cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
kampusakademikjipm@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
kampusakademikjipm@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA
ISSN : 30257964     EISSN : 30255465     DOI : https://doi.org/10.61722/jipm.v1i2.9
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin Ilmu diantaranya yaitu: Ilmu Sosial Humaniora, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Agama, Teologi, Keperawatan, Kebidanan, Pengabdian, EBisnis, Komputer Akuntansi, Bahasa, Sastra, Seni, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. Ekonomi: Ekonomi Publik, Ekonomi Internasional, Perbankan dan Lembaga Keuangan Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Moneter, Ekonomi Keuangan. Manajemen bisnis dan perbankan: Manajemen keuangan dan kekayaan, Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Strategis, Operasi, Kewirausahaan, Etika Perbankan, Operasi dan Manajemen Perbankan. Akuntansi: Akuntansi Sektor Publik, Perpajakan, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Auditing, dan Sistem Informasi Akuntansi Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 585 Documents
The EUTHANASIA DAN BUNUH DIRI : The Euthanasia dan bunuh diri Fadila Anastasya; Shifa Aliya Putri; Della Nurfadilah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2532

Abstract

Euthanasia and suicide are issues closely related to humanitarian, moral, legal, and religious values. Euthanasia refers to the intentional act of ending a person’s life in order to relieve suffering caused by severe or incurable illness. Meanwhile, suicide is the act of taking one’s own life due to various factors, such as psychological pressure, depression, social problems, or economic difficulties. Both issues often become subjects of debate because they concern human rights and ethical boundaries in life. The factors underlying euthanasia generally include prolonged pain, medical conditions with little chance of recovery, and the desire to end a patient’s suffering. On the other hand, suicide may be triggered by mental disorders, feelings of hopelessness, family conflicts, environmental pressures, and the loss of life motivation. The purpose of euthanasia is commonly associated with reducing the patient’s suffering, while suicide is more related to an individual’s inability to cope with life’s pressures. From an Islamic perspective, human life is considered a gift and a trust from Allah SWT that must be protected and respected. Therefore, Islam prohibits active euthanasia and suicide because both are regarded as intentional acts of taking human life. Islam teaches its followers to remain patient, strive for solutions, and draw closer to Allah when facing illness or hardships in life. Thus, problems should not be solved by ending life, but through effort, prayer, and support from surrounding people
Kajian Literatur: Pemanfaatan Senyawa Fitokimia Tumbuhan sebagai Imunomodulator melalui Penargetan Jalur TNF-α, IL-6, dan NF-κB : - Zahwa Ramadani -; Nidaul Ulfa; Salmina Ulfa; Firdus Firdus; Rosnizar Rosnizar
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2539

Abstract

Sistem imun berperan penting dalam mempertahankan homeostasis tubuh melalui regulasi respons terhadap patogen dan kerusakan jaringan. Namun, aktivasi sistem imun yang berlebihan dapat memicu inflamasi kronis yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit, seperti artritis reumatoid, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit neurodegeneratif, dan kanker. Pada proses tersebut, Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-α), Interleukin-6 (IL-6), dan Nuclear Factor-kappa B (NF-κB) merupakan mediator utama yang berperan dalam regulasi respons inflamasi sehingga menjadi target potensial dalam pengembangan agen imunomodulator. Senyawa fitokimia tumbuhan diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dan imunomodulator melalui kemampuan memodulasi berbagai jalur pensinyalan inflamasi. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengulas potensi senyawa fitokimia tumbuhan sebagai imunomodulator melalui penargetan jalur TNF-α, IL-6, dan NF-κB berdasarkan hasil penelitian in silico menggunakan pendekatan molecular docking. Metode yang digunakan berupa literature review dengan mengumpulkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020-2026 dari berbagai basis data, meliputi PubMed, Scopus, ScienceDirect, MDPI, dan Google Scholar. Artikel yang dipilih membahas aktivitas imunomodulator senyawa fitokimia terhadap TNF-α, IL-6, atau NF-κB serta memuat data molecular docking. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai kelompok fitokimia, seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, senyawa fenolik, dan saponin, memiliki afinitas ikatan yang baik terhadap protein target serta berpotensi menghambat jalur inflamasi melalui berbagai mekanisme molekuler. Selain itu, pendekatan molecular docking terbukti efektif dalam mengidentifikasi kandidat senyawa imunomodulator berbasis bahan alam sebelum dilakukan pengujian eksperimental. Oleh karena itu, senyawa fitokimia tumbuhan berpotensi dikembangkan sebagai agen imunomodulator multitarget yang menargetkan TNF-α, IL-6, dan NF-κB untuk mendukung pengembangan terapi penyakit inflamasi di masa mendatang.
FENOMENA CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MODERN: THE FENOMENA CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MODERN Jinan Arwa Ibrahim; Tina Rijmaul Hidayah; Widya Zulfa
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2547

Abstract

Perkembangan zaman dan modernisasi telah mengubah pola pikir masyarakat mengenai konsep keluarga, salah satunya melalui fenomena childfree keputusan sadar pasangan suami istri untuk tidak memiliki keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena childfree dari sudut pandang hukum Islam (Masail Fiqhiyah) dan mengidentifikasi dampaknya terhadap struktur sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, childfree pada dasarnya tidak sejalan dengan maqashid syariah, khususnya aspek hifdzun nasl (menjaga keturunan) dan anjuran eksplisit untuk memperbanyak umat. Kendati demikian, hukum Islam tidak kaku; keputusan ini tidak dapat dihukumi haram secara mutlak, melainkan bersifat kasuistik tergantung pada niat dan udzur syar'i (seperti indikasi medis atau trauma psikologis berat) berdasarkan kaidah sadduz dzari'ah dan dar’ul mafasid. Secara sosial, fenomena ini memicu polarisasi berupa stigma negatif dari penganut nilai tradisional, sekaligus tantangan demografis jangka panjang berupa penurunan angka kelahiran.
Analisis Metafora dalam Pantun Pernikahan Melayu Kepulauan Riau (Natuna) melalui Pendekatan Stilistika Gorys Keraf Hilda Enonia Gea; Sri Rahayu; Anggeli Anggeli; Desi Putri Amelia; Laras Andina; Nofanda Dwi Anggraini; Nur Ifni Hayati; Syalsha Desta Auliya
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2552

Abstract

Wedding pantun is part of the oral tradition of the Malay community of the Riau Archipelago, particularly in Natuna, which contains cultural values and linguistic aesthetics. This study aims to describe the forms and types of metaphor and to analyze the figurative meanings of metaphor in Malay wedding pantun of the Riau Archipelago (Natuna) based on the theory of Gorys Keraf (1991). This qualitative descriptive research uses six pantun as data, obtained through interviews. The results show that not all pantun contain metaphors; only three out of six data exhibit the use of live metaphors. These metaphors function to convey symbolic meanings of beauty, respect, and humility before God. All metaphors found are classified as live metaphors, reflecting the cultural, social, and religious values of the Malay community.
MEKANISME PERLINDUNGAN ANAK MENURUT PERDATA ISLAM Isman Nuddin Ritonga; Faisar Ananda
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2555

Abstract

Child protection within the framework of Islamic civil law constitutes an integral part of family law aimed at ensuring the fulfillment of children's rights comprehensively, including aspects of custody (hadhanah), financial support, education, and protection from discrimination and violence. This study examines the mechanisms of child protection in Islamic civil law and their relevance within the Indonesian legal context using a normative juridical method supported by recent scholarly literature. The findings indicate that child protection mechanisms are primarily implemented through custody arrangements based on the best interests of the child, the obligation of parents to provide financial support, and the safeguarding of civil rights such as inheritance and identity. In cases of divorce, judicial institutions play a crucial role in supervising and enforcing children's rights, including restricting parental access when it harms the child's well-being. Additionally, issues related to adopted children highlight the need for harmonization between Islamic law and national civil law to ensure legal certainty. However, challenges remain in implementation, including low legal awareness, non-compliance with financial obligations, and weak enforcement of court decisions. Therefore, strengthening regulations, enhancing judicial oversight, and integrating Islamic legal principles with positive law are necessary to ensure effective and just child protection, with the principle of the best interests of the child as the primary foundation.