cover
Contact Name
Lalu Jaswadi Putera
Contact Email
elputra@unram.ac.id
Phone
+6283830259411
Journal Mail Official
darmadiksani@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27986918     EISSN : 27986799     DOI : https://doi.org/10.29303/darmadiksani
Core Subject : Education, Social,
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora merupakan wahana untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil dari program pengabdian atau layanan kepada masyarakat dalam pengembangan teori keilmuan, konsep pemikiran, model, atau hasil penelitian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan dua nomor dalam setiap volume atau dua kali terbit dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Articles 308 Documents
Penguatan Kemandirian dan Growth Mindset Guru melalui Training of Trainers Berbasis Komunitas: Strengthening Teacher Autonomy and Growth Mindset through Community-Based Training of Trainers Khotimah, Khusnul
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.9974

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian guru (teacher autonomy) dan pola pikir berkembang (growth mindset) melalui model Training of Trainers berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif-reflektif. Program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan praktik reflektif, kecenderungan pola pikir tetap (fixed mindset), serta belum optimalnya kemandirian guru dalam pembelajaran anak di konteks pendidikan berbasis komunitas. Kondisi tersebut berdampak pada praktik pembelajaran yang cenderung rutin, kurang adaptif, dan belum sepenuhnya berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Kegiatan ini melibatkan 60 guru dari 26 kelompok belajar dengan latar belakang pengalaman mengajar yang beragam. Rangkaian kegiatan meliputi paparan materi, diskusi kelompok, tanya jawab, dan refleksi terstruktur. Data dikumpulkan melalui observasi, lembar kerja diskusi kelompok, dan lembar refleksi peserta untuk menangkap dinamika proses dan perubahan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya transformasi pemahaman dan pola pikir guru. Peserta mulai menyadari bahwa ungkapan sehari-hari mencerminkan fixed mindset yang membatasi pengembangan diri dan praktik pembelajaran. Melalui refleksi, terjadi pergeseran menuju pola pikir bertumbuh yang disertai dengan meningkatnya kesadaran akan peran guru sebagai pengambil keputusan dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan penguatan awal kemandirian dan agensi guru dalam merespons kebutuhan belajar murid secara lebih adaptif. Namun, perubahan tersebut tidak berlangsung secara linier. Peserta menghadapi dinamika motivasi, tantangan kontekstual, dan kebiasaan mengajar yang telah mengakar. Selain itu, interaksi dalam komunitas terbukti berperan penting dalam memperkuat kepercayaan diri dan kesiapan guru untuk mengimplementasikan perubahan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan Training of Trainers berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif-reflektif dapat menjadi kerangka yang efektif dan kontekstual dalam pengembangan profesional guru, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk memastikan transformasi praktik pembelajaran yang lebih optimal.
Peningkatan Kinerja dan Daya Saing UMKM Ikan Pindang Desa Kiangroke melalui Implementasi Balanced Scorecard: Enhancing the Performance and Competitiveness of Boiled Fish MSMEs in Kiangroke Village through the Implementation of Balanced Scorecard Effendi, Bahtiar; Widiastuty, Tri; Rosita, Siti Ita; Zarkasyi, Wahyudin; Winarningsih, Srihadi; Sukmadilaga, Citra
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10013

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam produksi ikan pindang di desa Kiangroke, kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun mereka menghadapi berbagai tantangan termasuk praktik manajemen bisnis konvensional, pencatatan keuangan yang tidak memadai, upaya pemasaran yang terbatas, dan adopsi teknologi digital yang minim. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing UMKM melalui penerapan balanced scorecard dan pelatihan aplikasi keuangan digital. Teknik pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sumber daya pelatihan mencakup pandangan keuangan, perspektif pelanggan, prosedur internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan, dilengkapi dengan penyediaan buku saku sebagai alat bantu bisnis praktis. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang metrik kinerja perusahaan, pentingnya pemeliharaan catatan keuangan, dan penerapan teknologi digital dalam administrasi bisnis. Peserta semakin mampu mengidentifikasi indikator kinerja perusahaan dan mencatat transaksi secara sistematis. Keterlibatan aktif para peserta dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendekatan pendampingan langsung secara efektif memenuhi kebutuhan mitra. Inisiatif ini menghasilkan produk termasuk buku saku UMKM, artikel ilmiah, dokumentasi video kegiatan, dan strategi untuk pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Inisiatif ini bertujuan untuk menjadi paradigma dalam pemberdayaan UMKM melalui manajemen kinerja dan digitalisasi keuangan, sehingga meningkatkan keberlanjutan bisnis dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Peningkatan Kesadaran Hukum melalui Edukasi dalam Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga di Desa Janti Sidoarjo: Enhancing Community Legal Awareness through Educational Program on Domestic Violence Prevention in Janti Village Sidoarjo Haniyah, Haniyah; Sriwahyuni, Yayu; Syarifah, Adinda; Khoirunnisah, Naillah Bintang; Putri, Balqis Ria
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10015

Abstract

Kekerasan dalam Rumah Tangga masih menjadi persoalan sosial yang kerap terjadi di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Salah satu faktor yang memengaruhi masih tingginya kasus KDRT adalah rendahnya kesadaran hukum masyarakat mengenai bentuk kekerasan, hak korban, serta mekanisme perlindungan hukum yang tersedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi hukum dalam upaya pencegahan KDRT di desa Janti, Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan 23 peserta yang berasal dari kelompok Dasawisma 1 dan 2. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pelaksanaan pre-test, penyampaian materi edukasi hukum, diskusi interaktif, studi kasus sederhana, serta post-test sebagai bentuk evaluasi ketercapaian program. Instrumen pengukuran digunakan untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 46% pada pre-test menjadi 79% pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi hukum yang disampaikan secara komunikatif dan berbasis diskusi mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat secara lebih efektif. Selain itu, peserta juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap KDRT, dari yang sebelumnya dianggap sebagai urusan privat menjadi persoalan hukum yang memiliki konsekuensi hukum dan sosial. Dengan demikian, kegiatan edukasi hukum ini dapat menjadi salah satu strategi preventif dalam upaya pencegahan KDRT di tingkat masyarakat. 
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Masyarakat Desa Tratebang: Improving the Community Knowledge and Skills in Using Home-Grown Remedial Plants in Tratebang Village Siwi Sri Widhowati; Khafid Mahbub
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10025

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Balai Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dengan melibatkan 27 peserta perempuan yang terdiri atas anggota PKK dan warga desa. Metode pelaksanaan mencakup pemberian pretest, penyampaian materi melalui sesi panel oleh dua pemateri, posttest, serta praktik langsung pembuatan jamu sederhana berbahan dasar jahe, kunyit, dan jeruk nipis. Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan median nilai pretest sebesar 6 (2–10) meningkat menjadi 9 (6–10) pada posttest (p < 0,001). Selain meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai manfaat dan pengolahan TOGA, kegiatan ini juga memperkuat peran ibu sebagai pengelola kesehatan keluarga. Di sisi lain, pemanfaatan TOGA berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui pengurangan pengeluaran kesehatan rumah tangga serta peluang pengembangan produk herbal sederhana sebagai sumber pendapatan tambahan. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan berbasis TOGA dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga di tingkat desa.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembersihan Sungai Berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) di Desa Janti Sidoarjo: Community Empowerment in River Cleaning through an Asset-Based Community Development (ABCD) Approach in Janti Village Sidoarjo Atmari, Atmari; Alquds, Muhammad Irfan Hibatullah; Saputra, Gusti Ananda Syalum; Hisyam, Muhammad Hind
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10044

Abstract

Sungai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat karena berfungsi sebagai sumber daya lingkungan, ruang ekologi, dan penunjang aktivitas sosial ekonomi. Namun, peningkatan aktivitas rumah tangga yang tidak diimbangi dengan kesadaran lingkungan menyebabkan pencemaran sungai, seperti yang terjadi di Desa Janti, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam upaya pembersihan sungai melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan menekankan pada pemanfaatan aset dan potensi lokal. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta, yang terdiri atas warga dan pemuda desa sebagai penerima manfaat utama serta mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator, dan dilaksanakan secara kolaboratif melalui tahapan pemetaan aset, perencanaan, aksi pembersihan sungai, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi fisik sungai, berkurangnya sampah domestik di badan dan bantaran sungai, serta meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pendekatan ABCD mendorong tumbuhnya rasa memiliki terhadap sungai sebagai aset bersama serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, perangkat desa, dan perguruan tinggi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak lingkungan secara langsung, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, sehingga berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan permasalahan serupa.
Optimalisasi Edukasi Hukum Digital dalam Mencegah Risiko Pinjaman Online Ilegal pada Masyarakat: Education Program on Optimizing Digital Law to Prevent the Risks of Illegal Online Loans in Society Labibah, Hanin Alya; Damayanti, Miranda; Mangar, Irma; Alamanda, Asri Elies; Ningsih, Yuli Pertiwi
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10073

Abstract

Media sosial kini juga berperan besar dalam membentuk opini publik dan interaksi sosial di tingkat komunitas desa. Melalui platform seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram, ibu-ibu PKK sering menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi kegiatan, bahkan mempromosikan produk lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum digital dan kesadaran etika bermedia sosial serta transaksi online bagi ibu-ibu PKK di desa Selogabus. Metode yang diterapkan , yaitu sosialisasi hukum di mana tim PkM memberikan materi terkait dengan literasi hukum digital, diskusi ringan, serta diakhiri dengan quiz serta game mini untuk melihat sebagaimana responsif peserta dalam menerima materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami bahwa aktivitas di dunia maya memiliki konsekuensi hukum yang nyata, baik dalam penggunaan media sosial maupun transaksi daring. Setelah kegiatan, para peserta menunjukkan perubahan sikap lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di media sosial. emberdayaan ibu-ibu PKK merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang melek hukum, cerdas digital, dan beretika dalam dunia maya, dengan pemahaman hukum digital yang baik, masyarakat dapat terhindar dari pelanggaran hukum serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif dan produktif.
Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa terhadap Produk Pangan Aman dan Layak Konsumsi di Masyarakat Desa Semenpinggir Bojonegoro: Enhancing the Legal Awareness of Rural Community on Safe and Healthy Food Products in Semenpinggir Village Bojonegoro Alamanda, Asri Elies; Mangar, Irma; Damayanti, Miranda; Labibah, Hanin Alya’; Syifa’, Tiffani Akmalu
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10077

Abstract

Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan hukum tentang makanan yang aman dan layak konsumsi di kalangan warga desa Semenpinggir, kabupaten Bojonegoro. Latar belakang kegiatan ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat mitra tentang pentingnya memperhatikan unsur-unsur keamanan pangan serta hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen, khususnya di kalangan pemuda pemudi. Ceramah dan percakapan yang melibatkan partisipasi dengan pendekatan aktif yang mencakup anggota organisasi Pemuda merupakan teknik pelaksanaan yang digunakan. Identifikasi target, sosialisasi dan konseling, diskusi interaktif, mendorong keterlibatan aktif masyarakat, dan menciptakan kebiasaan sehari-hari yang sesuai dengan hukum merupakan bagian dari tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan hukum mitra tentang pentingnya memilih makanan yang aman dan layak konsumsi. Peserta mulai lebih memperhatikan label, tanggal kedaluwarsa, kualitas makanan, dan mulai aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan mereka dan mendorong perilaku taat hukum dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini berkontribusi pada pemahaman hukum masyarakat desa yang semakin meningkat sebagai hasil dari program pengabdian masyarakat ini. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum dan membuatnya dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan upaya berkelanjutan melalui pendidikan dan sosialisasi.
Penguatan Literasi Keuangan UMKM melalui Pelatihan Pembukuan Berbasis Digital pada Mitra BAZNAZ Microfinance Desa (BMD) di Desa Kediri: Strengthening MSME Financial Literacy through Digital-Based Bookkeeping Training for the Partners of BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Empowerment Program in Kediri Village Wardiningsih, Reny; Khotmi, Herawati; Umam, Khaerul; Feryansyah, Feryansyah; Dewi, Resty Yusnirmala; Putri, Dina Amalya; Solina, Eva; Ferdaus, Nadia Nuril
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10093

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan dan belum optimalnya penerapan pembukuan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di desa Kediri, kabupaten Lombok Barat, yang berdampak pada terbatasnya kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara sistematis. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam menyusun pembukuan sederhana berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui observasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan, praktik, pendampingan, serta evaluasi dengan pendekatan partisipatif berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep literasi keuangan, kemampuan dalam mencatat transaksi secara lebih terstruktur, serta mulai diterapkannya pembukuan sederhana dalam kegiatan usaha. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan keuangan memberikan kemudahan dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi informasi keuangan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam penggunaan teknologi pada sebagian peserta, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan konsistensi penerapan pembukuan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan pelaku usaha serta mendukung penguatan daya saing usaha secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Lembaga Pembiayaan Nonbank sebagai Alternatif Permodalan UMKM di Desa Semenpinggir Kabupaten Bojonegoro: Utilizing the Non-Bank Financial Services as an Alternative Source of Capital for MSMEs in Semenpinggir Village Bojonegoro Damayanti, Miranda; Alamanda, Asri Elies; Putri, Alfina Setyawan; Labibah, Hanin Alya'; Mangar, Irma
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10115

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama penggerak roda ekonomi di desa Semenpinggir, kabupaten Bojonegoro. Keberadaan para pelaku usaha lokal, mulai dari sektor agribisnis hingga industri kreatif rumahan, memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Namun, dalam perjalanannya, potensi besar ini sering kali terhambat oleh masalah klasik, yaitu keterbatasan modal usaha. Tanpa adanya suntikan dana yang memadai, para pelaku UMKM kesulitan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui alat kerja, maupun memperluas jangkauan pasar mereka. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adlah untuk  meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi mengenai peran dan manfaat lembaga pembiayaan nonbank sebagai alternatif permodalan UMKM, edukasi mengenai prosedur pengajuan pembiayaan, persyaratan administrasi, serta pengelolaan keuangan usaha yang baik minimnya informasi mengenai akses permodalan yang formal yang akhirnya membuat pelaku usaha terjebak pada pinjaman informal atau rentenir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan lembaga pembiayaan nonbank sebagai alternatif permodalan UMKM mulai membuahkan hasil optimal. Masyarakat mulai menyadari bahwa pembiayaan nonbank terbukti dapat membantu peningkatan kapasitas produksi, pemasaran, kualitas produk, dan pendapatan UMKM apabila dimanfaatkan secara tepat dan produktif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa dan lembaga terkait agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan pembiayaan nonbank secara aman, efektif, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Kepatuhan Wajib Pajak melalui Pendampingan SPT Berbasis Coretax di KP2KP Bangil: Optimizing Taxpayer Compliance through Coretax-Based Tax Return Assistance at KP2KP Bangil Office Rosi Widuri Galih Lestari; Hanifiyatussamha Adieb; Naila Faza Rizki; Umi Nandiroh; Calista Anggraeni Sugiarti
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10179

Abstract

Transformasi digital perpajakan melalui implementasi Coretax pada tahun 2026 merupakan langkah penting pemerintah untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan kepatuhan wajib pajak. Namun, perubahan dari e-Filing ke Coretax menimbulkan berbagai masalah, terutama rendahnya literasi digital wajib pajak dan keterbatasan kapasitas pelayanan di Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bangil. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pendampingan pelaporan SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi berbasis Coretax oleh Relawan Pajak. Metode pelaksanaan dilakukan dalam empat tahapan, yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, relawan memberikan asistensi langsung kepada wajib pajak orang pribadi secara one-on-one, mulai dari proses login, pengisian data, validasi, hingga pengiriman SPT dan penerbitan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Relawan Pajak efektif membantu wajib pajak dalam memahami penggunaan Coretax dan menyelesaikan pelaporan SPT Tahunan lebih cepat dan tepat. Jumlah wajib pajak yang berhasil didampingi mencapai 4.862 orang, meningkat signifikan dari 2.966 wajib pajak di periode sebelumnya. Selain itu, kesalahan pengisian SPT menurun dan kepuasan wajib pajak terhadap pelayanan meningkat. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan jumlah relawan, gangguan teknis sistem, dan rendahnya kemampuan digital sebagian masyarakat. Secara keseluruhan, program Relawan Pajak berkontribusi positif dalam meningkatkan kepatuhan formal wajib pajak dan mendukung keberhasilan implementasi Coretax di KP2KP Bangil.