cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
Universitas Sari Mutiara Indonesia Jln. Kapten Muslim No.79 Medan-20123, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 2963850X     EISSN : 2963850X     DOI : https://doi.org/10.51544/sentra.v3i1.4716
FOCUS DAN SCOPE JURNAL SENTRA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Aspek Perkembangan Anak (Nilai Agama dan Moral, Kognitif, Bahasa, Fisik Motorik, Sosial Emosional, dan Seni) Anak Berkebutuhan Khusus / PAUD Inklusi Parenting Manajemen PAUD Kesehatan dan Gizi PAUD Kurikulum, Media, dan Pembelajaran PAUD Assesment PAUD Psikologi Anak Usia Dini Inovasi dan isu terkini yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
PERAN GURU PAUD DALAM DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI TK ISLAM TERPADU BUMI BAHARI Ayu Andhira Safitri; Zainab Mukaromah; Yumidar Yumidar
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAUD dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini di TK Islam Terpadu Bumi Bahari. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa guru menjalankan peran sebagai pengamat, evaluator, fasilitator, konsultan, advokat, kolaborator, dan edukator. Peran pengamat dan evaluator paling dominan, namun pelaksanaan peran lainnya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan alat permainan, rasio guru-anak yang tinggi, serta pemahaman yang belum optimal terhadap alat skrining perkembangan. Kolaborasi dengan layanan kesehatan dan keterlibatan orang tua juga belum merata. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru, sistem dokumentasi yang lebih baik, serta kerja sama lintas sektor untuk mendukung deteksi dini yang efektif dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI AKTIVITAS SENI DAN DESAIN Erine Agustia; Zainab Mukaromah; Ayu Andhira Safitri
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anak usia dini belajar dengan cara melakukan sesuatu secara langsung, melalui pengalaman meraba, bergerak, melihat, serta mendengarkan. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik alami anak dalam mengeksplorasi lingkungannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui seni dan desain. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan survei langsung pada anak usia dini. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan kondisi ideal yang seharusnya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan analisis 5W1H untuk memperoleh gambaran nyata mengenai situasi yang terjadi pada anak. Hasil: Media berbasis seni dan desain interaktif terbukti dapat melibatkan anak secara langsung dalam aktivitas belajar. Melalui pengalaman sederhana, anak dapat dilatih untuk berpikir kreatif dan kritis, misalnya dengan memahami hubungan sebab-akibat serta memicu rasa ingin tahu. Kegiatan ini mendukung perkembangan kreativitas. Kesimpulan: Perancangan dalam penelitian ini menekankan pentingnya melibatkan seluruh alat indera anak. Melalui pendekatan ini, anak dapat dilatih kemampuan sensoriknya, sekaligus diajarkan memahami hubungan sebab-akibat dari suatu peristiwa, serta mampu mengembangkan kreativitas melalui berbagai bentuk aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
PENGARUH APLIKASI WORDWALL BERBASIS WEB TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS III UPT SD NEGERI 060830 D.I PANJAITAN MEDAN PETISAH Mei Lyna Girsang; Robinson Hutagaol; Panni Ance Lumbantobing; Rindi Dwi Ramadhani Saragih
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Membaca tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenali huruf dan kata, tetapi juga menuntut pemahaman terhadap isi dan makna bacaan. Oleh karena itu, kemampuan membaca pemahaman perlu dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar. Kenyataannya, masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif, rendahnya motivasi belajar siswa, serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Wordwall berbasis web terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III UPT SD Negeri 060830 D.I Panjaitan Medan Petisah Tahun Ajaran 2025/2026. Metode: kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 29 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan 15 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 14 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen mencapai 82,33, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 47,35. Uji independent samples t-test terhadap data posttest menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Kesimpulan: bahwa aplikasi Wordwall berbasis web memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis web, seperti Wordwall, agar proses pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik dan efektif.
KEGIATAN PEMBIASAAN PRACTICAL LIFE DI TAMAN PENITIPAN ANAK UMMAH ISLAMIC LEARNING CENTER Zakiatul Ismah; Serli Marlina
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk kemandirian dan karakter anak sejak usia dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pembiasaan practical life, yaitu aktivitas sehari-hari yang dilakukan secara langsung dan berulang oleh anak. Tujuan: untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pembiasaan practical life serta perannya dalam mendukung perilaku mandiri anak usia dini di TPA Ummah Islamic Learning Center. Metode: menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek anak usia dini dan guru. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa kegiatan practical life seperti mampu meningkatkan kemandirian anak. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan practical life berperan positif dalam membentuk perilaku mandiri anak usia dini. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai dasar pengabdian kepada masyarakat dalam penguatan pendidikan karakter anak usia dini melalui kegiatan pembiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas harian lembaga PAUD berbasis nilai-nilai Islam
PENGARUH PERMAINAN MATCHING CARD TERHADAP KONSENTRASI ANAK USIA 5-6 TAHUN Dwi Citra Lestari; Een Yayah Haenilah; Chasya Aghniarrahmah
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i1.6129

Abstract

Latar belakang:  Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan konsentrasi anak usia 5-6 tahun yang belum berkembang secara maksimal sesuai dengan tahapan perkembanganya. Kondisi tersebut terlihat dari anak yang masih mudah terahlihkan perhatiannya, belum mampu mempertahankan fokus selama 3-5 menit, serta belum menunjukan konsentrasi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan matching card terhadap konsentrasi anak usia 5-6 tahun Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi ekspermen melalui pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kemudia data dianalisis menggunakan uji independent sampel t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan rata-rata nilai posttest anatara kelas elsperimen dan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan. Nilai rata-rata posttest pada nilai eksperimen mencapai 48,60, sedangkan kelas kontrol mencapai 42,00. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,00,0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa permainan matching card memberikan pengaruh terhadap konsentrasi anak usia 5-6 tahun.
PENINGKATAN ADAB BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN SAPAAN ISLAMI DI TK IT BUMI BAHARI Ghaitsa Zahira Shopa; Daeng Siti Rabiatul Ulmi; Zelia Sapitri; Julius Pajarini; Renawati Renawati
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6177

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian anak di TK IT Bumi Bahari yang belum terbiasa menerapkan adab berbicara santun, seperti lupa mengucap salam dan berbicara dengan nada keras. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses peningkatan adab berbicara anak usia dini melalui pembiasaan sapaan Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta mengumpulkan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah dan Guru Kelas. Hasil penelitian menunjukkan transformasi perilaku positif pada peserta didik, di mana mereka terbiasa mengucapkan salam, menerapkan "Tiga Kata Ajaib" (maaf, tolong, terima kasih), serta mendengarkan dengan saksama tanpa memotong pembicaraan. Kesimpulannya, peningkatan adab berbicara anak berhasil dicapai melalui keteladanan pendidik secara langsung, bimbingan yang konsisten, dan penguatan sinergi dengan orang tua melalui program parenting.
PENGARUH ANIMASI NUSSA DAN RARA TERHADAP KESANTUNAN BERBAHASA ANAK USIA 4–5 TAHUN DI TK BHAKTI SUKOLILO 2 Asyam Amajid; Dimas Andik Ardiansyah; Mardiansyah Wahyu Ridoi Ferniawan; Muhammad Bagus Hartoyo Puguh Hanung Wijaya; Rizal Kurnia Akbar; Zuniar Kamaluddin Mabrurri
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6196

Abstract

Latarbelakang: Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan komunikasi anak usia dini. Namun, kemampuan kesantunan berbahasa anak di TK Bhakti Sukolilo 2 Kabupaten Madiun masih perlu ditingkatkan sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan edukatif. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penggunaan animasi Nussa dan Rara terhadap kesantunan berbahasa anak usia 4–5 tahun. Metode: Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 16 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples T-Test. Hasil: Rata-rata skor kesantunan berbahasa kelompok eksperimen meningkat dari 13,625 menjadi 22,125, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 13,125 menjadi 17,750. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: Animasi Nussa dan Rara berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kesantunan berbahasa anak usia dini.
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI TK TUNAS MULYA DALAM KONDISI RENDAHNYA KEHADIRAN PESERTA DIDIK Adela Leansi; Aurelia Syahwa Zakira; Nayla Amanda Lorenza; Alda Putri Eliza; Assyfa Rihadhatul Aisyi; Laila Fitriana; Sri Indriani Harianja
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6197

Abstract

Latarbelakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangannya. PAUD menerapkan Kurikulum 2013 dengan pembelajaran tematik terpadu yang berpusat pada peserta didik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, salah satunya rendahnya tingkat kehadiran peserta didik di sekolah. Tujuan: untuk mengetahui problematika pelaksanaan Kurikulum 2013 di TK Tunas Mulya dalam kondisi rendahnya kehadiran peserta didik serta mengetahui faktor penyebab dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Metode: pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: menunjukkan bahwa rendahnya kehadiran peserta didik dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini, kondisi ekonomi keluarga, jarak rumah yang jauh dari sekolah, serta penggunaan gadget secara berlebihan pada anak. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan pembelajaran, kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian perkembangan anak, dan terhambatnya interaksi sosial peserta didik. Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013 tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan guru dan sekolah, tetapi juga dukungan orang tua serta tingkat kehadiran peserta didik sehingga diperlukan kerja sama antara sekolah dan orang tua agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.
PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA NURUSSA’ADAH Annisa Sholihatul Hikmah; Dadan Nugraha
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6199

Abstract

Latarbelakang: rendahnya kemampuan berpikir komputasional, khususnya dalam menyusun langkah secara runtut, mengenali pola, serta memahami instruksi sederhana. Tujuan: untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional anak usia 5-6 tahun melalui penggunaan media ular tangga. Metode: metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang meliputi empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak kelompok B2 di RA Nurussa’adah Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan dengan instrumen lembar observasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase indikator ketercapaian berpikir komputasional. Hasil: penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran meningkat hingga di atas 75%. Selain itu, kemampuan berpikir komputasional anak juga meningkat pada setiap siklus. Pada pra siklus, rata-rata ketercapaian indikator sebesar 40,7%, menjadi 60,15% pada Siklus I, dan meningkat menjadi 83,20% pada Siklus II. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media ular tangga efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasional anak usia 5-6 tahun.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER EMPATI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PGRI HANDAYANI Arwa Azzahra; Purwati Purwati; Aini Loita
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6210

Abstract

Latarbelakang: Karakter empati merupakan salah satu aspek perkembangan sosial emosional yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berperan dalam membentuk kemampuan berbagi, menolong, bekerja sama, dan memahami perasaan orang lain. Namun, pengembangan empati memerlukan dukungan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Tujuan: untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran dalam pengembangan karakter empati anak usia 5–6 tahun di TK PGRI Handayani. Metode: menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Partisipan penelitian terdiri atas seorang guru kelas dan seorang kepala sekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil: menunjukkan bahwa karakter empati anak telah mulai berkembang, ditandai dengan perilaku berbagi, membantu teman, dan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Namun, perkembangan tersebut belum optimal dan belum merata pada seluruh anak karena masih ditemukan perilaku egosentris, kurangnya inisiatif membantu teman, serta kesulitan memahami perasaan orang lain. Kesimpulan: Pengembangan empati telah dilakukan melalui kegiatan bercerita, penggunaan video, pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman sosial langsung. Akan tetapi, media pembelajaran yang tersedia masih terbatas, kurang variatif, kurang interaktif, dan belum dirancang secara khusus untuk mengembangkan empati. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik, konkret, dan interaktif untuk mendukung pengembangan karakter empati anak usia dini secara lebih optimal.