cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,078 Documents
EDUKASI CARA MENJAGA KEBERSIHAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) PASCA OPERASI DI RS ADVENT MEDAN Saragih, Hartaulina; Indah Selviana; Herianto Bangun; Yusuf Panserito Hulu; Jismer Panjaitan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6779

Abstract

Latar belakang : CHF, suatu penyakit kronis, meningkatkan risiko masalah, terutama pada mereka yang telah menjalani operasi jantung, karena jantung tidak mampu berfungsi dengan baik sebagai pompa. Sebagian disebabkan oleh kebiasaan kebersihan pribadi yang tidak memadai, pasien CHF pascaoperasi sangat rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi luka operasi dan infeksi yang didapat di rumah sakit. Karena alasan ini, pengajaran tentang kebersihan kepada pasien merupakan komponen penting dalam perawatan keperawatan untuk membantu pemulihan mereka dan menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan pasien CHF pascaoperasi di Rumah Sakit Advent Medan tentang cara menjaga kebersihan yang baik. Metode: Strategi yang digunakan adalah strategi edukatif, yaitu mengajarkan pasien CHF pascaoperasi tentang kebersihan pribadi, yang meliputi kebersihan fisik, kebersihan mulut, dan perawatan diri dasar. Tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah menerima pendidikan dibandingkan untuk menentukan efektivitas pendidikan. Setelah pendidikan kesehatan, temuan menunjukkan bahwa pasien lebih menyadari pentingnya mempraktikkan kebersihan pribadi yang tepat. Fungsi kebersihan dalam mencegah infeksi dan meningkatkan proses penyembuhan pascaoperasi menjadi lebih jelas bagi pasien. Hasil : Pasien terbukti menerapkan praktik kebersihan pribadi yang lebih sehat sebagai hasil dari edukasi yang diberikan secara terorganisir dan komunikatif. Kesimpulan: studi ini adalah bahwa pengajaran kebersihan kepada pasien dengan gagal jantung pasca operasi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik perawatan diri mereka. Edukasi ini, diharapkan, akan diintegrasikan ke dalam perawatan keperawatan berkelanjutan untuk menurunkan risiko masalah dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Rumah Sakit Advent Medan yang sedang dalam masa pemulihan pasca operasi gagal jantung.
PERSIAPAN BERSALIN NORMAL SELAMA HAMIL DENGAN YOGA, PILATES HIPNOTERAPI (YOPILANO) DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG Nainggolan, Christina R; Julia Mahdalena Siahaan; Elsarika Damanik; Pinkan Soraya; Serly Pangaribuan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6780

Abstract

Latar Belakang: Yopilano (Yoga Pilates dan Hipnoterapi ) merupakan satu kegiatan yang dirancang untuk ibu hamil dengan mengatur pose, tehnik pernafasan, secara tiori latihan yoga pilates dan hipnoterapi dapat melenturkan otot jalan lahir, mengatur pernafasan dan membuat ibu lebih rileks, bersalin normal merupakan satu proses alami jika ibu dipersiapkan secara fisik maupun phisik dimana saat ini akibat kurangnya pemahaman dan persiapan ibu selama hamil , sehingga banyak kasus rujukan yang mengakibatkan tingginya angka melahirkan dengan tindakan operasi, seksiosesaria. Permasalahan yang sering timbul saat bersalin adalah prilaku ibu kurang sehingga saat bersalin ingin cepat bersalin, tidak kooperatif dan tidak tahan nyeri cepat putus asa, hal ini berkaitan dengan tidak adanya persiapan fisik dan psikhis sehingga saat bersalin mempunyai masalah. Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada ibu hamil tentang Yopilano di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang . Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan penyuluhan kesehatan kepada 24 ibu hamil trimester II-III di Kantor Lurah Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Data dikumpul melalui kuesioner pre-post, observasi praktik Yopilano, wawancara karakteristik responden (usia, pendidikan, pekerjaan, riwayat persalinan), dan analisis distribusi frekuensi deskriptif menggunakan tabel persentase untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta persalinan normal. Hasil: Dari 24 ibu hamil yang mengikuti penyuluhan Yopilano, 70,8% (17 responden) berhasil bersalin normal, sementara 29,2% (7 responden) tidak normal. Kesimpulan: Penyuluhan Yopilano pada 24 ibu hamil trimester II-III meningkatkan kesiapan fisik-psikhis, mengurangi stres-kecemasan, dan memungkinkan 70,8% bersalin normal tanpa komplikasi signifikan; ibu dapat berlatih mandiri dibantu kader untuk persalinan alami, bayi bugar, dan ASI eksklusif optimal.
PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH GALON AIR MINERAL UNTUK BUDIDYA IKAN LELE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI LELE DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS MEDAN, SUMATERA UTARA Hasibuan, Rahmawaty; Eka Rizki Meiwinda; Al Putri Oktavia; Sunanto; Tika Handayani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6783

Abstract

Latar belakang : Budidaya ikan lele di Kecamatan Medan Amplas saat ini memiliki banyak variasi untuk pengembangan ternak ikan lele, hampir semua  kegiatan dilakukan di dalam kolam biasa, untuk itu pelatihan ini memeberikan peluang usaha baru untuk meningkatkan pendapatan para pelaku petani lele dari pengolahan limbah galon air mineral. Pentingnya menyiapkan dan memaksimalkan para petani sehingga lebih siap menghadapi trend marketing digital. Usaha ikan lele disamping menjadi sumber pendapatan keluargam juga bisa menjadi sebuah komunitas ekonomi. Ikan lele disukai dari semua kalangan baik itu anak muda maupun orang dewasa. Petani lele berpartisipasi dengan masyarakat, dan sudah bekerjasama dengan kehidupan dan kebutuhan masyarakat. Peran para petani lele yang tidak gaptek sangat penting untuk mendorong dalam membentuk sikap kemandirian pelaku petani lele untuk bersikap kreatif, inovatif dan mampu mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Tujuan : Target yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan limbah galon air mineral dalam industri budi daya ikan lele, meningkatkan efisiensi produksi, dan pada akhirnya menciptakan sistem budi daya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan pendekatan berbasis web dan memasarkannya tidak hanya melalui pasar tradisional tetapi dengan digital marketing (e-commerse). Metode : Metode Ceramah, Dalam metode ini, peserta kegiatan pelatihan yaitu para petani lele menerima pemaparan materi mengenai pemanfaatan limbah galon air mineral untuk budidaya lele untuk meningkatkan pendapatan. Metode Diskusi, Dalam metode ini, diadakan diskusi mengenai kegiatan tahap selanjutnya setelah pemaparan teori dan diskusi yaitu praktek. Hasil : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan pemanfaatan limbah galon air mineral yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani lele, menciptakan sistem organisasi pemasaran lele secara modren sehingga lebih efektif, efisien, dan memberikan motivasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Kesimpulan : Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah memenuhi luaran yang diharapkan, ada peningkatan informasi, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peserta tentang kegiatan budidaya ikan lele dengan pemanfaatan limbah galon air mineral.
PERAN APOTEKER DALAM PROMOSI GAYA HIDUP SEHAT DAN DETEKSI RISIKO DIABETES MELITUS DI APOTEK BETANIA KABANJAHE Surbakti, Christica Ilsanna; Br Ginting, Grace Anastasia; Modesta Tarigan; Andre Prayoga; Raissa Fitri; Ferdinand Ginting; Riska Suhaila; Indah Khadila; Hot Silvi; Herdy Marettiany
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6533

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pancreas tidak dapat memproduksi insulin yang dihasilkan secara efektif. Insulin adalah hormone yang mengatur gula darah. Tujuan: Memberikan edukasi kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus bagi masyarakat.. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode observasi langsung kepada masyarakat dan edukasi dor to dor. Hasil: menunjukkan bahwa dengan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan setiap individu pretest 48% dan Postest 78%. Kesimpulan: Bahwa dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat, maka pengetahuan mereka pun meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan dampak bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA ANAK-ANAK DI DESA DALU SEPULUH-A KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Salman Hasibuan; Defhany, Defhany; Nurhawati Simamora; Kelvin Jebrisa Naibaho; Nia Stefani Tamba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6534

Abstract

Latar belakang: Tinggi rendahnya budaya literasi membaca anak-anak dipengaruhi oleh lingkungan dimana anak-anak dibesarkan. Mulai dari lingkungan dirumah sampai dilingkungan sekolah. Rendahnya budaya literasi di Desa Dalu Sepuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yang salah satunya adalah kurangnya literasi membaca yang menyebabkan siswa-siswa sekolah belum memiliki kompetensi. Hal ini disebabkan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di sekolah. Hal tersebut mengakibatkan lemahnya minat membaca dan menulis pada anak sekolah dasar. Tujuan dari adanya pengabdian masyarakat ini adalah agar adanya kebiasaan membaca yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan anak sekolah dasar. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini dengan memberikan sosialisasi dan komunikasi serta pelatihan selama 2 bulan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya kebiasaan membaca. Bukan hanya aktivitas membaca biasa tetapi aktivitas ini dapat menjadi budaya yang menghasilkan manfaat, termasuk menumbuhkan minat dalam membaca dan menulis bagi anak sekolah dasar di Desa Dalu Sepuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara dan juga mulai tersedianya lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang cukup memadai sebagai salah satu bentuk untuk membangun budaya literasi membaca. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah penting adanya strategi komunikasi dalam literasi membaca anak sekolah dasar karena memegang peranan penting dalam proses pendidikan, terutama dalam mendukung terciptanya budaya literasi di lingkungan sekolah. Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, komunikasi menjadi medium utama dalam menyampaikan pengetahuan, membentuk karakter, serta mendorong interaksi dua arah yang memungkinkan terjadinya pemahaman yang lebih mendalam antara pendidik dan peserta didik.
PENGUATAN LITERASI MEMBACA KEPADA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN DESA DALU SEPULUH-A KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Saurma MGP Siahaan; Mega Ulva Sari Sihombing; Zebua, Anugerah; Alfian Gowasa; Rinikarni Telaumbanua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6537

Abstract

Latar belakang: kegiatan literasi membaca anak di Indonesia cukup rendah yang dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Program untuk Penilaian Internasional siswa (PISA) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi anak-anak di Indonesia berada pada peringkat 62 dari 70 negara, yang membuktikan bahwa literasi mereka cukup rendah. Akibatnya, kemampuan literasi orang Indonesia harus ditingkatkan. Mahasiswa ilmu komunikasi USM Indonesia melakukan kegiatan literasi dengan anak-anak siswa sekolah dasar di Desa Dalu Sapuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi yag mencakup membaca dan menulis yang efektif yang terdiri dari literasi membaca dan menulis dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan untuk membaca, menulis, mengolah, mencari, menelusuri, dan memahami informasi untuk menanggapi dan berpartisipasi dalam lingkungan sosial masyarakat. Metode: dalam kegiatan ini, ada tiga metode yang digunakan. Pertama, materi tentang literasi membaca disampaikan melalui PowerPoint. Kedua, ada sesi tanya jawab atau diskusi interaktif yang dilakukan dengan peserta. Terakhir, peserta pelatihan diuji dengan pre- dan post-test untuk mengetahui seberapa baik mereka memahami literasi membaca dan menulis bagi siswa sekolah dasar.  Hasil: kegiatan penguatan literasi membaca bagi pengunjung Perpustakaan Desa Dalu Sepuluh A, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara telah terlaksana dengan baik dan lancar. Peserta, khususnya siswa-siswi, menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Kesimpulan: kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan literasi membaca pada peserta. Kegiatan ini diharapkan mendorong peserta untuk menerapkan kemampuan literasi membaca secara konsisten serta turut menjaga keberlangsungan perpustakaan desa demi mendukung kemajuan masyarakat.
KONSELING KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PENATAAN JENJANG KARIR KEPADA SISWA KELAS 9 MTS Ariani, Diva Eka; Siti Najarinah; Dina Melinda; Arini Safitri; Desi Erawati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6570

Abstract

Latar belakang : Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTS) sering mengalami kesulitan menentukan jalur karir mereka saat beralih ke jenjang pendidikan menengah atas. Tekanan teman sebaya, kurangnya pemahaman diri, dan kurangnya bimbingan karir yang bijak dan personal menyebabkan kebingungan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah konseling karir kelompok yang didasarkan pada pendekatan humanistik Carl Rogers berhasil menyelesaikan masalah ini. Penelitian melibatkan empat siswa kelas IX, masing-masing dibagi menjadi dua kelompok kecil. Metode studi kasus yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Intervensi konseling dilakukan pada tanggal 1 dan 11 November 2025 dalam dua sesi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi sederhana. Kemudian, teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling karir kelompok berbasis humanistik berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang diri mereka sendiri, mengurangi kebingungan karir mereka, dan meningkatkan kepercayaan mereka dalam proses pengambilan keputusan pendidikan. Keterbukaan, introspeksi, dan pemaknaan positif pengalaman pribadi didorong oleh interaksi dalam kelompok kecil. Kesimpulan: Metode ini terbukti berhasil digunakan di MTs. Itu juga membantu membangun layanan bimbingan yang lebih kontekstual, humanis, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hasil ini mendorong konselor madrasah untuk memasukkan metode Rogers ke dalam program karir siswa pra-remaja.
MENJAGA KESEIMBANGAN EMOSI ANAK PANTI : STRATEGI UNTUK KESEHATAN MENTAL YANG LEBIH BAIK Sri Ramadhani; Sari , Inggrit Puspita; Siska Dwi Ningsih; Noveliani Simbolon; Valex Anggrato Hulu; Maharani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6705

Abstract

Latarbelakang: Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan emosi dan kesehatan mental akibat keterbatasan dukungan keluarga dan figur kelekatan. Kondisi ini menuntut adanya intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan emosi dan kesehatan mental remaja melalui program psikoedukasi dan pelatihan regulasi emosi di Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan. Metode: yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 50 remaja. Intervensi dilaksanakan selama empat sesi dalam satu bulan, meliputi psikoedukasi kesehatan mental, pelatihan mindfulness, dan emotional journaling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan mental, DASS-21 (Depression, Anxiety, Stress Scales-21), serta lembar observasi perilaku oleh pengasuh. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil: menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mental sebesar 45,4%, disertai penurunan tingkat stres sebesar 24,5%, kecemasan 23,0%, dan depresi 21,6%. Selain itu, observasi perilaku memperlihatkan berkurangnya konflik dan meningkatnya komunikasi positif antar penghuni panti. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pendekatan holistik berbasis psikoedukasi dan regulasi emosi efektif dalam memperbaiki keseimbangan emosi remaja panti asuhan. Program ini berimplikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat, khususnya sebagai model intervensi promotif-preventif yang dapat direplikasi dengan dukungan kolaboratif antara pengelola panti dan tenaga profesional kesehatan mental.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK PANTI: DARI KESADARAN DIRI HINGGA MANAJEMEN HUBUNGAN Indo Mora Siregar; Syahrul Fahri; Chairiah Yulianti Siregar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6706

Abstract

Latarbelakang: Pengembangan kecerdasan emosional merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian, kesejahteraan psikologis, dan kemampuan individu dalam menjalin hubungan sosial yang sehat. Kecerdasan emosional berperan penting dalam membantu anak mengenali dan mengelola emosi, mengembangkan empati, serta membangun interaksi sosial yang adaptif. Namun, anak yang tumbuh dalam lingkungan pengasuhan alternatif, seperti panti asuhan, cenderung menghadapi tantangan emosional dan sosial yang lebih kompleks akibat keterbatasan dukungan keluarga dan dinamika lingkungan sosial yang padat. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk memperkuat kecerdasan emosional anak melalui pendekatan yang terarah dan berbasis keilmuan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak panti asuhan melalui program pendampingan psikososial yang terstruktur berdasarkan dimensi kecerdasan emosional. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif- partisipatif atau pendampingan berbasis aktivitas melalui permainan peran, simulasi, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengenali dan mengekspresikan, serta mengelola emosi secara tepat, meningkatkan empati, serta membangun interaksi sosial yang lebih positif dan kooperatif. Kesimpulannya, pendampingan psikososial berbasis kecerdasan emosional efektif dalam memperkuat kapasitas afektif dan sosial anak panti asuhan.
PENDAMPINGAN KEPADA PENDIDIK MUDA DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN IPA SD BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF Sinaga, Mia; Dabuke, Barita Esman; Raffles Sinaga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6724

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya kemampuan guru muda dalam menciptakan media belajar IPA yang kreatif menjadi suatu hambatan dalam pembelajaran IPA  di sekolah dasar. Proses belajar IPA butuh media yang menarik dan interaktif agar siswa dapat memahami konsep dengan baik. Media yang beraka dari permainan edukatif bisa menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan semangat dan pemahaman siswa dalam belajar. Maka dari itu, perlu adanya kegiatan pendampingan untuk memperbaiki keterampilan guru muda dalam merancang media pembelajaran IPA yang berbasis permainan edukatif. Tujuan: Tujuan yang diharapkan melalui Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik pendidik muda dalam menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan khususnya untuk siswa tingkat sekolah dasar melalui permainan. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi konsep game-based learning, pelatihan pembuatan media pembelajaran IPA berbasis permainan, serta pendampingan dan evaluasi hasil karya peserta. Sasaran kegiatan adalah pendidik muda dari jenjang pendidikan dasar. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pendidik muda dalam merancang media pembelajaran berbasis permainan edukatif, serta meningkatnya motivasi pendidik untuk menerapkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Kesimpulan: Media pembelajaran yang dihasilkan dinilai layak digunakan dalam proses pembelajaran dan berpotensi meningkatkan partisipasi serta minat belajar peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan media pembelajaran inovatif bagi pendidik muda.