cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 355 Documents
PEMBERDAYAAN GENERASI Z SEBAGAI DIGITALPRENEUR MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN USAHA BERBASIS E-COMMERCE DAN CONTENT CREATION UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KOTA TUA AMPENAN Nur Fitri Hidayanti; Nur’aini Nur’aini; Ahmad Hulaimi; Ilham Ilham; Nurmitasari Nurmitasari
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40097

Abstract

ABSTRAKUMKM di Kota Tua Ampenan menghadapi kesenjangan digital akibat manajemen produksi yang belum terstandar, pencatatan keuangan manual, dan pemasaran konvensional. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan Generasi Z anggota Koperasi Dana Mandiri sebagai digitalpreneur melalui pelatihan manajemen usaha berbasis e-commerce dan content creation. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan experiential learning selama enam bulan terhadap 35 anggota koperasi. Pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan terklaster (produksi, manajemen usaha, pemasaran digital), penerapan Digital UMKM Toolkit, pendampingan intensif, dan evaluasi baseline-endline. Hasil menunjukkan 100% anggota memiliki SOP produksi dan akun bisnis aktif, 80% menerapkan kemasan market-ready, 91,4% mampu menghitung HPP, 85,7% menggunakan pencatatan keuangan digital, terbentuk katalog digital serta tim digital marketing internal, dihasilkan 78 konten promosi, engagement media sosial meningkat 45%, dan omzet rata-rata naik 28% dengan perluasan pasar hingga regional maupun nasional.Kata kunci: Pemberdayaan Generasi Z; Digitalpreneur; Pelatihan Manajemen Usaha ;E-Commerce dan Content Creation. ABSTRACTMicro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Ampenan Old Town face a digital divide caused by unstandardized production management, manual financial recording, and conventional marketing. This community service activity aims to empower Generation Z members of Dana Mandiri Cooperative as digitalpreneurs through business management training based on e-commerce and content creation. The method used is Participatory Action Research with an experiential learning approach over six months involving 35 cooperative members. Implementation includes socialization, cluster-based training (production, business management, digital marketing), application of the Digital MSME Toolkit, intensive mentoring, and baseline-endline evaluation. Results indicate that 100% of members have production SOPs and active business accounts, 80% apply market-ready packaging, 91.4% can calculate Cost of Goods Sold (COGS), 85.7% use digital financial recording, a digital catalog and internal digital marketing team were established, 78 promotional contents were produced, social media engagement increased by 45%, and average turnover rose by 28% with market expansion to regional and national levels.Keywords: Generation Z Empowerment; Digitalpreneur; Business Management Training; E-Commerce; Content Creation.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN LEGALITAS DAN KEAMANAN PANGAN BAGI UMKM PANGAN DI KECAMATAN TALANG PADANG, KABUPATEN TANGGAMUS Ahyar Ismail; Tursina Andita Putri; Danang Pramudita; Hardiana Widyastuti
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40618

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, memiliki beragam produk olahan yang berpotensi dikembangkan. Namun, penguatan pemahaman mengenai legalitas produk dan keamanan pangan masih diperlukan untuk mendukung pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan awal pelaku UMKM dalam memahami persyaratan legalitas dan keamanan pangan sesuai karakteristik usahanya. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif terhadap 22 pelaku UMKM pangan olahan. Peserta menjalankan usaha yang beragam, antara lain kue, gula semut, kerupuk, kemplang, keripik, donat kentang, mie bakso, lapis legit, rempeyek, basreng, dan rendang telur. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui pre-test dan post-test, sedangkan pendampingan digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala peserta setelah pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 41,48 menjadi 53,70. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah pelatihan, sementara monitoring pendampingan menunjukkan kebutuhan lanjutan pada pengelolaan keuangan, kualitas produk, pemasaran, dan pemenuhan persyaratan legalitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang disertai pendampingan dapat menjadi pendekatan awal dalam memperkuat kapasitas UMKM pangan untuk mempersiapkan pemenuhan legalitas dan keamanan produk.Kata kunci: UMKM; Legalitas Produk; Keamanan pangan. ABSTRACTFood-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Talang Padang District, Tanggamus Regency, produce a variety of processed food products with potential for further development. However, strengthening business owners' understanding of product legality and food safety remains necessary to support business development. This community service program aimed to improve MSMEs' knowledge and initial readiness to understand product legality and food safety requirements according to their business characteristics. The program employed a participatory training and mentoring approach involving 22 food-processing MSMEs. Participants operated diverse businesses, including cakes, palm sugar, crackers, kemplang, chips, potato doughnuts, noodles and meatballs, lapis legit, snacks, basreng, and egg rendang. Learning outcomes were assessed through pre-tests and post-tests, while post-training mentoring was used to identify participants' needs and constraints. The average score increased from 41.48 to 53.70. The results indicate improved knowledge following the training, while follow-up monitoring identified further needs related to financial management, product quality, marketing, and product legality requirements. The program demonstrates that training combined with mentoring can provide an initial approach to strengthening the capacity of food MSMEs to prepare for product legality and food safety compliance.Keywords: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs); Product legality; Food Safety.
PENGUATAN KETAHANAN MENTAL PENGURUS RANTING AISYIYAH DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENGASUHAN REMAJA GENERASI Z Yoza Okta Saputra; Uswatun Hasanah; Danny Ontario Rusmono; Ahmad Fauzan Iswahyudi; Emil Padila; Nisa Afriana; Elma Amalia Kunaeza; Eka Safitri; Rafa Dwiandra Purmalastu; Andriyan Maajid
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40420

Abstract

ABSTRAKPola pengasuhan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan remaja. Namun, karakteristik Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital menjadi tantangan bagi ibu dalam menjalankan pengasuhan. Selain menghadapi tuntutan pengasuhan, ibu juga menjalankan berbagai peran lain, seperti mengelola rumah tangga, bekerja, dan memenuhi tanggung jawab sosial. Akumulasi tuntutan tersebut berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental dan kualitas pengasuhan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pengasuhan yang adaptif bagi remaja Generasi Z serta memperkuat kapasitas ibu dalam membangun dukungan sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 30 ibu partisipan yang memiliki anak berusia remaja. Kegiatan menggunakan metode psikoedukasi dan pelatihan peer support group. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan melalui pengukuran pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan sebesar 7.23 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (W = 0; p < 0,001) dengan effect size r = 0,87, yang menunjukkan efek besar. Semua partisipan berada pada kategori rendah sebelum kegiatan, sedangkan setelah kegiatan 80% peserta berada pada kategori tinggi dan 20% pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi dan pelatihan peer support group dapat mendukung peningkatan pengetahuan ibu mengenai pengasuhan remaja Generasi Z. Kegiatan ini memiliki implikasi bagi penguatan kapasitas ibu dalam menerapkan pengasuhan yang adaptif dan memanfaatkan dukungan sebaya sebagai sumber penyemangat dalam menghadapi tuntutan pengasuhan.Kata kunci: Ketahanan Mental;Pengasuhan; Remaja; Generasi Z. ABSTRACTParenting plays an important role in supporting adolescent development. However, the characteristics of Generation Z, who have grown up in a digital environment, present challenges for mothers in providing effective parenting. In addition to parenting demands, mothers often undertake various other roles, such as managing household responsibilities, working, and fulfilling social obligations. The accumulation of these demands may contribute to psychological stress, which can affect mothers’ mental health and the quality of parenting. Therefore, this community engagement program aimed to improve mothers’ knowledge of adaptive parenting for Generation Z adolescents and strengthen their capacity to build social support. The program involved 30 mothers who had adolescent children. The activities employed parenting psychoeducation and peer support group training. Evaluation was conducted using a parenting knowledge questionnaire administered through pretest and posttest measurements. The results showed an increase of 7.23 points in participants’ knowledge scores. The Wilcoxon signed-rank test indicated a significant difference between pretest and posttest scores (W = 0, p < 0.001), with an effect size of r = 0.87, indicating a large effect. All participants were classified in the low-knowledge category before the program, whereas after the program, 80% of participants were classified in the high-knowledge category and 20% in the moderate-knowledge category. These findings indicate that parenting psychoeducation and peer support group training can support improvements in mothers’ knowledge regarding parenting Generation Z adolescents. The program has implications for strengthening mothers’ capacity to implement adaptive parenting practices and utilize peer support as a source of encouragement in dealing with parenting demands.Keywords: Mental Resilience; Parentings; Adolescents; Generation Z.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN IDENTITAS MEREK USAHA SKALA MIKRO SEKTOR KULINER Tri Siwi Agustina; Puput Tri Komalasari; Bambang Soeharto
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42265

Abstract

ABSTRAKRendahnya kapasitas produksi dan keterbatasan strategi branding menjadi kendala utama Warung Makan Bu Ulfa, seorang perempuan, pelaku usaha mikro sekaligus warga miskin binaan Pemkot Surabaya, dalam meningkatkan daya saing bisnis. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat branding, serta memperluas jangkauan pemasaran mitra. Program melibatkan 1 pemilik warung makan yang didampingi oleh tim dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop pembuatan bakso nangka muda (tewel)  serta pelatihan pembuatan berbasis metode DORA (Doing-Observation-Reflection-Action), pendampingan peremajaan peralatan produksi higienis, pendaftaran QRIS, pendaftaran lokasi di Google Maps,. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung, tes cita rasa (test food), dan wawancara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hard skill mitra dalam diversifikasi produk pangan inovatif, peningkatan soft skill tata kelola usaha dan literasi keuangan digital, serta perbaikan identitas visual usaha. Secara ekonomis, program ini berhasil meningkatkan omzet harian mitra sebesar 67%, yaitu dari rata-rata Rp150.000,00 per hari sebelum pendampingan menjadi kurang lebih Rp. 225.000,00 per hari setelah pendampingan.Kata kunci: Bisnis; Branding; Kapasitas produksi; Kuliner mikro. ABSTRACTLow production capacity and limited branding strategies are the main obstacles facing Warung Makan Bu Ulfa—a woman who is both a micro-entrepreneur and a low-income resident under the guidance of the Surabaya City Government—in improving her business’s competitiveness. This Community Service (PKM) program aims to increase production capacity, strengthen branding, and expand the partner’s marketing reach. The program involves one food stall owner who is mentored by a team of faculty members and students. Implementation methods include outreach sessions, a workshop on making young jackfruit meatballs (tewel), and training based on the DORA (Doing-Observation-Reflection-Action) method, as well as guidance on upgrading hygienic production equipment, QRIS registration, and listing the location on Google Maps. Evaluation is conducted through direct observation, taste tests, and periodic interviews. The results of the program demonstrated an improvement in the partners’ hard skills regarding the diversification of innovative food products, an enhancement of their soft skills in business management and digital financial literacy, and an improvement in their business’s visual identity. Economically, this program succeeded in increasing the partners’ daily revenue by 67%, from an average of Rp150,000.00 per day before the mentoring to approximately Rp225,000.00 per day after the mentoring.Keywords: Branding; Business; Cullinary; Micro; Production capacity.
SMART RECYCLING: PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MELALUI KOLABORASI BANK SAMPAH DAN LEMBAGA SOSIAL ANAK SEMARANG Adji Herry Suhono; Salma Atiq Khairunnisa; Vicky Oktavia; Almira Santi Samasta; Suhita Whini Setyahuni
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41241

Abstract

ABSTRAKPersoalan sampah plastik di Kota Semarang terus meningkat, sementara pemanfaatan bank sampah belum optimal dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Ikhsaniyah belum memiliki program pengelolaan sampah maupun sumber pemberdayaan ekonomi bagi anak asuhnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan sampah plastik melalui kolaborasi Bank Sampah Resik Becik dan LKSA Al-Ikhsaniyah dalam bentuk pelatihan pembuatan kerajinan gantungan kunci berbahan limbah plastik sekaligus penguatan literasi keuangan usaha bagi para santri. Metode yang digunakan adalah Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Partisipatif, meliputi tahap persiapan, pengenalan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan 20 anak asuh tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama serta seorang praktisi UMKM sebagai pendamping teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri pada aspek pengetahuan sumber bahan baku, keterampilan membuat kerajinan, literasi keuangan usaha, dan pengelolaan arus kas sederhana, sebagaimana tercermin dari perbandingan hasil pre-test dan post-test. Secara kuantitatif, proporsi peserta yang masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha turun dari 90% sebelum pelatihan menjadi 0% (seluruh peserta berkomitmen memisahkan keuangan) setelah pelatihan, sementara kesadaran akan risiko kerugian pada sekitar 70% produk akibat komponen biaya nonbahan baku yang belum diperhitungkan turut meningkat. Santri mampu mempraktikkan perhitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan penyusunan laporan laba/rugi sederhana. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan kemitraan berkelanjutan antara bank sampah dan LKSA sebagai model pemberdayaan berbasis smart recycling yang dapat direplikasi pada lembaga sosial serupa di wilayah lain.Kata kunci: Sampah plastik; Bank sampah; Smart recycling; Literasi keuangan; Pemberdayaan santri. ABSTRACTThe increasing volume of plastic waste in Semarang City has not been matched by optimal use of waste banks, while the Al-Ikhsaniyah Child Welfare Institution (LKSA) still lacks a waste management program and adequate sources of economic empowerment for its foster children. This community service activity aims to optimize plastic waste management through collaboration between Resik Becik Waste Bank and LKSA Al-Ikhsaniyah in the form of training on making keychain crafts from plastic waste, combined with strengthening business financial literacy among the santri. The method applied was Participatory Training and Mentoring, consisting of preparation, introduction, socialization, implementation, and evaluation stages, involving 20 foster children from elementary to junior high school level and a practitioner as technical mentor. The results show improved understanding among participants in raw material sourcing, craft-making skills, business financial literacy, and simple cash-flow management, as reflected in the pre-test and post-test comparison. Participants were able to calculate production cost, determine selling price, and prepare a simple profit-loss statement for the crafts produced. This activity recommends strengthening a sustainable partnership between the waste bank and the LKSA as a replicable smart-recycling empowerment model for similar social institutions elsewhere.Keywords: Plastic waste; Waste bank; Smart recycling; Financial literacy; Santri empowerment.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN KAMBING MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA JEGREG KABUPATEN LAMONGAN Siti Lathifatus Suniyah; Mahbub Junaidi; Ihsan Mahin; Anggas Setyawan; Siti Nur Asiyah; Shonia Ananta
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41771

Abstract

ABSTRAKPengelolaan limbah kotoran kambing di Desa Jegreg, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan masih belum dilakukan secara optimal sehingga potensi pemanfaatannya sebagai sumber daya pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik cair serta mendorong penerapan pengelolaan limbah yang mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi, praktikum pembuatan pupuk organik cair, dan pendampingan. Mitra kegiatan terdiri atas 20 orang petani Desa Jegreg dengan dukungan 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan sebagai fasilitator. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, disertai observasi dan praktik langsung selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 49,6% sebelum pelatihan menjadi 89,0% setelah pelatihan atau mengalami peningkatan sebesar 39,4%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman mengenai bahan dan alat pembuatan pupuk organik cair serta proses fermentasi, masing-masing sebesar 44,0%. Peserta juga mampu mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri mulai dari persiapan bahan, fermentasi, hingga aplikasi pada tanaman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan limbah peternakan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat; Pupuk Organik Cair; Kotoran Kambing; Pertanian Berkelanjutan. ABSTRACTThe management of goat manure waste in Jegreg Village, Modo District, Lamongan Regency, has not yet been optimized; consequently, its potential as an agricultural resource remains underutilized. This community service initiative aimed to enhance farmers' knowledge and skills in processing goat manure into liquid organic fertilizer and to encourage waste management practices that support sustainable agriculture. The activities included awareness-raising sessions, educational outreach, demonstrations, hands-on practice in producing liquid organic fertilizer, and ongoing guidance. The project involved 20 farmers from Jegreg Village, supported by 18 students from the Darul ‘Ulum Islamic University Lamongan’s Community Service Program (KKN) acting as facilitators. Evaluation was conducted using pre-test and post-test methods to measure the increase in participants' knowledge, complemented by observation and practical application during the activities. The results showed that the participants' average knowledge level rose from 49.6% before the training to 89.0% afterward—an increase of 39.4%. The most significant gains were observed in the understanding of materials and equipment for liquid organic fertilizer production and the fermentation process, with each area showing a 44.0% improvement. Participants also demonstrated the ability to independently carry out the production process, ranging from material preparation and fermentation to application on crops. This initiative demonstrates that community empowerment based on the utilization of livestock waste can enhance community capacity while simultaneously supporting more environmentally friendly and sustainable agricultural practices.Keywords: Community Empowerment; Liquid Organic Fertilizer; Goat Manure; Sustainable Agriculture.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA BIG BOOK BERBASIS TEKNOLOGI PADA PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESI DI SD AL-QURANIYAH MARTAPURA Khasbi Ainun Najib; Muhammad iqbal Mustofa; Resti Septikasari; Nurul Maftuah; Neli Agustina
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42831

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah dasar memerlukan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung kegiatan literasi. Namun, guru di SD Al-Quraniyah Martapura masih memiliki keterbatasan dalam merancang media literasi berbasis teknologi sehingga pemanfaatan media pembelajaran pada pembelajaran Bahasa Indonesia belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat media Big Book berbasis teknologi sebagai pendukung pelaksanaan GLS. Sasaran kegiatan adalah 20 orang guru SD Al-Quraniyah Martapura. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan melalui observasi awal, penyampaian materi, praktik terbimbing, pendampingan pembuatan media, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, refleksi, dan penilaian terhadap media yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep dan karakteristik media Big Book serta kemampuan dalam merancang media Big Book berbasis teknologi untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan memberikan tanggapan positif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru serta mendukung penguatan GLS melalui pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan.Kata kunci: Big Book; Gerakan Literasi Sekolah; media pembelajaran berbasis teknologi; pelatihan guru; pembelajaran Bahasa IndonesiaABSTRACTThe implementation of the School Literacy Movement (GLS) in elementary schools requires teachers’ competence in developing innovative learning media to support literacy activities. However, teachers at SD Al-Quraniyah Martapura still have limitations in designing technology-based literacy media, resulting in less optimal use of learning media in Indonesian language learning. This community service activity aimed to improve teachers’ knowledge and skills in developing technology-based Big Book media to support the implementation of GLS. The target participants were 20 teachers of SD Al-Quraniyah Martapura. The implementation method consisted of training and mentoring through initial observation, material presentation, guided practice, media development assistance, and evaluation. Evaluation was conducted through observation, discussion, reflection, and assessment of the media produced by the participants. The results showed an improvement in teachers’ understanding of the concepts and characteristics of Big Book media and their ability to design technology-based Big Book media for Indonesian language learning. The participants also demonstrated enthusiasm and provided positive responses throughout the activity. This activity contributed to improving teachers’ professional competence and strengthening the implementation of GLS through the use of innovative and sustainable learning media.Keywords: Big Book; Indonesian language learning; School Literacy Movement; teacher training; technology-based learning media
PENINGKATAN PENGETAHUAN GURU TAMAN KANAK-KANAK TENTANG SKRINING GIZI ANAK MELALUI PELATIHAN ANTROPOMETRI DAN ANTHROCAL Nunung Cipta Dainy; Rosyanne Kushargina; Nurmalia Lusida; Indah Nur Fitriana; Silvania Afidah
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41461

Abstract

ABSTRAKStunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi prioritas di Indonesia yang memerlukan upaya pencegahan dan deteksi dini sejak usia dini. Guru taman kanak-kanak memiliki peran strategis dalam pemantauan pertumbuhan anak karena berinteraksi secara rutin dengan peserta didik, namun belum seluruhnya memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pengukuran antropometri dan penentuan status gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru taman kanak-kanak mengenai pengukuran antropometri dan skrining cepat status gizi anak sebagai upaya mendukung deteksi dini stunting. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2026 di TKIT Aqila, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan melibatkan 20 guru yang berasal dari 10 sekolah taman kanak-kanak. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik pengukuran berat badan dan tinggi badan, demonstrasi penggunaan aplikasi AnthroCal, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 9 pertanyaan mengenai standar pengukuran antropometri dan penentuan status gizi anak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 72,2±11,9 pada pre-test menjadi 90,0±9,2 pada post-test. Sebanyak 80% peserta mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti kegiatan dengan rata-rata kenaikan sebesar 22,9±10,3. Kegiatan edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengukuran antropometri dan penentuan status gizi anak. Guru taman kanak-kanak berpotensi menjadi mitra strategis dalam mendukung pemantauan pertumbuhan dan deteksi dini stunting di lingkungan sekolah.Kata kunci: Antropometri; Guru taman kanak-kanak; Status gizi anak; Stunting; Skrining gizi. ABSTRACTStunting remains one of the major nutritional problems in Indonesia, requiring prevention and early detection efforts from an early age. Kindergarten teachers play a strategic role in child growth monitoring because they interact regularly with children; however, their knowledge regarding anthropometric measurements and nutritional status assessment is often limited. This community service program aimed to improve kindergarten teachers’ knowledge of anthropometric measurements and rapid nutritional status screening to support early detection of stunting. The activity was conducted in April 2026 at TKIT Aqila, Dramaga District, Bogor Regency, West Java, involving 20 teachers from 10 kindergarten schools. The methods included health education, practical training on weight and height measurements, demonstration of the AnthroCal application, and evaluation using a pre-test and post-test consisting of 9 questions related to anthropometric measurement standards and child nutritional status assessment. The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge, as indicated by an improvement in the mean score from 72.2±11.9 in the pre-test to 90.0±9.2 in the post-test. 80% of participants showed improved knowledge scores, with a mean pre-test to post-test increase of 22.9 ± 10.3 points. The combination of educational sessions and hands-on practice effectively enhanced teachers’ knowledge regarding anthropometric measurements and child nutritional status assessment. Kindergarten teachers have the potential to become strategic partners in supporting child growth monitoring and early detection of stunting in school settings.Keywords: Anthropometry; Child nutritional status; Kindergarten teachers; Nutrition screening; Stunting.
GAMIFIKASI ENGKLEK UNTUK PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL DIGITAL SISWA TERHADAP HATE SPEECH DAN CYBERBULLYING Nurliya Ni&#039;matul Rohmah; Endang Rahmawati; Suswandi Suswandi; Raudatul Jannah; Anggun Hidayah Putri
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40108

Abstract

ABSTRAKProgram penguatan ketahanan sosial digital melalui gamifikasi Engklek "Ruang Aman Digital Anak" di Yayasan Chilihouse, Lombok Utara, bertujuan meningkatkan pemahaman siswa usia 10-13 tahun tentang keamanan digital, etika bermedia, ujaran kebencian, dan cyberbullying serta memperkuat pendampingan orang tua. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan interaktif, simulasi, permainan engklek tematik, pendampingan, dan evaluasi pre-test-post-test. Evaluasi kuantitatif mencakup 45 peserta yang hadir dan mengisi kedua tes. Rerata skor meningkat dari 55,5 menjadi 85,5, dengan kenaikan 30 atau 54,05% Observasi kegiatan juga menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan keberanian menyampaikan pengalaman digital, sedangkan orang tua mulai mengidentifikasi strategi pendampingan berbasis dialog. Hasil ini menunjukkan kelayakan gamifikasi berbasis permainan tradisional sebagai media literasi digital yang kontekstual dan mudah direplikasi. Namun, penilaian dampak jangka panjang masih memerlukan pengukuran lanjutan setelah program.Kata kunci: Cyberbullying; Engklek edukatif; Ketahanan sosial digital; Literasi digital; Ruang aman anak. ABSTRACTThis community engagement program used the "Safe Digital Space for Children" hopscotch game at Yayasan Chilihouse, North Lombok, to strengthen digital social resilience among students aged 10-13 years and improve parental guidance. The program combined socialization, interactive training, simulation, thematic hopscotch, mentoring, and pre-test-post-test evaluation. The quantitative evaluation included 45 participants who attended and completed both tests]. The mean score increased from 55,5 to 85,5, equivalent to 30 or 54,05%. Field observations also indicated active student participation, greater willingness to discuss digital experiences, and improved parental recognition of dialogue-based guidance strategies. These findings support the feasibility of adapting a traditional game as a contextual and replicable digital literacy medium. Longer-term follow-up is still required before conclusions can be drawn about sustained behavioral change.Keywords: Cyberbullying; Educational hopscotch; Digital social resilience; Digital literacy; Safe spaces for children.
PRISON-BASED COMMUNITY HEALTH EDUCATION ON TOBACCO-RELATED LUNG AND PREGNANCY RISKS: A DESCRIPTIVE PROGRAMME AMONG INCARCERATED MEN IN YOGYAKARTA, INDONESIA Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42010

Abstract

ABSTRAKPenggunaan tembakau dan paparan asap rokok orang lain merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Edukasi tentang bahaya kehamilan juga relevan bagi warga binaan laki-laki karena kebiasaan merokok mereka dapat memengaruhi pasangan hamil dan anggota keluarga setelah bebas. Mendeskripsikan pelaksanaan dan temuan verbal tingkat kelompok dari program edukasi kesehatan tembakau di lembaga pemasyarakatan mengenai merokok aktif, asap rokok orang lain, kesehatan paru, dan bahaya kehamilan. Program pengabdian masyarakat deskriptif satu sesi dilaksanakan pada 20 April 2026 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta. Tujuh puluh sembilan warga binaan perokok mengikuti sesi 60 menit (ceramah interaktif, curah pendapat, diskusi, dan pembagian leaflet). Pemahaman dinilai secara verbal pada tingkat kelompok, sebelum dan sesudah sesi, pada empat domain, tanpa instrumen tervalidasi atau skor individual; analisis bersifat deskriptif. Seluruh 79 peserta menyelesaikan program. Sebelum sesi, respons kelompok menunjukkan kesadaran umum bahwa merokok berbahaya namun kurang spesifik. Setelah sesi, respons menjadi lebih spesifik, mencakup penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kelahiran prematur, berat lahir rendah, dan berhenti merokok. Program ini layak dilaksanakan dalam keterbatasan operasional lembaga pemasyarakatan, dan respons pasca-sesi secara kualitatif lebih spesifik dibandingkan pra-sesi. Desain tingkat kelompok tidak dapat menyimpulkan efektivitas pada tingkat individu; penilaian terstruktur, berskor individual, dan tindak lanjut disarankan untuk program mendatang.Kata kunci: Pengendalian tembakau; Kesehatan lapas; Edukasi kesehatan; Asap rokok; Berhenti merokok. ABSTRACTTobacco use and secondhand smoke exposure are major concerns in correctional settings. Educating incarcerated men on pregnancy-related harms is relevant because their smoking may affect pregnant partners and family members after release. To describe the implementation and group-level verbal findings of a prison-based health education programme on active smoking, secondhand smoke, lung health, and pregnancy-related harms. A descriptive, single-session community engagement programme was conducted on 20 April 2026 at Yogyakarta Class IIA Correctional Facility. Seventy-nine incarcerated men who smoked attended a 60-minute session (interactive lecture, brainstorming, discussion, and leaflet distribution). Understanding was assessed verbally at group level, before and after the session, across four domains, without a validated instrument or individual scoring; analysis was descriptive only. All 79 participants completed the programme. Pre-session responses reflected general awareness that smoking is harmful but limited specificity. Post-session responses were more specific, including references to chronic obstructive pulmonary disease, lung cancer, preterm birth, low birth weight, and smoking cessation. The programme was feasible within correctional constraints, and post-session responses were qualitatively more specific than pre-session responses. The group-level design precludes conclusions about individual-level effectiveness; structured, individually scored, and follow-up assessments are recommended for future programmes.  Keywords: Tobacco control; Prison health; Health education; Secondhand smoke; Smoking cessation.PRISON-BASED COMMUNITY HEALTH EDUCATION ON TOBACCO-RELATED LUNG AND PREGNANCY RISKS: A DESCRIPTIVE PROGRAMME AMONG INCARCERATED MEN IN YOGYAKARTA, INDONESIA