cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 132 Documents
Optimasi Dan Karakterisasi Sediaan Serbuk Minuman Instan Infusa Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Antidiare Secara In Vitro Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Rahul, Michael; Himaniarwati; Nur Hatidjah Awaliyah H
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.142

Abstract

Optimasi ialah metode untuk mendapatkan kombinasi bahan pada suatu sediaan. Karakterisasi dilakukan untuk menilai karakteristik fisik suatu sediaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana formula sediaan serbuk minuman instan infusa daun jambu biji (Psidium guajava L.) yang optimal dan mengetahui karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium, sampel di infudasi menggunakan pelarut air dan diperoleh infusa daun jambu biji konsentrasi 30%. Infusa kemudian di uji pendahuluan antibakteri lalu diformulasikan dalam bentuk sediaan serbuk minuman instan dengan konsentrasi infusa 30% yang tiap formulanya dibedakan dengan konsentrasi gula kristal. Selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik fisik sediaan untuk mendapatkan formula yang optimal. Kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasediaan serbuk minuman instan infusa daun jambu biji yang optimal formula III dimana formula ini memenuhi semua syarat evaluasi karakteristik fisik sediaan serbuk minuman instan. Ketiga formula ini memiliki aktivitas antibakteri namun hanya pada bakteri Staphylococcus aureus.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Maja ( Aegle marmelos L.) Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans dan Escherichia Coli Pardede, Devi Triani; Juliansyah, Risky; Fauziah, Rismayanti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.148

Abstract

Daun maja (Aegle marmelos L.) merupakan salah satu tanaman obat yang termasuk famili Rutaceae yang ditemukan tumbuh liar di hutan kering dan dapat ditemukan diseluruh hutan Himalaya, penilitian ini bertujuan Untuk mengetahui efektivitas ekstrak metanol daun maja terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Escherichia coli pada konsentrasi 25 %, 30 %, dan 35 %. Seiring dengan meningkatnya kejadian resistensi bakteri terhadap antibiotik, permasalahan mengenai penyakit infeksi bakteri mendorong para peneliti melakukan penelitian mengenai tanaman herbal sebagai alternatif untuk terapi sebagai pengganti antibiotik. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi daun maja menggunakan metanol dengan metode maserasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, metode yang di gunakan yaitu metode difusi agar menggunakan paper disk (kertas cakram) dengan perlakuan variasi konsentrasi ekstrak daun maja (Aegle marmelos L.) yakni konsentrasi 25%, 30%, dan 35% dengan pembanding kontrol positif Amoxicilin dan kontrol negatif DMSO. Analisis data mengunakan metode One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan rendemen ekstrak metanol daun maja sebesar 2,72%. Hasil penelitian aktivitas antibakteri Ekstrak daun maja (Aegle marmelos L.) yaitu terdapat zona hambat terhadap Streptococcus mutans dan Escherichia coli, pada kosentrasi 35% memiliki diameter zona hambat paling efektif yang mendekati nilai zona hambat kontrol positif, dimana menunjukkan daya hambat yang paling efektif yaitu konsentrasi 35% pada bakteri Streptococcus mutans dengan diameter zona hambatnya sebesar 10,8 mm dan Escherichia coli dengan diameter zona hambatnya sebesar 15,3 mm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun maja (Aegle marmelos L.) memiliki aktifitas antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli.
Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N- Heksan, Etil Asetat dan Air Daun Rambutan Aceh (Nephelium Lappaceum L.) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Wisnianti, Dwi; Nasir, Nurherlina; Fitriah, Wa Ode Ida
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.158

Abstract

ABSTRAK Infeksi merupakan suatu keadaan masuknya mikroorganisme kedalam tubuh, berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Penyebab penyakit kulit adalah Candida albicans. Daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kandungan senyawa dan mengetahui aktivitas antijamur dengan konsentrasi terbaik dari fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian analitik laboratorium. Sampel daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan fraksinasi dengan metode partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Dilakukan pengujian antijamur dengan menggunakan metode sumuran dan analisis data mengunakan metode One-Way ANOVA.Berdasarkan hasil perhitungan dari ekstraksi didapatkan hasil rendemen sebesar 20,3%, sedangkan fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun rambutan aceh sebesar 14,75%, 18,5% dan 19%. Pada pengujian skrining fitokimia daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa metabolit yaitu flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid dan pada fraksi air daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa yaitu flavonoid, saponin, tanin dan steroid. pada pengujian aktivitas antijamur pada kosentrasi 5% b/v, 10% b/v, dan 15% b/v terhadap pertumbuhan Candida albicans berturut-turut yaitu 15 mm (kuat), 17 mm (kuat), dan 13 mm (kuat) dengan kosentrasi optimal fraksi etil asetat dengan diameter zona hambat sebesar 17 mm (kuat) pada kosentrasi 15%.Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat membuat sediaan formulasi menggunakan fraksi dari daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) yang terbukti dapat menghambat pertumbuhan candida albicans.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Air, Etil Asetat dan n-Heksan Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) dengan Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Amaliah, Riski; Pusmarani, Jastria; Nasir, Nurherlina
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.172

Abstract

ABSTRAK Tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) yang dipercaya masyarakatampu untuk pengobatan tradisional dengan berbagai macam penyakit. Salah satu manfaat dari tanaman ini yaitu sebagai astringen, mengobati sakit perut, lepra, penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia pada fraksi air, etil asetat dan n-heksan dan membandingkan perbedaan aktivitas antioksidan antara fraksi air, etil asetat dan n-heksan pada kulit batang kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl). Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian analitik. Metode yang digunakan ialah metode ekstraksi, fraksinasi dan skrining fitokimia. Hasil identifikasi senyawa kimia pada fraksi air mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tannin. Pada fraksi etil asetat mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan fraksi n-heksan mengandung senyawa saponin, flavonoid dan alkaloid. Hasil perbandingan pengujian antioksidan fraksi air diperoleh hasil IC50 86,86 µg/ml, fraksi etil asetat IC50 sebesar 58,41 µg/ml, fraksi n-heksan diperoleh IC50 143,7 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai IC50 pada fraksi etil asetat memiliki antivitas antioksidan kategori sangat kuat dengan nilai IC50 58,41 µg/ml. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengujian aktivitas antioksidan menggunakan pelarut dan metode lain tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl).
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Terhadap Mencit (Mus musculus) Sri Wahyuni Hamid; Nikeherpianti Lolok; Juliana Baco
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.195

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut dari ekstrak etanol daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) pada mencit (Mus musculus) dan untuk mengetahui dosis dari sedian uji yang menimbulkan gejala toksik. Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi dengan cara sampel diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian toksisitas akut ini dibagi menjadi 5 kelompok uji yang terdiri dari kelompok control (Na.CMC) dan kelompok dosis (5,50,300, dan 2000 mg/kgBB). Metode analisis data yang digunakan yakni uji normalitas dan uji ANOVA. Hasil pengujian ekstrak etanol daun sagu pada dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB tidak memberikan efek toksik terhadap pengaruh berat badan dan berat relatif organ jantung, hati, usus, ginjal, dan lambung terhadap mencit dengan nilai p value > 0,05. Hewan uji memperlihatkan gejala-gejala toksik pada ekstrak etanol daun sagu dosis 50, 300 dan 2000 mg/kgBB, seperti gromming. Pada dosis yang digunakan, ekstrak etanol daun sagu tidak menimbulkan kematian pada mencit sehingga nilai LD50 tidak dapat dihitung. Perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat kerusakan atau perbaikan pada suatu fungsi organ dengan parameter lainnya seperti histopatologi organ biokimia darah dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yakni uji toksisitas secara sub kronis, kronis dan uji toksisitas khusus dari ekstrak etanol daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.)
Evaluasi Dead Stock Obat Di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara ramadhan, Syahrul; Wa Ode Yuliastri; Mulyadi Prasetyo
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.296

Abstract

ABSTRAK Obat Dead Stock merupakan obat yang selama 3 bulan berturut-turut tidak keluar dari persediaanya. Berdasarkan hasil observasi awal di peroleh data dari instalasi farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara yang menunjukkan terdapat 51 item obat dengan jumlah total 8.909 pcs yang mengalami Dead stock pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat Dead Stock di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara melalui pemilihan, perencanaan, penyimpanan, dan pola peresepan obat. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analisis, yang dianalisis secara kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 item obat dead stock pada tahun 2023 dengan sampel 8.909 pcs obat. Penelitian ini dilaksanakan di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilihan obat di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara belum memenuhi syarat dengan persentase 97,7% berada dibawah standar yang telah ditetapkan 100%. Perencanaan obat di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara belum memenuhi syarat, dengan persentase batas penyimpangan perencanaan 33,7% melebihi standar batas penyimpangan perencanaan yang ditetapkan 20-30%. Penyimpanan obat di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara sudah memenuhi syarat. Pola peresepan obat di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara sudah memenuhi syarat dengan persentase 94,9%. Diharapkan bagi instalasi farmasi RSUD Kabupaten Buton Utara melakukan koordinasi rutin dengan KFT terkait permintaan obat dari dokter diluar formularium rumah sakit serta mengkaji kembali tentang metode perencanaan obat yang digunakan agar penyimpangan perencanaan obat tidak melewati batas yang telah ditetapkan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Dewi Yani, Rica; Silviana Hasanuddin; La Ode Saafi; Firhani Anggriani Syafrie; Fitriani W. Alani; Putri Mega Wijayanti; Tenri Zulfa Ayu Dwi Putri
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.310

Abstract

ABSTRAK Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan global terutama dinegara berkembang karena dapat menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dalam kurun waktu singkat. Salah satu penyebab penyakit infeksi pada manusia adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tanaman enau (Arenga pinnata Merr.) diketahui memiliki potensi aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara optimum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium yang menggunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dilakukan skrining fitokimia kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) dengan metode difusi cakram (paper disk). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik one way ANOVA. Hasil pengujian skrining fitokimia ektrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) mengandung senyawa flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin, dan fenol. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 20% (16,5 mm) kategori kuat, konsentrasi 30% (16,7 mm) kategori kuat, dan konsentrasi 40% (19,1 mm) kategori kuat, serta terhadap bakteri  Escherichia coli konsentrasi 20% (9,3 mm) kategori sedang, konsentrasi 30% (10,4 mm) kategori sedang, dan konsentrasi 40% (12,1 mm) kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai akar enau (Arenga pinnata Merr) dengan menggunakan metode ekstraksi yang berbeda dan dapat dilanjutkan ketahap fraksinasi atau kedalam bentuk formulasi sediaan dari bahan alam khususnya akar enau (Arenga pinnata Merr).
Uji Aktivitas Antihiperkolesterolemia dari Fraksi Air, Etil Asetat dan N-Heksan dari Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca Var. Sapientum) Pada Mencit (Mus Musculus) yang di Induksi Propiltiourasil Machfud Amin, Andi Saiful; Pusmarani, Jastria; Fauziah, Rismayanti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.146

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan tingginya kadar total kolesterol dalam darah ≥200 mg/dl.  Kulit  pisang  raja  (Musa  paradisiaca  var.  Sapientum)  adalah  tanaman  yang berkhasiat,  mengandung  senyawa  golongan  alkaloid,  flavonoid,  tanin,  saponin  dan triterpenoid    yang    bermanfaat    sebagai antihiperkolesterolemia.   Tujuan   dari  penelitian   ini   untuk   mengetahui   uji   aktivitas antihiperkolesterolemia dari fraksi air, etil asetat, dan n-heksan kulit pisang raja (Musa paradisiaca var. sapientum) pada mencit (Mus musculus) yang di induksi propiltiourasil.  Sampel  diekstraksi dengan  metode  maserasi  menggunakan  pelarut  metanol    dan diperoleh 78 g ekstrak kental kemudian dilakukan fraksinasi  dengan metode partisi cair-cair dan diperoleh fraksi air 18 g, etil asetat 13 g, dan n-heksan 14 g. Pengujian aktivitas antihiperkolesterolemia dengan hewan uji dibagi 5 kelompok kontrol negatif (NaCMC) kontrol positif (Simvastatin 100 mg), kelompok fraksi etil asetat kulit pisang raja dosis 200 mg, kelompok fraksi n-heksan kulit pisang raja dosis 400 mg, dan kelompok fraksi air kulit pisang raja 600 mg. Berdasarkan uji efek antihiperkolestrol yang  efektif  adalah  fraksi  n-heksan  dosis  400mg/kgbb  dibandingkan  dengan fraksi lainnya karena persen penurunanya lebih tinggi.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpuslongan L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis Chezar R, Muh; Hasanuddin, Silviana; Dewi, Citra
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.147

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu keadaan masuknya mikroorganisme kedalam tubuh, berkembang biak dan menimbulkan penyakit.Penyebab infeksi kulit adalah bakteri Propionibacterium acnesdan Staphylococcus epidermidis. Daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.) adalah tanaman yang berkhasiat, mengandung senyawa golongan alkaloid, falavonoid, tanin, saponin dan steroid yang bermanfaat sebagai antiradang, antioksidan, antifungi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol daun kelengkeng dalam penghambatan bakteri Propionibacterium acnedan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan ekstrak daun kelengkeng yang dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% dengan metode difusi cakram (Paper disk). Ekstrak etanol daun kelengkeng memiliki aktivitas pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% terhadap bakteri Propionibacterium acne berturut-turut yaitu 11,9 mm (kuat), 13,3 mm (kuat) dan 14 mm (kuat), serta konsentrasi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut 10,2 mm (sedang), 11 mm (kuat) dan 12,3 mm (kuat). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun kelengkeng memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi optimum ekstrak etanol daun kelengkeng pada konsentrasi 50% yang dikategorikan kuat dengan hasil analisis menunjukkan nilai signifikan terhadap kontrol negatif p < 0,05.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Mouthwash Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu L) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Ainan, Tri; Yuliastri, Wa Ode; Isrul, Muhammad
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.197

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri adalah biji pinang (Areca catechu L.). Biji pinang mengandung berbagai metabolit sekunder seperti terpenoid, steroid, alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak biji pinang memiliki aktivitas antibakteri disebabkan adanya senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan mouthwash dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Sampel diekstrasi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sampel ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L) dibagi menjadi 3 konsentrasi yaitu 10%, 15% dan 20%. Selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/terpenoid. Kemudian dibuat sediaan Mouthwash setelah itu dilakukan evaluasi fisik sediaan yaitu meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, kemudian uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode paperdisc dan dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian ini diperoleh ekstrak kental sebanyak 311 gram. Uji skrining fitokimia yang menunjukkan hasil positif yaitu flavonoid, steroid dan tanin. Hasil pengujian evaluasi fisik Mouthwash meliputi uji organoleptik, pH, dan viskositas. Pengujian tersebut yang dilakukan selama 3 minggu menghasilkan hasil yang sesuai tanpa adanya perubahan dari minggu pertama sampai minggu ke tiga, menunjukkan bahwa Mouthwash ekstrak etanol biji pinang memenuhi syarat evaluasi fisik. Sediaan Mouthwash ekstrak etanol biji pinang dilakukan pengujian antibakteri dengan luas zona hambat rata-rata pada konsentrasi 10% sebesar 9,7 mm, 15% sebesar 10,1 mm 20% sebesar 10,7 mm serta kontrol positif sebesar 11,1 mm termasuk kategori kuat. Sedangkan kontrol negatif tidak memberikan zona hambat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mouthwash ekstrak etanol biji pinang memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

Page 10 of 14 | Total Record : 132