cover
Contact Name
Frizqa Ervina
Contact Email
jurnal.maras@gmail.com
Phone
+6281918012232
Journal Mail Official
jurnal.maras@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnal.maras@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 2987811x     EISSN : 2987811x     DOI : https://doi.org/10.60126/maras
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published four issue a year, every month with online version of E-ISSN: 2987-811X. MARAS provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. MARAS welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 525 Documents
Intoleransi Antar Umat Beragama di Indonesia Nurhakim, Nasrun; Adriansyah, Muhamad Irfan; Dewi, Dinnie Anggraeni
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.126

Abstract

Intoleransi adalah sikap kurang toleran atau tidak mau menerima perbedaan, terutama terkait dengan kepercayaan atau praktik agama lain, Hal ini dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti rasisme, seksisme, diskriminasi agama, atau diskriminasi lainnya di Indonesia sendiri kasus intoleransi ini bukan lagi cerita baru tetapi sudah jadi cerita lama yang terus berulang dari masa ke masa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus intoleransi di Indonesia, alasan utama dipilihnya topik yang diteliti ini karena maraknya kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji penyebab maraknya kasus intoleransi menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi kasus intoleransi yang pernah terjadi di Indonesia. Dari penelitian yang dikaji ditemukan fakta bahwa kebanyakan sikap intolerasi yang terjadi di Indonesia justru banyak menyagkut tentang agama, sikap fanatisme yang berlebihan menjadi sumber msalah utama intoleransi di Indonesia. Dengan dilakukanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan renungan untuk para pembaca dalam menyikapi karakteristik Indonesia yang multikultural serta dapat lebih menghargai perbedaan sejalan dengan semboyan bangsa kita yakni Bhineka Tunggal Ika.
Masalah Anak Kewarganegaraan Ganda di Indonesia Madaniah, Fuji Nurul; Dewi, Dinie Anggraeni; Adriansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.128

Abstract

Kewarganegaraan dalam suatu negara dimiliki oleh setiap individu, karena kewarganegaraan sangat penting untuk memperoleh status dalam suatu negara dan memperoleh perlindungan hukum dari negara tersebut. Setiap pemerintah menerapkan peraturan hukum. Dalam hal kewarganegaraan, kewarganegaraan ganda memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk mengatasi permasalahan yang timbul dari perkawinan antar ras negara-negara lain. Status kewarganegaraan merupakan status hukum terbatas yang hanya berlaku bagi anak yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah. Seorang anak yang mempunyai kewarganegaraan ganda dapat memilih untuk berstatus WNI atau negara lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dimana menjelaskan secara deskriptif hasil penelitian. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menjelaskan kedudukan hukum bagi warga negara yang mempunyai status kewarganegaraan ganda, baik terhadap anak hasil perkawinan ganda maupun orang tua yang mempunyai kewarganegaraan ganda.
Pentingnya Kewarganegaraan Dalam Pendidikan Pelajar Nurhalisyah, Annasa; Dewi, Dinie Anggraeni; Adriansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.130

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran vital dalam membentuk karakter warga negara muda. Artikel ini menguraikan urgensi PPKN di tengah tantangan global dan perubahan sosial. Fokus pada pembentukan karakter, pembelajaran PPKN di SD bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Kurangnya moral etika sopan santun menjadi problem pada kondisi saat ini. Banyak anak anak tidak mengetahui Pancasila, tokoh-tokoh nasionalisme dan bahkan lagu-lagu nasional.  Maka dari itu, pentingnya menerapkan pendidikan kewarganegaraan dengan bertujuan agar menjaga dan mempertahankan Pancasila serta menumbuhkan sikap dan perilaku cinta tanah air, berjiwa demokratis, menjadi warga negara yang disiplin dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan. Adanya pendidikan kewarganegaraan tidak hanya bergantung pada lingkungan sekolah saja, tetapi juga pada lingkungan rumah hingga masyarakat luas sehingga generasi muda dapat mengimplentasikan Pendidikan kewarganegaraan ini dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Meski demikian, tantangan seperti keterlibatan siswa dan keterbatasan sumber daya perlu diatasi. Konklusi menekankan perlunya perbaikan kualitas pendidikan kewarganegaraan di tingkat dasar untuk menciptakan generasi yang aktif dan bertanggung jawab. Selain itu  pengembangan karakter pada generasi muda, dengan diberikan pendidikan kewarganegaraan berhasil mengarahkan generasi muda untuk berpartisipasi mengusung karakter bangsa.
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pelayanan Administrasi Kesehatan Romadoni, Nacipa Ririn; Purwaningtyas, Letifa; Anggraini, Nurul; Ramadani, Lastri; Agus Santoso, Aris Prio
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.133

Abstract

Kurangnya kesadaran masyarakat akan nilai-nilai Pancasila menunjukkan implementasi nilai-nilai sila Pancasila belum maksimal diterapkan pada masyarakat khususnya pada pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila serta hambatan dalam pelayanan administrasi kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kasus untuk mencari data yang diperlukan. Dari hasil yang ditemukan di lapangan, bahwa nilai-nilai Pancasila mulai dari sila pertama hingga sila kelima sudah diimplementasikan di rumah sakit. Direktur rumah sakit memiliki peran penting dalam penerapannnya. Hambatan dalam pengimplementasian ini  adalah hambatan secara internal terdapat pada petugas yang masih terlambat masuk kerja, tidak mengikuti rapat evakuasi, dan lainnya. Sehingga direktur rumah sakit dan jajarannya harus dapat memberikan evaluasi, dukungan serta contoh kepada petugas rumah sakit terutama administrator.
Urgensi Toleransi untuk Mempertahankan Integrasi Bangsa Nurfauziah, Ayu; Dewi, Dinie Anggraeni; Ardiansyah, Muhammad Irfan
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.135

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam perbedaan yang meliputi perbedaan kebudayaan, suku, agama, bahasa, dan adat istiadat yang tersebar di berbagai daerah. Dari banyaknya perbedaan ini tidak hanya menjadi keuntungan tapi juga tantangan bagi Indonesia untuk menciptakan sebuah integrasi agar negara Indonesia menjadi negara yang utuh dan berdaulat. Berbagai konflik bisa muncul dari banyaknya keberagaman yang ada, sehingga membutuhkan banyak penyatuan-penyatuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dalam setiap perbedaan. Penyatuan-penyatuan ini membutuhkan masyarakat sebagai penggerak persatuan yang bisa dilakukan dengan mengembangkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya sikap toleransi dalam lingkungan masyarakat yang memiliki banyak perbedaan. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dikombinasikan dengan literature research untuk mendapatkan data yang relevan. Dapat kita sadari, toleransi adalah suatu hal yang sangat penting. Namun sayangnya, sikap toleransi masih belum bisa diterapkan dengan baik dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Sehingga, masih banyak konflik-konflik yang terjadi akibat kurangnya sikap toleransi. Konflik ini dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat yang membuat Indonesia belum bisa menjadi wilayah yang utuh dan berdaulat. Perlu disadari bahwa toleransi merupakan hal yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Pancasila sebagai Fondasi Etika dalam Pelayanan Kesehatan di Indonesia Husni, Aisyah Nur; Amalia, Anisa; Munatunnisa, Husna; Saputri, Niken Widya; Widyaningsih, Sekar
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.136

Abstract

Pancasila diakui sebagai dasar negara Indonesia sejak kemerdekaan pada tahun 1945. Dalam konteks ini, latar belakang sejarah mencakup semangat perjuangan untuk menciptakan bangsa yang merdeka dan berdaulat, di mana nilai-nilai Pancasila menjadi pijakan moral. Etika pancasila menghubungkan pancasila dengan nilai-nilai kebaikan, membentuk dasar moral kuat yang mencakup ketuhanan, kemanusiaan, solidaritas, demokrasi, dan keadilan. Pancasila memberikan landasan bagi pandangan holistik terhadap kesehatan, yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya. Hal ini mencerminkan kekayaan keragaman dalam praktik pelayanan kesehatan di Indonesia. Dalam bidang kesehatan, etika pancasila menjadi dasar integritas bagi pemberi pelayan kesehatan, mendorong pelayanan tanpa diskriminasi agama, menegakkan kebenaran dan keadilan, serta memajukan solidaritas. Etika itu sendiri adalah ilmu pengetahuan tentang moral dan perilaku manusia dalam masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Pancasila sebagai fondasi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Metode yang dilakukan adalah pendekatan studi kepustakaan dengan pengumpulan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa  implementasi Pancasila juga mencerminkan moral, cita-cita perjuangan, sumber hukum, dan identitas bangsa. Dalam konteks pelayanan kesehatan, etika Pancasila mengajarkan pentingnya tidak membeda-bedakan, membela kebenaran, meningkatkan pelayanan demi persatuan, bertanggung jawab secara moral, dan bersikap adil.
Paradigm Shifts in Applied Linguistics: Its Impact on Research Methodology and Findings Hasanah, Atiq Aqiqotul
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.143

Abstract

This article discusses the paradigm shift taking place in the field of applied linguistics and its impact on research methodology and discoveries. Along with the development of science and technology, paradigms in applied linguistics have undergone significant changes, especially in the way researchers approach linguistic problems and the methodologies used in their research. This paradigm shift includes changes in the understanding of language and communication, as well as the integration of linguistics with other disciplines such as computer science, psychology, anthropology, and neuroscience. This article will discuss how this shift has led to the development of more holistic and interdisciplinary research methodologies, allowing researchers to delve deeper into the complex aspects of language and human communication. In addition, this article will also explain how this paradigm shift has helped produce discoveries that enrich our understanding of language and communication, including its practical applications in areas such as information technology, machine translation, sentiment analysis, and machine learning. Paradigm shifts in applied linguistics are not only affecting the way we understand language but also how we harness it for innovation and advancement in various sectors. As such, this article will detail the paradigm shift in applied linguistics, highlight its impact on changes in research methodology, as well as describe the discoveries that have emerged as a result of these changes. A deeper understanding of this shift can help us design research more effectively and harness the potential of language and human communication in various aspects of modern life.
Skandal Korupsi Kemendikbud: Arogansi Kekuasaan atau Ketidakmampuan Mengelola Anggaran Yuliana, Dina
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.146

Abstract

Kasus korupsi di Kemendikbud menggemparkan publik saat seorang mantan menteri dan tiga mantan pejabat tinggi lainnya menjadi tersangka korupsi senilai Rp. 21 miliar. Tindakan korupsi ini dituduh terjadi selama kurun waktu beberapa tahun dan melibatkan orang dalam dan pihak swasta. Apa yang menjadi penyebab terjadinya skandal ini dan bagaimana dampaknya pada pemerintah dan masyarakat. Dalam jangkauan jangka panjang, peristiwa korupsi yang terjadi di Kemendikbud bisa merusak citra baik pemerintah serta mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pejabat publik dan institusi. Selain itu, kasus ini juga dapat memicu kegusaran masyarakat dan menimbulkan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah dalam mengelola anggaran negara. Oleh karena itu, hal utama yang harus diambil oleh pemerintah adalah memperbaiki sistem pengawasan dan penegakan hukum terhadap korupsi di institusinya agar tidak ada lagi pejabat publik yang melakukan aksi korupsi di dalam pemerintah.
Esensi Nduwur Kudung Ngisor Warung: Kajian Etika Islam Fuadi, Salis Irvan; El Syam, Robingun Suyud
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.147

Abstract

Fenomena yang cukup menarik, ketika wanita berhijab, namun di sisi lain, ukuran baju dan celananya tidak proporsional dengan postur tubuhnya, sehingga pusar dan sebagian dada atau perutnya terlihat. Setidaknya bisa melihat lekuk tubuhnya, bahkan bayangan di dalamnya pun terlihat jelas. Tulisan ini berusaha menjawab esensi nduwur kudung ngisor warung dalam kajian etika Islam. Kajian mengambil setting kualititaif deskriptif, dengan teori semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui sumber literature, dimana sumber primer dari tulisan terkait nduwur kudung ngisor warung, dan data skunder dari tulisan lain yang terkait tema penelitian, kemudian dianalisis kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menempatkan wanita dalam spektrum kedudukan mulia, maka etika dalam berjilbab yang telah disyariatkan Islam dalam rangka mengukuhkan kedudukan tersebut. Hal ini sekaligus menjadi kritik sosial atas perilaku nduwur kudung ngisor warung sebagai pengkerdilan atas kemulian kedudukan wanita. Implikasi penelitian yaitu pentingnya menjaga martabat wanita dari cara berbusana. Kajian memberi arah bagi penelitian masa depan yang komprehenshif pada area lebih spesifik.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) di Sekolah Darmadi; Budiono, Budiono; Nartini, Nartini
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.148

Abstract

Model PBL (Problem Based Learning) digadang-gadang menjadi salah satu alternative inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Meski banyak yang menerapkan, namun kualitas pendidikan tidak banyak kemajuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran PBL di sekolah. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan subjek penelitian 8 mahasiswa PPG dalam jabatan program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Madiun tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan berdasar data RPP, wawancara, dan video pembelajaran. Analisis data menggunakan triangulasi metode, paparan data, interpretasi, reduksi data, pengkodean, dan kategorisasi sehingga dapat ditarik kesimpulan. Diperoleh beberapa hasil penelitian. Pada tahap orientasi peserta didik pada masalah, masalah yang diberikan oleh guru tidak sesuai kriteria. Pada tahap mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, peserta sudah disetting sehingga tidak terjadi pengorganisasian. Pada tahap membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, peserta didik tidak melakukan penyelidikan individu maupun kelompok. Pada tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik hanya merepresentasikan hasil karya dalam kelas. Pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, umumnya, yang dilakukan oleh guru adalah mempertanyakan ke peserta didik terkait pembelajaran atau kesulitan yang dihadapi peserta selama pembelajaran. Guru sebaiknya dapat menerapkan tahapan PBL dengan lebih optimal.

Page 8 of 53 | Total Record : 525