cover
Contact Name
Merry Pongdatu
Contact Email
merrypongdatu85@gmail.com
Phone
+6285299479260
Journal Mail Official
merrypongdatu85@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93561 Telepon: (0401) 3191472 Email/Website:www.umw.ac.id Provinsi: Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28096762     DOI : DOI: https://doi.org/10.54883
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (Jakmw)adalah jurnal (Open Journal System) yang didirikan oleh Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Mandala Waluya. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu Keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik Keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Januari-Juni dan Juli – Desember.
Articles 145 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Pada Lansia Dengan Penyakit Kronis: Literatur Riview Ni Made Dwi Astarina Prajayanti; Eka Lutfiatus Solehah; Nyoman Sri Ariantini; Putu Ayu Lestarini
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1410

Abstract

Kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis menjadi isu penting yang belum tertangani secara optimal. Lansia dalam kondisi ini rentan mengalami stres psikologis akibat keterbatasan fisik, beban ekonomi, serta kurangnya dukungan sosial dan stigma terhadap gangguan mental. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pemberdayaan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis berdasarkan kerangka SPIDER melalui pencarian pada empat basis data utama: PubMed, ProQuest, Sage, dan Science Direct, dengan 13 artikel terpilih sesuai kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis digital, interaksi sosial komunitas, kampanye kesehatan mental, dan pelatihan swakelola dapat meningkatkan kesadaran, memperkuat dukungan sosial, serta mengurangi isolasi dan stigma. Namun, hambatan seperti literasi digital rendah dan keterbatasan akses teknologi masih menjadi tantangan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi dengan dukungan komunitas dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia secara menyeluruh.
Hubungan Peran Aplikasi Google Sheet Dengan Penguatan Layanan Posyandu Arista Ardilla; Zulkarnaini; Husna Maulida; Eka Sutrisna
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1414

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan penguatan peran Posyandu sebagai pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diakses oleh kader, seperti aplikasi Google Sheet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran aplikasi Google Sheet dengan penguatan layanan Posyandu dalam mendukung pencegahan stunting di Desa Blang Teue. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 40 kader Posyandu yang seluruhnya dijadikan responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai peran aplikasi Google Sheet berada pada kategori kuat dan penguatan layanan Posyandu berada pada kategori tinggi. Analisis bivariat menunjukkan nilai p kurang dari 0,05 yang menandakan terdapat hubungan yang signifikan antara peran aplikasi Google Sheet dengan penguatan layanan Posyandu di Desa Blang Teue. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan Google Sheet mampu mendukung keteraturan, kemudahan, dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu, terutama dalam pencatatan dan pemantauan data balita. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi Google Sheet dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif inovasi digital yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Ruang IGD Dan ICU Zahalim
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1415

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu faktor yang berdampak pada kinerja perawat, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi seperti ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang Intensive Care Unit (ICU). Peran perawat pada kedua ruangan tersebut memiliki tingkat peran yang krusial dalam pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan di RS X Kendari terdapat 30 orang perawat yang bertugas di ruangan ICU dan 30 orang perawat yang betugas di ruangan IGD. Peneliti melakukan wawancara terhadap perawat di ruangan ICU, sebagian besar perawat mengatakan mengalami stres saat merawat pasien, terutama yang dalam kondisi kritis, serta kurangnya dukungan dari atasannya dan sebagian kecil perawat yang lain mengatakan tidak mengalami stres selama merawat pasien di ruangan ICU. Kondisi yang sama juga dialami oleh perawat di ruang IGD yakni sebagian besar perawat mengatakan mengalami stress karena banyaknya prosedur yang harus dilakukan, dan hanya sebagian kecil perawat mengatakan tidak mengalami stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hubungan stress kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD dan ICU RS X Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 orang, dengan teknik penarikan sampel secara teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 34 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik yakni uji chisquare dan cramer’s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 17 orang (50%) perawat memiliki stres ringan dan 17 orang (50%) perawat memiliki stres sedang. Berdasarkan keeratan hubungan diperoleh hasil bahwa ada hubungan sangat kuat antara stress kerja dengan kinerja perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) dengan perolehan nilai (X2Hit=34,000, phi=1,000). Diharapkan pihak manajemen Rumah Sakit lebih memperhatikan pemicu dari stress kerja agar pelayanan yang diberikan oleh perawat semakin bekualitas. Manajemen rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan menurunkan stres kerja perawat dengan cara meningkatkan kinerja perawat melalui pelatihan berbasis kompetensi serta membuka rektrutmen atau penerimaan perawat baru untuk memaksilkan kinerja perawat berkaitan dengan stres kerja yang dialami oleh perawat di ruang IGD dan ICU.
Peran Perawat dalam Manajemen Luka Kronik Berbasis Pendekatan Holistik dan Edukasi Pasien: Tinjauan Literatur Didit Kurniawan; Muh.Yusuf Ryza Alhabsyi; Waode Harfianti; Nita Erlina; Antiska Treaspuji; Wingki Wingki; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1400

Abstract

Perawatan luka merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan mempercepat proses penyembuhan, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, metode perawatan luka telah mengalami transformasi dari pendekatan tradisional menjadi pendekatan modern berbasis evidence-based practice. Berbagai inovasi, seperti moist wound healing, negative pressure wound therapy (NPWT), dan smart dressing, telah dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan luka. Selain itu, kolaborasi interprofesional, edukasi pasien, dan pemanfaatan terapi alami seperti madu juga menjadi bagian penting dalam perawatan luka modern. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan melakukan sintesis terhadap berbagai hasil penelitian yang membahas perkembangan dan efektivitas perawatan luka modern. Literatur yang dianalisis mencakup penelitian mengenai penggunaan teknologi perawatan luka, kolaborasi tim kesehatan, edukasi pasien, terapi madu pada ulkus diabetikum, serta pengaruh perawatan luka intensif terhadap kualitas hidup pasien dengan luka kronik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perawatan luka modern memberikan manfaat yang signifikan dalam proses penyembuhan luka. Penggunaan metode moist wound healing, NPWT, dan smart dressing terbukti mampu meningkatkan kecepatan penyembuhan dibandingkan metode konvensional. Kolaborasi antara tenaga medis dan perawat berpengaruh positif terhadap kualitas perawatan luka pascaoperasi. Edukasi kesehatan juga meningkatkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan luka kronik secara mandiri di rumah. Selain itu, terapi madu pada pasien ulkus diabetikum terbukti efektif dalam mempercepat penyembuhan serta mencegah infeksi melalui aktivitas antibakteri alami. Pasien yang mendapatkan perawatan intensif di klinik luka menunjukkan kualitas hidup yang lebih baik, terutama pada aspek fisik dan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan perawatan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi modern, tetapi juga oleh kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan aktif pasien dalam proses perawatan. Penerapan teknologi seperti moist wound healing, NPWT, dan smart dressing mampu menciptakan lingkungan luka yang optimal sehingga mempercepat regenerasi jaringan. Di sisi lain, edukasi berkelanjutan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan yang diberikan. Terapi madu dapat menjadi alternatif yang efektif dan ekonomis dalam penanganan ulkus diabetikum. Dengan demikian, integrasi teknologi, terapi inovatif, edukasi, dan kerja sama interprofesional merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas perawatan luka, mencegah komplikasi, serta mendukung kesejahteraan pasien secara holistik.
Peran Perawat Dalam Manajemen Luka Bakar: Literatur Review Karaeng Nur Aprilia; Ratmin Ratmin; Litany Nurulhidjah; Wa Anja; Sitti Vizanti; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1402

Abstract

Luka bakar merupakan masalah kesehatan global yang memiliki dampak luas terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien, sehingga membutuhkan manajemen keperawatan yang komprehensif. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menetahui bagaimana peran perawat dalam manajemen luka bakar berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian artikel pada Google Scholar dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait perawatan luka bakar dan peran perawat. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perawat memiliki peran sentral dalam penilaian derajat luka bakar, pencegahan infeksi, perawatan luka aseptik, pengendalian nyeri, serta dukungan psikososial bagi pasien. Selain itu, edukasi kepada keluarga khususnya terkait pertolongan pertama pada luka bakar anak dan dewasa terbukti meningkatkan pengetahuan dan mencegah penanganan awal yang keliru. Peran perawat dalam kolaborasi multidisiplin juga terbukti berkontribusi pada peningkatan hasil klinis seperti penyembuhan luka yang lebih cepat, penurunan tingkat infeksi, dan pemulihan psikososial yang lebih baik. Secara keseluruhan, tinjauan ini menegaskan bahwa perawat merupakan komponen kunci dalam manajemen luka bakar yang holistik dan berbasis bukti, sehingga penguatan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas perawatan.
Efektivitas Reposisi dalam Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Immobilisasi:Literature Review Egis Widiya Saputri; Reni Saddiah; Jeniarsi Jeniarsi; Junuarti Junuarti; Muh. Khairul Anwar; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1433

Abstract

Luka tekan (pressure ulcer) merupakan komplikasi serius yang kerap terjadi pada pasien dengan kondisi immobilisasi akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu yang menyebabkan iskemia jaringan dan kerusakan integritas kulit. Kondisi ini berdampak pada peningkatan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Upaya pencegahan luka tekan menjadi prioritas dalam asuhan keperawatan, dan salah satu intervensi utama yang terbukti efektif ialah perubahan posisi (repositioning) secara teratur. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan pencarian artikel melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci "pressure ulcer prevention", "repositioning", dan "immobilized patients". Artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan posisi secara berkala, khususnya setiap dua jam, efektif dalam menurunkan risiko luka tekan dengan cara meredistribusi tekanan dan memperlancar perfusi jaringan. Efektivitas reposisi meningkat bila dikombinasikan dengan intervensi lain seperti penggunaan kasur bertekanan rendah, perawatan kulit dengan Virgin Coconut Oil, serta edukasi pasien dan keluarga. Selain itu, penerapan pendekatan multifaktorialmeliputi reposisi, penilaian risiko, manajemen nutrisi, dan dukungan teknologi menunjukkan hasil pencegahan yang lebih optimal. Secara keseluruhan, reposisi merupakan intervensi keperawatan yang sederhana namun krusial dalam pencegahan luka tekan pada pasien immobilisasi. Implementasi reposisi yang konsisten dan berbasis penilaian risiko menjadi komponen fundamental dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien.
Hubungan Perilaku Kebiasaan Merokok Orang Tua Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Ni Wayan Sri Wahyuni; Firman Abdulrrahman
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1450

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita. Salah satu faktor risiko yang berperan adalah paparan asap rokok di lingkungan rumah. Perilaku merokok orang tua di dalam rumah menyebabkan anak menjadi perokok pasif yang terpapar zat toksik asap rokok, sehingga dapat mengganggu mekanisme pertahanan paru dan meningkatkan risiko terjadinya ISPA, terutama pada balita dengan daya tahan tubuh yang masih lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian ISPA pada balita di RSUD Buleleng. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki balita dan berkunjung ke Poli Anak RSUD Buleleng. Besar sampel sebanyak 54 responden yang diambil dengan teknik non probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki kebiasaan merokok, yaitu sebanyak 81,5%, dan terdapat hubungan bermakna antara perilaku merokok orang tua dengan kejadian ISPA pada balita (p = 0,036; p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah perilaku merokok orang tua berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Implikasi klinis dari penelitian ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada orang tua serta penerapan lingkungan rumah bebas asap rokok guna menurunkan risiko ISPA pada balita.
The Application of Sleep Hygiene on the Sleep Quality of University Students: A Literature Review Najwa Amelia; Olivia Angelina Efendi; Nurul Ramadani; Elmi Azahra; Komang Ayu Ratni; Geby Barizah; Merry Pongdatu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1491

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan fisiologis fundamental manusia yang memegang peranan krusial dalam memelihara stabilitas kesehatan fisik maupun psikologis. Kelompok mahasiswa, khususnya pada tingkat akhir, memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan tidur akibat eskalasi tuntutan akademik, beban praktik klinis, kendala manajemen waktu, serta tekanan sosial-ekonomi. Fenomena perilaku sleep hygiene yang suboptimal dan tingginya tingkat stres terbukti menjadi prediktor utama timbulnya kendala inisiasi tidur, fragmentasi tidur malam hari, serta penurunan kebugaran pasca-bangun tidur. Tujuan : Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas implementasi prinsip sleep hygiene dalam meningkatkan kualitas tidur populasi mahasiswa. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Penelusuran artikel secara sistematis dilakukan melalui pangkalan data (database) PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci “sleep hygiene”, “kualitas tidur”, dan “mahasiswa”. Kriteria inklusi secara spesifik mencakup naskah ilmiah orisinal berstatus full-text, dipublikasikan pada rentang tahun dengan batas filter penelusuran kronologis 2016–2026, ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, melibatkan subjek mahasiswa yang mengalami atau berisiko mengalami gangguan tidur, serta menggunakan instrumen pengukuran baku yangtervalidasi. Sebaliknya, kriteria eksklusi diterapkan pada artikel dengan keterbatasan akses teks lengkap, adanya duplikasi data lintas basis data, serta naskah yang tidak relevan dengan fokus intervensi perilaku tidur. Proses penyaringan artikel dioptimalkan dengan mengacu pada diagram alur PRISMA. Hasil penelusuran awal mengidentifikasi sebanyak 1.658 artikel, yang kemudian diseleksi secara ketat hingga memperoleh 11 artikel akhir yang memenuhi prasyarat kelayakan untuk dianalisis. Kesimpulan: Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip sleep hygiene secara menyeluruh—baik melalui edukasi modifikasi perilaku konvensional maupun optimalisasi modalitas kesehatan digital—terbukti efektif sebagai strategi promotif-preventif dalam memperbaiki kualitas tidur mahasiswa. Oleh karena itu, pelembagaan kebiasaan tidur yang sehat dan higienis secara konsisten sangat direkomendasikan guna menopang kesehatan fisik, kesejahteraan mental, sekaligus mengoptimalkan capaian akademik mahasiswa.
Efektivitas Aplikasi Mindfulness Berbasis Mobile Dalam Menurunkan Stres Akademik Mahasiswa: literature Review Ana Maharani; Nur Kanasta; Imas Salsabila; Amelia Amelia; Annisa Dwi Anindya; Hasra INdah; Salsabila Ramadhani; Novrianti Fara Sesar; Nur Aisyah; Merry Pongdatu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1493

Abstract

Stres akademik merupakan permasalahan yang umum dialami oleh mahasiswa akibat tuntutan akademik, beban tugas, dan tekanan pencapaian prestasi. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup mahasiswa. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, berbagai aplikasi mindfulness berbasis mobile telah dikembangkan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengelola stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi mindfulness dalam menurunkan tingkat stres akademik mahasiswa melalui metode literature review. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2019–2025 dan diakses melalui basis data Google Scholar dan PubMed. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kesesuaian judul, abstrak, dan isi artikel dengan topik penelitian. Sebanyak sepuluh artikel yang relevan dianalisis secara sistematis dengan memperhatikan tujuan, metode, intervensi, dan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya penurunan tingkat stres yang signifikan setelah penggunaan aplikasi mindfulness, seperti Calm, GFR, Mobile Mindfulness, Breathe2Relax, dan micro-meditation. Selain itu, penggunaan aplikasi tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan mindfulness, regulasi emosi, kualitas tidur, serta kemampuan koping mahasiswa. Faktor keterlibatan pengguna, konsistensi latihan, dan desain aplikasi yang ramah pengguna menjadi penentu keberhasilan intervensi. Meskipun demikian, beberapa penelitian menyoroti keterbatasan terkait durasi intervensi, ukuran sampel, dan kurangnya kelompok kontrol. Secara keseluruhan, aplikasi mindfulness terbukti efektif sebagai media pendukung dalam pengelolaan stres akademik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari layanan kesehatan mental di lingkungan pendidikan tinggi.
Aplikasi Woebot Pada Individu Yang Mengalami Kecemasan: Literature Review Ista Ramadani; Habiba Nur Aini; Musdalifah Diye Juliana; Yuyun Rahayu; Sinta Sinta; Nabila Nur Az-Zahra Murad; Nur Anita; Valni Valni; Andi Annisa Aulia Zahra; Merry Pongdatu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1496

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang banyak dialami oleh berbagai kelompok usia dan dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup individu. Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai inovasi dalam layanan kesehatan mental, salah satunya adalah aplikasi Woebot yang berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Literature review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan aplikasi Woebot pada individu yang mengalami kecemasan. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci “Woebot”, “anxiety”, “mental health”, “chatbot”, dan “cognitive behavioral therapy”. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan lolos penilaian kualitas (quality appraisal) dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Woebot berpotensi membantu menurunkan tingkat kecemasan, stres, dan kelelahan psikologis, serta meningkatkan resiliensi, kemampuan koping, dan kesadaran emosional pengguna. Efektivitas tersebut didukung oleh penerapan prinsip CBT yang disampaikan melalui interaksi percakapan berbasis kecerdasan buatan secara real-time. Selain itu, Woebot memiliki tingkat penerimaan yang baik karena mudah diakses, fleksibel, dan mampu memberikan dukungan psikologis awal secara anonim. Namun demikian, beberapa keterbatasan masih ditemukan, seperti kurangnya empati emosional dibandingkan interaksi manusia, isu privasi dan keamanan data, serta perlunya adaptasi budaya pada berbagai kelompok pengguna. Berdasarkan hasil literature review, Woebot dapat menjadi intervensi digital pendamping yang potensial dalam mendukung pengelolaan kecemasan serta upaya promotif dan preventif kesehatan mental. Namun, penggunaannya tetap perlu dikombinasikan dengan layanan kesehatan mental profesional, terutama pada individu dengan tingkat kecemasan yang lebih kompleks.