cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,078 Documents
BERBAGI KASIH SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN SOSIAL Tohonan Silalahi; Purba, Mery Lani Br; Elisabeth Tambunan; Marupa Siregar; Santi Rizki; Berkat Timoty Pasaribu; Yuni Kristiani Ndruru; Victoria Of Marsinta Tamba; Tiara J. Aritonang; Lelisriyanti Hulu
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6725

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Bisnis Internasional terkait konsep Corporate Social Responsibility (CSR) serta meningkatnya tantangan ekonomi yang berdampak pada Masyarakat prasejahtera. Tujuan: Meningkatkan rasa toleransi dan kepedulian, dan solidaritas sosial tanpa membedakan latar belakang, serta mengikis sikap apatis di kalangan mahasiswa. Metode: Kegiatan ini berupa aksi terjun langsung dengan membagikan paket makan malam di sepanjang jalan di daerah Kelurahan Dwikora Kota Medan pada tanggal 14 November 2025. Hasil: Bantuan fisik berupa pangan berhasil meringankan beban harian pemulung dan tunawisma, sekaligus memberikan dampak psikologis berupa peningkatan kepekaan sosial mahasiswa dan menciptakan hubungan sosial yang harmonis dengan warga sekitar. Kesimpulan: Kegiatan berbagi kasih ini efektif memperkuat persatuan bangsa dan solidaritas soail melalui Langkah nyata yang mendapat respon positif dari Masyarakat dan pihak Kelurahan Dwikora.
PELATIHAN KETERAMPILAN PRAGMATIS UNTUK PENGUATAN PERCAKAPAN SEHARI-HARI DALAM BAHASA INGGRIS DI SMA YAPIM TARUNA SEI ROTAN Sembiring, Antonius Wilson; Arman Bemby Sinaga; Maria Friska. N; Rara Nadia; Alice Nofelinda Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6759

Abstract

Latar belakang: Masalah kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada siswa/i tingkat SMA menjadi persoalan bagi pengajar bahasa Inggris dan para siswa/i itu. Sehingga perlu pengajaran agar kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam konteks bahasa sehari-hari dapat ditingkatkan. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris seringkali terhambat bukan karena kurangnya kosakata, melainkan kurangnya pemahaman tentang konteks sosial dan penggunaan bahasa yang tepat (pragmatik). Tujuan: tujuan utama dari kegiatan Pengabdian  ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bagi siswa/i SMA melalui pelatihan keterampilan pragmatis dalam percakapan sehari-hari. Metode: Metode kegiatan Pengabdian ini dengan Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dalam berbagai situasi sosial. Hasil: Teknik Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dapat memacu siswa/i untuk lebih berani dan percaya diri untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan ketepatan penggunaan bahasa sesuai konteks, seperti saat meminta bantuan, memberi saran, atau menyanggah pendapat secara sopan. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian msyarakat ini sangat bermanfaat karena memberikan stimulus dan motivasi kepada para siswa/i SMA untuk berkomunikasai dalam Bahasa Inggris. Untuk itu, pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah perlu mengintegrasikan unsur pragmatik agar siswa tidak hanya fasih secara gramatikal, tetapi juga kompeten secara sosial.
SOSIALISASI PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA JEMAAT GEREJA POUK MARANATHA HELVETIA TAHUN 2025 Rajagukguk, Tiara; Malemta Tarigan; Erlan Aritonang; Izah Cahaya Rizki; Titi Alvian Zai
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6775

Abstract

Latar belakang: Penyakit Diabetes Melitus (DM) yang lebih di kenal di Indonesia dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya kian meningkat. Kini jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia semakin bertambah. Tidak hanya orang tua, remaja dan dewasa muda ternyata juga di serang oleh penyakit diabetes . Peran glukosa adalah menjadi karbohidrat utama yang sebagian besar diserap ke dalam aliran darah sebagai glukosa, dan gula lainnya diubah menjadi glukosa di hati. Glukosa adalah sumber energi manusia, terbentuk dari karbohidrat, dikonsumsi dan disimpan di hati dan otot sebagai glikogen. Tujuan: penting dari pengelolaan diabetes melitus adalah untuk memulihkan gangguan metabolisme sehingga semua proses  metabolisme kembali normal. Metode: Pemeriksaan gula darah sewaktu merupakan prosedur pemeriksaan kadar gula darah yang dapat dilakukan di mana dan kapan saja tanpa perlu berpuasa atau mempertimbangkan kapan terakhir waktu makan. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menilai kadar gula darah  yang memiliki gejala awal diabetes seperti sering buang air kecil, merasa haus dan minum, merasa lapar dan makan, dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Pemeriksaan glukosa darah umumnya dilakukan bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) untuk menegakkan diagnosis serta memonitor terapi dan timbulnya komplikasi, sehingga  perkembangan penyakit dapat dimonitor. Pelaksanaan  diadakan di Gereja Pouk Maranatha Helvetia pada hari Minggu tgl 7 Desember 2025 jam 10.00 wib – selesai. Hasil : Dari jemaat yang di periksa ada beberapa orang yang hasil Kadar Gula Darah meningkat  dan normal.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 1-9 BULAN DI PMB MORINA NERI Harianja, Ester Saripati; Lumbantoruan, Mestika; Netti Meilani Simanjuntak; Lala Mutiara; Ria Lestari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6778

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Namun, cakupan imunisasi masih menjadi tantangan global dan nasional. Data World Health Organization tahun 2022 menunjukkan 14,3 juta anak di dunia belum mendapatkan imunisasi (zero dose). Di Indonesia, periode 2019–2023 tercatat 1.356.367 anak tidak menerima imunisasi dasar. Di Provinsi Sumatera Utara, cakupan imunisasi dasar lengkap tahun 2024 baru mencapai 76,61%, masih di bawah target nasional. Rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh kekhawatiran orang tua terhadap suntikan ganda dan efek samping, ketidaksesuaian jadwal pelayanan, pengaruh sosial budaya dan keluarga, rendahnya pengetahuan orang tua, serta maraknya hoaks dan informasi keliru tentang imunisasi. Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 1–9 bulan melalui penyuluhan kesehatan terintegrasi dengan pelayanan imunisasi. Metode: Kegiatan PkM dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 di PMB Morina Neri dengan melibatkan 22 orang tua bayi usia 1-9 bulan. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet serta dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan imunisasi dasar sesuai usia bayi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai imunisasi dasar lengkap dengan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik setelah penyuluhan kesehatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan yang terintegrasi dengan pelayanan imunisasi dasar efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan orang tua bayi usia 1–9 bulan serta mendukung peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap di pelayanan kesehatan primer.
SKRINING KESEHATAN DAN PENGOBATAN GRATIS PADA MASYARAKAT KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA II Napitupulu, Siska M.O; Cahya Aisyah Daulay; Grace Mutiara
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6797

Abstract

Latar belakang : Skrining kesehatan merupakan sejumlah pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memeriksa status kesehatan maupun kondisi penyakit sebelum munculnya tanda dan gejala penyakit kegiatan skrining kesehatan dilakukan oleh petugas puskesmas medan denai pada ibu hamil dan balita, melakukan pendidikan kesehatan kepada lansia mengenai penyakit kronis dan generative, meliputi penyakit hipertensi, diabetes mellitus, rheumatik arthritis dan osteoporosis. Sedangkan penyuluhan kesehatan tentang status gizi balita dan kebutuhan nutrisi dan kesehatan kehamilan. Tujuan : pengabdian kepada masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat Kelurahan Tegal Sari Mandala II yang dilakukan hari sabtu, 15 November 2025. Metode : pelaksanaan kegiatan dimulai pemeriksaan kesehatan, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas pada anak balita. Sedangkan pada lansia dilakukan pengukuran kadar asam urat, kadar gluksoa darah sewaktu dan pengukuran tekanan darah. Pada ibu hamil dilakukan pengukuran berat badan ibu hamil. Hasil : pengukuran dianalisa peserta skrining mengalami masalah kesehatan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian obat kepada peserta yang mengalami masalah kesehatan dan diberikan penyuluhan kesehatan. Kesimpulan : Masyarakat memahami, mengenai bagaimana solusi pencegahan penyakit kronis maupun pencegahan komplikasi pada kehamilan, terutama ketika hasil skrining yang diperoleh beresiko atau mengalami masalah kesehatan.
EDUKASI BERBASIS SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN SEFT-CARE PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA III Singarimbun, Ristika Julianty; br.Silalahi, Lenny Sepriani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6798

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan    membutuhkan pengelolaan seumur hidup dalam mengontrol kadar gula darah agar dapat    meningkatkan kualitas hidup penderita. Penyakit tidak menular yang dapat menyerang segala kelompok umur. Peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus menjadi salah satu ancaman kesehatan secara global. Pengetahuan tentang diabetes mellitus masih kurang sekali, baik tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan. Kurangnya pengetahuan terhadap bahaya penyakit diabetes mellitus, pencegahannya, dan    pengendaliannya menyebabkan penyakit semakin banyak terjadi di masyarakat. Tujuan : kegiatan  pengabdian kepada masyarakat untuk mengubah perilaku dan kesadaran dalam mengontrol kadar glukosa darah melalui pemberian edukasi  berbasis self-management untuk meningkatkan selft-care pada pasien diabetes mellitus dan pencegahannya  serta  melakukan pemeriksaan kesehatan  berupa  pemeriksan kadar gula darah. Metode : Kegiatan edukasi kesehatan pada komunitas lansia ini dilakukan bersama dengan mahasiswa/i STIKes Darmo dan lansia di Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Masyarakat sebanyak 37 orang. Cara yang dilakukan yaitu dengan edukasi  berbasis self-management untuk meningkatkan selft-care pada pasien diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Kegiatan  pengabdian adalah kelompok umur> 48 Tahun. Program pengabdian kepada masyarakat meliputi edukasi kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus, dan pemeriksaan gula darah sewaktu, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan, sejumlah  37 orang komunitas lansia telah menerima informasi mengenai diabetes mellitus dengan    baik. Tim civitas STIKes Darmo melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan  kadar  gula  darah  normal <200   mg/dL dan komunitas lansia yang mengalami diabetes dengan kadar gula darah >200 mg/dl. Kesimpulan : Setelah diberikan edukasi kesehatan pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala III akan pentingnya memberikan edukasi  berbasis self-management untuk meningkatkan selft-care pada pasien diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah serta pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala.
PENDAMPINGAN SELF-MANAGEMENT PENYAKIT DEGENERATIF BAGI LANSIA MELALUI EDUKASI DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA I Sihombing, Reny Juliana; Julaiha Siregar; Roy Wilson Sihaloho
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6799

Abstract

Latar belakang : Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang bersifat kronis dan tidak ditularkan dari orang ke orang. Prevalensi Penyakit degeneratif terus mengalami peningkatan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat kearah yang kurang seimbang. Faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif di kelurahan Tegal Sari Mandala I adalah hipertensi, kolesterol, asam urat dan diabetes. Kurangnya pengetahuaan dan kesadaran terhadap bahaya penyakit degeneratif menyebabkan deteksi dini berbasis pelayanan kesehatan kurang efektif. Hal ini juga disebabkan oleh masyarakat yang kurang koperatif memeriksakan diri selama belum merasa sakit. Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pengetahuan mengenai kesehatan serta pengendalian penyakit degeneratif. Penanggulangan faktor resiko penyakit degeneratif dan pencegahan berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menekan resiko atau angka kematian akibat penyakit degeneratif. Metode: Kegiatan pendampingan self-management penyakit degeneratif bagi lansia melalui edukasi pada komunitas lansia ini dilakukan bersama dengan mahasiswa/i STIKes Darmo dan lansia di Kelurahan Tegal Sari Mandala I. Masyarakat sebanyak 31 orang. Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan edukasi kesehatan tentang screening kesehatan dan pengobatan gratis pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I.Hasil : Dari hasil pengkajian yang dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala  I diperoleh prioritas masalah yaitu kurangnya motivasi dan keinginan serta pengetahuan lansia terhadap pemeriksaan Kesehatan secara berkala Kesimpulan: Setelah diberikan edukasi kesehatan pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I akan pentingnya mengetahui masalah cara memilih lansia yang sudah ada riwayat penyakit degeneratif yang kronis dan pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala.
EDUKASI BAHAYA PENGAWET BORAKS PADA MAKANAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN Suharyanisa, Suharyanisa; Yanti Musyawarah; Betharina br Tarigan; Julia Susanti; Widya Fitri; Panjaitan, Juprianto Yosafat; Nadine Wildan Laoli; Florentina Nafannes Duha; Rumonda Sihaloho; Selvi Anisa Manik; Neiza Damai Nirwana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6809

Abstract

Latar belakang: Boraks merupakan senyawa kimia yang dilarang dalam makanan karena bersifat toksik dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Boraks sering disalahgunakan oleh produsen makanan untuk meningkatkan kekenyalan, tekstur, dan daya simpan makanan. Konsumsi boraks secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pencernaan, kerusakan ginjal dan hati, serta gangguan metabolisme. Remaja sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan boraks karena sering mengonsumsi makanan jajanan di lingkungan sekolah tanpa mengetahui kandungan bahan tambahan yang digunakan. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 12 Medan terhadap bahaya penggunaan pengawet boraks pada makanan, sehingga siswa mampu mengenali risiko kesehatan yang ditimbulkan serta selektif dalam memilih makanan yang aman di lingkungan sekolah. Metode: Diharapkan dengan adanya edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan, siswa SMA Negeri 12 Medan mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengertian boraks, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, serta dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsinya. Keberhasilan kegiatan edukasi ini ditunjukkan melalui peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pengetahuan. Hasil: Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap keamanan pangan, khususnya terkait risiko penggunaan boraks pada makanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Kesimpulan: Kegiatan edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan di SMA Negeri 12 Medan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa tentang keamanan pangan. Siswa menjadi lebih mengenal bahaya boraks dan lebih berhati-hati dalam memilih makanan jajanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai upaya pencegahan agar siswa terhindar dari konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.
PENGUATAN UMKM BERBASIS DATA: INTEGRASI GREEN DIGITAL MARKETING ANALYTICS DAN SISTEM AKUNTANSI BERKELANJUTAN DI KELURAHAN DWIKORA, MEDAN Roberto Roy Purba; Heri Enjang Syahputra; Anastasia Saragih; Wenti Trisna Yanti Zega; Yufinta Rodearni Sitindaon; Rolando Marpaung
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6826

Abstract

Latar Belakang: UMKM di Kelurahan Dwikora, Kota Medan, masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan digital marketing berbasis data dan pencatatan keuangan usaha yang terstruktur, sehingga berdampak pada rendahnya kinerja dan daya saing usaha. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing analytics dan menerapkan sistem akuntansi sederhana guna meningkatkan kinerja usaha. Metode: Pengabdian dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi modul digital marketing analytics, template pencatatan keuangan sederhana, dan lembar evaluasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM dalam membaca data pemasaran digital serta penerapan pencatatan keuangan yang lebih rapi dan terpisah dari keuangan pribadi. Integrasi kedua aspek tersebut berdampak pada perbaikan pengambilan keputusan usaha dan peningkatan kinerja UMKM. Kesimpulan: Integrasi digital marketing analytics dan sistem akuntansi sederhana efektif dalam memperkuat pengelolaan dan kinerja UMKM serta berpotensi mendukung keberlanjutan usaha.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL DAN KESEHATAN FISIK SEBAGAI UPAYA PROMOTIF KESEHATAN MASYARAKAT DI PANTI ASUHAN ALJAM’IYATUL WASHLIYAH Purba, Sri Dearmaita; Sembiring, Rinawati; Sitanggang, Antonij Edimarta; Pasaribu, Efrina; Duha, Nitria
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6830

Abstract

Latar belakang: Remaja yang tinggal di panti asuhan merupakan kelompok yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek kesehatan mental dan kesehatan fisik, mengingat adanya berbagai faktor lingkungan dan sosial yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang serta kesejahteraan mereka Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dan remaja mengenai pentingnya kesehatan mental dan kesehatan fisik sebagai upaya promotif kesehatan masyarakat di Panti Asuhan Aljam’iyatul Washliyah Kota Medan Metode: Peserta kegiatan adalah anak dan remaja usia sekolah yang tinggal di Panti Asuhan Aljam’iyatul Washliyah, Kota Medan. Metode kegiatan dilaksanakan dengan desain deskriptif melalui intervensi edukasi kesehatan mental dan kesehatan fisik menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pertanyaan lisan dan tertulis kepada peserta serta observasi partisipasi selama kegiatan berlangsung. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pemahaman peserta dan respons terhadap materi edukasi yang diberikan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan mental dan kesehatan fisik serta tingginya partisipasi dan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Edukasi kesehatan mental dan fisik secara terpadu terbukti efektif sebagai upaya promotif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung pembentukan perilaku hidup sehat pada anak dan remaja di panti asuhan. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mental dan kesehatan fisik di panti asuhan Kota Medan efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya kesehatan secara holistik sebagai upaya promotif kesehatan masyarakat.