cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 355 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BAGI KADER MAJELIS HUKUM DAN HAM PIMPINAN CABANG AISIYAH (PCA) SE-KABUPATEN SUKOHARJO TENTANG PENANGANAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) Nuria Siswi Enggarani; Nunik Nurhayati; Diana Setiawati; Indah Maulani; Amara Balqis Atsany; Hanna Amalia Rosyida; Azifah Dhiyaa Ananda; Aurel Zora Cristarachel; Fahmi Nur Azizah; Syahwa Yunifa Nofebri; Elfa Zazkia Salsabila; Safira Rahma Azizah
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42919

Abstract

ABSTRAKKader MHH PCA Se kabupaten Sukoharjo menghadapi permasalahan yaitu keterbatasan kapasitas kader dan kemampuan kader dalam dalam menangani dan memberikan advokasi serta pendampingan hukum menyangkut permasalahan hukum KDRT di Kabupaten Sukoharjo. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu permasalahan hukum dan sosial yang memerlukan penanganan secara tepat, khususnya karena korban sering menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi, perlindungan, dan pendampingan hukum. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman kader dalam menghadapi serta menyelesaikan permasalahan hukum yang terjadi di lingkungan masyarakat, khususnya yang menyangkut perempuan dan anak terutama dalam menangani dan cara memberikan advokasi dan pendampingan hukum. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan partisipatif, studi kasus dan simulasi penanganan perkara. untuk meningkatkan pemahaman kritis dan kemampuan memecahkan kasus, kemudian dilanjutkan dengan membuat strategi advokasi, serta pembuatan modul pelatihan dan buku saku/ panduan tentang penanganan masalah hukum yang kontekstual dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kader pada aspek pengetahuan hukum substantif, keterampilan praktik, kepercayaan diri, dan pemahaman jejaring layanan hukum. Rata-rata skor keseluruhan kemampuan kader meningkat dari 1,85 % sebelum pelatihan menjadi 4,12% setelah pelatihan, atau mengalami peningkatan sebesar 2,27 poin. Peningkatan juga terlihat pada pemahaman UU PKDRT dan perlindungan anak, alur pelaporan dan sistem rujukan, kemampuan konseling dan wawancara awal. Kegiatan ini menghasilkan modul/panduan pelatihan, penguatan jejaring rujukan, dan rencana keberlanjutan melalui klinik hukum serta sistem pendampingan kader secara berkala.Luaran dari pengabdian ini meliputi peningkatan keterampilan dalam manajemen penanganan kasus- kasus hukum bagi kader-kader MHH Aisyiyah PCA Sukoharjo. Artikel ilmiah yang akan dipublikasikan di jurnal nasional dan Modul Pelatihan Advokasi Hukum.Kata kunci: Pendampingan; Penanganan masalah hukum;Majelis Hukum HAM Aisyiyah. ABSTRACTCadres of the Legal and Human Rights Council (Majelis Hukum dan HAM/MHH) of Aisyiyah Branch Leadership (PCA) throughout Sukoharjo Regency face challenges related to limited capacity and skills in handling, providing legal advocacy, and assisting with legal issues concerning domestic violence (Kekerasan Dalam Rumah Tangga/KDRT) in Sukoharjo Regency. Domestic violence is a legal and social issue that requires appropriate handling, particularly because victims often face limited access to information, protection, and legal assistance. This community service program aims to enhance the capacity and understanding of cadres in addressing and resolving legal problems occurring within the community, particularly those involving women and children, with a specific focus on legal advocacy and assistance. The implementation method employed participatory training, case studies, and simulations of case handling to strengthen the cadres’ critical understanding and problem-solving skills. The activities were followed by the development of advocacy strategies, training modules, and a practical handbook or guide for handling legal issues in a contextual and applicable manner. The results indicate an improvement in the cadres’ capacity in terms of substantive legal knowledge, practical skills, self-confidence, and understanding of legal service networks. The overall average score of the cadres’ abilities increased from 1.85% before the training to 4.12% after the training, representing an increase of 2.27 points. Improvements were also observed in the cadres’ understanding of the Domestic Violence Elimination Law and child protection, reporting procedures and referral systems, as well as initial counseling and interviewing skills. The program produced training modules/guidelines, strengthened referral networks, and established a sustainability plan through legal clinics and periodic cadre mentoring. The outputs of this community service program include improved case management skills among MHH Aisyiyah cadres of PCA Sukoharjo, a scientific article to be published in a national journal, and a Legal Advocacy Training Module.Keywords: Advocacy; Legal assistance; Aisyiyah Human Rights Legal Council.
PENGUATAN PERAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL Masta Hutasoit; Fajriyati Nur Azizah; Dwi Kartika Rukmi; Ratna Lestari
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40151

Abstract

ABSTRAKAnak dengan disabilitas intelektual menghadapi kerentanan terhadap kekerasan seksual akibat hambatan kognitif, komunikasi, dan pemahaman sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menguatkan kapasitas peran orang tua dalam mendukung perlindungan diri anak. Program dilaksanakan di SLB Negeri 1 Kulon Progo pada 15 Maret 2026 dan melibatkan 47 orang tua. Rangkaian kegiatan mencakup pretest, edukasi selama 60 menit menggunakan booklet, diskusi interaktif, pendampingan melalui WhatsApp selama satu minggu, dan posttest. Evaluasi menggunakan kuesioner peran orang tua 10 butir dengan skala Likert lima poin. Proporsi peserta pada kategori peran baik meningkat secara deskriptif dari 51,1% (24 orang) menjadi 78,7% (37 orang), atau 27,6 poin persentase. Seluruh distribusi sebelum dan sesudah masing-masing mencakup 47 respons, tetapi data pasangan individual tidak tersedia sehingga uji inferensial dan atribusi kausal tidak dilakukan. Program ini menunjukkan perubahan deskriptif yang mendukung kelayakan edukasi berbasis sekolah dan pendampingan singkat bagi orang tua. Evaluasi berikutnya perlu menggunakan instrumen dengan bukti psikometrik yang dilaporkan, data berpasangan, dan kelompok pembanding.Kata kunci: disabilitas intelektual; edukasi orang tua; kekerasan seksual; perlindungan diri; pengabdian masyarakat.ABSTRACTChildren with intellectual disabilities face heightened vulnerability to sexual violence because of cognitive, communication, and social-understanding barriers. This community service program aimed to strengthen parents' capacity to support their children's self-protection. The program was conducted at SLB Negeri 1 Kulon Progo on 15 March 2026 and involved 47 parents. Activities comprised a pretest, a 60-minute booklet-based education session, interactive discussion, one week of WhatsApp support, and a posttest. Evaluation used a 10-item parental-role questionnaire with a five-point Likert scale. The proportion of participants in the good-role category descriptively increased from 51.1% (24 parents) to 78.7% (37 parents), a 27.6-percentage-point change. Each pre- and post-program distribution included 47 responses; however, participant-level paired data were unavailable, precluding inferential testing and causal attribution. The descriptive shift supports the feasibility of school-based parent education with brief follow-up. Future evaluations should report psychometric evidence, retain paired observations, and include a comparison group.Keywords: community service; intellectual disability; parental education; self-protection; sexual violence.
PEMBERDAYAAN REMAJA KARANG TARUNA MELALUI LITERASI ISLAMI, PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN, DAN GEROBAK LITERASI DI KAMPUNG TALUN, DESA JELEGONG, KABUPATEN BANDUNG Hernawati - Hernawati; Iim Ibrohim; Supala - Supala; Leon Leon; Nizma Nizma; Aldi Aldi; Surya Surya
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42496

Abstract

ABSTRAKRendahnya tingkat literasi di kampung Talum menjadi masalah yang dihadapi saat ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja Karang Taruna Kampung Talun, Desa Jelegong, Kabupaten Bandung, melalui penguatan literasi Islami, kepemimpinan, literasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan budaya baca melalui pojok baca dan gerobak literasi. Program yang didanai oleh BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini melibatkan 40 anggota Karang Taruna sebagai sasaran utama. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan kepemimpinan, penguatan nilai-nilai akhlak Islami, pelatihan pemanfaatan AI secara etis dan produktif, serta pendampingan pengelolaan pojok baca berisi 245 buku dan gerobak literasi keliling yang dioperasikan setiap hari Minggu ke sejumlah RT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kepemimpinan berkarakter, kemampuan awal memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, serta tumbuhnya rasa kepemilikan terhadap program literasi yang dikelola secara mandiri oleh remaja. Peningkatan tersebut dikonfirmasi melalui kuesioner evaluasi pascakegiatan yang diisi oleh 16 perwakilan anggota Karang Taruna, terdiri atas 19 pernyataan sikap (skala Likert) dengan skor rata-rata 4,31 dari skala 5 (98% respons berkategori Setuju/Sangat Setuju) dan 20 soal pemahaman konsep (pilihan ganda) dengan skor rata-rata jawaban benar 94,4% (93,75% peserta mencapai skor ≥90%), yang diperkuat pula oleh hasil pengamatan partisipatif dan diskusi reflektif berupa kemampuan peserta menjelaskan kembali dan mempraktikkan prinsip kepemimpinan berbasis akhlak serta partisipasi aktif dalam diskusi etika pemanfaatan AI. Keterlibatan aktif Karang Taruna dalam perencanaan hingga pengelolaan program menjadi kunci keberlanjutan kegiatan pascapengabdian. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan remaja berbasis komunitas yang memadukan nilai keislaman, kepemimpinan, dan literasi digital.Kata kunci: literasi Islami; kepemimpinan remaja; kecerdasan buatan; gerobak literasi; Karang Taruna. ABSTRACTThe low level of literacy in Talum village remains a challenge today. This community service program aims to empower adolescent members of Karang Taruna in Kampung Talun, Jelegong Village, Bandung Regency, through Islamic literacy, leadership training, artificial intelligence (AI)-based digital literacy, and the development of a reading corner and mobile literacy cart. Funded by BIMA of the Ministry of Higher Education, Science, and Technology (Kemdiktisaintek) in 2026, the program targeted 40 Karang Taruna members. The implementation methods included leadership training, reinforcement of Islamic character values, ethical and productive AI literacy training, and mentoring for managing a reading corner with 245 books and a mobile literacy cart operated every Sunday across several neighborhood units. The results show improved participant understanding of character-based leadership, initial capability in using AI responsibly, and a growing sense of ownership toward the literacy program, which is independently managed by the youth. This improvement was confirmed through a post-activity evaluation questionnaire completed by 16 representative Karang Taruna members, consisting of 19 Likert-scale attitude statements with a mean score of 4.31 out of 5 (98% of responses rated Agree/Strongly Agree) and 20 multiple-choice comprehension items with a mean correct-answer score of 94.4% (93.75% of participants scoring ≥90%), further supported by participatory observation and reflective discussion showing participants' ability to re-explain and practice character-based leadership principles and their active participation in discussions on AI ethics. The active involvement of Karang Taruna members from planning through management is key to the program's sustainability. This program is expected to serve as a community-based model for youth empowerment that combines Islamic values, leadership, and digital literacy.Keywords: Islamic literacy; youth leadership; artificial intelligence; mobile literacy cart; Karang Taruna
PEMBERDAYAAN SISWA MELALUI INOVASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN ECO-ENZYME SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMP MUHAMMADIYAH MATARAM Syafril Syafril; Mas'ad Mas'ad; Nurmanis Nurmanis; Ratna Ratna
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.39988

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah organik di lingkungan sekolah yang belum dikelola secara optimal menjadi tantangan bagi SMP Muhammadiyah Mataram, terutama dalam membangun kebiasaan siswa untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan eco-enzyme sekaligus memperkuat karakter peduli lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, praktik pengolahan sampah organik, pendampingan, dan evaluasi program. Mitra kegiatan adalah SMP Muhammadiyah Mataram dengan melibatkan 30 siswa yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi untuk mengukur perubahan karakter peduli lingkungan, pemahaman pengelolaan sampah organik, keterampilan praktik, serta perubahan volume sampah organik di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor karakter peduli lingkungan siswa meningkat dari 68,4 menjadi 86,7 atau sebesar 26,8%. Pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah organik meningkat dari 62,3% menjadi 89,1%. Selama pelaksanaan program, volume sampah organik sekolah juga berkurang sebesar 47,5%, sementara 90% siswa telah mampu mempraktikkan pembuatan pupuk kompos dan eco-enzyme secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis praktik mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekaligus mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis sekolah dan pemanfaatan hasil pengolahan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran serta budaya lingkungan sekolah.Kata kunci: Pemberdayaan siswa; Sampah organik; Pupuk kompos; Eco-enzyme; Karakter peduli lingkungan.  ABSTRACTThe suboptimal management of organic waste at SMP Muhammadiyah Mataram presents a challenge, particularly regarding the cultivation of responsible waste management habits among students. This community service initiative aims to empower students by transforming organic waste into compost and eco-enzymes, while simultaneously fostering an environmentally conscious mindset. The program was implemented through several stages: identification, awareness-raising, training, hands-on organic waste processing, mentoring, and evaluation. SMP Muhammadiyah Mataram served as the partner institution, with 30 students actively participating throughout the entire series of activities. Evaluation was conducted using observation, questionnaires, and documentation to measure changes in environmental awareness, understanding of organic waste management, practical skills, and the volume of organic waste within the school environment. The results indicate that the students' average environmental awareness score rose from 68.4 to 86.7, an increase of 26.8%. Student understanding of organic waste management improved from 62.3% to 89.1%. During the program, the school's organic waste volume decreased by 47.5%, and 90% of the students became capable of independently producing compost and eco-enzymes. These findings demonstrate that a practice-based empowerment approach effectively enhances students' knowledge and skills while fostering environmentally conscious behavior. The program holds potential for sustainable development through school-based management and by integrating the processed waste products into learning activities and the school's environmental culture.Keywords: Student empowerment; Organic waste; Compost fertilizer; Eco-enzyme; Environmentally caring character.
EDUKASI KESEHATAN PARU BERBASIS RADIOGRAFI: PENGETAHUAN GURU TENTANG RISIKO MEROKOK DAN VAPING PADA REMAJA Nur Hayati; Yoni Astuti; Najmi Hafizah Ananta Nur
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41980

Abstract

ABSTRAKMerokok dan penggunaan vape pada remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang penting di lingkungan sekolah, terutama karena paparan nikotin, risiko gangguan kesehatan, dan pembentukan perilaku tidak sehat sejak usia dini. Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam pencegahan melalui pendidikan, pengawasan, dan penciptaan lingkungan sekolah yang sehat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan guru dan tenaga kependidikan mengenai risiko penggunaan rokok dan vape pada remaja melalui edukasi kesehatan paru yang didukung media radiografi. Kegiatan dilaksanakan di SMP Unggulan Aisyiyah Bantul pada tanggal 10 April 2026 dengan melibatkan 40 peserta. Materi edukasi meliputi risiko merokok dan vaping, ketergantungan nikotin, dampaknya terhadap kesehatan paru, kerentanan remaja, serta peran sekolah dalam pencegahan. Media radiografi digunakan untuk memberikan gambaran visual yang konkret mengenai potensi kerusakan paru. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 96,5% pada pretest menjadi 98,25% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 1,75%. Peningkatan yang relatif kecil perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan tinggi skor awal dan kemungkinan terjadinya efek plafon.Kata kunci: kesehatan remaja; penggunaan vape; merokok; kesehatan paru; radiografi; guru. ABSTRACTSmoking and vaping among adolescents represent important public health concerns in school settings, particularly because of nicotine exposure, the risk of adverse health effects, and the development of unhealthy behaviors at an early age. Teachers and education personnel play an important role in prevention through health education, supervision, and the creation of a healthy school environment. This activity aimed to strengthen teachers’ and education personnel’s knowledge of the risks associated with smoking and vaping among adolescents through lung health education supported by radiographic media. The activity was conducted at SMP Unggulan Aisyiyah Bantul on April 10, 2026, involving 40 participants. The educational materials covered the risks of smoking and vaping, nicotine dependence, their effects on lung health, adolescent vulnerability, and the role of schools in prevention. Radiographic media were used to provide concrete visual representations of potential lung damage. The mean knowledge score increased from 96.5% in the pretest to 98.25% in the posttest, representing an increase of 1.75%. This relatively small increase should be interpreted in consideration of the high baseline score and the possibility of a ceiling effect.Keywords: adolescent health; vaping; smoking; lung health; radiography; teachers.
PENGUATAN IDEOLOGI DAN KEPEMIMPINAN KADER MUHAMMADIYAH MELALUI PROGRAM BAITUL ARQAM BERBASIS PENDIDIKAN PARTISIPATIF DI ACEH SINGKIL Abdul Gani; Muttaqin Al Ridha; Mudhafar Anzari; Afdhal Jihad; Irwansyah Irwansyah; Zulfa Zainuddin; Linda Handayani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41305

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Penguatan ideologi, kepemimpinan, dan karakter kader Muhammadiyah memerlukan program perkaderan yang sistematis untuk menjawab tantangan perkembangan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta menumbuhkan komitmen peserta dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui kegiatan Baitul Arqam Aceh Singkil 2026. Mitra kegiatan adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Singkil dengan melibatkan 40 peserta yang berasal dari unsur pimpinan, kader, organisasi otonom, pendidik, tenaga kependidikan, dan calon kader Muhammadiyah. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dinamika kelompok, studi kasus, refleksi, serta pembinaan karakter dan kepemimpinan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, partisipasi peserta, diskusi, refleksi, umpan balik peserta, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta terhadap ideologi Muhammadiyah, kesadaran pentingnya kaderisasi, pemahaman prinsip kepemimpinan, motivasi untuk berkontribusi dalam organisasi dan masyarakat, komitmen terhadap implementasi nilai-nilai Islam Berkemajuan, serta terbentuknya jejaring komunikasi dan kolaborasi antarpeserta. Program ini menunjukkan bahwa Baitul Arqam merupakan model pengabdian yang efektif dalam mendukung penguatan sumber daya manusia dan kaderisasi Muhammadiyah.Kata kunci: Baitul Arqam; kaderisasi Muhammadiyah; kepemimpinan; pengabdian kepada masyarakat; penguatan ideologi. ABSTRACT Strengthening Muhammadiyah ideology, leadership, and cadre character requires a systematic cadre development program to address contemporary societal challenges. This community service program aimed to strengthen participants' understanding of Muhammadiyah ideology, enhance leadership capacity, and foster commitment to implementing the values of Progressive Islam through the 2026 Baitul Arqam Aceh Singkil program. The partner was the Regional Leadership of Muhammadiyah Aceh Singkil, involving 40 participants consisting of organizational leaders, cadres, autonomous organization members, educators, education personnel, and prospective Muhammadiyah cadres. The implementation methods included lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, group dynamics, case studies, reflection, and leadership and character development activities. Evaluation was conducted through observation, participant involvement, discussions, reflection, participant feedback, and activity documentation. The program results indicated improved understanding of Muhammadiyah ideology, increased awareness of cadre development, strengthened leadership understanding, higher motivation to contribute to organizations and society, stronger commitment to implementing the values of Progressive Islam, and the establishment of communication and collaboration networks among participants. The program demonstrates that Baitul Arqam is an effective community service model for strengthening human resources and Muhammadiyah cadre development.Keywords: Baitul Arqam; community service; leadership; Muhammadiyah cadre development; ideological strengthening.
PEMANFAATAN AI GENERATIF DALAM PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN UNTUK PENGUATAN PEMAHAMAN ANGGOTA ASPAPI DKI JAKARTA Wida Aristanti; Muhammad Ikhwan; Roni Faslah; Susan Febriantina; Suherdi Suherdi; Rayi Dwipanilih; Rizki Firdausi Rachmadania
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42906

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman anggota Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI) DKI Jakarta mengenai pemanfaatan AI generatif dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Kegiatan diikuti oleh 15 peserta dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 21 Juli 2026. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif dengan prinsip learning by doing melalui identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, pelatihan prompt engineering menggunakan kerangka Role, Task, Context, Format, dan Requirement (RTCFR), praktik langsung, serta evaluasi. Pemahaman peserta dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test melalui Google Form yang terdiri atas 30 butir pertanyaan dengan butir yang sama pada kedua pengukuran. Hasil evaluasi menunjukkan skor pemahaman peserta meningkat dari 60% pada pre-test menjadi 90% pada post-test, atau mengalami kenaikan sebesar 30 poin persentase. Namun, hasil tersebut menggambarkan perubahan pemahaman segera setelah pelatihan dan tidak dimaksudkan sebagai pengukuran kompetensi jangka panjang. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,5 dari skala 5. Peserta juga mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran berbantuan AI, meskipun produk yang dihasilkan belum dikumpulkan dan belum dinilai menggunakan rubrik khusus. Kegiatan ini memberikan penguatan pemahaman mengenai pemanfaatan AI generatif, penyusunan prompt terstruktur, verifikasi keluaran, pencegahan plagiarisme, serta perlindungan data dalam pembelajaran.Kata kunci: AI generatif; Pemahaman digital; Perangkat pembelajaran; Prompt engineering; Administrasi perkantoran.ABSTRACTThis community service program aimed to strengthen the understanding of members of the Jakarta Chapter of the Indonesian Association of Office Administration Scholars and Practitioners (ASPAPI) regarding the use of generative AI in the development of learning materials. The program involved 15 participants and was conducted online via Zoom Meeting on July 21, 2026. A participatory and collaborative approach based on the principle of learning by doing was employed through needs identification, material delivery, prompt engineering training using the Role, Task, Context, Format, and Requirement (RTCFR) framework, hands-on practice, and evaluation. Participants’ understanding was assessed through pre-test and post-test questionnaires administered via Google Forms, consisting of 30 identical items in both assessments. The results showed that participants’ understanding scores increased from 60% in the pre-test to 90% in the post-test, representing a 30-percentage-point increase. However, these results reflect changes in participants’ understanding immediately after the training and should not be interpreted as evidence of long-term competency improvement. The mean participant satisfaction score was 4.5 out of 5. Participants also practiced developing AI-assisted learning materials; however, the resulting products were not systematically collected or assessed using a specific rubric. Overall, the program strengthened participants’ understanding of generative AI use, structured prompt development, output verification, plagiarism prevention, and data protection in teaching and learning.Keywords: Generative AI; Digital understanding; Learning materials; Prompt engineering; Office administration.
WORKSHOP PENGEMBANGAN PROGRAM LABORATORIUM BAHASA BAGI GURU BAHASA INGGRIS DI KABUPATEN LEBAK, BANTEN Endri Boeriswati; Aceng Rahmat; Zainal Rafli; Yumna Rasyid; Zuriyati Zuriyati; Ifan Iskandar; Miftakhul Khairiyah Anwar; Fathiati Murtadho; Nurlia Irvani; Gede Satya Hermawan; Rahman Hakim
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41914

Abstract

ABSTRAKGuru bahasa Inggris di Kabupaten Lebak, Banten, masih menghadapi keterbatasan sarana laboratorium bahasa untuk melatih keterampilan menyimak dan berbicara peserta didik, sementara pengetahuan guru mengenai program laboratorium bahasa berbasis teknologi relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru bahasa Inggris merancang program laboratorium bahasa menggunakan low-tech applications, CALL software, sumber listening daring, dan Learning Management System (LMS). Kegiatan dilaksanakan melalui workshop dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik berupa tugas konstruktif perancangan laboratorium bahasa, bermitra dengan MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Lebak dan diikuti oleh 34 guru jenjang SMA. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui lembar observasi pelaksanaan, kuesioner umpan balik peserta, dan rubrik penilaian tugas konstruktif, tanpa desain pretest-posttest karena kegiatan lebih diarahkan pada pengembangan pengalaman praktis dan produk pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan keterlibatan peserta berada pada kategori baik hingga sangat baik (rata-rata 3,28 dari skala 1–4), sementara kuesioner umpan balik menunjukkan persepsi positif peserta terhadap relevansi dan kebermanfaatan materi (rerata 3,37). Penilaian rubrik tugas konstruktif menunjukkan rancangan laboratorium bahasa peserta berada pada kategori baik (skor tertimbang 82,01 dari 100), dan sebagian besar peserta menyatakan berencana menerapkan salah satu alternatif laboratorium bahasa berbasis teknologi di sekolah. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi teknologi pembelajaran guru bahasa Inggris di wilayah dengan keterbatasan fasilitas laboratorium bahasa konvensional.Kata Kunci: Laboratorium bahasa; CALL; Teknologi pembelajaran; Pengembangan profesi guru. ABSTRACTEnglish teachers in Lebak Regency, Banten, continue to face limited language laboratory facilities for training students' listening and speaking skills, while teachers' knowledge of technology-based language laboratory programs remains low. This community service is aimed to improve English teachers' knowledge and skills in designing language laboratory programs using low-tech applications, CALL software, online listening resources, and Learning Management Systems (LMS). The activity was carried out as a workshop using lecture, demonstration, and hands-on practice methods, including a constructive task in which participants designed their own language laboratory program, in partnership with the Lebak Regency English Teachers' Working Group (MGMP) and attended by 34 senior high school teachers. The activity was evaluated using an implementation observation sheet, a participant feedback questionnaire, and a constructive-task assessment rubric, without a pretest-posttest design, as the activity was oriented more toward developing practical experience and usable instructional products. Observation results showed that participant engagement fell within the good to very good category (mean 3.28 on a 1–4 scale), while the feedback questionnaire indicated a positive participant perception of the material's relevance and usefulness (mean 3.37). The constructive-task rubric assessment showed that participants' language laboratory designs fell within the good category (weighted score 82.01 out of 100), and most participants reported plans to implement one of the technology-based language laboratory alternatives at their respective schools as a follow-up. This activity made a tangible contribution to strengthening English teachers' instructional technology competence in an area with limited conventional language laboratory facilities. Keywords: Language laboratory; CALL; Instructional technology; Teacher professional development.
SIAP DITERIMA? PEMBEKALAN KESIAPAN WAWANCARA BAGI PENCARI KERJA MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI Liza Yudhita Widyastuti; Lupi Yudhaningrum; Erik Erik; Fauziah Wijayanti; Nazir Ultama Anugrah
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41890

Abstract

ABSTRAKPersaingan kerja di wilayah perkotaan, seperti Jakarta, semakin ketat, sehingga menyebabkan sulitnya masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini pun juga terjadi di Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur yang pada tahun 2025 memiliki tingkat pengangguran terbuka sebanyak 7,24% dari penduduk yang mayoritas merupakan dewasa muda dan produktif. Sayangnya, dalam proses pencarian kerja, mereka memiliki kendala bukan hanya keterampilan yang berkaitan dengan teknis pekerjaan, melainkan juga belum optimal dalam hal menonjolkan keunggulan diri saat melamar pekerjaan, khususnya pada wawancara kerja yang merupakan salah satu bentuk seleksi kerja. Oleh karena itu, dalam program ini, dilibatkan 15 peserta dari warga Pulo Gebang yang diberikan pelatihan dengan metode learning by doing, dimana terdapat simulasi wawancara kerja dengan pemberian umpan balik setelahnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta, sehingga lebih siap dalam proses rekrutmen dan seleksi yang dihadapi. Dari program ini, peserta mengalami peningkatan skor sebanyak 1,43 poin (skala 100) untuk menampilkan diri lebih positif di wawancara kerja. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam menyiapkan masyarakat pencari kerja menemukan pekerjaannya masing-masing, serta dapat menjadi program berkelanjutan bagi mitra pengabdian.Kata kunci: Pelatihan; Pengabdian masyarakat; Wawancara; Kerja; Pengangguran.ABSTRACTHighly competitive job-seeking in big cities (e.g. Jakarta) makes it difficult for people to find work. This case also occurs in Pulo Gebang District, East Jakarta. which has an open unemployment rate of 7,24% in 2025 among young and productive adults. Unfortunately, in the process of getting a job, they lack not only in the necessary or job-related technical skills, but they also do not optimally brand their profile when applying for job vacancies, specifically in job interview process as a selection stage. Therefore, this program involved 15 participants of Pulo Gebang District to be trained with learning by doing method, including a simulation and post-training feedback. The goal of this program is increasing participants’ practical skills to be ready and fit in recruitment and selection process. After participating in this program, participants achieved a higher job interview score of 1,43 points (on a scale of 100), indicating they were perceived more positively. Pulo Gebang District can continue to support residents seeking jobs and serve as a sustainable program for the district.Keywords: Training, Community service; Interview; Work; Unemployment.
PENGUATAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN GENERASI MUDA MELALUI EDUKASI SEJARAH LOKAL BERBASIS KEARIFAN BUDAYA DAN PARTISIPASI KOMUNITAS Ilmiawan Ilmiawan; Anas Munandar; Uswatun Nida; Nuraini Nuraini
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.39987

Abstract

Penguatan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda menjadi isu penting di tengah arus globalisasi yang berpotensi mengurangi pemahaman terhadap identitas nasional, sejarah lokal, dan budaya daerah. Rendahnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas sosial budaya juga menjadi tantangan dalam upaya menanamkan karakter kebangsaan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran edukasi sejarah lokal berbasis kearifan budaya dan partisipasi komunitas dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 80 generasi muda berusia 16–24 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi angket nilai-nilai kebangsaan, pedoman wawancara, serta lembar observasi partisipasi peserta. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan uji t berpasangan, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata variabel nilai-nilai kebangsaan mencapai 4,32, sedangkan edukasi sejarah lokal memperoleh nilai rata-rata 4,21. Hasil korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara edukasi sejarah lokal dan nilai-nilai kebangsaan (r = 0,781; p < 0,001). Selain itu, terjadi peningkatan skor nilai kebangsaan dari 3,28 pada pre-test menjadi 4,32 pada post-test. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi sejarah lokal, kearifan budaya, dan partisipasi komunitas efektif dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan generasi muda. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan pendidikan kebangsaan yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis potensi budaya lokal