cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2025): Desember" : 14 Documents clear
EFEK PEMBERIAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum Rhizoma) TERHADAP KADAR NEUTROFIL DAN SKALA NYERI PASCA LATIHAN EKSENTRIK Dwi Ariawan Tauhid Rachman; Wahjuni, Endang Sri; Sulistyarto, Soni; Ananda Perwira Bakti; Rizky Patria Nevangga
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.295

Abstract

Olahraga yang intens seperti latihan resistensi eksentrik menyebabkan kerusakan dan peradangan otot. Peneliti menduga bahwa jahe merah memiliki senyawa kimiawi yang dapat menghambat reaksi inflamasi dan mengurangi rasa nyeri akibat kerusakan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar neutrofil kelompok kontrol (pemberian placebo) mengalami penurunan 12,71%, sementara kelompok eksperimen yag menerima perlakuan jahe merah mengalami penurunan 18,53%. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,019. Sedangkan hasil uji t-berpasangan kelompok eksperimen bernilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Skala nyeri kelompok kontrol mengalami peningkatan rata-rata hingga 4 skala, dan kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata 3 skala. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,000, begitu juga kelompok eksperimen didapatkan hasil sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Penurunan statistik kadar neutrofil pada kelompok kontrol dan eksperimen ditafsirkan sebagai bukti adanya kontribusi jahe merah terhadap penurunan kadar neutrofil secara lebih efektif. Penurunan tersebut menunjukkan jika inflamasi dapat ditekan prosesnya setelah konsumsi jahe merah. Perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok kontrol dan eksperimen memperkuat indikasi bahwa jahe merah memiliki manfaat sebagai analgetik alami. Hasil perbandingan penelitian efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik secara statistik menunjukkan jika jahe merah lebih efektif menurunkan kadar neutrofil dibandingkan skala nyeri
PENGARUH LATIHAN QUADRICEPS EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS KNEE DI RS SITI KHADIJAH SEPANJANG SIDOARJO Swandari, Atik; Aisyah, Siti; Ismanto, Syarifah Ai’isy
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.314

Abstract

Penderita osteoarthritis (OA) akan mengalami beberapa permasalahan yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari. Permasalahan yang terjadi pada penderita OA antara lain adalah : nyeri pada lutut yang terkena, penurunan kekuatan otot penggerak sendi lutut, keterbatasan luas gerak sendi, keterbatasan fleksibilitas dan stabilitas sendi lutut serta keterbatasan aktivitas fungsional sehari hari khususnya yang melibatkan ekstremitas bawah seperti aktivitas jongkok berdiri, bangkit dari duduk ke berdiri, berjalan, berdiri lama serta aktivitas naik turun turun tangga. Untuk menanggulangi perlu dilakukan latihan penguatan otot esktermitas bawah. Salah satu terapi latihan yang dapat diberikan adalah dengan latihan quadriceps exercise. Tujuan dari penelitian ini adalah pengaruh terapi latihan quadriceps exercise untuk membantu meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional ekstremitas bawah pada pasien OA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental lapangan dengan menggunakan desain one group pre and post test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan quadricep exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah penderita OA (Sig. 2-tailed 0,000), begitu juga bahwa latihan quadricep exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional penderita OA (Sig. 2-tailed 0,000). Peningkatan kekuatan otot extremitas bawah dapat terjadi karena adanya stimulasi aktivasi lebih banyak motor unit dan meningkatkan firing rate dari saraf motoric. Ketika kemampuan otot sudah baik maka aktivitas fungsional juga akan berubah menjadi lebih baik. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi pada saat kapan perubahan itu dapat mulai diamati serta berapa intensitas minimal yang dapat dilakukan oleh pasien dengan OA sampai didapatkan perubahan kekuatan otot dan peningkatan kemampuan aktivitas
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN ORANG TUA OTORITER DALAM MEMENUHI NUTRISI ANAK PICKY EATER Mitsuko Kuyamada; Eka Wahyuningrum; Andri Kenti Gayatina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.316

Abstract

Picky eater adalah perilaku selektif dalam memilih makanan, di mana anak hanya menginginkan jenis makanan tertentu. Kebiasaan makan yang tidak seimbang dan tidak segera ditangani dapat mengakibatkan pola makan yang tidak sehat pada anak yang berujung pada malnutrisi dan berpengaruh terhadap kondisi gizi mereka, yang akhirnya bisa mengarah pada masalah gizi buruk. Pola asuh orang tua mengenai makanan anak akan berdampak pada kebiasaan makan anak di masa depan, sebagai contoh pola asuh yang salah adalah seperti membiarkan anak makan selalu disuapi dan tidak mengenalkan sayur sejak kecil pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengalaman orang tua otoriter dalam memenuhi nutrisi anak picky eater. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi jenis deskriptif. Metode pengumpulan informasi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur yang dilakukan berdasarkan satu pertanyaan terbuka. Pada wawancara semi terstruktur ini dilakukan dengan deep interview probing. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 partisipan di Kelompok Bermain Yeriko Kids Salatiga pada tanggal 20 Maret – 11 Juni 2025. Pada kajian ini diterapkan pendekatan analisis menggunakan metode Colaizzi. Karakteristik penelitian ini adalah ibu berusia 31-49 tahun yang memiliki pengalaman dengan anak berperilaku picky eater. Terdapat 3 tema yaitu anak kurang tertarik pada makanan dan sensitif pada rasa, aroma, tekstur dan metode masak, ibu mengharuskan / menyuruh anak untuk makan dengan batasan batasan yang ibu inginkan, dan ibu bingung dan mengungkapkan iming – iming ketika menghadapi anak yang sulit makan.
FUNGSI SOSIAL LANSIA YANG MENGALAMI TAKUT JATUH Djoar, Raditya Kurniawan; Yuliana, Widayani; Rudianti, Yulistiana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.317

Abstract

Takut jatuh merupakan kekhawatiran jatuh yang berlebihan, hal tersebut mengakibatkan adanya pembatasan gerak saat melakukan aktivitas fungsional. Takut jatuh akan menghambat kualitas hidup lansia dan meningkatkan risiko jatuh melalui pengurangan aktivitas fisik, kepercayaan diri, kekuatan dan keseimbangan. Takut jatuh akan mengakibatkan kontrol keseimbangan berkurang dan pengurangan kepercayaan diri untuk mencegah jatuh, hal tersebut yang akan semakin meningkatkan kejadian jatuh pada lansia. Salah satu yang mempengaruhi takut jatuh pada lansia adalah Fungsi sosial lansia. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran fungsi sosial lansia yang mengalami takut jatuh. Desian penelian ini adalah menggunakan desain diskriptif observational dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran dukungan sosial cukup merata dimana dukungan sosial yang rendah 28%, sedang 34%, dan 38% lansia memiliki dukungan sosial yang tinggi. Oleh karena itu pengeloala UPTD Griya Werdha perlu mengadakan sebuah kegiatan untuk memberikan intervensi kepada lansia terkait dukungan sosial yang dialami supaya secara keseluruhan lansia merasakan dukungan sosial yang tinggi selama tinggal di Panti.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT CAMPAK DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DI DESA GULUK-GULUK KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP Julia Pratiwi, Aprilia; Raden Bagus Asyim; Aldita Cahyani Puspitasari
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.325

Abstract

Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak yang rentan. Salah satu metode untuk mencegah dan mengurangi gejala campak adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin A. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit campak dengan kelengkapan pemberian kapsul vitamin A di Desa Guluk-guluk Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah para ibu yang mempunyai anak usia 4 tahun kelahiran bulan Maret-Agustus 2021 di Desa Guluk-Guluk Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep sebanyak 72 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan tabel Issac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% didapatkan 62 responden. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memliki pengetahuan baik dan memiliki kelengkapan pemberian vitamin A yang lengkap sebesar 43 orang (89,58%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa p<0,05 (0,001) atau tolak H0, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit campak dengan kelengkapan pemberian kapsul vitamin A di Desa Guluk-guluk Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep. Dari hasil penelitian ini diharapkan Puskesmas Guluk-guluk mengoptimalkan posyandu balita sebagai sarana edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan melalui edukasi dan promosi kesehatan.
PENGARUH PEMBERIAN TACTILE STIMULATION TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN SENSORIK DAN PERILAKU PADA ANAK DI YAYASAN PENDIDIKAN AUTIS MUTIARA HATI SURABAYA Abdullah, Khabib; Ichlasul Amalia Romadhona; Atik Swandari
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.332

Abstract

Background: Children with developmental disabilities often experience sensory and behavioral disorders that impact social, emotional, and academic abilities. Physiotherapy plays a crucial role in providing Tactile Stimulation, a structured tactile stimulation that stimulates the sensory and motor nervous systems, to support sensory integration, emotional regulation, and improved adaptive behavior. This study aimed to determine the effect of Tactile Stimulation on reducing sensory and behavioral disorders in children at Autism Education Foundation of Mutiara Hati, Surabaya Branch. Research Methods: This study was a field experiment with a one-group pretest-posttest design. A sample of 12 children was selected based on inclusion and exclusion criteria from a pool of 38 children with sensory and behavioral disorders. The intervention, in the form of Tactile Stimulation, was administered in six sessions over two weeks, each lasting 30 minutes. Measurements were conducted using the Short Sensory Profile (SSP) questionnaire for sensory aspects, and teacher interviews were conducted to evaluate behavioral changes. Normality was tested using the Shapiro-Wilk test, and hypothesis testing used the Wilcoxon test with a significance level of p<0.05. Results: The statistical test results showed no statistically significant effect between the pretest and posttest (p>0.05). However, clinically, 8 of the 12 children showed a decrease in SSP scores (66.7%), and teacher interviews indicated positive changes in behavior, such as increased calmness, focus, and ability to follow instructions. Conclusion: Tactile Stimulation did not have a statistically significant effect, but showed a positive clinical impact on the majority of children.
PENERAPAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS DI UPT PSTW JOMBANG Abidin, Faridl Zainal; Leo Yosdimyati Romli; Arif Wijaya; Tiara Fatma Pratiwi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.348

Abstract

Abstrak: Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami penyakit degeneratif, salah satunya gout arthritis yang ditandai oleh nyeri sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat. Kondisi ini dapat menurunkan mobilitas, kualitas hidup, serta memengaruhi aspek psikologis lansia. Tujuan: Mengetahui efektivitas penerapan PMR dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia penderita gout arthritis dengan masalah keperawatan nyeri kronis.Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi data Subjektif, objektif dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah dilakukan terapi PMR selama 4 hari secara rutin, kedua responden menunjukkan penurunan skala nyeri dari kategori nyeri sekala 5&6 sedang menjadi sekala nyeri 2 ringan. Responden juga melaporkan kondisi tubuh lebih rileks, berkurangnya ketegangan otot, serta dapat meningkatkan kemampuan aktivitas secara mandiri. Kesimpulan: Terapi PMR terbukti efektif mengkontrol nyeri pada lansia penderita gout arthritis.
POLA ASUH IBU DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK PADA USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA PUTRA PERTIWI BOJONEGORO Anin, Anin Wijayanti; Endang Yuswatiningsih; Hartatik
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.350

Abstract

Kemampuan sosialisasi merupakan proses belajar berinteraksi, memahami orang lain dengan lebih baik, dan terbentuknya sebuah pengaruh sebagai hasil interaksi, sehingga penting bagi anak untuk diberikan stimulus dan dilatih sejak usia dini. Fenomena kurangnya kemampuan sosialisasi anak dapat dilihat ketika anak masih takut bertemu orang lain dengan sering menundukkan kepalanya, menutup mata dan tidak melepaskan pegangan dari tangan ibunya. Hal tersebut salah satunya merupakan cerminan dari pola asuh selama di rumah, terutama ibu sebagai orang yang menjadi sumber pertama pembelajaran anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh ibu dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6 tahun di TK Dharma Wanita Putra Pertiwi tahun 2025. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun sejumlah 43 orang. Sampel dalam penelitian ini sebagian ibu dengan jumlah 39 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Variabel independen pola asuh ibu dan variabel dependen kemampuan sosialisasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data melalui proses editing, coding, scoring, tabulating dan analysis menggunakan uji statistik rank spearman dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pola asuh otoriter sebanyak 20 responden (51,3%) dan memiliki kemampuan sosialisasi baik sebanyak 14 responden (35,9%). Hasil uji statistik rank spearman didapatkan nilai p = 0,001 < ? = 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini, ada hubungan antara pola asuh ibu dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6 tahun di TK Dharma Wanita Putra Pertiwi Bojonegoro. Saran bagi ibu, diharapkan untuk memberikan pola asuh otoriter sehingga anak mempunyai kemampuan sosialisasi yang baik.  
TERAPI DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG GATOTKACA RSUD JOMBANG Nur Laili, Hanifah; Dina Camelia; Erna Ts Fitriyah; Leo Yosdimyati Romli
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.352

Abstract

Abstrak: Asma adalah penyakit paru-paru kronis yang disebabkan karena adanya peradangan dan penyempitan otot di sekitar saluran nafas, sehingga membuat pernapasan menjadi lebih sulit. Pasien asma yang mengalami kekambuhan akan mengalami sesak napas sehingga dapat diterapkan terapi non farmakalogi seperti Teknik diapraghmatic breathing exercise. Tujuan penelitian mampu melakukan penerapan intervensi Teknik diapraghmatic breathing exercise pada pasien asma dalam mengatasi masalah Pola Napas Tidak Efektif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dengan pendekataan asuhan keperawatan, responden penelitian ini adalah dua pasien asma dengan masalah pola napas tidak efektif. Penelitian dilakukan selama 3 hari menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pasien pertama mengalami penurunan sesak napas pada hari ke-2 dengan ditemukan RR 26x/menit dan pada hari ke-3 sudah tidak sesak dengan RR 22x/menit, sedangkan pasien kedua mengalami penurunan sesak napas pada hari ke-1 dengan RR 26x/menit dan pada hari ke-3 pasien sudah tidak sesak dengan RR 22x/menit. Kesimpulan yang didapat adalah teknik diapraghmatic breathing exercise dapat diterapkan pada pasien asma yang mengalami sesak napas dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif
PENERAPAN TERAPI SLEEP HYGIENE DAN SLOW DEEP BREATHING PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR DI UPT PSTW JOMBANG Dea permata, Eva; Faishol Roni; Tiara Fatma P; Erna Ts. Fitria
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.354

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia. Lansia dengan diabetes tipe 2 sering mengalami gangguan tidur akibat komplikasi seperti neuropati, poliuria, dan merusak glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan terapi sleep hygine dan slow deep breath pada penderita lanjut usia diabtes melitus dengan masalah penyebab gangguan pola tidur di UPT PSTW Jombang. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan proses perdarahan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 klien yang menderita diabetes melitus dengan masalah gangguan pola tidur, penelitian dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut dengan intervensi sleep hygine dan slow deep breath selama 20-30 menit. Pengumpulan data yang meliputi pengkajian,menentukan diagnosa, melakukan intervensi, melakukan implementasi, dan menyebarkan. Hasil menunjukkan perbaikan kualitas tidur pada kedua klien setelah intervensi selama enam hari.Kesimpulan penelitian menunjukkan Keduanya mengalami gangguan pola tidur dengan penyebab berbeda, intervensi menggunakan teknik nonfarmakologi sleep hygine dan slow deep breath yang dilakukan enam hari menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua klien.

Page 1 of 2 | Total Record : 14