cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 355 Documents
EDUKASI KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG DETEKSI DINI STROKE DI SMA CIPTA MANDIRI CISARUA Ahmad Arifin; Neng Shinta Brigitha Erlitasari; Risha Tri Ananda; Diana Intan Ayu Khorrunnisa; Suci Dwi Fauzi Aulia; Ipi Alya Hopipah; Hesti Cahyati; Hana Isniasa; Farissa Dwi Agustin
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41984

Abstract

ABSTRAKStroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan serta tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai ditemukan pada usia produktif. Rendahnya pengetahuan mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta deteksi dini stroke dapat menyebabkan keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Cipta Mandiri Cisarua mengenai deteksi dini stroke melalui edukasi kesehatan yang terstruktur dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juli 2026 di SMA Cipta Mandiri Cisarua dengan melibatkan 60 siswa kelas XI menggunakan teknik total sampling. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta media audiovisual berupa slide presentasi dan video animasi. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 62,17 pada pretest menjadi 82,50 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 20,33 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar 18,743, df = 59, dan p-value < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan. Peningkatan pengetahuan terutama mencakup kemampuan mengenali tanda dan gejala stroke melalui metode FAST (Face, Arm, Speech, Time), memahami faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menemukan tanda-tanda stroke. Dengan demikian, edukasi kesehatan melalui pendekatan interaktif dan audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang deteksi dini stroke dan dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif berbasis sekolah.Kata kunci: edukasi kesehatan; deteksi dini; stroke; pengetahuan; siswa SMA; FAST.ABSTRACTStroke is a health issue that can lead to death and disability; it affects not only the elderly but is increasingly found among the working-age population. Limited knowledge regarding risk factors, signs and symptoms, and early detection can result in delayed treatment. This community service activity aimed to enhance the knowledge of students at SMA Cipta Mandiri Cisarua regarding early stroke detection through structured, interactive health education. The activity took place on July 20, 2026, at SMA Cipta Mandiri Cisarua, involving 60 Grade XI students selected via total sampling. The methods employed included health education sessions featuring interactive lectures, discussions, and Q&A, supported by audiovisual media such as presentation slides and animated videos. Evaluation was conducted using a one-group pretest-posttest design, comparing participants' knowledge levels before and after the education session. Results showed that the students' average knowledge score rose from 62.17 in the pretest to 82.50 in the posttest, representing a mean increase of 20.33 points. A paired-sample t-test yielded a t-statistic of 18.743 (df = 59, p < 0.05), indicating a significant difference in student knowledge before and after the health education. The improvement in knowledge specifically covered the ability to recognize stroke signs and symptoms using the FAST method (Face, Arm, Speech, Time), as well as an understanding of risk factors, the importance of early detection, and appropriate initial actions to take when encountering signs of a stroke. Thus, health education utilizing interactive and audiovisual approaches is effective in increasing students' knowledge of early stroke detection and serves as a viable school-based health promotion and prevention strategy.Keywords: health education; early detection; stroke; knowledge; high school students; FAST.
WORKSHOP STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PADA PKBM JAKARTA PUSAT Sigit Widiyarto; Mu&#039;thia Mubasyira; Yeni Raini; Sofyan Romdhoni; Setiawan Agung Wibowo
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42354

Abstract

ABSTRAKHasil identifikasi yang dilaksanakan di PKBM Budaya Jakarta Pusat menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki keterbatasan literasi digital dan belum optimal memanfaatkan smartphone, media sosial, marketplace, serta Artificial Intelligence (AI) untuk kegiatan kewirausahaan. Tujuan dilaksanakan Workshop Strategi Pemasaran Digital ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kemandirian peserta dalam merancang serta menerapkan pemasaran berbasis teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui sosialisasi, penyampaian materi interaktif, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Materi workshop mencakup konsep digital marketing dan e-commerce, strategi Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) dan Unique Selling Proposition (USP), branding, fotografi produk menggunakan telepon pintar, pembuatan desain dan video promosi berbasis AI, copywriting, publikasi melalui Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp Business, serta pengelolaan toko pada Shopee. Hasil yang dicapai setelah pelaksanaan worksop menunjukkan sebanyak 15 dari 18 peserta mampu menghasilkan konten promosi yang lebih menarik, menyusun caption sesuai target pasar, mempublikasikan konten pada media sosial, dan mulai menerapkan e-commerce. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, motivasi, kemampuan evaluasi diri, dan kesadaran terhadap pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Workshop diharapkan menjadi dasar penguatan komunitas kewirausahaan melalui pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada peningkatan daya saing dan produktivitas masyarakat.Kata kunci: Workshop; Strategi pemasaran digital; E-commerce; PKBM. ABSTRACTAn initial assessment conducted at PKBM Budaya in Central Jakarta revealed that some participants had limited digital literacy and were not fully utilizing smartphones, social media, online marketplaces, or Artificial Intelligence (AI) for entrepreneurial activities. This Digital Marketing Strategy Workshop aimed to enhance participants' knowledge, skills, creativity, and independence in designing and implementing technology-based marketing. The activity employed a participatory community empowerment approach, incorporating outreach, interactive presentations, discussions, demonstrations, hands-on practice, technology application, mentoring, monitoring, and evaluation. Workshop topics covered digital marketing and e-commerce concepts; Segmentation, Targeting, Positioning (STP) strategies and Unique Selling Propositions (USP); branding; smartphone product photography; AI-based promotional design and video creation; copywriting; publishing content on Instagram, Facebook, TikTok, and WhatsApp Business; and managing a Shopee store. Post-workshop results showed that 15 out of 18 participants were able to create more engaging promotional content, draft captions tailored to their target markets, publish content on social media, and begin implementing e-commerce practices. Participants also demonstrated increased self-confidence, motivation, self-evaluation capabilities, and awareness of the importance of technology in business development. The workshop is expected to serve as a foundation for strengthening the entrepreneurial community through ongoing mentoring. Thus, this program contributes to enhancing community competitiveness and productivity.Keywords: Workshop; Digital marketing strategy; E-commerce; PKBM.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS EKONOMI SIRKULAR MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PAVING BLOK BERNILAI EKONOMI Ariefah Sundari; Muhammad Nur Ali Khoirun Nasihin; Ahmad Fathur Rozi; Abdullah Hasan; Mubarokatun Ilmiah; Fajriyanti Fitria Ramadhani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42733

Abstract

ABSTRAKPeningkatan jumlah sampah plastik menjadi permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi paving blok bernilai ekonomi dengan pendekatan ekonomi sirkular. Kegiatan melibatkan 38 peserta yang terdiri atas perangkat desa, karang taruna, dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi pembuatan paving blok, dan pendampingan. Inovasi program terletak pada integrasi konsep ekonomi sirkular dengan pengolahan sampah plastik menjadi produk konstruksi sederhana yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai ekonomi sirkular dari 45,6% menjadi 86,3%, pengetahuan pembuatan paving blok dari 32,5% menjadi 89,1%, serta pemahaman peluang ekonomi limbah dari 48,2% menjadi 87,6%. Program ini juga menghasilkan paving blok berbahan dasar sampah plastik sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sampah plastik menjadi paving blok dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah yang mendukung pengurangan pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Ekonomi sirkular; Pemberdayaan masyarakat; Sampah plastik; Paving blok. ABSTRACTThe rising volume of plastic waste presents an environmental challenge requiring sustainable solutions. This Community Service Program (KKN) aimed to empower the residents of Sumberagung Village, Modo District, Lamongan Regency, by transforming plastic waste into economically valuable paving blocks through a circular economy approach. The initiative involved 38 participants, including village officials, youth organization members, and local residents. The methods employed included awareness-raising sessions, training, demonstrations of paving block production, and ongoing guidance. The program's innovation lies in integrating circular economy concepts with the processing of plastic waste into simple construction products that offer both utility and economic value. Evaluation results indicated significant improvements in participant knowledge: understanding of the circular economy rose from 45.6% to 86.3%, knowledge of paving block production increased from 32.5% to 89.1%, and awareness of the economic potential of waste grew from 48.2% to 87.6%. The program also produced plastic-waste-based paving blocks, serving as a practical example of circular economy implementation at the community level. These activities demonstrate that converting plastic waste into paving blocks offers a viable waste management alternative that supports the reduction of environmental pollution while simultaneously creating sustainable economic opportunities for the community. Keywords: Circular economy; Community empowerment; Plastic waste; Paving blocks.
FASILITASI PELESTARIAN IDENTITAS KAWASAN SEKARBELA SEBAGAI KAMPUNG MUTIARA RAMAH MUSLIM MELALUI GERAKAN BERSAMA KOMUNITAS Ima Rahmawati Sushanti; Fariz Primadi Hirsan; Sri Rahmi Yunianti
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.39994

Abstract

ABSTRAKKawasan Sekarbela di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan sentra kerajinan mutiara yang memiliki nilai strategis secara ekonomi, sosial, dan budaya. Meskipun identitas kawasan sebagai Kampung Mutiara telah tumbuh secara organik, fasilitasi sistematis terhadap pelestarian identitas tersebut belum dilaksanakan secara terpadu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memfasilitasi pelestarian identitas Kawasan Sekarbela sebagai Kampung Mutiara Ramah Muslim melalui pendekatan gerakan bersama komunitas. Metode yang digunakan meliputi community empowerment approach, collaborative governance, dan participatory action research (PAR) yang dilaksanakan dalam lima tahap: identifikasi, perencanaan partisipatif, implementasi, monitoring-evaluasi, dan penguatan keberlanjutan. Kegiatan melibatkan komunitas perajin mutiara, tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Kelompok Kerja Komunitas Kampung Mutiara Ramah Muslim, tersusunnya dokumen rencana aksi bersama, peningkatan kapasitas branding kawasan berbasis digital, serta penguatan identitas visual kawasan melalui desain signage dan elemen tematik. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan daya saing kawasan, pelestarian identitas lokal, serta implementasi prinsip pariwisata ramah Muslim yang berkelanjutan. Implikasi praktis meliputi model kolaborasi multipihak yang dapat direplikasi pada kawasan kerajinan tematik lainnya.Kata kunci: Identitas kawasan; Kampung Mutiara; ramah Muslim; gerakan komunitas; ekonomi kreatif. ABSTRACTThe Sekarbela area in Mataram City, West Nusa Tenggara Province, is a pearl craft center with strategic economic, social, and cultural value. Although the area's identity as a “Pearl Village” has grown organically, systematic facilitation for preserving this identity has not been implemented in an integrated manner. This community service activity aims to facilitate the preservation of the Sekarbela area's identity as a Muslim-Friendly Pearl Village through a joint community movement approach. The methods used include a community empowerment approach, collaborative governance, and participatory action research (PAR), implemented in five stages: identification, participatory planning, implementation, monitoring and evaluation, and strengthening sustainability. The activity involved the pearl crafting community, community leaders, the village government, and relevant stakeholders. The results of the activity indicate the formation of a Muslim-Friendly Pearl Village Community Working Group, the development of a joint action plan document, increased capacity for digital-based regional branding, and strengthening the area's visual identity through signage design and thematic elements. This activity contributes to strengthening regional competitiveness, preserving local identity, and implementing the principles of sustainable Muslim-friendly tourism. Practical implications include a multi-stakeholder collaboration model that can be replicated in other thematic craft areas. Keywords: Regional identity; Kampung Mutiara; Muslim-friendly; community movement; creative economy.
HILIRISASI RISET INTEGRASI IMUT (IKAN, MAGGOT, UNGGAS, DAN TANAMAN): STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU KETAHANAN PANGAN KELUARGA ESSAI HASIL PENGABDIAN MASYARAKAT Zuraidah Nasution; Ida Nurhayati; Evi Irianti; Mahdiah Mahdiah; Ratna Zahara; Zulkifli Zulkifli; Mahaza Mahaza
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41134

Abstract

ABSTRAKStunting masih menjadi tantangan gizi kronis di Sumatera Utara dengan prevalensi 22,4% pada tahun 2024, di atas rata-rata nasional (19,8%). Rendahnya ketahanan pangan rumah tangga merupakan salah satu determinan penting yang menyertai persoalan stunting. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Polkesmed, Poltekkes Yogyakarta, dan Padang bersama Universitas Islam Sumatera Utara mengembangkan Model Integrasi IMUT (Ikan, Maggot, Unggas, dan Tanaman) sebagai inovasi ekonomi sirkular berbasis rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mempercepat penurunan stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghilirisasi hasil riset IMUT untuk  merumuskan strategi keberlanjutannya. Pelaksanaan dilakukan berdasarkan contoh keberhasilan riset yang telah dilakukan di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara, dan diperluas ke Kota Medan dan Kota Padang, menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis kelompok dasawisma. Hasil kegiatan tersebut dapat dirumuskan dalam 6 tahapan yaitu koordinasi dan sosialisasi dengan mitra; pelatihan teknis budi daya imut;  pembentukan dan penguatan kelembagaan dasawisma; pendampingan teknis, penyuluhan gizi, dan pola asuh; advokasi kebijakan; evaluasi keberhasilan dan rencana  keberlanjutan. Model IMUT berpotensi menjadi kerangka acuan hilirisasi hasil riset gizi masyarakat yang berkelanjutan. Pemantauan jangka panjang diperlukan untuk menilai dampak IMUT terhadap keragaman pangan dan status gizi balita Kata kunci: hilirisasi penelitian;  pemberdayaan masyarakat; stunting; ketahanan pangan ABSTRACTStunting remains a chronic nutritional challenge in North Sumatra, with a prevalence of 22.4% in 2024, above the national average of 19.8%. Low household food security is one of the key determinants associated with stunting. This community service program, conducted by Poltekkes Kemenkes Medan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, and Poltekkes Kemenkes Padang in collaboration with Universitas Islam Sumatera Utara, developed the IMUT Integration Model (Ikan, Maggot, Unggas, Tanaman: Fish, Maggot, Poultry, and Plants) as a household-based circular economy innovation to support food security and accelerate stunting reduction. The program aimed to translate IMUT research findings into community practice and to formulate strategies for their sustainability. Implementation built on the successful research previously conducted in Mandailing Natal Regency, North Sumatra, and was expanded to Medan City and Padang City through a participatory empowerment approach based on dasawisma (neighborhood women's groups). The activities comprised six stages: (1) coordination and socialization with partners; (2) technical training in IMUT farming; (3) establishment and strengthening of dasawisma institutions; (4) technical assistance, nutrition education, and parenting counseling; (5) policy advocacy; and (6) evaluation of outcomes and sustainability planning. The IMUT model has the potential to serve as a reference framework for the sustainable downstreaming of community nutrition research. Long-term monitoring is needed to assess the impact of IMUT on dietary diversity and the nutritional status of children under five. Keywords: research downstreaming;  community empowerment; stunting; food security