cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,488 Documents
Hubungan Dukungan Suami dengan Frekuensi Keikutsertaan Ibu pada Kelas Ibu Hamil di PMB Katarina Sunu Sujati Kota Rangkasbitung Nur Siti Yaroh; Amelie Yuliana; Lia Idealistiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2924

Abstract

Selama masa kehamilan sampai dengan persalinan ibu hamil menghadapi berbagai risiko komplikasi kehamilan dan persalinan yang merupakan penyebab utama kematian ibu. Perlunya kesadaran ibu hamilmengenai pentingnya pengetahuan tentang kesehatan dan risiko tinggi ibu selama hamil sebagai upaya yang dilakukan dalam pencegahan permasalahan kehamilan. Salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu terkait masa kehamilan yaitu dengan mengikuti kelas ibu hamil. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan frekuensi keikutsertaan ibu pada kelas ibu hamil di PMB Katarina Sunu Sujati S.Tr. Keb Di Kota Rangkasbitung Kab Lebak-Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan 51 responden. Analisis data menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan suami sebagian besar ada di kategori tinggi sebanyak 39 orang (76,5%), dan ibu yang ikut serta (frekuensi ≥4x) dalam kelas ibu hamil sebagian besar sebanyak 29 orang (56,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,000 yang artinya terdapat hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi keikutsertaan ibu pada kelas ibu hamil di Pmb Katarina Sunu Sujati Kota Rangkasbitung. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan suami dengan frekuensi keikutsertaan ibu pada kelas ibu hamil di Pmb Katarina Sunu Sujati Kota Rangkasbitung. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bagi bidan untuk membuat inovasi baru mengenai metode promosi pelaksanaan kegiatan kelas ibu hamil yaitu ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal care sebanyak tiga kali akan mendapatkan benefit mengikuti kelas ibu hamil secara gratis. Juga diharapkan untuk menyediakan leaflet/poster terkait keterlibatan suami dalam kelas ibu hamil.
Membangun Ekosistem Sekolah Kolaboratif di Daerah Terpencil: Kepemimpinan, Kinerja Guru, dan Akuntabilitas Pendidikan Abdul Karim; Mamberuman Marthen Inggamer; Golden Ringgo SC Ayomi; Alim Mutaqin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, dan praktik akuntabilitas pendidikan berkontribusi terhadap pembangunan ekosistem sekolah kolaboratif di daerah terpencil. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian dilakukan di salah satu sekolah dasar negeri di wilayah terpencil Indonesia. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran sentral dalam membangun budaya kolaboratif melalui gaya kepemimpinan partisipatif dan adaptif. Guru menunjukkan dedikasi tinggi melalui pembelajaran reflektif dan inisiatif kolektif seperti kelompok belajar internal. Di sisi lain, praktik akuntabilitas berbasis komunitas terbangun secara informal namun fungsional melalui forum komite sekolah dan musyawarah warga. Ketiga elemen ini saling memperkuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang resilien dan relevan dengan konteks lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan ekosistem sekolah kolaboratif di daerah terpencil bergantung pada kemampuan aktor lokal dalam memobilisasi sumber daya sosial, membangun kepercayaan, dan mengadaptasi strategi kepemimpinan serta pedagogi secara kontekstual.
Mengembangkan Inovasi Yang Berkesinambungan Dan Memperhatikan Nilai Serta Keunikan Produk Baion (Pandanus Tectorius) Untuk Meningkatkan Daya Saing Umkm Lokal Di Desa Gurgur Aekraja Kecamatan Tampahan Ronal Donra Sihaloho; Ester Siagian; Herta Manurung; Hotlan Purba; Meliarta Saragih; Melati Verginia Hutabarat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2928

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan, tentang bagaimana membuat bahan baku Baion menjadi inovasi yang berkesinambungan dan memperhatikan nilai serta keunikan produk untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh masyarakat di Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba dimana jumlahnya 41 orang Adapun hasil yang didapat dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Gurgur dapat memahami sosialisasi yang diberikan tentang pentingnya melakukan pengembangan inovasi yang berkesinambungan dan memperhatikan nilai serta keunikan produk untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba dapat membuat berbagai jenis produk kerajinan. Dengan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat dapat membuat inovasi-inovasi yang berkelanjutan tentang membuat berbagai jenis kerajinan dengan bahan baku Baion menjadi nilai yang bersaing tinggi.
Revitalisasi Kerajinan Dari Bahan Baku Baion (Pandamus Tectorius) Sebagai Warisan Budaya Lokal Menuju Produk Unggulan Umkm Rosalinda Septiani Sitompul; Talenta Marbun; Nurlinawati Simanjuntak; Niarita Bukit; David Yanto Daniel Mahulae; Rendi Hatorangan Manik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2929

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi pemanfaatan baion (Pandanus tectorius) sebagai warisan budaya lokal yang bernilai ekonomi melalui pelatihan kerajinan kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Gurgur Aek Raja, Kabupaten Toba. Baion merupakan tanaman lokal yang sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan tikar dan kerajinan tradisional. Namun, seiring perkembangan zaman, pemanfaatannya mulai terabaikan. Oleh karena itu, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah baion menjadi produk kerajinan tas yang memiliki nilai jual dan daya saing, sekaligus mendorong terbentuknya UMKM berbasis desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif melalui kegiatan demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung yang didampingi oleh dosen dan mahasiswa. Materi pelatihan mencakup pengenalan tanaman baion, teknik pengolahan daun, desain dan produksi tas, serta strategi pemasaran dan branding produk. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu menghasilkan produk tas sederhana secara mandiri. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan potensi lokal dan peluang ekonomi berbasis kearifan budaya. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan ekonomi keluarga penerima PKH. Diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan menuju pengembangan usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing.
Strategi Branding Dan Pemasaran Kreatif Produk Baion (Pondamus Tectorius) Dari Kearifan Lokal Ke Pasar Global Di Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan Dahlia Nopelina Siallagan; Joan Berlin Damanik; Delviana Sihombing; Hendri Sihombing; Meristina Lase
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2930

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Baion (Pondamus tectorius) dari Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan, melalui penerapan strategi branding dan pemasaran kreatif berbasis kearifan lokal. Produk Baion yang selama ini diproduksi secara tradisional memiliki potensi ekonomi dan budaya yang tinggi, namun masih menghadapi tantangan dalam akses pasar dan penguatan identitas merek. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi potensi lokal, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan usaha, serta evaluasi. Pelatihan diberikan dalam bentuk pengembangan identitas merek (logo, kemasan, dan storytelling), pemanfaatan media sosial dan digital marketing, serta inovasi produk. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pelaku usaha lokal terkait branding dan pemasaran digital. Produk Baion kini memiliki identitas merek yang lebih kuat, kemasan yang menarik, serta promosi yang lebih efektif melalui media sosial dan platform daring lainnya. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah penjualan, perluasan jangkauan pasar, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pameran produk lokal maupun nasional. Kegiatan ini membuktikan bahwa strategi branding dan pemasaran kreatif berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan daya saing produk desa di pasar global sekaligus memperkuat identitas budaya dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di era digital.
Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Untuk Lanjut Usia Terlantar Oleh Dinas Sosial Kota Gorontalo Nurain Adam; Ellys Rachman; Tety Thalib
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2937

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, termasuk di Kota Gorontalo, menimbulkan tantangan signifikan dalam penyediaan layanan sosial, terutama bagi lansia terlantar yang tidak memiliki dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program rehabilitasi sosial yang dijalankan oleh Dinas Sosial Kota Gorontalo melalui tiga aspek utama: pendampingan keluarga, koordinasi antarlembaga, dan dukungan anggaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendampingan keluarga masih rendah karena minimnya kesadaran dan kapasitas keluarga dalam merawat lansia. Di sisi lain, koordinasi antarinstansi pemerintah juga belum optimal akibat kurangnya sinergi dan ketidakterpaduan data antar lembaga. Selain itu, keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama dalam menjangkau seluruh lansia terlantar secara merata. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan program rehabilitasi lansia tidak hanya bergantung pada keberadaan kebijakan, tetapi sangat ditentukan oleh kolaborasi aktor sosial, penguatan kapasitas keluarga, dan alokasi anggaran yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi strategi yang lebih terstruktur dan inklusif untuk menciptakan layanan sosial yang berkelanjutan bagi lansia.
Implementasi Pertanian Kota Dalam Memaksimalkan Fungsi Ekologis Ruang Terbuka Hijau Kota Gorontalo Bambang Djau
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2941

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memberikan ide rancangan implementatif pada Ruang Terbuka Hijau melalui konsep Pertanian Kota di Kota Gorontalo yaitu dengan mengintegrasikan nilai ekologis dan nilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah perancangan tapak dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta analisis penentuan persentase fungsi ekologis dan jenis vegetasi pada desain tapak ruang terbuka hijau. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan wadah multifungsi yang tidak hanya mengakomodasi kegiatan ruang terbuka hijau sesuai kebutuhan, tetapi juga menjadi instrumen keseimbangan yang justru dapat mewujudkan fungsi ekologis dan kemandirian pangan. Sehingga memberikan pergeseran pada fungsi ruang terbuka hijau yang selama ini hanya ditekankan pada fungsi ekologis dan estetika semata. Studi dan implementasi yang sudah ada di kota-kota lain membuktikan bahwa pengembangan pertanian kota mampu membalikkan keadaan dari kondisi keterbatasan karena alih fungsi lahan menjadi produktif dilahan terbatas. Hal ini sejalan dengan program nasional tentang Ketahanan Pangan Indonesia
Konsep Diri Anak Putus Sekolah Pada Anak Yang Berperan Badut Jalanan Di Kota Padangsidimpuan Nurhasanah Pardede; Vitria Larseman Del; Ahmad Husein Nasution; Malim Soleh Rambe; Sukatno Sukatno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah konsep diri perilaku anak putus sekolah yang berperan badut jalanan di sekitar Tugu salak, Citywalk, pasar Sagumpal (Padangsidimpuan Utara) ketika di wawancara beberapa anak tersebut menyatakan bahwa mereka sudah putus sekolah, dari alasan mereka salah satunya merasa tidak mampu untuk mengikuti pelajaran di sebabkan sulitnya mata pelajaran, merasa tidak di perlakukan dengan baik oleh guru, merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya maupun wajahnya, Fenomena anak yang berperan sebagai badut jalanan melambangkan kegagalan dunia pendidikan di Indonesia dalam membangun mentalitas anak untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Fenomena ini juga merupakan gejala sosial yang membutuhkan tindakan yang tegas dari semua pihak, dalam hal ini peneliti menawarkan salah satu solusinya menerapkan konseling individual dan kelompok sebagai implementasinya. Jenis penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif (studi kasus). Teknik Pengambilan informan dengan metode snowball sampling digunakan agar dapat memperoleh data yang akurat sehingga di peroleh analisis datanya. Informan dalam penelitian ini adalah anak yang berperan badut di sekitar tugu salak, citywalk, pasar sagumpal ( padangsidimpuan Utara). Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan ajar atau teori dalam mata kuliah Psikologi perkembangan anak dan remaja, Konseling Individual, Konseling Kelompok, sosiologi. Hasil Penelitian ini nanti juga akan ditampilkan pada seminar nasional (SEMNAS), publikasi ilmiah nasional terakreditasi dan sebagai bahan ajar pendukung bagi mahasiswa
Fenomena Money Politics Dalam Pemilu Di Kabupaten Bireuen Tahun 2024 Studi Hukum Positif Dan Fiqh Siyasah Muhammad Zikri; Bukhari Ali; Azmil Umur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2946

Abstract

The phenomenon of money politics in elections remains a serious challenge to the integrity of democracy and the implementation of Islamic values in Bireuen Regency, where Islamic law is formally upheld. Although elections are normatively conducted based on the principles of honesty and fairness, the practice of vote buying through monetary or material incentives continues to occur and is often perceived as normal within the local political culture. This study aims to analyze money politics in Bireuen elections from the perspective of positive law and fiqh siyasah (Islamic political jurisprudence). The research employs a qualitative descriptive approach using juridical-normative and socio-empirical methods, as well as Islamic jurisprudential analysis. Data were collected through literature review, field observation, and in-depth interviews with election officials, community leaders, voters, and related stakeholders. The findings reveal that under Indonesian positive law, money politics constitutes an electoral crime as stipulated in Law Number 7 of 2017, yet its enforcement remains weak due to limited evidence and low public participation in reporting violations. From the perspective of fiqh siyasah, money politics is categorized as risywah (bribery), which is strictly forbidden in Islam, as it undermines the principles of shura (consultation), justice, and trustworthiness in leadership. The study recommends an integrated approach combining legal enforcement, political education, and the active role of religious figures to foster voters’ moral awareness in order to realize clean and Islamic-based elections.
Hubungan Paparan Bising di Tempat Kerja dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Pabrik Soraya; Sahabuddin; Trimaya Cahya Mulat; Devin Mahendika; M. Hamdani Silaban
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2955

Abstract

Paparan bising di lingkungan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering diabaikan, terutama pada industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat paparan bising di tempat kerja dengan gangguan pendengaran pada pekerja pabrik. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 120 pekerja dari tiga bagian produksi yang memiliki tingkat kebisingan berbeda. Data dikumpulkan melalui pengukuran intensitas bising menggunakan sound level meter dan pemeriksaan audiometri pada pekerja. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk melihat hubungan dan risiko relatif. Hasil penelitian menunjukkan 52,5% pekerja mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang, dengan mayoritas bekerja pada area dengan tingkat kebisingan >85 dB. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan bising dengan gangguan pendengaran (p=0,001). Pekerja yang terpapar bising tinggi memiliki risiko 3,4 kali lebih besar mengalami gangguan pendengaran dibandingkan yang terpapar bising rendah. Studi ini menegaskan perlunya pengendalian kebisingan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti earplug atau earmuff untuk mencegah kerusakan pendengaran lebih lanjut.

Page 75 of 649 | Total Record : 6488