cover
Contact Name
Merry Pongdatu
Contact Email
merrypongdatu85@gmail.com
Phone
+6285299479260
Journal Mail Official
merrypongdatu85@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93561 Telepon: (0401) 3191472 Email/Website:www.umw.ac.id Provinsi: Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28096762     DOI : DOI: https://doi.org/10.54883
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (Jakmw)adalah jurnal (Open Journal System) yang didirikan oleh Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Mandala Waluya. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu Keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik Keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Januari-Juni dan Juli – Desember.
Articles 113 Documents
Studi Analitik Faktor Perilaku (Pengetahuan Dan Kebiasaan Makan) Terhadap Kejadian Tonsilitis Pada Santri Di Pondok Pesantren Tahfidz Rahmadania, Wa Ode; Firmansyah; Zahalim; Prawara Aros Purnama; Ningtias, Dwi Wulandari; Nurdin, Nurdin
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1371

Abstract

Berdasarkan hasil survey data awal UKS Ponpes Baitul Quran Kendari menunjukkan bahwa sebanyak 75 orang santri yang pernah mengalami tonsillitis. Hasil wawancara yang telah dilakukan kepada 15 santri terdapat 11 santri yang kurang mengetahui penyebab tonsillitis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan jenis makanan dengan kejadian tonsillitis di pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional study, populasi penelitian 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Metode analisis menggunakan uji chi- square. Variabel independen dalam penelitian ini pengetahuan dan jenis makanan sedangkan variabel dependen adalah tonsillitis. Berdasarkan Uji Chi-Square untuk pengetahuan diperoleh p value<α (0,000<0,1) dan jenis makanan dengan p value<α (0,000 <0,1). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan jenis makanan dengan kejadian tonsilitis di pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Kendari.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur Remaja Suilia, Rania; Mahmudah, Rifahatul
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1372

Abstract

Tidur yang berkualitas ditentukan oleh kecukupan durasi, rasa nyaman saat tidur, serta keteraturan waktu tidur yang mendukung kebutuhan biologis seseorang. Pada remaja, kualitas tidur sering dikaitkan dengan penggunaan gadget yang kini menjadi bagian dari aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada siswa SMAN 12 Padang. Desain yang digunakan adalah cross- sectional dengan pengumpulan data pada satu waktu tanpa intervensi. Sebanyak 293 siswa dipilih menggunakan stratified random sampling untuk memastikan keterwakilan tiap jenjang kelas. Data dikumpulkan memakai kuesioner valid dan reliabel, dengan penggunaan gadget sebagai variabel independen dan kualitas tidur sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan PSQI. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur (p=0,002). Kesimpulannya, intensitas penggunaan gadget yang tinggi meningkatkan kemungkinan gangguan tidur sehingga remaja perlu mengatur kebiasaan digital untuk menjaga kesehatan tidur. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai batasan penggunaan perangkat elektronik, khususnya pada malam hari, agar pola tidur remaja tetap stabil dan fungsi kognitif serta emosional dapat berkembang secara optimal dalam masa pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Stratagem Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Vulva Hygiene Remaja Usia 13–14 Tahun Di Kendari Fety, Yulli; Firmansyah, Firmansyah; Dina, Hasniah; Meysan, Nurhidayah
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1376

Abstract

Praktik vulva hygiene masih sering diabaikan, terutama pada remaja usia sekolah sehingga memicu beberapa gangguan kesehatan seperti keputihan (fluor albus), infeksi saluran reproduksi, radang panggul, hingga berpotensi mempengaruhi kesuburan di masa mendatang. Data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 60–70% remaja putri pernah mengalami keputihan. Hal ini juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, khususnya pada siswa SMPN 10 Kendari. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri belum menerapkan praktik vulva hygiene yang benar, seperti cara membersihkan area genital, penggunaan pakaian dalam yang tepat, serta pola kebiasaan saat menstruasi. Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi yang diperoleh dari sekolah maupun keluarga turut memperparah kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang vulva hygiene usia 13–14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, khususnya di SMPN 10 Kendari. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan one group pre-test post-test design. Penelitian dilakukan di SMPN 10 Kendari, wilayah kerja Puskesmas Mokoau. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri usia 13–14 tahun yang berjumlah 72 orang. Teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan melalui metode ceramah, diskusi, dan media audiovisual. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Kuesioner telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang vulva hygiene. Kategori pengetahuan pretest (baik: 4 orang, cukup: 20 orang, kurang: 48 orang) meningkat pada saat posttest (baik: 6 orang, cukup: 54 orang, kurang: 12 orang). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0.000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene. Variabel sikap juga mengalami peningkatan skor, dimana saat pretest (baik: 5 orang, cukup: 43 orang, kurang: 24 orang) meningkat pada saat posttest (baik: 5 orang, cukup: 45 orang, kurang: 22 orang). Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p = 0.013, sehingga pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap sikap remaja putri mengenai vulva hygiene. kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri usia 13–14 tahun tentang vulva hygiene. Terdapat peningkatan skor pengetahuan dan sikap yang signifikan secara statistik setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. 
Hubungan Intensitas Kunjungan Lansia Ke Posbindu Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Licin Pradipta, Dea Vega; Dolifah, Dewi; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1383

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan sering tidak terdeteksi karena muncul tanpa keluhan, sehingga pemeriksaan kesehatan secara teratur menjadi penting untuk mencegah komplikasi. Pos Pembinaan Terpadu berperan sebagai layanan kesehatan masyarakat yang menyediakan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas kunjungan lansia ke Pos Pembinaan Terpadu, menggambarkan kejadian hipertensi, serta menganalisis hubungan antara intensitas kunjungan dengan kejadian hipertensi di Desa Licin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 93 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur dan data sekunder dari catatan Pos Pembinaan Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia tidak melakukan kunjungan secara teratur (61,3%) dan sebagian besar lansia mengalami hipertensi berdasarkan hasil catatan pemeriksaan terbaru (52.7%), meskipun sebelumnya 60.2% melaporkan tidak memiliki riwayat hipertensi. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas kunjungan dan kejadian hipertensi dengan nilai p kurang dari 0.001. Lansia yang tidak rutin berkunjung memiliki peluang lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan yang rutin melakukan pemeriksaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunjungan rutin ke Pos Pembinaan Terpadu berperan penting dalam deteksi dini dan pengendalian hipertensi. .
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang Padang Hamdanesti, Rischa; Kesuma, Sari Indah
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1384

Abstract

Masalah gizi pada anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti penyakit infeksi, jumlah anak dalam keluarga, serta kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 98 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi baik (66,3%), namun masih ditemukan balita dengan gizi kurang (20,4%), gizi buruk (8,2%), dan gizi lebih (5,1%). Terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita (p = 0,021) serta antara jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi balita (p = 0,034). Sementara itu, pekerjaan ibu tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan status gizi (p = 0,112). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyakit infeksi dan jumlah anak merupakan faktor yang berperan penting dalam mempengaruhi status gizi balita. Upaya peningkatan status gizi balita perlu difokuskan pada pencegahan infeksi, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Pengaruh Video Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Motivasi Wanita Usia Subur Untuk Melakukan Pap Smear Di Wilayah Kerja Puskesmas Bone Rombo Kabupaten Buton Utara Fety, Yulli; Firmansyah, Firmansyah; Dina, Hasniah; Jaya, Indra
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1386

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim dan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Meskipun Wanita Usia Subur (WUS) merupakan kelompok sasaran utama pemeriksaan Pap smear, tingkat motivasi mereka untuk melakukan deteksi dini ini masih rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi adalah melalui penyampaian informasi yang menarik dan mudah dipahami, salah satunya dengan video edukasi. Media video dinilai mampu meningkatkan pemahaman, menggugah kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku terhadap pentingnya melakukan Pap smear. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Video Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Motivasi Wanita Usia Subur Untuk Melakukan Pap smear Di Wilayah Kerja Puskesmas Bone Rombo Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitaf dengan pendekatan quasi ekperimen rancangan Pretest dan Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Bone Rombo, berjumlah 1.022 orang. Sampel penelitian terdiri dari 92 WUS yang memenuhi kriteria, yaitu perempuan berusia 15–49 tahun, sudah menikah, aktif berhubungan seksual, dan tidak pernah melakukan Pap smear dalam satu tahun terakhir. Hasil penelitian di peroleh 92 reseponden wanita usia subur sebelum diberi edukasi, motivasi untuk pemeriksaan pap smear motivasi lemah 72 responden (78%), motivasi sedang 20 responden (22%) dan motivasi kuat 0 (0%). Setelah diberi motivasi lemah 0 responden (0%), motivasi sedaang 79 responden (86%) dan motivasi kuat 13 responden (14%). Hal ini terjadi peningkatan motivasi wanita usia subur untuk melakukan pap smear. Kesimpulan pada penelitian yang dilakukan pada uji Wilcoxon nilai sig adalah 0,000 atau lebih kecil dari 0,005 yang artinya ada pengaruh Video Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Motivasi wanita usia subur untuk Melakukan Pap smear Di Wilayah Kerja Puskesmas Bone Rombo Kabupaten Buton Utara
Evaluasi Asuhan Keperawatan Dengan Penerapan Terapi Kompres Aloe Barbadensis Miller Terhadap Demam Pada Anak Herlina; Nilam
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1390

Abstract

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas normal yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah ketidaknyamanan, dehidrasi, dan risiko kejang pada anak-anak. Demam dapat diobati secara farmakologis dengan antipiretik atau secara non-farmakologis melalui kompres. Salah satu alternatif alami adalah kompres Aloe barbadensis Miller, yang menurunkan suhu melalui vasodilatasi dan pendinginan alami kulit. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi perawatan keperawatan menggunakan terapi kompres Aloe barbadensis Miller pada anak-anak dengan demam. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Intervensi melibatkan empat responden, dua di antaranya menerima kompres Aloe barbadensis Miller sebagai intervensi inovatif, dan dua lainnya menerima kompres air biasa sebagai perawatan standar. Kompres diterapkan selama 15–20 menit sekali sehari selama tiga hari berturut-turut pada dahi dan ketiak. Suhu tubuh diukur dengan termometer digital sebelum dan setelah setiap intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kompres Aloe barbadensis Miller menurunkan suhu tubuh rata-rata sebesar 1,5°C, sementara kompres air biasa menunjukkan penurunan rata-rata sebesar 0,9°C. Ketika dikombinasikan dengan antipiretik pada suhu tubuh di bawah 38°C, kompres Aloe barbadensis Miller menurunkan suhu di bawah rentang normal (36,2°C–36,1°C). Oleh karena itu, pada kasus demam ringan di bawah 38°C, kompres Aloe barbadensis Miller direkomendasikan tanpa obat penurun demam, karena kompres ini secara efektif menurunkan suhu tubuh secara bertahap. Berdasarkan hasil, intervensi ini menunjukkan potensi sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan demam pada anak-anak.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dengan Astenopia Pada Remaja Sulayfiyah, Tri Nili; Arif, Ahmad Zaini; Pakuwita AR, Dwi Intan
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1393

Abstract

Astenopia atau kelelahan mata merupakan gangguan yang sering dialami remaja akibat meningkatnya penggunaan gadget dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan perangkat digital dalam durasi yang panjang dapat memicu ketegangan akomodasi dan menurunkan frekuensi berkedip, sehingga meningkatkan risiko terjadinya astenopia. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kejadian astenopia pada remaja. Metode: desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 34 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi penggunaan gadget dan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi penggunaan gadget tinggi (55,9%). Kejadian astenopia ditemukan pada 20 responden (58,8%), sedangkan 14 responden (41,2%) tidak mengalami astenopia. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 dengan OR 3,8 (95%CI: 1,79-8,06) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan kejadian astenopia pada remaja (p < 0,05) dan durasi penggunaan gadget tinggi memiliki risiko hampir 3,8 kali lebih besar mengalami astenopia. Kesimpilan: bahwa semakin lama durasi penggunaan gadget, maka semakin tinggi risiko terjadinya kelelahan mata pada remaja, sehingga penting dilakukan edukasi mengenai pembatasan durasi penggunaan gadget serta penerapan kebiasaan ergonomis, seperti aturan 20-20-20, untuk mencegah kelelahan mata pada remaja.
Keterkaitan Dismenore Dengan Tingkat Stres Dan Mood Swing Pada Mahasiswa Eden Nia Amelia; Yuyun Setyorini, S.Kp.,Ns., M.Kep; Astuti, Sri Lestari Dwi
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1395

Abstract

Remaja akhir merupakan masa transisi yang ditandai dengan perubahan, salah satunya menstruasi. Berdasarkan studi pendahuluan, sebagian besar mahasiswa mengalami dismenore dengan intensitas sedang hingga berat dan disertai keluhan seperti mudah marah, cemas, dan perubahan suasana hati. Secara global, prevalensi dismenore pada remaja mencapai 74,5%, di Indonesia sebesar 64,25%, di Jawa Tengah 56%, dan di Kota Surakarta mencapai 89,8%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dismenore tidak hanya berdampak pada aspek fisik saja namun juga mempengaruhi kondisi psikologis seperti stres dan mood swing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan dismenore dengan tingkat stres dan mood swing pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik purposive sampling sebanyak 106 responden. Instrumen yang digunakan meliputi VAS untuk tingkat nyeri, DASS-42 untuk tingkat stres, dan MFQ untuk mood swing, dengan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang signifikan antara dismenore dengan tingkat stres (p=0,001; r=0,359) serta keterkaitan dismenore dengan mood swing (p=0,016; r=0,233). Dapat disimpulkan bahwa, dismenore berpotensi meningkatkan stres dan perubahan suasana hati akibat peningkatan hormon prostaglandin yang memicu kontraksi uterus serta ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterone, yang berdampak pada respon fisiologis dan psikologis individu.
Pengaruh Terapi Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Klien Dengan Kehilangan Pongdatu, Merry; Trianasari, Trianasari; Bantara, Ana S; Cahaya, Nur; Aulia, Suci; Prisetiawan, Ariel; Ilvan, Ilvan; Rahmadani, Sahbila Zahra; Aprilia, Tika; Hasri, Hasri; Selsiawati, Indar; Nosita, Nosita
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1396

Abstract

Kehilangan merupakan peristiwa kehidupan yang dapat memicu kecemasan signifikan, baik kehilangan orang terdekat, fungsi tubuh, peran sosial, maupun kondisi kesehatan. Kecemasan akibat kehilangan yang tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu kualitas hidup, memperlambat proses pemulihan, dan meningkatkan risiko gangguan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan menyintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi relaksasi napas dalam dalam menurunkan tingkat kecemasan pada klien yang mengalami kehilangan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan penelusuran artikel melalui database PubMed dan Google Scholar. Artikel yang diseleksi merupakan publikasi lima tahun terakhir (2020–2025), berstatus akses terbuka, dan ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan meliputi kecemasan, kehilangan, dan relaksasi napas dalam. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi relaksasi napas dalam secara konsisten menurunkan tingkat kecemasan pada berbagai populasi yang mengalami kondisi terkait kehilangan, seperti kehilangan kesehatan, fungsi tubuh, dan rasa aman menjelang tindakan medis. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme fisiologis dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis serta mekanisme psikologis melalui peningkatan kontrol diri dan ketenangan emosional. Kombinasi relaksasi napas dalam dengan pendekatan psikospiritual atau teknik relaksasi lain menunjukkan hasil yang lebih optimal. Kesimpulan: Terapi relaksasi napas dalam terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pada klien yang mengalami kehilangan dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan berkelanjutan dalam manajemen kecemasan

Page 11 of 12 | Total Record : 113