cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,078 Documents
PELATIHAN REPARASI SMARTPHONE PADA PEMUDA KARANG TARUNA DESA BANDAR SETIA Priyulida, Fitria; Eriansyah Putra; Khairil Abdillah; Alvero Wardana Wendra; Syardi Iwan Tona; Teguh iranda Ginting
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6874

Abstract

Latar belakang: Keamanan  dalam penggunaan alat komunikasi sangat penting untuk diperhatikan agar bisa segera mengantisivasi jika pada suat saat tiba tiba alat komunikasi mengalami kerusakan maka pengguna dapat memperbaiki sendiri alat komunikasinya. Upaya diadakannya pelatihan reparasi alat komunikasi adalah agar menciptakan pengetahuan baru pada pemuda karang taruna sekaligus agar pemuda karang taruna dapat membuka usaha untuk perbaikan alat komunikasi sehingga pemuda karang taruna mendapat kan pemasukkan untuk membantu ekonomi keluarga. Semakin banyak manfaat yang diberikan oleh alat komunikasi, maka akan ada pula kendala yang akan dihadapi contoh tiba-tiba alat komunikasi terjatuh dan padam tidak bisa dihidupkan sama sekali atau terus-menerus mencari sinyal (searching signal) karena tidak dapat menangkap dan mengunci jaringan, maka dapat mengakibatkan ponsel tersebut tidak bermanfaat serta tidak berfungsi, padahal ponsel tersebut belum lama dibeli. Tetapi jika ponsel tersebut masih bergaransi, tentunya hal ini tidak menjadi masalah. Bagaimana jika sudah lewat masa garansi. Berarti sudah tidak mendapat jaminan kerusakan. Tujuan: Meningkatkan Keterampilan Pemuda Karang Taruna Desa Bandar Setia. Metode: Diharapkan dengan adanya Kegiatan pelatihan ini mampu menigkatkan pengetahuan reparasi smartphone tentang mengedukasi reparasi smartphone tentang pentingnya praktik reparasi smartphone dalam persiapan, untuk meningkatkan kesadaran mereka akan efeknya terhadap kebutuhan ekonomi. dengan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pelatihan reparasi smartphone agar dapat menambah pemasukkan. Hasil: Kegiatan edukasi ini mampu menigkatkan pengetahuan reparasi smartphone tentang mengedukasi reparasi smartphone tentang pentingnya praktik reparasi smartphone dalam persiapan, untuk meningkatkan kesadaran mereka akan efeknya terhadap kebutuhan ekonomi. dengan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pelatihan reparasi smartphone agar dapat menambah pemasukkan.
SOSIALISASI PENGGUNAAN MIKROKONTROLER DALAM OPTIMALISASI DAN EFISIENSI ALAT PEMBUATAN PAKAN TERNAK Primasyukra, Mhd Aldi; Sri Ulina; Khairil Abdillah; Hotromasari Dabukke; Arief H Siregar; Josua Sianturi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6877

Abstract

Latar belakang: Produksi pakan ternak skala rumah tangga masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dari sisi waktu, tenaga, dan konsistensi kualitas pakan. Pemanfaatan mikrokontroler sebagai teknologi tepat guna berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi pakan ternak melalui sistem otomatisasi. Namun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknologi mikrokontroler masih terbatas. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan mikrokontroler untuk optimalisasi alat pembuatan pakan ternak. Metode: Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan, demonstrasi alat, dan pendampingan. Peserta kegiatan merupakan kelompok peternak skala kecil. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 68% berdasarkan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Peserta mampu memahami konsep dasar mikrokontroler, pengoperasian alat, serta manfaat otomatisasi dalam produksi pakan. Selain itu, terjadi peningkatan efisiensi waktu produksi hingga 40%. Kesimpulan: Sosialisasi penggunaan mikrokontroler efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam optimalisasi alat pembuatan pakan ternak. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan skala kecil.
PENDAMPINGAN GERAKAN MEMBACA, MENULIS, DAN BERHITUNG (CALISTUNG) GUNA MENINGKATKAN LITERASI DASAR SISWA DI KELURAHAN BESAR, MEDAN LABUHAN Panggabean, Dewi Sartika; Zulvia Misykah; Sintia Siallagan; Fahnur Najah; Natasya Amalia Putri; Khairunnisa; Oriza Nuraulya Ambarita; Nurul Muharani Siregar; Rosmei Hutabarat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6879

Abstract

Latarbelakang: Rendahnya kemampuan literasi dasar di wilayah urban marginal sering kali dipicu oleh keterbatasan akses fasilitas belajar dan tingginya ketergantungan anak terhadap gawai. Di Kelurahan Besar, Medan Labuhan, banyak siswa kelas rendah belum menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara memadai akibat kurangnya pendampingan belajar di luar sekolah. Kondisi ini memerlukan intervensi komunitas yang terstruktur untuk membangun fondasi akademik yang kuat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dasar siswa melalui pendampingan gerakan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I–III Sekolah Dasar yang belum menguasai kemampuan calistung secara memadai. Pelaksanaan dilakukan selama Agustus–Oktober 2025 di posko pendampingan yang disediakan oleh mahasiswa PPL Universitas Battuta. Metode kegiatan mencakup observasi awal, pendampingan harian berbasis fun learning, penggunaan bahan ajar kontekstual, serta evaluasi melalui wawancara dan refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca lancar, menulis kalimat sederhana, dan menyelesaikan operasi hitung dasar. Selain itu, terjadi perubahan positif dalam kebiasaan belajar anak yaitu dari dominasi penggunaan gawai menjadi lebih tertarik pada aktivitas edukatif serta meningkatnya partisipasi orang tua dalam mendukung proses belajar di luar sekolah. Kesimpulan: Program ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat literasi dasar di wilayah urban marginal sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang berpusat pada kebutuhan peserta didik.
OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU CEGAH STUNTING DENGAN"VARIASI CAMILAN SEHAT BALITA" Anita, Surya; Dewi R Bancin; Ria Lestari; Rut Enjelika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6881

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemberian makanan bergizi, termasuk camilan sehat untuk balita Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mencegah stunting melalui pelatihan pembuatan variasi camilan sehat balita berbasis bahan lokal Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan camilan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel kegiatan adalah 20 orang kader yang aktif di wilayah binaan Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan setelah pelatihan, dari rata-rata 54,2 menjadi 82,6. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi peserta sangat baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan materi kontekstual efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku gizi di masyarakat Kesimpulan: Pemberdayaan kader melalui pelatihan camilan sehat dapat menjadi strategi preventif yang berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di tingkat keluarga.
PENYULUHAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN POLA ASUH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL Sitorus, Mido Ester J.; Frida Liharis Saragih; Desy Lustiyani Rajagukguk
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6883

Abstract

Latarbelakang: Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara memiliki karakteristik masyarakat dengan tantangan tersendiri dalam pemenuhan gizi balita, seperti perubahan pola konsumsi, keterbatasan waktu pengasuhan, serta masih beredarnya informasi yang kurang tepat mengenai gizi anak. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai gizi seimbang dan pola asuh yang benar masih sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga. Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan edukasi gizi seimbang dan pola asuh pada ibu balita di Kecamatan Medan Sunggal perlu dilaksanakan sebagai upaya mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Tujuan: Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu balita sehingga mampu berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak. Metode: Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Edukasi Gizi Seimbang dan Pola Asuh untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Balita di Kecamatan Medan Sunggal, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Penyuluhan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita terkait gizi seimbang dan pola asuh yang tepat, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, ibu balita juga menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif dalam menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai usia anak serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi gizi dan pola asuh merupakan kebutuhan nyata bagi masyarakat. Kesimpulan: Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kondisi lokal, kegiatan ini berpotensi berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan Masyarakat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS ANAK USIA 5 – 6 TAHUN DI TK ST. THOMAS 2 MEDAN Girsang, Mei Lyna; Hutagaol, Robinson; Lumbantobing, Panni Ance; Zebua, Kezra; Paulina, Ermeka
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6884

Abstract

Latar belakang: PkM ini adalah tingginya urgensi peningkatan kemampuan berbicara khusu nya bahasa inggris pada anka usia dini yang membutuhkan solusi yang tepat. Tujuan PkM ini adalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara dan Kosa Kata Bahasa Inggris Anak Usia 5 – 6 Tahun di TK ST. Thomas 2 Medan. Metode Pelaksanaan PKM ini dilaksanakan pada 2 kelas yaitu kelas B-One dan B-two dimana  terdiri dari 55 orang anak. Dalam Pelatihan Vocabulary Building ini dilakukan secara luring selama 2 kali pertemuan. Materi yang disampaikan pada PKM ini disesuaikan dengan kebutuhan Vocabulary Anak usia 5 – 6 Tahun yaitu Color, Alphabet, Things around Class, Animals, Transportation, dan Fruits. Hasil Pelaksanaan PkM ini yaitu kemampuan berbicara dan Vocabulary anak Usia 5 – 6 Tahun di TK ST. Thomas 2 Medan semakin meningkat. Disamping itu, kegiatan PKM ini juga mengajak anak untuk berpikir secara terbuka dan meningkatkan kemampuan kognitif dengan menawarkan pengetahuan yang terorganisir serta meningkatkan kreatifitas sebagai akibat dari perbedaan yang konstan dari mempelajari suatu ilmu linguistik. Kesimpulan yaitu dengan pelaksanaan PkM ini kemampuan berbicara dan Vocabulary anak Usia 5 – 6 Tahun di TK ST. Thomas 2 Medan semakin meningkat.
PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI PEMBERIAN TABLET FE, PERBAIKAN GIZI DAN PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI KELUARGA Tarigan, Frida Lina; Donal Nababan; Mido Ester Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6885

Abstract

Latar belakang: Anemia tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di kalangan wanita usia reproduksi dan ibu hamil. Di Indonesia, termasuk Kota Medan, prevalensi anemia masih relatif tinggi dan dipengaruhi oleh asupan zat besi yang tidak memadai, pola makan yang buruk, kepatuhan yang rendah terhadap konsumsi tablet zat besi (Fe), dan pengetahuan yang terbatas tentang kesehatan reproduksi. Tujuan: Program pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk mencegah anemia melalui pendekatan komprehensif yang menggabungkan suplementasi. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang bersifat promotif dan preventif. Peserta sasaran meliputi wanita usia reproduksi, ibu hamil, dan anggota keluarga. Intervensi meliputi pendidikan kesehatan tentang anemia dan pencegahannya, distribusi tablet zat besi disertai konseling tentang cara konsumsi yang benar, pendidikan gizi yang berfokus pada pola makan seimbang kaya zat besi, serta pendidikan kesehatan reproduksi untuk keluarga. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi interaktif, dan umpan balik peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterlibatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang anemia, penyebabnya, konsekuensinya, dan strategi pencegahan. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai konsumsi tablet Fe yang tepat, identifikasi makanan kaya zat besi, dan pentingnya kesehatan reproduksi dalam pencegahan anemia. Partisipasi yang tinggi dan keterlibatan aktif selama sesi mencerminkan penerimaan masyarakat yang positif terhadap program ini. Kesimpulannya, mengintegrasikan suplementasi zat besi, edukasi gizi, dan promosi kesehatan reproduksi keluarga merupakan strategi yang relevan dan efektif untuk pencegahan anemia di tingkat masyarakat. Dukungan edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat dengan layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk meningkatkan dampak jangka panjang dan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ibu dan keluarga.
PANTAU TUMBUH SI KECIL: YOK... UKUR STATUS GIZI Simamora, Marthalena; Rani Kawati Damanik; Sipayung, Normi Parida; Elsa Ignacia Simanjuntak; Octavia Arthago Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6886

Abstract

Latar belakang: Status gizi balita sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak balita karena gizi merupakan sumber utama energi dan bahan pembentuk tubuh. Apabila anak mengalami kekurangan gizi dan tubuhnya tidak mendapat cukup zat penting seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang maka anak akan tumbuh lebih lambat, berat badan tidak naik sesuai usia, mudah sakit, dan kemampuan berpikir atau belajar juga terganggu. Sebaliknya, kalau gizinya cukup dan seimbang, anak akan tumbuh tinggi, kuat, aktif, dan perkembangannya berjalan dengan baik sesuai usianya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pemantauan pertumbuhan balita dan mengukur status gizi anak balita.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh anak balita sebanyak 30 orang. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu mengukur status gizi balita dan pemantauan pertumbuhan anak balita. Kesimpulan:  Hasil yang didapatkan bagi sasaran bahwa Balita dapat dilakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pengukuran status perkembangan. Kegiatan ini bermanfaat untuk mengetahui status pertumbuhan dan perkembangan bayi dan Balita dan dapat digunakan sebagai upaya untuk mendeteksi secara dini stunting.
SOSIALISASI PENINGKATAN PEMAHAMAN PROTEKSI RADIASI BAGI TENAGA KESEHATAN DALAM PENGGUNAAN ALAT RADIOLOGI DIAGNOSTIK Dabukke, Hotromasari; Adiansyah; Salomo Sijabat; Berkat Panjaitan; Jekki Artafik Manik; Elva Dewsita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6887

Abstract

Latarbelakang: Penggunaan radiasi pengion pada layanan radiologi diagnostik berperan penting dalam mendiagnosis kondisi medis pasien. Paparan radiasi oleh pasien harus dioptimalisasi karena memiliki risiko apabila prosedur keselamatan tidak diterapkan secara optimal. Identifikasi awal di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa pemahaman tenaga kesehatan mengenai prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable), pemanfaatan alat pelindung diri (APD), serta prosedur pemantauan dosis radiasi masih perlu ditingkatkan. Tujuan : Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memperkuat pemahaman serta meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan terhadap praktik proteksi radiasi dalam pengoperasian peralatan radiologi diagnostik. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode edukasi interaktif, pelatihan praktik penggunaan alat pelindung diri dan dosimeter, serta pengukuran peningkatan pengetahuan melalui evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kompetensi peserta dalam menerapkan prinsip justifikasi, optimisasi, dan pembatasan dosis, sekaligus mendorong terbentuknya budaya keselamatan radiasi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan setelah mengikuti kegiatan. Rata-rata nilai pre-test yang sebelumnya berada pada kategori sedang mengalami kenaikan pada hasil post-test hingga mencapai kategori baik. Kesimpulan: Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan prinsip proteksi radiasi sesuai standar yang berlaku, sehingga dapat meminimalkan risiko paparan radiasi dan meningkatkan keselamatan pasien serta pekerja radiasi.
PEMBERDAYAAN PASIEN DIABETES MELALUI EDUKASI SELF CARE MANAGEMENT SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN GULA DARAH DAN PENCEGAHAN ULKUS DIABETIKUM Syapitri, Henny; Lasma Rina Efrina Sinurat; Agnes Silvina Marbun; Grace Tayesha Panjaitan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6889

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti ulkus diabetikum. Rendahnya kepatuhan self care management menjadi salah satu faktor utama tidak terkontrolnya kadar gula darah dan meningkatnya kejadian luka kaki diabetik. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes melitus dalam menerapkan self care management guna mengendalikan kadar gula darah serta mencegah ulkus diabetikum di Klinik Asri Wound Care Center Medan. Metode: Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi perawatan kaki, monitoring gula darah sewaktu, serta pendampingan self care selama periode tertentu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi praktik perawatan diri. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien tentang pengelolaan diabetes, peningkatan kepatuhan dalam monitoring gula darah, serta peningkatan kesadaran terhadap perawatan kaki. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap upaya pencegahan komplikasi ulkus diabetikum dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan luka berbasis edukasi preventif di klinik.