cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Evaluasi Kapasitas dan Level of Service (LOS) pada Kawasan Pendidikan dan Komersial di Purwokerto Muhammad Edwin Rachmanudin; Nabillah Febi Saputri; Bayu Septiaji Wicaksana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ruas Jalan Letjend Pol. Soemarto di Purwokerto sebagai kawasan pendidikan dan komersial melalui evaluasi kapasitas jalan dan tingkat pelayanan (Level of Service/LOS). Survei dilakukan pada dua sesi waktu, yaitu pagi (10.20–11.20 WIB) dan sore (16.00–17.00 WIB), dengan menggunakan metode classified count dan analisis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas rata-rata adalah 1.270 smp/jam dengan dominasi sepeda motor (58,5% dalam smp). Kapasitas efektif jalan sebesar 2.288 smp/jam diperoleh setelah mempertimbangkan faktor penyesuaian lebar jalur, hambatan samping, pemisahan arah, dan ukuran kota. Nilai Derajat Kejenuhan (Dj) sebesar 0,56 mengindikasikan kondisi jalan berada pada Level of Service (LOS) A, yaitu arus bebas dengan kecepatan tinggi dan tundaan minimal. Hambatan samping termasuk dalam kategori rendah dengan nilai total antara 110,2–156,3. Hasil ini menunjukkan bahwa ruas jalan masih memiliki cadangan kapasitas sekitar 44% dan berkinerja sangat baik, meskipun berlokasi di kawasan yang secara persepsi dianggap ramai. Studi ini merekomendasikan pemantauan berkala dan pengelolaan hambatan samping untuk mempertahankan kinerja optimal ruas jalan.
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PJOK Materi Bulutangkis Siswa Kelas X2 SMA Negeri 1 Tabanan Komang Adhi Pramana Putra; Ketut Semarayasa; Ni Luh Putu Spyanawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student learning outcomes in badminton material, especially in forehand and backhand service techniques are still not optimal. Therefore, an innovative learning model is needed to improve student learning outcomes. This study aims to improve the learning outcomes of Physical Education (PJOK) in badminton material on basic backhand and forehand service techniques for class X2 of SMA Negeri 1 Tabanan by implementing the project based learning (PjBL) learning model. The type of research used is Classroom Action Research. The subjects of this study were students of class X2 of SMA Negeri 1 Tabanan consisting of 18 boys and 22 girls. Data collection techniques in this study were carried out using test instruments and performance tests. Based on the analysis of cycle I data, the results of 1 student (2.5%) were in the very poor category, 25 students (62.5%) were poor, 27 students (35%) were sufficient and 3 students (7.5%) were good. After the improvement of cycle II, the learning outcomes increased by 7 students (17.5%) very good, 31 students (77.5%) good, 1 student (2.5%) sufficient and 1 student (2.5%) less. Classical completeness in cycle II increased by 95%. The conclusion of this study is that the implementation of the project based learning (PjBL) learning model has proven effective in improving the learning outcomes of Physical Education (PJOK) in badminton material for class X2 students of SMA Negeri 1 Tabanan, so that this model can be used as an alternative in the PJOK learning process to improve students' understanding and skills optimally. This study is expected to be a reference material for implementing the PjBL model in the learning process, especially in the PJOK subject on the badminton game material. It is recommended that PJOK teachers can apply the PjBL learning model because it has been proven to have a significant effect on student learning outcomes.  
The Effect of Corporate Risk Governance on the Intention of New Employee to Engage in Risk-informed Behavior (A Case Study of An Indonesian Heavy Equipment Company) Luh Devany
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8087

Abstract

To support internal control and promote risk aware behavior, Audit and Risk Management practices are essential to understand especially in high risk industries. As part of Corporate risk governance, these practices can be introduced through orientation programs for new employees. However, evidence on their behavioral impact remains limited in the Indonesian heavy equipment context. This study illustrates the effect of Audit and Risk Management Orientation (ARO) as part of Corporate Risk Governance on new employees’ behavioral intention using the Theory of Planned Behavior (TPB). Data were collected from 50 new employees (≤ 12 months tenure) through a questionnaire and analyzed using PLS-SEM. The results show that ARO signifiantly influences attitudes toward risk-aware behavior but does not affect subjective norms or perceived behavioral control. Instead, perceived behavioral control comes as the strongest predictor of intention. Mediation analysis indicates that TPB variables do not mediate the relationship between ARO and behavioral intention. These findings highlight the need to complement orientation with practical experience and ongoing support.
PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP PENINGKATAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Naila Fathiya Isnanto; Sutarto Sutarto; Anisa Nuraisa Jausal; Dian Isti Angraini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8088

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg) menjadi krisis kesehatan global dengan 1,13 miliar kasus, sementara di Indonesia prevalensinya 29,2-30,8%. Tren konsumsi kopi meningkat di tengah perdebatan perannya sebagai faktor risiko hipertensi melalui vasokonstriksi akibat kafein. Tujuan: Tinjauan ini menganalisis pengaruh konsumsi kopi terhadap risiko hipertensi. Metode: Tinjauan pustaka kualitatif dari Google Scholar dan PubMed (2020-2025) dengan kata kunci "hipertensi," "tekanan darah," "konsumsi kopi." Populasi seluruh studi relevan nasional/internasional; sampel 10 artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen tabel analisis literatur; analisis deskriptif-komparatif dengan model Emzir. Hasil: Enam studi tunjukkan hubungan signifikan positif (p<0,05), terutama ≥3 cangkir/hari pada lansia (kenaikan SBP/DBP 5-15 mmHg); empat studi tidak temukan hubungan akibat toleransi kafein. Kesimpulan: Konsumsi kopi sedang-tinggi tingkatkan risiko hipertensi pada kelompok rentan, meski bervariasi berdasarkan dosis dan demografi.
Efektivitas Gugatan Perdata sebagai Instrumen Perlindungan Konsumen dalam Sengketa Bisnis Digital Anisa Aprilia Santosa; Ani Purwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8092

Abstract

Perkembangan bisnis digital yang pesat telah mengubah pola hubungan antara pelaku usaha dan konsumen, terutama melalui transaksi elektronik yang cenderung menempatkan konsumen pada posisi yang lemah secara struktural. Meskipun gugatan perdata tersedia sebagai instrumen perlindungan hukum, efektivitasnya dalam menyelesaikan sengketa konsumen bisnis digital masih menjadi persoalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas gugatan perdata sebagai instrumen perlindungan konsumen dalam sengketa bisnis digital serta mengidentifikasi hambatan yuridis dan praktis dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh telaah terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan doktrin hukum terkait perlindungan konsumen dan transaksi elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugatan perdata secara normatif tetap relevan dan dapat digunakan sebagai sarana penyelesaian sengketa konsumen digital, namun efektivitasnya masih terbatas akibat ketimpangan posisi para pihak, dominasi kontrak baku elektronik, kesulitan pembuktian berbasis data digital, serta prosedur peradilan yang kurang efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gugatan perdata memerlukan penyesuaian konseptual, prosedural, dan regulatif agar mampu memberikan perlindungan konsumen yang adil dan efektif dalam lingkungan bisnis digital.
Studi Literatur: Perkembangan Psikologis dan Sosial Anak Melalui Pola Asuh Otoritatif dalam Kekuasaan Orang Tua Komang Ayu Tri Aryani; Komang Febrinayanti Dantes; Ni Ketut Sari Adnyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8093

Abstract

Pola asuh otoritatif sering dianggap sebagai pendekatan pengasuhan yang paling seimbang karena berhasil menggabungkan disiplin yang tegas dengan kehangatan dan kedekatan emosional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara gaya pengasuhan otoritatif dan perkembangan psikososial anak, sekaligus mengeksplorasi peran kesehatan mental orang tua dalam membentuk keterampilan sosial anak. Kajian ini dilakukan melalui metode studi pustaka eksploratif yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah nasional dan internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif berkontribusi besar dalam pembentukan identitas diri, rasa percaya diri, dan kemampuan sosial anak melalui pendekatan yang mendukung, terbuka terhadap dialog, dan penuh empati. Pola ini terbukti efektif dalam menurunkan risiko depresi pada remaja, meningkatkan semangat belajar, dan memperkuat keterampilan sosial seperti empati dan kerja sama. Di sisi lain, kondisi kesehatan mental orang tua memegang peran sentral dalam kualitas pengasuhan. Ketika orang tua mengalami stres berkepanjangan, kecemasan tinggi, atau depresi, dampaknya bisa menghambat perkembangan sosial-emosional anak sebagaimana dibuktikan oleh berbagai studi baik lintas waktu maupun lintas wilayah. Meski demikian, sejumlah faktor pelindung seperti keberadaan dukungan sosial, tingkat pendidikan orang tua, serta daya tahan psikologis (resiliensi) terbukti mampu mengurangi dampak negatif tersebut. Dengan demikian, pengasuhan otoritatif yang dilandasi oleh stabilitas mental orang tua menjadi elemen kunci dalam membentuk hubungan yang sehat antara orang tua dan anak, serta mendukung pertumbuhan sosial dan emosional anak secara menyeluruh, terutama dalam masyarakat dengan nilai-nilai kolektivistik seperti Indonesia.
KEKERASAN SIMBOLIK DALAM NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER : ANALISIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU Husnul Hamidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi kekerasan simbolik terhadap perempuan dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer melalui teori kekerasan simbolik Pierre Bourdieu dengan pendekatan analisis wacana kritis. Novel yang pertama kali diterbitkan tahun 1954 ini menyajikan potret kompleks dominasi patriarkal melalui mekanisme kekerasan simbolik yang dialami protagonis Midah sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis teks untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan simbolik, mekanisme operasionalnya, dan dampaknya terhadap konstruksi identitas perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam novel ini beroperasi melalui tiga mekanisme utama: pertama, dominasi melalui institusi keluarga yang melegitimasi subordinasi perempuan dalam struktur patriarkal; kedua, normalisasi kekerasan melalui praktik religius dan kultural yang mengkonstruksi perempuan sebagai objek; dan ketiga, internalisasi dominasi melalui doxa yang membuat perempuan menerima posisi subordinat mereka sebagai hal yang alamiah. Temuan ini mengungkapkan bahwa Pramoedya Ananta Toer berhasil mengkritik struktur sosial patriarkal melalui penggambaran perjalanan hidup Midah yang menunjukkan resistensi sekaligus terperangkap dalam siklus kekerasan simbolik. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman representasi kekerasan gender dalam sastra Indonesia dan relevansinya dengan kondisi sosial perempuan Indonesia pada era kolonial yang masih bergema hingga kontemporer
Compilation of Islamic Law and Law No. 35 of 2014 on the Protection of Children Victims of Divorce Musram Doso; Vina Adania
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Divorce is a growing social phenomenon that affects not only married couples, but also children, who are the most vulnerable parties. Children who are victims of divorce are prone to psychological, social, and emotional disorders due to changes in family structure, lack of parental attention, and post-divorce conflicts. This study aims to analyze the forms of protection for children affected by divorce from the perspective of the Compilation of Islamic Law (KHI) and Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection, as well as to determine the implementation of such protection in Bandilan Village, Prajekan District, Bondowoso Regency. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and literature studies of relevant laws and regulations and reference sources. The data were analyzed descriptively to describe the factual conditions of the protection of children of divorce in the community. The results showed that parental divorce in Bandilan Village had a significant impact on the psychological condition of children, such as feelings of loss, anxiety, decreased self-confidence, behavioral changes, and a tendency to engage in risky behavior as a form of seeking attention. Although normatively, the KHI and Law Number 35 of 2014 have regulated the obligations of parents and the state in protecting children's rights, their implementation in the field has not been optimal. Lack of parental awareness, post-divorce conflicts, and minimal psychological support are the main factors hindering the effectiveness of child protection. Therefore, cooperation between parents, families, communities, and the government is needed to ensure that children's rights are fulfilled, especially in terms of psychological and emotional protection.
Pelaksanaan Prosedur Code Blue Pertolongan Pertama Gawat Darurat Pada Henti Jantung Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 Magda Siringo Ringo; Indra Hizkia P; Asri Sani Situmorang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8097

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan cepat dan tepat karena dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani. Code blue adalah sistem respons terstandar untuk menangani henti jantung di rumah sakit yang berperan krusial dalam meningkatkan keberhasilan resusitasi dan menurunkan angka mortalitas. American Heart Association mencatat 209.000 kejadian henti jantung di rumah sakit Amerika Serikat setiap tahun, sementara di Indonesia diperkirakan terjadi 300.000-350.000 kasus per tahun dengan tingkat keberhasilan resusitasi yang masih rendah akibat keterlambatan respons dan kurangnya kesiapan tim medis. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan terjadi peningkatan kasus henti jantung dari 99 kasus pada tahun 2023 menjadi 147 kasus pada tahun 2024, namun belum ada evaluasi komprehensif mengenai pelaksanaan prosedur code blue di rumah sakit tersebut. Keterlambatan penanganan dalam golden period 4-6 menit dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kematian mendadak, sehingga implementasi code blue yang efektif sangat krusial untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan prosedur code blue pertolongan pertama gawat darurat pada henti jantung di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2025 guna meningkatkan efektivitas penanganan dan menurunkan angka mortalitas. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pasien henti jantung periode Januari-Juni 2025 dengan sampel 50 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi berisi 21 pernyataan mencakup indikator deteksi dini, waktu respon, kualitas resusitasi, dan dokumentasi dengan kategorisasi tinggi (16-21), cukup (11-15), rendah (6-10), dan buruk (0-5). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan prosedur code blue berada pada kategori tinggi 100% (50 responden), tidak ada kasus kategori cukup, rendah, maupun buruk. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas responden usia >65 tahun (48%), perempuan (56%), pendidikan SMA (60%), dan pekerjaan ibu rumah tangga/petani (28%). Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan prosedur code blue di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan sangat efektif didukung oleh pelatihan berkelanjutan, standardisasi prosedur, ketersediaan fasilitas memadai, dan kompetensi tenaga kesehatan optimal dalam pengenalan dini kegawatdaruratan untuk meningkatkan keberhasilan resusitasi dan keselamatan pasien
Inovasi Model Hybrid: Scaffolding Teknis dalam Project Based Learning (PjBL) untuk Pengenalan Dasar Teknik Gradasi Warna di Kelas IV Sekolah Dasar Wahyuni Harahap; Amin Basri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam pengenalan dasar teknik gradasi siswa kelas empat UPT SD Negeri 04 Sei Balai melalui implementasi inovasi model belajar hybrid yang mengintegrasikan Project Based Learning (PjBL) dengan scaffolding teknis terstruktur. Penelitian didasarkan pada ketidakmampuan siswa untuk memahami proses pencampuran warna dan menghasilkan gradasi yang tepat. Pada kondisi awal, hanya 2 dari 24 siswa yang mampu memahami dasar teknik gradasi dengan baik. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), model Kemmis dan McTaggart, menggunakan dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek studi berjumlah 24 siswa kelas empat sekolah dasar. Teknik Data dikumpulkan melalui observasi., dokumentasi, dan evaluasi hasil proyek seni rupa. Data dievaluasi secara deskriptif menggunakan persentase serta deskriptif kualitatif melalui refleksi setiap siklus. Menurut hasil penelitian, pemahaman siswa telah meningkat terhadap teknik gradasi. Di tahap pra-siklus, tingkat ketuntasan belajar siswa sebesar 8,33%. Setelah penerapan model hybrid PjBL dengan scaffolding teknis pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 58,30%. Peningkatan yang lebih optimal terjadi pada siklus II dengan persentase mencapai 83,30% dan telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dibuat kesimpulan bahwa penerapan model Hybrid Project Based Learning dengan scaffolding teknis mampu meningkatkan pemahaman dasar teknik gradasi siswa kelas IV sekolah dasar. Model ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran seni rupa yang inovatif dan kontekstual.