cover
Contact Name
Fitri Yanti
Contact Email
fitrililiyanti@gmail.com
Phone
+6285342733542
Journal Mail Official
jurnalhealthymw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, Jalan Jend. A.H. Nasution, No. G-37 Kambu, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Healthy Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28301463     DOI : https://doi.org/10.54883/jhmw
Core Subject : Health,
Jurnal Healthy Mandala Waluya adalah publikasi ilmiah yang menerima tulisan ilmiah di bidang kesehatan masyarakat (epidemiologi, biostatistik, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan promosi kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, serta kesehatan reproduksi) berupa karya ilmiah mahasiswa dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, 3 kali setahun (April, Agustus, dan Desember).
Articles 271 Documents
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Perilaku terhadap Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Friska Damayanti; Waode Nova Noviyanti; Eka Dharma Putra
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1195

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berhubungan dengan kondisi sanitasi serta perilaku rumah tangga. Data Puskesmas Lepo-Lepo menunjukkan peningkatan kasus DBD, yaitu 33 kasus pada tahun 2022, 42 kasus pada tahun 2023, dan meningkat menjadi 328 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan perilaku terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak 35.567 kepala keluarga dan sampel sebanyak 99 kepala keluarga yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara keberadaan barang bekas di sekitar rumah dengan kejadian DBD dengan nilai p=0,012, kebiasaan mengubur atau mendaur ulang barang bekas dengan nilai p=0,023, serta kebiasaan menguras tempat penampungan air dengan nilai p=0,037. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan dan perilaku rumah tangga berhubungan dengan kejadian DBD. Diperlukan penguatan PSN 3M Plus, edukasi PHBS, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Analisis Faktor Lingkungan Keluarga terhadap Perilaku Merokok Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi Lena; Laode Hamiru; Fitri Yanti
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1209

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi di dunia. Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang memperburuk kondisi penderita hipertensi. Berdasarkan data puskesmas morosi menunjukan bahwa dari jumlah kasus hipertensi tahun 2020 sebanyak 360 kasus, pada tahun 2021 jumlah kasus hipertensi turun  menjadi 265 dan pada tahun 2022, jumlah kasus hipertensi meningkat menjadi 427. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan keluarga terhadap perilaku merokok penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Morosi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian adalah penderita hipertensi yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 98 responden dengan sampel 49 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling dan menggunakan metode analisis uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan menunjukan bahwa ada hubungan antara lingkungan rumah (p = 0,003), pengetahuan (p = 0,003), persepsi (p = 0,001), dukungan keluarga untuk berhenti merokok (p = 0,003) dan status ekonomi (p = 0,003) dengan perilaku merokok penderita hipertensi. Kesimpulan penelitian ini ialah ada hubungan antara lingkungan rumah, pengetahuan, persepsi, dukungan keluarga untuk berhenti merokok dan status ekonomi keluarga dengan perilaku merokok penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Petugas Rawat Inap di RSUD Kota Kendari Ima Rahmawati Malaka; Ririn Teguh Ardiansya; Ridia Utami Kasih
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1237

Abstract

Stres kerja pada petugas kesehatan merupakan permasalahan penting dalam manajemen sumber daya manusia di rumah sakit. Stres dapat muncul dari faktor biologis, psikologis, maupun sosial yang dialami selama bekerja. Data kunjungan rawat inap di RSUD Kota Kendari menunjukkan tren peningkatan, yaitu 10.203 pasien pada tahun 2022, 12.048 pasien pada tahun 2023, dan 12.011 pasien pada tahun 2024. Tingginya beban pelayanan ini berpotensi meningkatkan risiko stres kerja pada tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada petugas rawat inap di RSUD Kota Kendari. Penelitian menggunakan desain analitik dengan rancangan cross-sectional study. Populasi penelitian berjumlah 281 orang, dengan sampel sebanyak 74 responden yang ditentukan melalui simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sedang antara stres biologis (X²= 23,801; φ = 0,567) dengan stres kerja. Selain itu, terdapat hubungan kuat antara stres psikologis (X²= 36,375; φ = 0,702) dan stres sosial (X²= 27,286; φ = 0,607) dengan stres kerja pada petugas rawat inap. Disarankan agar petugas kesehatan mampu mengelola stres melalui peningkatan dukungan sosial, pengendalian tekanan psikologis, serta menjaga kesehatan fisik dan mental dari kelelahan kerja.
Faktor yang berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Lalonggasumeeto Konawe Sulawesi Tenggara Enji Aniston; Islaeli; Syawal Abdurahman
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1239

Abstract

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada balita. Survey pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Lalonggasumeeto menunjukkan dari 10 rumah, 4 terdapat anggota keluarga perokok aktif, 4 rumah dihuni 7–10 orang, serta 2 balita tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 78 balita, sampel 43 responden dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Phi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian (p=0,001), imunisasi (p=0,013), dan perilaku merokok (p=0,004) dengan kejadian ISPA. Penelitian ini merekomendasikan Puskesmas melakukan penyuluhan rutin mengenai bahaya rokok, pentingnya imunisasi lengkap, serta menjaga sirkulasi udara rumah. Ibu balita diharapkan mematuhi jadwal imunisasi dan memastikan lingkungan rumah bebas asap rokok.
Pengaruh K3 dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Matlomb Aera Persada Andi Wardah; Firmansyah; Sri Mulyani
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1274

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Berbagai faktor seperti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kedisiplinan kerja diduga berpengaruh terhadap tingkat kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja serta disiplin kerja dengan kinerja karyawan di PT Matlomb Aera Persada Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik, menggunakan desain penelitian cross-sectional. Populasi sebanyak 69 karyawan. Sampel sebanyak 69 karyawan. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan kinerja karyawan serta hubungan yang signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan. Hal ini menggambarkan bahwa semakin baik penerapan K3 dan kedisiplinan kerja, maka semakin tinggi tingkat kinerja karyawan. agar perusahaan memperkuat implementasi program K3 dan meningkatkan kedisiplinan kerja melalui pembinaan, pengawasan, dan pemberian reward and punishment yang tepat.
Hubungan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Produktivitas Kerja di PT. Bumi Sentosa Jaya (BSJ) Theresia Anastasia Abat; Asbath Said; Yusuf Useng
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1324

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, khususnya di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja di PT. Bumi Sentosa Jaya Kabupaten Konawe Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 5.937 pekerja, dengan sampel sebanyak 98 responden yang diambil menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup, dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square serta koefisien phi (φ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan K3, dan inspeksi area memiliki hubungan yang signifikan terhadap produktivitas kerja dengan hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value ≤ 0,05. Nilai koefisien phi menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori sedang, yaitu penggunaan APD sebesar 0,449, pelatihan K3 sebesar 0,437, dan inspeksi area sebesar 0,386. Penerapan K3 secara menyeluruh mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan kondusif, sehingga berdampak positif terhadap produktivitas karyawan. Disarankan agar perusahaan meningkatkan konsistensi penerapan program K3 melalui pengawasan, pelatihan berkelanjutan, serta evaluasi rutin agar produktivitas kerja karyawan semakin optimal.
Gambaran Higiene Dan Sanitasi Tempat Berdagang Penjaja Makanan di Sekitar Kawasan Industri Morosi Novi Arista; Ridia Utami Kasih; Indra Purnama Iqbah
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1533

Abstract

Kawasan industri yang berkembang pesat meningkatkan kebutuhan konsumsi makanan, sehingga keberadaan penjaja makanan menjadi sangat penting. Namun, praktik higiene dan sanitasi yang kurang memadai berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan penyakit bawaan makanan seperti diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi tempat berdagang penjaja makanan di sekitar Kawasan Industri Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional dan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif (analisis univariat) dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan setiap variabel penelitian mengenai higiene penjaja makanan dan sanitasi tempat berdagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan higiene penjaja makanan dan sanitasi tempat berdagang masih belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan. Masih ditemukan penjaja yang tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap, keterbatasan fasilitas cuci tangan dengan air bersih, serta pengelolaan sampah dan limbah yang belum optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan oleh bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella di sekitar Kawasan Industri Morosi.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Loyalitas Pasien Hipertensi di Puskesmas Latambaga Sindi Septianingsih; Laode Muhamad Yasmin; Hartian Dode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1543

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pasien, dengan pelayanan yang baik diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pasien, sehingga mereka lebih cenderung untuk kembali dan mengikuti program pengobatan yang ditetapkan.l Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan loyalitas pasien hipertensi di Puskesmas Latambaga. Kualitas pelayanan kesehatan dalam penelitian ini diukur berdasarkan tiga variabel, yaitu fasilitas kesehatan, prosedur kesehatan, dan ketepatan waktu pelayanan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat pada tahun 2024 sebanyak 178 orang, dengan jumlah sampel 64 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara fasilitas kesehatan, prosedur kesehatan, dan ketepatan waktu pelayanan dengan loyalitas pasien hipertensi. Fasilitas yang memadai, prosedur pelayanan yang jelas dan tidak berbelit, serta ketepatan waktu pelayanan yang sesuai standar berkontribusi dalam meningkatkan loyalitas pasien untuk melakukan kunjungan ulang dan mengikuti pengobatan secara berkelanjutan.
Hubungan Implementasi Digital Primary Health Care (P-Care) dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kapoiala Ni Putu Ayu Anjani; Ratna Umi Nurlila; Muhammad Ikhsan Akbar
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1545

Abstract

Digital Primary Health Care (P-Care) merupakan sistem informasi yang digunakan untuk mendukung pelayanan di Puskesmas. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Kapoiala, masih ditemukan kendala kinerja pelayanan kesehatan seperti keterlambatan penginputan data, gangguan jaringan, serta keterbatasan pemahaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan implementasi Digital Primary Health Care (P-Care) dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kapoiala. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan crosss sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 67 orang dengan besar sampel 41 orang. Data di analisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan kemudahan Penggunaan (ease of use) (x2hitung=8,203), ada hubungan manfaat yang dirasakan (perceived usefulness) (x2hitung=10,906), ada hubungan kepuasan pengguna (user satisfaction) (x2hitung=6,311), dan ada hubungan dukungan organisasi dan pelatihan (organizational support and training) (x2hitung=4,661) dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kapoiala. Disarankan kepada pihak peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian mengenai implementasi P-Care dengan menambahkan variabel lain yang berpotensi mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan, seperti beban kerja, motivasi kerja, dan kepemimpinan.
Hubungan Pelayanan Efektif Kompetensi Tenaga Kesehatan dan Strategi Komunikasi dengan Kepuasan Pasien UPTD Puskesmas Labasa Wulan Sari; Hartian Dode; Cece Indriani Indriani
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1605

Abstract

Kualitas layanan menjadi elemen utama yang snagat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien, dimana pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan dan strategi komunikasi bisa menentukan seberapa puas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan dan strategi komunikasi dengan kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Labasa Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional Study. Populasi penelitian berjumlah 1.387 orang dengan sampel penelitian sebanyak 93 responden yang dipilih berdasarkan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square serta koefisien phi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan dan strategi komunikasi terhadap kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Labasa Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna, nilai uji statistik pelayanan efektif kompetensi tenaga kesehatan (X2= 21,459, p-value = 0,000, dan (φ) = 0,480), dan strategi komunikasi kesehatan (X2= 11,781, p-value = 0,003, dan (φ) = 0,356). Adapaun saran penelitian ini, tenaga kesehatan perlu meningkatkan komunikasi terapeutik dan kompetensi, serta puskesmas memperkuat SOP, sistem komunikasi, dan monitoring kepuasan pasien.