cover
Contact Name
-
Contact Email
admin.journal@unika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
admin.journal@unika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Soegijapranata, Jl. Pawiyatan Luhur IV/1, Bendan Dhuwur, Semarang 50234, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pranata Biomedika
ISSN : -     EISSN : 28281233     DOI : https://doi.org/10.24167/jpb
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan adalah artikel yang mencakup semua aspek di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan dari mahasiswa, dosen, dan praktisi yang bekerja di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan.
Articles 59 Documents
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN MENGENAI KEBERSIHAN DIRI (PERSONAL HYGIENE) DI PANTI ASUHAN GRIYA BAHTERA KASIH SEMARANG Defi, Ratna Shintia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v3i2.5005

Abstract

Latar belakang : Personal Hygiene (Kebersihan Diri) meruapakan suatu cara untuk mencegah penyakit dan penularannya. Untuk mendapatkan personal hygiene yang baik dan benar dibutuhkan suatu pengetahuan mengenai hal tersebut. Maka dari itu peneliti mendapatkan prioritas masalah yang ditemukan yaitu kurangnya pengetahuan dan pemahaman  mengenai personal hygiene yang meliputi handuk yang digunakan secara bersama-sama dan pakaian yang digunakan secara bertukar sesama subjek penelitian di panti. Pakaian dan handuk yang tidak digunakan secara pribadi, dapat menyebabkan adanya permasalahan kulit berupa jamur (panu/tinea versicolor, tinea corporis, tinea kruris), scabies. Permasalahan yang ditemukan ini didasari karena para penghuni Panti Asuhan Griya Bahtera Kasih belum memahami pengetahuan mengenai personal hygiene.Tujuan penelitian : Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan pemahaman mengenai personal hygiene dalam upaya meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan Panti Asuhan Griya Bahtera Kasih.Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan penelitian Pre test-Post test dalam satu kelompok (one group Pre-post test Design) dengan jumlah 20 orang yang dilakukan kepada penghuni Panti Asuhan Griya Bahtera Kasih.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai kebersihan diri (personal hygiene) penghuni Panti Asuhan Griya Bahtera Kasih. Hal ini dapat terlihat dari hasil post test yang telah dilakukan.
CORRELATION BETWEEN ANTITUBERCULOSIS MEDICATION ADHERENCE AND HEALTH-RELATED QUALITY OF LIFE AMONG TUBERCULOSIS PATIENTS IN KLATEN Suizke, Elfrida Claudia Febriene; Sutanto, Eviana Budiartanti; Sebong, Perigrinus Hermin
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15240

Abstract

Background: Tuberculosis remains a major public health challenge in Indonesia, particularly in high-burden areas such as Klaten. Beyond clinical recovery, improving Health-Related Quality of Life (HRQoL) is an essential goal in tuberculosis management. Medication adherence plays a critical role in achieving successful treatment outcomes, as it contributes to symptom resolution, prevention of complications, and overall improvement in patients’ well-being. However, previous studies examining the relationship between adherence and HRQoL have shown inconsistent results, and empirical data in high-case settings remain limited.This study aimed to analyze the relationship between adherence to antituberculosis medication and HRQoL among tuberculosis patients in Klaten.Methods: An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 85 respondents from 16 Community Health Centres in Klaten Regency between August and December 2025. Medication adherence was assessed using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), while HRQoL was measured using the 36-Item Short Form Survey (SF-36). Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test.Results: A significant and strong positive correlation was found between medication adherence and HRQoL (p 0.001; r = 0.625; 95% CI: 0.451–0.785). Higher adherence was associated with better quality of life.Conclusion: Strengthening adherence support is essential to improve the overall well-being of tuberculosis patients.
ASOSIASI PROFIL LIPID DENGAN HIPERTENSI PADA DI PUSKESMAS ALIAN KEBUMEN Firdaus, Jaiza Alya; Cynthia, Cynthia; Sutanto, Eviana Budiartanti
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15228

Abstract

Latar belakang : Hipertensi memiliki prevalensi yang tinggi, termasuk di Kabupaten Kebumen, dan sering berkaitan dengan dislipidemia yang dapat memengaruhi progresivitas tekanan darah. Penelitian sebelumnya mengenai hubungan profil lipid dengan hipertensi masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian serupa di wilayah Kabupaten Kebumen, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan derajat hipertensi pada populasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan derajat hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Alian, Kabupaten Kebumen.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 122 subjek. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari rekam medis.Hasil : Hipertensi paling banyak ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 60–69 tahun. Analisis bivariat dengan uji Chi-square menunjukkan bahwa kolesterol total (p=0,074), HDL (p=0,090), dan trigliserida (p=0,069) tidak berhubungan signifikan dengan derajat hipertensi. Sebaliknya, kadar LDL memiliki hubungan signifikan (p=0,041).Kesimpulan :  Sebagian besar subjek memiliki profil lipid tidak normal, dengan hipertensi derajat 1 sebagai yang terbanyak. Kolesterol total, HDL, dan trigliserida tidak berhubungan signifikan, sedangkan LDL berhubungan signifikan dengan derajat hipertensi.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS NGEMPLAK SIMONGAN, SEMARANG. Ida, William Adisaputra; Allobua, Cyntia Grace; Redinka, Skolastika Bena; Jazzyca, Gloria Serena; Tjitradinata, Cynthia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v3i2.12323

Abstract

Hasil Long Form SP2020 (sensus penduduk 2020) menunjukkan Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 189/100.000 yang artinya terdapat 189 kematian perempuan pada saat hamil, saat melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Kehamilan dengan risiko tinggi merupakan penyebab utama tingginya angka kematian ibu. Ibu hamil dengan risiko tinggi memerlukan perhatian khusus untuk memastikan kehamilan dan kelahiran yang sehat. Puskesmas sebagai faskes menerapkan beberapa program pendampingan ibu hamil risiko tinggi sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang diberikan oleh pelaksanaaan program pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Ngemplak Simongan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis observational preliminary study, data diperoleh dengan mewawancarai petugas kesehatan di Puskesmas Ngemplak Simongan serta analisis dokumen terkait. Hasil dari penelitian ini adalah pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Ngemplak Simongan dilakukan dengan kunjungan ke rumah ibu hamil dan nifas oleh petugas kesehatan serta pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil kurang energi kronik dan anemia yang dilakukan sepanjang bulan Januari s/d Desember 2023. Pengawasan PMT mencapai target sedangkan program kunjungan masih belum mencapai target. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Ngemplak Simongan sudah terlaksanakan namun belum mencapai target. Penekanan angka kematian ibu di Puskesmas Ngemplak Simongan masih belum mencapai target 0 kematian. Kami merekomendasikan Puskesmas Ngemplak Simongan untuk mempertimbangan rekomendasi kami untuk program kegiatan tahun 2024. Penelitian ini memiliki keterbatasan waktu dan jumlah data yang dapat dianalisis, penelitian berikutnya sebaiknya dilakukan dengan data yang lebih lengkap.
LEMAK JENUH DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL Casey, Angelia; Christyana, To Lidwina Prillya Indra; Safitri, Nathalia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15235

Abstract

Latar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas di dunia. Perubahan pola makan masyarakat, khususnya peningkatan konsumsi lemak jenuh, menjadi salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan kadar kolesterol total. Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami gangguan metabolik, termasuk dislipidemia, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total pada peserta Prolanis di Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah peserta Prolanis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data asupan lemak jenuh diperoleh menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan kadar kolesterol total diperoleh dari data hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan lemak jenuh rendah dan kadar kolesterol total 200 mg/dL. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi lemah-sedang. Kesimpulan: Hasil  penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total, di mana meskipun sebagian besar responden memiliki asupan lemak jenuh yang rendah dan kadar kolesterol total dalam batas normal, peningkatan asupan lemak jenuh tetap menunjukkan kecenderungan diikuti oleh peningkatan kadar kolesterol total.
OPTIMALISASI JEJARING PUSKESMAS DALAM SKRINING PENYAKIT MENULAR PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Firdaus, Jaiza Alya; Kurniawan, Sia Karyn Kristanty; Bachtiar, Vania Angeline; Sebong, Perigrinus H
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i1.15223

Abstract

Latar belakang : Kesehatan maternal merupakan aspek penting dalam mencegah penularan penyakit infeksi selama kehamilan. Ibu hamil berisiko mengalami infeksi seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Skrining dini berperan dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas skrining di Puskesmas Mijen, mengidentifikasi hambatan, serta mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan cakupan, kualitas layanan, dan luaran kesehatan maternal.Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas skrining di Puskesmas Mijen, mengidentifikasi hambatan, serta mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan cakupan, kualitas layanan, dan luaran kesehatan maternal.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dari laporan program Puskesmas Mijen.Hasil : Program skrining Triple Eliminasi mencapai cakupan 100% pada tahun 2023 dan 2024. Prevalensi penyakit infeksi pada ibu hamil mengalami penurunan dari 2,1% (21/996) pada tahun 2023 menjadi 1,8% (16/903) pada tahun 2024.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun cakupan skrining mencapai 100% pada tahun 2023–2024, prevalensi penyakit infeksi pada ibu hamil hanya mengalami sedikit penurunan dari 2,1% menjadi 1,8%. Rekomendasi yang dapat diberikan meliputi penguatan strategi Triple Eliminasi, perluasan skrining, peningkatan dukungan pasien, serta peningkatan edukasi masyarakat.
“PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN TOTAL PROTEIN MENGGUNAKAN SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA” Munabari, Faiza; Syahputra, Arief
Jurnal Pranata Biomedika Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v3i2.5108

Abstract

Kadar total protein didalam darah dapat diketahui dengan pemeriksaan dilaboratorium klinik. Pemeriksaan total protein dapat menggunakan darah vena yang dibuat plasma atau serum. Bahan sampel yang dapat digunakan untuk pemeriksaan total protein yaitu serum, plasma, cairan serebrospinal dan urine. Pemeriksaan menggunakan sampel plasma dapat menyebabkan kadar total protein menjadi lebih tinggi 3 – 5 % karena pengaruh fibrinogen dalam plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar total protein dengan menggunakan sampel serum dan plasma.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Biuret. Dalam pemeriksaan total protein ini yang sering digunakan adalah metode Biuret karena lebih mudah dikerjakan dan hasilnya bersesuaian dengan metode Kjeldahl. Jenis penelitian ini observasi analitik dengan menggunakan 30 sampel.Dari hasil penelitian didapatkan rata - rata kadar total protein dengan sampel serum 77,36 g/dl. Sedangkan rata - rata kadar total protein dengan sampel plasma EDTA adalah 81,30 g/dl. Dari hasil analisis uji beda pada kedua variabel (Serum dan Plasma EDTA) didapatkan P-value ( P-value 0,05 ) yang artinya Ho ditolak dam ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan.Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar total protein dengan sampel serum dan plasma EDTA dimana kadar dalam plasma lebih tinggi dari pada serum. Bagi tenaga analis hendaknya dalam pemeriksaan total protein sebaiknya menggunakan serum sebagai sampelnya.
ASOSIASI DEVIASI SEPTUM NASI DENGAN SINUSITIS KRONIS DI RSD K.R.M.T. WONGSONEGORO Kristanto, Ivana Gavrila; Kristanti, Alberta Widya; Trisnanto, Rezka Dian
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15230

Abstract

Latar Belakang: Sinusitis kronis merupakan peradangan mukosa sinus yang berlangsung lebih dari 12 minggu dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor obstruktif. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah deviasi septum nasi (DSN), yaitu penyimpangan septum hidung yang dapat menghambat aliran udara serta mengganggu drainase mukosilier. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara deviasi septum nasi dengan kejadian sinusitis kronis pada usia produktif di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang tahun 2023-2024.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik consecutive sampling terhadap pasien THT berusia 15-64 tahun yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan data rekam medis periode Januari 2023-Desember 2024. Penilaian deviasi septum nasi dan sinusitis kronis dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan/atau radiologi. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR).Hasil: Dari 115 subjek penelitian, keluhan hidung lebih sering ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 15-24 tahun. Sebanyak 77% subjek dengan sinusitis kronis tidak memiliki deviasi septum nasi, sedangkan 9,3% memiliki DSN. Pada kelompok tanpa sinusitis kronis, proporsi subjek dengan DSN mencapai 90,7%, sedangkan 23% tidak memiliki DSN. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara deviasi septum nasi dan sinusitis kronis (p = 0,048) dengan risiko hampir tiga kali lebih besar pada subjek dengan DSN (OR = 2,919). Hubungan paling kuat ditemukan pada sinus maksilaris dengan signifikansi tinggi (p = 0,001) dan peningkatan risiko sebesar OR = 4,258.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa deviasi septum nasi berhubungan dengan peningkatan kejadian sinusitis kronis, terutama pada sinus maksilaris.
EFEK METFORMIN TERHADAP KARAKTERISTIK INSULA PANKREATIKA MODEL TIKUS OBESITAS Annisa, Sitti; Pakaya, David
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i1.12306

Abstract

Latar belakang : Peradangan kronis seperti pada obesitas dapat memicu kematian sel-sel pada dan merusak struktur insula pankreatika. Metformin memiliki efek anti peradangan yang berfungsi mengendalikan kerusakan insula pankreatika pada obesitas.Tujuan penelitian : mengetahui efek metformin terhadap karakteristik insula pankreatika pada model tikus obesitas.Metode : Menggunakan eksperimental study dengan rancangan post test only controlled  design dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus putih galur wistar jantan berusia 10-12 minggu, berat badan (BB) 200-250 gram. Tikus dibagi dalam 3 kelompok perlakuan; K1: kontrol normal; K2: model obesitas; K3: model obesitas + terapi metformin 250mg/kgBB. Tikus dimodifikasi menjadi model obesitas dengan pemberian high fat diet (HFD). Dilakukan pengukuran BB secara berkala. Gambaran histopatologi insula pankreatika didapatkan dari pewarnaan Hematoksilin eosin (HE) pada 5 lapang pandang yang dipilih secara acak dan tidak tumpang tindih dengan menggunakan mikroskop cahaya Olympus CX23 perbesaran 400x. Hasil gambar dikuantifikasi menggunakan perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis dengan GrapPhard Prism 8.0.0 menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil : Berat badan kelompok K3 yang diterapi metformin lebih rendah dari K1 dan K2. Morfologi insula pankreatika menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,002).  Morfometri insula pankreatika menunjukkan perbaikan pada diameter dan perimeter tetapi tidak bermakna secara statisitk (p=0,1226). Jumlah insula pankreatika tidak dipengaruhi (p=0,19).Kesimpulan : Metformin mampu menurunkan BB dan mampu memperbaiki morfologi insula pankreatika, namun tidak pada morfometri dan jumlah insula pankreatika pada tikus model obesitas.