekam medis 84 pasien yang dirawat pada periode Januari-Desember 2024. Data yang dikumpulkan mencakup karakteristik demografi pasien, jenis dan pola penggunaan obat, dosis, rute pemberian, frekuensi, lama terapi, serta potensi DRPs. Hasil penelitian menunjukkan golongan bronkodilator yang paling banyak digunakan, yakni salbutamol (10,02%), dan kombinasi salbutamol+ipratropium (13,60%), golongan antiinflamasi paling banyak diberikan metilprednisolon (12,41%), golongan mukolitik paling banyak diberikan N-asetilsistein (9,79%), dan golongan antibiotik paling banyak diberikan levofloksasin (6,44%). Regimen dosis dan lama pemberian diberikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Terdapat 32 pasien menerima pergantian antibiotik selama perawatan. DRPs paling dominan berupa interaksi dengan tingkat keparahan moderate pada metilprednisolon-aminofilin (32,7%) dan mayor pada levofloksasin-metilprednisolon (34,7%). Hasil ini menegaskan pentingnya pemantauan terapi untuk mencegah DRPs dan mengoptimalkan hasil klinis pada pasien PPOK.
Perbandingan Pemilihan Solvent Berdasarkan Greener Solvent Guide Isnaeni, Isnaeni; Fatima, Adinda Siti Almirah; Husada, Fathur Rahman Digda Putra; Khairi, Revo Juan Nashir; Topayuda, Happy Masiro; Salsabila, Nailiy; Permata, Dini Valerina
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29338

Abstract

Penggunaan pelarut konvensional seperti benzena, toluena, dan hidrokarbon klorinasi merupakan kontributor signifikan terhadap polusi lingkungan melalui emisi senyawa organik volatil (VOC) yang berdampak negatif pada kesehatan manusia dan ekosistem. Konsep green chemistry yang berlandaskan 12 prinsip telah menjadi pendekatan utama dalam mengembangkan pelarut ramah lingkungan atau green solvent, yang aman, berkelanjutan, dan memiliki toksisitas rendah. Artikel ini mengkaji berbagai jenis pelarut hijau seperti air, supercritical CO₂, bio-based solvents, deep eutectic solvents (DESs), dan ionic liquids (ILs). Meski green solvent menunjukkan keunggulan teknis dan lingkungan, implementasinya dalam industri masih menghadapi tantangan dari segi ekonomi, ketersediaan bahan baku, serta regulasi yang belum seragam. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong adopsi pelarut hijau secara luas demi mewujudkan produksi kimia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan
Knowledge and Antibiotic Adherence in Acute Respiratory Infection Patients at Karang Intan 1 Clinic Aprianti , Safrina; Wati, Helmina; Dharmayati, Evy
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29482

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is a bacterial infection affecting the respiratory tract, from the nasal cavity to the lungs, and contributes to nearly 4 million deaths globally each year. Knowledge refers to the information acquired and retained by individuals, while compliance indicates the extent to which patients adhere to medication instructions provided by healthcare professionals. This study aimed to assess the level of knowledge regarding antibiotics and patients’ compliance with antibiotic use. A prospective observational quantitative approach was employed from January to April 2025 at the Karang Intan 1 Health Center. The study used a cross-sectional design and included 80 ARI patients selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires over a two-month period. Results showed that the most frequently used antibiotic was cefadroxil, a first-generation cephalosporin, used by 52 respondents (65%). The knowledge assessment revealed that 76 respondents (95%) had good knowledge, while 4 respondents (5%) had poor knowledge. In terms of compliance, 65 respondents (81.25%) were compliant, 10 respondents (12.5%) were fairly compliant, and 5 respondents (6.25%) were less compliant. Statistical analysis using the Chi-square test demonstrated a significant relationship between knowledge level and antibiotic compliance (p < 0.000). This indicates that higher knowledge levels are associated with better compliance in antibiotic use among ARI patients at Karang Intan 1 Health Center
Standardisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Kulit Pule (Alstonia Scholaris (L.) R. Br.) Melalui Metode Digesti Pratama, Alfian Nur Afandi; Nabillah, Widdi; Budiastuti; Studiawan, Herra; Wahyuningsih, Etik; Wibowo, Guruh Arief; Oktasari, Tryas Dewi
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29593

Abstract

Obat Herbal Terstandar untuk kesehatan manusia adalah sediaan berbahan alami yang telah dibuktikan keamanan dan efektivitasnya melalui uji praklinik, menggunakan bahan baku yang terstandardisasi. Penelitian ini bertujuan untuk standardisasi simplisia dan ekstrak etanol 70% kulit pule (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) dengan metode digesti pada suhu ≤ 45°C dan tekanan < 1 atm sebagai Bahan Baku Obat Bahan Alam. Studi eksperimental ini menetapkan parameter spesifik dan non-spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter spesifik simplisia berdasarkan uji organoleptis kulit pule sesuai dengan standar Farmakope Herbal Indonesia (FHI). Identifikasi kristal Ca-oksalat dan sel batu dilakukan secara mikroskopis. Kadar sari larut air dan etanol masing-masing 14,53 ± 0,28% dan 9,40 ± 0,48%. Parameter non-spesifik susut pengeringan, kadar abu total dan tidak larut asam masing-masing 9,36 ± 0,21%, 1,053 ± 0,011%, dan 1,037 ± 0,012%. Rendemen hasil ekstraksi dengan metode digesti 15,305%, kadar alkaloid 2,62 ± 0,0495%, LOD ekstrak 2,80 ± 0,22%, kadar abu total dan tidak larut asam masing-masing 2,90% dan 0,02%, Angka lempeng total 50 cfu/g, Angka kapang khamir <10 cfu/g, Escherichia coli <3 cfu/g, Enterobacteriaceae <10 cfu/g, serta Salmonella dan Shigella negatif. Simplisia dan ekstrak etanol pule pandak memenuhi persyaratan.