cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Enhancing MSME Financial Performance Through Strategic Capabilities: The Mediating Role of Managerial Decision-Making Yayu Rakkang; Andi Nur Achsanuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1165

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are vital to economic growth but often face challenges in financial sustainability and decision-making effectiveness. This study aims to examine how financial literacy, accounting technology utilization, and entrepreneurial orientation influence MSME financial performance, with managerial decision-making as a mediating variable. Using a quantitative research design, data were collected from 222 MSMEs in Makassar City through structured questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling with SmartPLS. The results reveal that accounting technology utilization and entrepreneurial orientation have significant direct effects on financial performance. Financial literacy, while not directly associated with financial outcomes, significantly influences performance through managerial decision-making. This mediating role highlights that the strategic application of financial knowledge is more impactful than financial literacy alone. Conversely, technology and entrepreneurial behavior tend to bypass structured decision-making processes, indicating a need for better integration of these capabilities into managerial frameworks. These findings contribute to existing knowledge by integrating cognitive, technological, and behavioral factors into a unified performance model. The study emphasizes that empowering decision-making capacities enhances the value of internal resources. Policymakers and business advisors are encouraged to adopt holistic development strategies that combine literacy, digital tools, and strategic judgment to strengthen MSME competitiveness.
Kebijakan Penyediaan Air Minum Aman dan Layak 100 % di Kota Medan untuk Mewujudkan Medan untuk Semua Masri Julfikri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1166

Abstract

Penyediaan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan merupakan tantangan besar bagi kota-kota berkembang di Indonesia, termasuk Kota Medan. Meskipun target nasional sebesar 100% layanan air minum pada tahun 2030 telah dicanangkan, berbagai kendala struktural dan teknis masih menghambat pencapaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya air baku alternatif, menganalisis tantangan tata kelola dan kebijakan, serta merumuskan strategi penguatan ketahanan penyediaan air di Kota Medan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah kebijakan, studi dokumen, wawancara pemangku kepentingan, dan skoring multi-kriteria berbasis efektivitas, efisiensi, dan dampak jangka panjang. Temuan utama menunjukkan bahwa Kota Medan masih sangat bergantung pada sumber air baku konvensional seperti Sungai Deli dan Belawan yang mengalami degradasi kualitas dan kuantitas. Potensi air alternatif seperti Sungai Bingei, air hujan, dan air limbah terolah belum dimanfaatkan secara optimal. Sementara itu, ketergantungan kelembagaan terhadap PDAM Tirtanadi sebagai BUMD provinsi menimbulkan kesenjangan koordinasi dan perencanaan di tingkat kota. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembentukan mekanisme koordinasi lintas daerah untuk pengelolaan sumber air bersama merupakan pilihan kebijakan paling prioritas, diikuti oleh investasi teknologi air alternatif dan program efisiensi air di sektor konsumsi. Konsep-konsep seperti Integrated Urban Water Management (IUWM), Water Sensitive Urban Design (WSUD), dan prinsip Good Water Governance menjadi dasar strategis dalam perumusan rekomendasi. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum lintas wilayah, peraturan wali kota tentang rencana induk sumber air alternatif, serta skema pembiayaan inovatif melalui KPBU dan dana iklim. Hasil kajian ini diharapkan menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan tata kelola air yang lebih integratif, adaptif, dan berkelanjutan di Kota Medan.
Sistem Pakar Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining dalam Menganalisa Kerusakan Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) Muhammad Al Ashari; Satrio Bhagas Yudhanto; Ade Wisandra; Siti Handam Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pakar berbasis web guna mendiagnosis kerusakan kamera DSLR menggunakan metode forward chaining. Sistem ini dikembangkan untuk membantu pengguna mengenali jenis kerusakan berdasarkan gejala-gejala yang muncul tanpa perlu membawa kamera ke pusat servis. Pengetahuan dalam sistem diperoleh dari wawancara teknisi, observasi, dan kajian pustaka. Sistem terdiri dari basis pengetahuan, basis data, inference engine, antarmuka pengguna, dan fasilitas penjelasan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan diagnosis kerusakan secara akurat sesuai gejala yang diinput pengguna. Sistem ini memberikan solusi alternatif yang cepat dan efisien dalam membantu pengguna menangani masalah kerusakan kamera DSLR. Kesimpulannya, metode forward chaining efektif diterapkan dalam sistem pakar untuk mendiagnosis kerusakan kamera DSLR.
Kebijakan Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (Pkl) Di Kota Medan: Menuju Ruang Kota Yang Inklusif Dan Berdaya Deny Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1169

Abstract

Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan komponen vital dalam perekonomian lokal Kota Medan dengan jumlah mencapai 18.900 PKL yang tersebar di 21 kecamatan. Keberadaan PKL memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja informal. Namun, ketidakteraturan dalam penataan lokasi berjualan dan minimnya regulasi yang berpihak sering menimbulkan konflik sosial dan tata ruang. Peraturan Daerah Kota Medan no. 5 Tahun 2022 tentang zonasi Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan kebijakan zonasi bagi PKL di Kota Medan sebagai upaya pengaturan lokasi usaha PKL melalui pembagian zona merah, kuning, dan hijau serta mekanisme pengawasan terpadu (Bappeda, 2021). Namun dalam penerapannya peraturan ini belum terimplementasi dengan optimal sehingga masih banyak PKL beroperasi tanpa izin resmi, yang berdampak pada ketidakteraturannya kota dan potensi gesekan dengan aparat.. Minimnya regulasi yang adil dan berpihak kepada PKL dalam penataan dan perlindungan menyebabkan banyak PKL beroperasi di ruang publik tanpa izin resmi. Dukungan kebijakan terhadap PKL melalui rencana aksi diharapkan dapat diupayakan untuk memberikan ruang legal bagi PKL untuk berusaha tanpa mengorbankan ketertiban kota. Makalah ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan pada penataan PKL meliputi penyusunan regulasi teknis, pembentukan kelembagaan pengelola, sosialisasi dan partisipasi publik, serta mekanisme pengawasan berbasis teknologi. Diharapkan kebijakan ini dapat menciptakan keteraturan tata ruang yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan PKL secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Medan.
Analyzing Random Blood Glucose Levels Across Age And Gender In Diabetes Mellitus Patients Azry Maulina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola distribusi kadar glukosa darah acak serta korelasinya dengan variabel demografis, khususnya usia dan jenis kelamin, pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Seubadeh, Kabupaten Aceh Selatan, Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif-analitik dan retrospektif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari 106 individu yang didiagnosis menderita diabetes melitus antara bulan Agustus hingga Desember tahun 2024. Nilai glukosa darah acak dikategorikan menjadi terkendali (<200 mg/dL) dan tidak terkendali (≥200 mg/dL). Berdasarkan data, sebanyak 86,79% pasien memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkendali, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (66,03%) dan berada dalam rentang usia 40–59 tahun (72,64%). Meskipun jumlah pasien laki-laki lebih sedikit secara keseluruhan, mereka justru memiliki proporsi yang lebih besar dalam kategori kadar glukosa darah yang terkendali, yang merupakan temuan menarik. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin dalam pengelolaan kadar glukosa darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok demografis yang paling terdampak adalah perempuan dan individu usia produktif, sehingga menekankan perlunya intervensi yang peka terhadap usia dan gender. Pentingnya strategi pengelolaan diabetes yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer turut disoroti, mengingat pengaruh faktor-faktor seperti perbedaan hormonal, tingkat stres, aktivitas fisik, dan pola gaya hidup terhadap pengendalian kadar glukosa darah.
Peningkatan Keterampilan Melalui Galeri Batik Syamsinar Dalam Upaya Penguatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Ngrendeng Catur Wulandari; Rachma Ayu Wanodya; Viona Caristanica; Ibravita Dwi Annisa; Riska Amellia Putri; Bintis Ti’anatud Diniati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1172

Abstract

The public welfare is a measure of success in terms of their ability to meet their basic needs. The Syamsinar Batik Gallery located in Gondang is an art and culture center that promotes the beauty of traditional Indonesian batik. Batik making workshops can not only improve the welfare of the community but also preserve batik which is a cultural heritage that has been recognized by UNESCO. The purpose of this study is to find out the contribution of the Syamsinar Batik Gallery as an effort to improve the welfare of the community in Ngrendeng Village, Gondang District, Tulungagung Regency. This study activity uses a descriptive method with a qualitative approach through data collection techniques with interviews and observation of sources as primary data and internet sources as secondary data. The results of the study found that the Syamsinar Batik Gallery contributes to improving community welfare by opening up job opportunities and developing skills for the future.
Eksplorasi Identitas Budaya Mahasiswa Dalam Interaksi Lintas Budaya Di Perguruan Tinggi Iin Dwi Aristy Putri; Suriani Tahir; Fatimah Aziz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1173

Abstract

Budaya merupakan konstruksi sosial yang dinamis dan terbentuk melalui proses komunikasi dan pengalaman individu dengan kelompok sosial di sekitarnya. Mahasiswa sebagai agen sosial tidak hanya membawa identitas budayanya ke dalam kampus, tetapi juga membentuk dan menegosiasikannya melalui interaksi dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekspolasi identitas budaya mahasiswa dalam interaksi lintas budaya di perguruan tinggi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode narrative literature review. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai perspektif teoritis dan temuan empiris mengenai identitas budaya dan interaksi lintas budaya mahasiswa. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur akademik, dapat disimpulkan bahwa identitas budaya mahasiswa merupakan konstruksi yang dinamis dan terbentuk melalui proses interaksi sosial, pengalaman hidup, serta paparan terhadap lingkungan multikultural di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya mempertahankan nilai-nilai budaya asal, tetapi juga melakukan negosiasi identitas saat berinteraksi dengan mahasiswa dari latar belakang budaya lain.
Undifferentiated Pleomorphic Sarcoma Of The Face: A Rare And Challenging Dermatologic Presentation Zulfan Zulfan; Eva Krishna Sutedja; Endang Sutedja; Kartika Ruchiatan; Yuri Yogya; Yogi Faldian; Reiva Farah Dwiyana; Retno Hesty Maharani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1174

Abstract

Undifferentiated pleomorphic sarcoma (UPS) is a rare and aggressive soft tissue malignancy, accounting for less than 1% of all soft tissue sarcomas. It is characterized by a high risk of metastasis and local recurrence, with diagnosis dependent on histopathological and immunohistochemical findings. This case report presents a rare instance of UPS and highlights the diagnostic complexity associated with its atypical presentation. A 48-year-old woman presented with pruritic, erythematous lesions on the forehead and a longstanding, hyperpigmented lesion on the left cheek. The forehead and ear lesions were unresponsive to topical treatments. Physical examination revealed multiple hyperpigmented macules and nodules with sanguine crusts. Histopathological examination showed a connective tissue stroma infiltrated by polymorphic cells, including lymphocytes, histiocytes, and plasma cells. Immunohistochemical analysis revealed focal positivity for CD31, CD34, CD68, and Ki-67, with negativity for CK, CD45, CD117, and Chromogranin. These findings were consistent with UPS. Radiologic imaging suggested pulmonary metastasis, and a secondary bacterial infection was identified. The patient was started on mupirocin for the secondary infection. Due to suspected pulmonary metastasis, surgical excision and radiotherapy were not pursued, and she began doxorubicin-based chemotherapy. Unfortunately, the patient passed away during the second cycle of chemotherapy. UPS is a rare and aggressive sarcoma that presents diagnostic challenges. Despite treatment, the prognosis remains poor due to its metastatic potential and limited response to conventional therapies. Keyword: undifferentiated pleomorphic sarcoma, diagnostic challenges, immunohistochemistry
Digitalisasi Pelayanan Publik : Solusi Atau Masalah Baru ? Rian Ismi Wardana; Nora Eka Putri; Genius Umar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1175

Abstract

Digitalisasi pelayanan publik telah menjadi agenda penting dalam reformasi birokrasi di Indonesia. Transformasi ini dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan kepada masyarakat. Namun, di balik berbagai kemajuan yang dicapai, muncul pula sejumlah tantangan yang berpotensi menciptakan masalah baru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis dinamika digitalisasi pelayanan publik melalui pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi mampu mempercepat proses administrasi dan memperluas jangkauan layanan, implementasinya masih dihadapkan pada masalah ketimpangan digital, fragmentasi sistem, resistensi birokrasi, rendahnya literasi digital, serta persoalan keamanan data. Artikel ini menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan transformasi multidimensi yang memerlukan perencanaan yang inklusif, koordinasi lintas sektor, dan keberpihakan pada masyarakat sebagai pengguna akhir. Dengan pendekatan yang holistik dan partisipatif, digitalisasi dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dan adil bagi seluruh warga negara
Implementasi Pendidikan Inklusi Di Anak Sekolah Dasar: Studi Kasus pada Anak Berkebutuhan Khusus Kayla Addina Isyara; Lilis Chalisa; Nurharia Putri; Selvi Aulia Fitri; Dea Mustika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama dan merumuskan solusi strategis dalam penerapan pendidikan inklusi di tingkat sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai publikasi ilmiah dalam satu dekade terakhir. Hasil kajian mengidentifikasi tiga tantangan utama yang saling terkait, yaitu keterbatasan alokasi anggaran pendidikan inklusi, rendahnya kompetensi pedagogis dan psikologis guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK), serta rendahnya tingkat penerimaan dan pemahaman masyarakat terhadap konsep inklusi sebagai pendekatan pendidikan yang setara dan nondiskriminatif. Analisis juga menunjukkan bahwa kebijakan yang ada belum sepenuhnya terintegrasi secara efektif antara aspek regulasi, praktik di lapangan, dan dukungan lintas sektor. Sebagai kontribusi baru, penelitian ini menawarkan sejumlah rekomendasi strategis, yaitu peningkatan alokasi anggaran khusus untuk pendidikan inklusi, pengembangan program pelatihan guru yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan, serta kampanye edukasi publik yang masif dan terarah guna meningkatkan kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap keberadaan ABK di lingkungan sekolah umum. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan inklusif yang lebih komprehensif, terstruktur, dan berkelanjutan, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang ramah, adil, dan adaptif bagi seluruh peserta didik di Indonesia.