cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,078 Documents
PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT AKIBAT VIRUS BAGI SISWA/I DI SMP SWASTA AMAL LUHUR MEDAN Andre Prayoga; Artha Yuliana Sianipar; Cut Masyithah Thaib; Adinda Nurul Amalia; Ester Nofiari Bawamenewi; Febri Mael Munte; Putri Agustina Sipayung; Meriani, Putri; Rachel Dwi Lestari Larosa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6831

Abstract

Latar belakang: Lingkungan sekolah menengah pertama memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi sehingga rentan terhadap penularan penyakit akibat virus, seperti influenza, cacar air, demam berdarah dengue, hepatitis, dan COVID-19. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. Kondisi ini berdampak pada kesehatan siswa serta mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan sebagai langkah preventif untuk menekan penyebaran penyakit akibat virus di lingkungan sekolah. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SMP mengenai penyakit akibat virus, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode: Desain kegiatan menggunakan metode edukasi kesehatan interaktif. Metode yang diterapkan meliputi pemaparan materi tentang virus dan penyakit akibat virus, penayangan video edukatif mengenai etika batuk dan bersin serta cara mencuci tangan yang benar, demonstrasi praktik, sesi tanya jawab, dan ice breaking untuk meningkatkan partisipasi siswa. Media yang digunakan berupa presentasi materi dan video edukasi kesehatan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan siswa/i mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif selama sesi edukasi. Siswa mampu memahami jenis-jenis penyakit akibat virus, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Interaksi selama tanya jawab menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai pencegahan penularan penyakit akibat virus efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa di SMP Swasta Amal Luhur. Kegiatan ini berpotensi membentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong siswa menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan penyakit, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.
PENGGUNAAN OBAT LUKA DENGAN MENGGUNAKAN OBAT ALAMI LIDAH BUAYA SEBAGAI ANTIBAKTERI SMP MUHAMMADIYAH 4 MEDAN Suharyanisa Suharyanisa; Jon Kenedy Marpaung; Manahan Situmorang; Dumartina Hutauruk; Anzelina Simbolon, Chindy; Elizabet Kristina Purba; ElsaNayla Sari; Jansela Rotua Malau; Muhammad Kausar; Rudolfo Zamili
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6832

Abstract

Latar belakang: Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan dikenal memiliki aktivitas antibakteri serta kemampuan mempercepat penyembuhan luka. Kandungan senyawa aktif di dalam lidah buaya berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan membantu proses regenerasi jaringan kulit. Meskipun memiliki potensi yang besar, pemanfaatan lidah buaya sebagai obat luka alami masih belum dipahami secara optimal, khususnya di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penting dilakukan sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengobatan luka. Melalui pendekatan edukasi, diharapkan siswa mampu memahami manfaat lidah buaya secara ilmiah dan menerapkannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi tentang manfaat lidah buaya (Aloe vera) sebagai antibakteri alami penyembuh luka, melatih siswa-siswi melakukan pembuatan obat luka dari bahan alami lidah buaya (Aloe vera), memberikan pemahaman ilmiah kepada siswa-siswi melalui pengamatan efektivitas antibakteri penyembuh luka dari lidah buaya terhadap penyembuhan luka pada hewan percobaan. Metode: Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, evaluasi lisan, dan dokumentasi kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi partisipasi dan pemahaman peserta, panduan pertanyaan evaluasi, serta lembar dokumentasi berupa foto dan catatan kegiatan. Hasil Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai manfaat dari tanaman lidah buaya dan juga bagamaina cara menggunakan atau mengaplikasikan tanaman lidah buaya sebagai obat bahan alami terhadap luka. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan lidah buaya (Aloe vera) sebagai obat luka alami antibakteri. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis bahan alami lokal efektif mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
SMART LEARNING: TRANSFORMASI PEMBELAJARAN SISWA MELALUI MEDIA DIGITAL CANVA DI SMK HASANUDDIN MEDAN Sitanggang, Rianto; Lius Luaha; Etty Desinawati Hura; Eli Maslina Telaumbanua; Rahman Lindu Tetonic Zega
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6834

Abstract

Latar belakang : Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berorientasi pada kesiapan kerja lulusan. Namun, proses pembelajaran di SMK Hasanuddin Medan masih didominasi metode konvensional dan pemanfaatan media digital yang belum optimal, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar dan kreativitas siswa. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasikan pembelajaran melalui penerapan konsep smart learning dengan memanfaatkan media digital Canva. Metode: pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi yang dilakukan melalui ceramah, praktik langsung, dan diskusi. Hasil : kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru serta siswa dalam menggunakan Canva sebagai media pembelajaran. Selain itu, kreativitas, keaktifan, dan minat belajar siswa mengalami peningkatan, serta proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Kesimpulan : Dengan demikian, pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran digital terbukti mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran di SMK Hasanuddin Medan serta mendukung implementasi pembelajaran.
SOSIALISASI VISUAL PROGRAMMING TINGKAT PEMULA DI SMK HASANUDDIN Immanuel H G Manurung; Alexander F.K. Sibero; Hura, Etty Destinawati; Eli Maslina Telaumbanua; Rahman Lindu Tetonic Zega
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6835

Abstract

Latar belakang: Era transformasi digital yang masif saat ini, kemampuan literasi digital tidak lagi sebatas pada pengoperasian perangkat lunak perkantoran dasar. Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut sumber daya manusia, terutama generasi muda, untuk memiliki kemampuan berpikir komputasional (computational thinking). Pemrograman (programming) telah menjadi bahasa global baru yang menggerakkan berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial. Namun, bagi banyak pemula, terutama siswa di tingkat menengah kejuruan, mempelajari bahasa pemrograman berbasis teks sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan karena sintaksis yang rumit dan logika yang abstrak. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menjembatani kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan tuntutan industri yang dinamis. Di banyak sekolah, termasuk di SMK Hasanuddin, pengenalan logika pemrograman seringkali terhambat oleh kurangnya metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Pembelajaran yang terlalu teoritis tanpa visualisasi yang kuat membuat siswa cepat merasa bosan dan kehilangan minat sebelum mereka benar-benar memahami konsep dasar algoritma. Tujuan : Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa SMK Hasanuddin dapat memiliki fondasi yang kuat untuk mempelajari bahasa pemrograman yang lebih kompleks di masa depan, sehingga mereka memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja maupun saat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Metode : Materi pengabdian Materi yang akan disampaikan kepada siswa-siswi dalam kegiatan sosialisasi ini antara lain Memaparkan dan memperkenalkan konsep dasar computational thinking melalui media visual, mengenalkan siswa dalam menyusun algoritma sederhana menggunakan blok pemrograman scratch, menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam bidang pengembangan perangkat lunak sejak dini. Hasil : Mengetahui dan memahami dengan baik tentang computasional thingking, aplikasi Scratch. Dan lebih memiliki keinginan lebih dalam untuk mengetahui pengembangan perangkat lunak. Kesimpulan: Melalui langkah-langkah ini, diharapkan dapat terus menjadi edukasi, dan menumbuhk kembangkan minat bakat pembelajaran bahasa pemrograman yang relevan dan berkelanjutan. Adapun hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa minat dan keinginan dari siswa-siswi dalam pelatihan lanjutan agar konsisten di laksanakan di sekolah SMK Hasanuddin.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI DESA PASAR V KEBUN KELAPA BERBASIS WEB Ginting, Riah Ukur; Burhanuddin Damanik; Harold Situmorang; Mukander; Juanda Hakim Lubis; Akhyar Lubis
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6847

Abstract

Latar belakang: Perpustakaan Desa Pasar V Kebun Kelapa merupakan pusat sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Namun, dalam operasionalnya, perpustakaan ini masih menghadapi kendala berupa proses pencarian buku, pendaftaran anggota, dan peminjaman yang dilakukan secara manual. Hal ini menyebabkan inefisiensi waktu, tingginya potensi kesalahan pencatatan, dan terbatasnya jangkauan layanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan mengimplementasikan sebuah Sistem Informasi Metode: Perpustakaan berbasis web guna mengatasi permasalahan tersebut. Perancangan sistem menggunakan UML dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi perpustakaan berbasis web. Kesimpulan: Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi tentang pemanfaatan perpustakaan sebagai sosialisasi kepada masyarakat Desa Pasar V Kebun Kelapa.
SOSIALISASI TERAPI PIJAT OKETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH DESA NAMO GAJAH Karo karo, Hilda Yani; Faija Sihombing; Chainny Rhamawan; Sri Yunita Perangin angin
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6848

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ASI tidak segera keluar pada hari pertama pasca melahirkan, ibu merasa ASI keluar sedikit, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan putting susu ibu dan pengaruh promosi susu pengganti ASI. Pijat oketani juga merupakan salah satu metode breast care yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Tujuan: Pijat oketani bertujuan untuk menstimulus kekuatan otot pectoralis yang dapat meningkatkan produksi ASI dan membuat payudara menjadi lebih lembut dan elastis sehingga meumudahkan bayi untuk mengisap ASI. Metode: Pijat Oketani adalah teknik perawatan payudara dari Jepang yang dikembangkan oleh Sotomi Oketani, bertujuan melunakkan jaringan payudara, memperbaiki elastisitas puting, dan meningkatkan produksi serta aliran ASI tanpa rasa sakit. Pijatan ini efektif mengatasi puting terbenam/datar, mencegah mastitis, dan meningkatkan kualitas ASI (protein/karbohidrat).  Hasil: Tujuan utama Meningkatkan produksi ASI, melancarkan ASI yang tersumbat, dan membuat puting lebih menonjol agar bayi mudah menyusu. Teknik ini bekerja langsung pada jaringan payudara (bukan punggung), memberikan rasa nyaman, tidak menimbulkan nyeri, dan efektif mencegah payudara bengkak. Manfaat Meningkatkan produksi ASI dengan menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Membuat payudara lebih kenyal dan lembut. Mengurangi stres dan kecemasan ibu nifas. Membantu bayi lebih mudah menyusu, sehingga meningkatkan berat badan bayi. Waktu Pelaksanaan Paling efektif dilakukan pada hari pertama hingga ke-5 setelah melahirkan (postpartum). Durasi Dilakukan selama kurang lebih 10-20 menit per sesi. Teknik ini aman dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih atau bidan yang menguasai metode tersebut untuk membantu ibu menyusui mengatasi masalah ASI kurang lancar. Banyak ibu yang mengalami kesulitan dalam pemberian ASI disebabkan oleh masalah pada payudara yang dapat menyebabkan berhentinya pemberian ASI. Masalah menyusui yang sering terjadi seperti breast engorgement dapat menyebabkan rasa sakit pada puting karena produksi ASI yang berlebihan. Oketani massage adalah salah satu teknik yang dapat membantu ibu postpartum mengatasi beberapa kesulitan tersebut untuk memperlancar proses laktasi serta menyokong pertumbuhan bayi. Tujuan dari tinjauan sistematik ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas oketani massage terhadap breast engorgement pada ibu postpartum serta melihat aspek masalah lain pada ibu dan bayi. . Kesimpulan: Hasil dari sosialisasi yang telah dilaksanakan di wilayah Desa Namo Gajah ini menunjukkan bahwa teknik oketani massage efektif untuk mengurangi brest engorgement pada ibu postpartum. Selain outcome utama, oketani massage bisa meningkatkan kadar oksitosin ibu, menurunkan nyeri payudara, meningkatkan kenyamanan dan kepuasan dalam menyusui pada ibu.
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN POSITIF: UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI PANTI ASUHAN Jihan Diafatma; Khaulah Aisyah Putri Siswanto; Sinarsi Meliala; Indriani Dwi Putri Ebigael; Margaretha Halawa; Wiwik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6855

Abstract

Latar belakang: Kasus remaja dengan tindakan bullying mengalami peningkatan, yang membuat banyak dampak pada kepribadian remaja. Sehingga diperlukan tindakan preventif bagi remaja untuk tindakan perundungan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatakan pengetahuan remaja di Panti Asuhan Al Washliyah Medan tentang pentingnya kesehatan mental dan efek perundungan pada remaja sehingga terjadi penurunan kasus perundungan pada remaja. Jumlah peserta adalah 40 orang. Metode: Metode dalam pegabdian masyarakat ini adalah edukasi dalam bentuk ceramah serta diskusi dan tanya jawab. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat yaitu peningkatan pengetahuan tentang perundungan bagi remaja sehingga remaja dapat meningkatkan perilaku pencegahan perundungan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini disimpulkan bahwa perlunya kerjasama di berbagai pihak terutama bagi tim profesional yang memahami terkait permasalahan psikologis seperti dosen psikologi, psikolog, dan tim kesehatan lainnya sehingga meminimalisir perilaku dan mengurangi bertambahnya permasalahan psikologis yang dialami pada masyarakat.
PEMBUATAN DAN APLIKASI ASAP CAIR SEBAGAI PESTISIDA ALAMI UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Purwandari, Vivi; Liver Iman Putra Zai; Hestina; Heribertus Salman Jei Laia; Jessica Gustamin Harefa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6862

Abstract

Latar belakang: Penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan petani, serta residu pada hasil pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pestisida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya adalah asap cair yang berasal dari proses pirolisis biomassa dan memiliki kandungan senyawa aktif bersifat insektisida. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan serta aplikasi asap cair sebagai pestisida alami guna mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, edukasi dan penyuluhan, praktik langsung pembuatan asap cair, serta demonstrasi aplikasi pada tanaman. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat dan proses pembuatan asap cair. Masyarakat mampu mempraktikkan pembuatan dan aplikasi asap cair secara mandiri serta menunjukkan minat untuk menerapkannya dalam kegiatan pertanian.  Kesimpulan: Asap cair berpotensi menjadi alternatif pestisida alami yang efektif, mudah diterapkan, dan mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat masyarakat.
SOSIALISASI MENGENAI PENCATATAN PERKAWINAN DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERKAWINAN DI INDONESIA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT Sirait, Rian Mangapul; Tulus J.T Panjaitan; Juwita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6871

Abstract

Latarbelakang: Peningkatan perilaku peduli hukum dan Penegakan  hukum  memerlukan  ketegasan  aparat  dan  kesadaran  masyarakat.  Penegakan hukum  akan  menjamin  kehidupan  berbangsa  dan  bernegara  yang  aman.  Masyarakat  perlu kesadaran   hukum   yang   tinggi   sehingga   mempunyai   perilaku   hukum   yang   tinggi. Provinsi Sumatera Utara merupakan  salah  satu  provinsi  yang  mempunyai jumlah masyarakat yang cukup banyak. Dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia, Pencatatan perkawinan merupakan salah satu prinsip hukum perkawinan nasional yang bersumberkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Eksistensi prinsip pencatatan perkawinan terkait dengan dan menentukan kesahan suatu perkawinan, artinya selain mengikuti ketentuan masing-masing hukum agamanya atau kepercayaan agamanya, juga sebagai syarat sahnya suatu perkawinan. Oleh karena itu pencatatan dan pembuatan akta perkawinan merupakan suatu kewajiban dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Tujuan: Dari ketentuan Pasal 2 UU 1/1974 jelas, setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya setiap perkawinan harus diikuti dengan pencatatan perkawinan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bila kedua ayat dalam Pasal 2 UU 1/1974 dihubungkan satu sama lainnya, maka dapat dianggap bahwa pencatatan perkawinan merupakan bagian integral yang menentukan pula kesahan suatu perkawinan, selain mengikuti ketentuan dan syarat-syarat perkawinan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.  Namun dalam praktiknya, kewajiban pencatatan dan pembuatan akta perkawinan menimbulkan makna hukum ambiguitas, karena kewajiban pencatatan dan pembuatan akta perkawinan bagi setiap perkawinan dianggap hanya sebagai kewajiban administratif belaka, bukan penentu kesahan suatu perkawinan, sehingga pencatatan perkawinan merupakan hal yang tidak terkait dan menentukan kesahan suatu perkawinan. Meskipun perkawinan tersebut dilakukan menurut masing-masing hukum agamanya atau kepercayaan agamanya, tetapi tidak dicatat, perkawinan tersebut dianggap tidak mempunyai kekuatan hukum. Perkawinan yang tidak dicatat ini menyebabkan suami isteri dan anak-anak yang dilahirkan tidak memperoleh perlindungan hukum. Untuk itu, perlu dilakukan pembaharuan hukum pencatatan perkawinan melalui pendekatan kontekstual, sehingga dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum terhadap suami isteri dan anak-anak yang dilahirkan dari suatu perkawinan. Faktor tidak adanya pencatatan dan pembuatan akta perkawinan kewajiban dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia menjadi masalah di masyarakat. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi mengenai Pencatatan Perkawinan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia Di Lingkungan Masyarakat Melalui  Program Kemitraan Masyarakat. Pencatatan perkawinan dalam perspektif hukum di lingkungan masyarakat melalui  program kemitraan masyarakat   Pengendalian faktor   manusia   melalui peningkatan peduli hukum dan lingkungan sehingga manusia tidak melakukan pelanggaran hukum.   Program   Kemitraan   Masyarakat   Peduli   Hukum merupakan   salah   satu   cara   meningkatkan  perilaku   peduli   hukum   dan  lingkungan.  Metode pelaksanaan  kegiatan  PKM  ini  melalui  sosialisasi  dan  penyuluhan,  demonstrasi  dan  pelatihan, dan  pendampingan  terhadap  mitra  yaitu masyarakat  Desa Singa  Kabupaten Karo meliputi  para  petani, ibu-ibu PKK dan karang taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aparat  Desa Singa Kabupaten Karo dan  masyarakat antusias  mengikuti  kegiatan  ini.  Kegiatan  dilakukan  di  sela-sela  kesibukan bekerja masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan secara persuasif sehingga   interaksi   dengan   masyarakat   menjadi   nyaman.   Hal   ini   dilakukan   agar   transfer pengetahuan  dan  ketrampilan  berjalan  dengan  baik.  Kesimpulan: Berdasarkan  hasil  kuisioner  sebelum  dan  sesudah  kegiatan  menunjukkan  bahwa  perilaku  peduli  hukum  dan  lingkungan  masyarakat  Desa Singa Kabupaten Karo meningkat.  Kondisi  ini  sangat  penting  untuk  menciptakan  penegakan  hukum  dan kepedulian lingkungan untuk kehidupan manusia yang nyaman.
PENGENDALIAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA USIA DEWASA MUDA MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HELVETIA Aryani, Novita; Muhammad Imam; Faturrahman Batee
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6873

Abstract

Latar belakang: Pengendalian tekanan darah terbukti mampu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular, memperbaiki kualitas hidup, serta menurunkan angka mortalitas akibat penyakit jantung dan stroke. Pada umumnya masyarakat usia dewasa muda di kota besar memiliki kebiasaan hidup tidak sehat seperti konsumsi makan tinggi natrium dan lemak, sering nongkrong (kurang beraktifitas), merokok dan minum alkohol. Kebiasaan yang tidak sehat inilah yang menyebabkan masyarakat usia muda sudah mengalami peningkatan tekanan darah. Tujuan: Kegiatan penyuluhan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tekanan darah tinggi, gejalanya (sering kali tanpa gejala), faktor risiko dan cara pencegahan/pengendaliannya, termasuk gaya hidup sehat (diet rendah garam, olahraga teratur, berat badan ideal, tidak merokok, kelola stres), serta pentingnya kontrol rutin ke pelayanan kesehatan. Metode: Pemberian penyuluhan secara interaktif dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat usia dewasa muda mengenai pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal. Penilaian keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini ditargetkan dalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Lokasi kegiatan dilaksanakan pada salah satu lapangan futsal di wilayah kerja Puskesmas Hekvetia Medan. Sasaran penyuluhan adalah remaja dan dewasa muda yang berada di seputaran lokasi penyuluhan dan yang bersedia mengikuti penyuluhan. Hasil: Pada pelaksanaan pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil antara lain pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, peserta aktif bertanya dan berespon ketika berdiskusi, waktu yang digunakan sesuai dengan yang ditentukan, serta jumlah peserta memenuhi target yang diinginkan. Kesimpulan: Peserta memiliki pemahaman baru terkait pengendalian tekanan darah agar selalu dalam kondisi tekanan darah normal.