cover
Contact Name
Merry Pongdatu
Contact Email
merrypongdatu85@gmail.com
Phone
+6285299479260
Journal Mail Official
merrypongdatu85@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93561 Telepon: (0401) 3191472 Email/Website:www.umw.ac.id Provinsi: Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28096762     DOI : DOI: https://doi.org/10.54883
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (Jakmw)adalah jurnal (Open Journal System) yang didirikan oleh Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Mandala Waluya. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu Keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik Keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Januari-Juni dan Juli – Desember.
Articles 145 Documents
Aplikasi Headspace dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien: Literature Review Delvi Risma; ledies janna aprilia husaema; Ummi Zahra; Malani Melani; Asril Thomas; Sri Dita Yanti; Ria Ramadani; Merry Pongdatu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1498

Abstract

Gangguan kualitas tidur merupakan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan fungsi kognitif pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berkembang saat ini adalah aplikasi mindfulness digital, seperti Headspace, yang menyediakan meditasi terpandu, latihan pernapasan, relaksasi, dan program tidur. Literature review ini bertujuan menganalisis efektivitas aplikasi Headspace dalam meningkatkan kualitas tidur pasien. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan PRISMA melalui pencarian artikel pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar tahun 2021–2025. Dari 120 artikel awal, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Headspace dan intervensi mindfulness digital berpotensi meningkatkan kualitas tidur, baik secara langsung melalui penurunan gejala insomnia maupun secara tidak langsung melalui penurunan stres, kecemasan, depresi, dan hiperaktivitas kognitif. Dengan demikian, Headspace dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis pendukung dalam praktik keperawatan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur pasien.
Efektivitas Terapi Modalitas Dalam Menurunkan Nyeri dan Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Osteoarthritis: Literature Review Dewi Kartika; Mahardika Lasorea; Wafanjar Wafanjar; Ayu Yuliana Sari; Oi Azzahra Zia; Natasya Nur Safira; Rifal Anugrah; Sarni Sakir; Adhe Wati Mutmainnah; Dhija Almaida Banda; Nazaruddin Nazaruddin; Cici Yusnayanti
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1526

Abstract

Latar belakang: Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif kronis yang ditandai dengan degradasi tulang rawan artikular, renovasi tulang subkondral, dan pembentukan osteofit yang menyebabkan gangguan fungsi sendi secara progresif. Sebagai penyebab utama disabilitas pada populasi dewasa dan lansia, kondisi ini memberikan beban ekonomi dan psikologis yang signifikan akibat nyeri persisten dan penurunan mobilitas fisik yang drastis. Nyeri yang tidak terkelola dengan baik pada pasien osteoarthritis seringkali memicu keterbatasan aktivitas sehari-hari (Activities of Daily Living), yang pada gilirannya menurunkan status kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan. Mengingat keterbatasan penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid dalam jangka panjang karena risiko efek samping sistemik, pemanfaatan terapi modalitas fisik seperti Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), diatermi, serta terapi panas dan dingin menjadi komponen krusial dalam manajemen rehabilitasi non-farmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi modalitas dalam menurunkan intensitas nyeri serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup pasien yang menderita osteoarthritis. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2021- 2025. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pemberian program terapi modalitas secara rutin dan terukur memberikan perbaikan signifikan terhadap penurunan ambang nyeri dan peningkatan rentang gerak sendi. Kesimpulan: Terapi modalitas merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan nyeri, meningkatkan fungsi sendi, mobilitas, dan kualitas hidup pasien osteoarthritis. Penerapan terapi modalitas yang dilakukan secara teratur, terstruktur, dan disesuaikan dengan kondisi pasien dapat direkomendasikan sebagai bagian penting dalam penatalaksanaan komprehensif osteoarthritis.
Hubungan Tingkat Stres dengan Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Triatma Mulya Ni Wayan Sri Wahyuni; Ni Made Dwi Astarina Prajayanti; Eka Lutfiatus Solehah; Putu Ayu Lestarini
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1536

Abstract

Stres merupakan kondisi psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, termasuk gangguan pada sistem pencernaan seperti sindrom dispepsia. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan adaptasi lingkungan perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa keperawatan di Universitas Triatma Mulya. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada periode April–Juni 2025. Populasi penelitian adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2020 dan 2021 di Universitas Triatma Mulya dengan teknik total sampling (n = 116). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres dan kuesioner gejala dispepsia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,315, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah hingga sedang dan arah hubungan positif antara tingkat stres dan sindrom dispepsia. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat stres berpotensi meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada mahasiswa. Dalam jangka panjang, kondisi stres yang tidak terkelola dapat berkontribusi terhadap gangguan gastrointestinal kronis yang berdampak pada penurunan kualitas hidup, performa akademik, serta peningkatan beban layanan kesehatan
Pengaruh Terapi Musik Lullaby Terhadap Saturasi Oksigen Bayi BBLR Di Nicu Rsud Tidar Magelang Jenda Zidanto Gani; Ferika Indarwati; Winarni Winarni
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1559

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki sistem organ yang belum matang sehingga rentan mengalami gangguan pernapasan dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan kestabilan fisiologis bayi BBLR adalah terapi musik lullaby. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi musik lullaby terhadap saturasi oksigen pada bayi BBLR di ruang NICU RSUD Tidar Kota Magelang. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi musik lullaby terhadap peningkatan dan kestabilan saturasi oksigen pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di ruang NICU RSUD Tidar Kota Magelang. Metode: Penelitian menggunakan desain case report dengan berjumlah satu partisipan bayi BBLR. Intervensi dilakukan dengan pemberian terapi musik lullaby selama 30 menit setiap hari selama 5 hari berturut-turut. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan oksimetri. Hasil: Terapi musik lullaby selama 5 hari menunjukkan peningkatan saturasi oksigen pada bayi BBLR, dari 80% menjadi 93% pada hari pertama dan mencapai 100% pada hari kelima. Kesimpulan: Pemberian terapi musik lullaby selama 5 hari dapat meningkatkan saturasi oksigen pada bayi BBLR, sehingga terapi ini dapat menjadi intervensi nonfarmakologis untuk membantu kestabilan fisiologis bayi di ruang NICU.
Penerapan Oral Hygiene Dengan Sikat Gigi dan Posisi Head-Up Dalam Pencegahan Ventilator-Associated Pneumonia: Studi Kasus Ade Ayu Tesnawati; Fitri Arofiati; Ratna Pertiwi
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1588

Abstract

Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu bentuk infeksi yang paling sering terjadi pada pasien yang terpasang ventilasi mekanik di Intensive Care Unit (ICU). Pencegahan VAP yang dapat dilakukan adalah oral hygiene dengan sikat gigi yang menjadi intervensi penting sebagai upaya untuk mencegah kolonisasi bakteri di rongga mulut yang menyebabkan VAP. Penerapan posisi head-up 30-45°juga berperan penting dalam pencegahan VAP karena dapat mengurangi risiko aspirasi sekret orofaring dan isi lambung ke saluran napas bawah yang merupakan faktor utama dalam patogenesis VAP.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan oral hygiene dengan sikat gigi dan head-up yang dapat dilakukan perawat secara mandiri sebagai upaya pencegahan VAP di ICU. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jumlah subjek sebanyak 1 pasien yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien dengan ventilator mekanik selama minimal 1 hari. Bahan dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penerapan oral hygiene dan head-up 30-45°, sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar observasi clinical pulmonary infection score (CPIS). Hasil penelitian menggunakan penilaian skor CPIS pada hari ke 3 menunjukan skor <6 sehingga pasien dinyatakan tidak terdiagnosis VAP. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan oral hygiene dengan sikat gigi dan head-up mampu mencegah terjadinya VAP di ICU pada pasien yang dipasang ventilator mekanik.
Penerapan Brain Gym untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Lansia: Studi Kasus Rita Aswa; Laili Nur Hidayati; Ema Waliyanti
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1597

Abstract

Penurunan kemampuan meningat merupakan salah satu gangguan kognitf yang sering terjadi pada lansia dan dapat berdampak pada kemandirian serta kualitas hidup. Kondisi ini memerlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk mempertahankan serta meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan latihan Brain Gym dalam meningkatkan fungsi kognitif  pada lansia dengan gangguan kognitif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu orang lainsia yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat ukur fungsi kognitif Mini Mental State Examination (MMSE. Intervensi berupa latihan Brain Gym dilaksanakan selama dua minggu dengan durasi 10-20 menit setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor fungsi kognitif dari kategori gangguan sedang menjadi gangguan ringan setelah pemberian intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa latihan Brain Gym berpotensi meningkatkan daya ingat pada lansia. Dengan demikian, Brain Gym dapat digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan untuk mendukung peningkatan fungsi kognitif pada lansia.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Dengan Perilaku Caring Perawat Milenial Bela Martasela; Ari Sukma Nela; Budi Antoro
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1612

Abstract

Gaya kepemimpinan kepala ruangan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi perilaku caring perawat sebagai indikator mutu pelayanan keperawatan. Namun, pada perawat generasi milenial, penerapan perilaku caring masih menunjukkan variasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan perilaku caring perawat milenial di salah satu RSUD di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang pada 56 perawat pelaksana diruang rawat inap yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai quadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan didominasi gaya partisipatif (98,2%) dan sebagian besar perawat memiliki perilaku caring kurang baik (53,6%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan perilaku caring perawat milenial (p=0,348). Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku caring tidak hanya dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, tetapi juga oleh faktor lain seperti motivasi, beban kerja, dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan perilaku caring perawat.
Analisis Hubungan Perilaku Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur Pada Anak Usia Remaja Di SMP Negeri 25 Padang Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1622

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat meningkatkan penggunaan gadget di kalangan remaja, yang berpotensi memengaruhi kualitas tidur. Penggunaan gadget berlebihan, terutama pada malam hari, dapat mengganggu pola tidur akibat paparan cahaya biru yang menekan produksi hormon melatonin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 25 Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan metode cross sectional. Sampel berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku penggunaan gadget dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (64,3%) dan perilaku penggunaan gadget tinggi (52,4%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur (p-value = 0,004). Remaja dengan penggunaan gadget tinggi cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk dibandingkan dengan penggunaan rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget, semakin buruk kualitas tidur remaja. Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai penggunaan gadget yang sehat serta pentingnya menjaga kualitas tidur melalui kegiatan penyuluhan dan bimbingan konseling
Efektivitas Perawatan Luka Dekubitus Dengan Menggunakan Modern Dressing Terhadap Penyembuhan Luka : Literatur Review Disman Maitora Usman; Rikmal Jaya; Minalni Azrin; Suci Ramadani; Ainun Mardiah; Icha Cahyana; Dian Kurniawati; Dhija Almaida Banda; Astriani Patiwael; Sri Mayang Lestari; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1655

Abstract

Luka dekubitus (pressure ulcer) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada pasien dengan keterbatasan mobilitas, khususnya pada pasien rawat inap jangka panjang, pasien lanjut usia, serta pasien dengan kondisi kronis. Luka ini terjadi akibat tekanan, gesekan, dan gaya geser yang berlangsung terus-menerus sehingga mengganggu perfusi jaringan dan menyebabkan kerusakan kulit hingga jaringan yang lebih dalam. Tujuan: Membahas efektivitas perawatan luka dekubitus dengan menggunakan modern dressing terhadap penyembuhan luka. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar dengan menggunakan Boolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2022–2026. Penapisan dilakukan dengan mengikuti alur kronologis pedoman PRISMA. Hasil: Sebanyak 10 artikel murni yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai jenis modern dressing seperti hydrogel, hydrocolloid, silicone foam dressing, dan negative pressure wound therapy (NPWT) mampu mempertahankan kelembapan luka, mempercepat penutupan luka, menurunkan risiko infeksi, mengurangi inflamasi, serta meningkatkan proses penyembuhan dibandingkan perawatan konvensional. Namun, beberapa penelitian melaporkan bahwa bukti klinis mengenai efektivitas jenis dressing tertentu masih belum konsisten sehingga pemilihan dressing perlu disesuaikan dengan kondisi luka dan karakteristik pasien. Kesimpulan: Secara keseluruhan, hasil dari sepuluh artikel yang dikompilasi menunjukkan bahwa balutan dan teknologi perawatan luka modern sangat penting untuk penyembuhan dan pencegahan luka dekubitus. Perawatan luka dengan teknologi modern dapat meningkatkan luaran klinis pasien dan mengurangi komplikasi serta biaya perawatan jika dikombinasikan dengan evaluasi faktor risiko dan perawatan menyeluruh. Namun, bukti klinis yang tersedia belum lengkap.
Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Tingkat Intensitas Nyeri Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di RSIA Zainab Kota Pekanbaru Chelsea Claudia Evandi; Wira Ekdeni Aifa; Fajar Sari Tanberika
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1658

Abstract

Persalinan dengan operasi sectio caesarea sering menimbulkan nyeri setelah tindakan, yang membuat ibu takut untuk bergerak sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri adalah mobilisasi dini, yaitu menggerakkan tubuh secara bertahap setelah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mobilisasi dini dengan tingkat intensitas nyeri post operasi sectio caesarea di RSIA Zainab Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan metode cross sectional. ampel berjumlah 54 ibu post sectio caesarea yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner untuk melihat pelaksanaan mobilisasi dini dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang melakukan mobilisasi dini baik (92,6%) dengan tingkat intensitas nyeri dalam kategori ringan (94,5%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara mobilisasi dini dengan Tingkat intensitas nyeri (p-value = 0,001). Ibu yang melakukan mobilisasi dini dengan baik cenderung merasakan nyeri yang lebih ringan dan sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini dapat membantu mengurangi rasa nyeri, melancarkan peredaran darah, serta mempercepat penyembuhan luka. Oleh karena itu, ibu dianjurkan untuk mulai bergerak secara perlahan sesuai anjuran tenaga kesehatan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan rasa nyeri dapat berkurang. n.