cover
Contact Name
Mohammad Sholehuddin
Contact Email
jurnalsirojuddin@gmail.com
Phone
+6285130334282
Journal Mail Official
jurnalsirojuddin@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/editorialTeam
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
ISSN : 28096606     EISSN : 28096134     DOI : https://doi.org/10.55120/sirajuddin.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Facus and Scope The Journal of Islamic Education Studies and Research is published by Miftahul Ulum School of Sharia Sciences of Lumajang. This journal contains the texts of the results of studies and research by Islamic Education researchers and academics ; sciences related to Islamic Education, Management of Islamic Education, and Kepesantrenan. The publication of the Sirojuddin Journal is carried out twice a year, in December and June.
Articles 72 Documents
PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL, KERANGKA KONSEPTUAL, PERKEMBANGAN DAN DINAMIKA FENOMENA DAN TENDENSI MULTIKULTURAL Zainuddin; Hairul Ulum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1895

Abstract

Based on the facts, increasing moral decadence and disgraceful behavior such asviolence, brawls, exclusivism and weak tolerance and respect for other people in all itsforms involving school children are real indicators of the ineffectiveness of the modeland function of Islamic education that has been implemented so far. Therefore, how tobuild an intelligent and moral Indonesia? How can Multicultural Islamic Educationchange the face of Indonesia to become a country that is very tolerant? This type ofresearch is qualitative research using the literature study method. The concepts andpractices of multicultural education in the United States can be applied in Indonesia tosupport education that prioritizes democratic methods. Multicultural education in theUnited States is closely related to diversity issues, so the possibility of implementing itin Indonesia is a challenge. The fact is that the legacy of the Suharto regime regardingthe prohibition on discussing SARA (ethnicity, religion, race and between groups) stillcontinues today. However, understanding the diversity and differences of students, inrelation to other groups, is very necessary in the context of multicultural education,especially to reduce prejudice and discrimination.
IMPLEMENTASI KURIKULUM AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM LUMAJANG Lukman Hakim; Achmad Abdillah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1904

Abstract

Kurikulum akhlak santri merupakan salah satu pilar kurikulum dalam Pondok Pesantren Mifthul Ulum Lumajang yang dapat menjadi suatu alternatif atas permasalahan dalam dunia pendidikan kini, yaitu masalah akhlak. Dimana berbagai kasus krisis akhlak pada kalangan santri sedang maraknya terjadi akhir-akhir ini, seperti bullying, tawuran, kurangnya akhlak, sopan santun terhadap guru, ustadz, dan orang tua, penyalah gunaan narkoba, dan sebagainya. Hal ini terjadi karena masih banyaknya lembaga pendidikan yang terlalu fokus dalam pengembangan kognitif santri dibandingkan dengan pengembangan akhlaknya. Sehingga pembentukan akhlak pada santri masih dirasa belum optimal sebagaimana yang tertuang dalam tujuan pendidikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan konsep kurikulum akhlak terhadap pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Mifthul Ulum Lumajang (2) mendeskripsikan implementasi kurikulum akhlak terhadap pembentukan akhlak Pondok Pesantren Mifthul Ulum Lumajang dan (3) mendeskripsikan hasil implementasi kurikulum akhlak terhadap pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Mifthul Ulum Lumajang. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk analisis data, dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Hasil data yang didapatkan oleh peneliti di lapangan menunjukkan bahwa, (1) Konsep kurikulum akhlak santri adalah keteladanan yang mengacu pada Al-Qur’an, Hadits, serta shirah Nabi dan sahabat, (2) Dalam implementasi kurikulum akhlak santri terbagi menjadi tiga tahapan: Pertama, tahap perencanaan seperti sosialisasi bersama, dan persiapan guru atau asatidz dalam membuat perangkat pembelajaran. Kedua, tahap implementasi yang diwujudkan dalam bentuk pembiasaan, aktivitas proses pembelajaran, serta program-program kegiatan yang berhubungan dengan kurikulum akhlak. Ketiga, tahap evaluasi yaitu evaluasi hasil belajar ssantri melalui worksheet, dan pengamatan perilaku sehari-hari, evaluasi bulanan antara yayasan dan seluruh fasilitator, serta forum kelas untuk evaluasi bersama dengan orang tua. (3) Terdapat empat akhlak yang terbentuk pada diri santri melalui implementasi kurikulum akhlak santri, yaitu akhlak terhadap Allah SWT, akhlak terhadap sesama, akhlak terhadap diri sendiri, dan akhlak terhadap alam.
UPAYA MEMPEROLEH PENDIDIKAN FORMAL LEBIH TINGGI PADA MASYARAKAT TINGKAT EKONOMI LEMAH Achmad Faisol
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1943

Abstract

Akhir-akhir ini perbincangan tentang kemiskinan dan pendidikan masyarakat telah munculkembali dan menjadi tema utama dalam setiap diskusi-diskusi dan kajian- kajian ilmiah, baikdalam kalangan akademik maupun aktifis masyarakat. Masalah tersebut bukanlah masalahyang baru. Telah banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi persoalanperekonomian masyarakat yang dirasakan sangat lemah. Di lain fihak, pendidikan mendudukitempat yang sangat penting dalam rangka mengejar penguasaan ilmu pengetahuan danteknologi, berbagai kebijakan-kebijakan dalam dunia pendidikan dimunculkan denganharapan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berpendidikan tinggi, berkualitas,dan bersumberdaya tinggi. Namun pada kenyataannya kebijakan-kebijakan tersebut tidakberjalan seperti yang diharapkan, dalam artian, upaya tersebut menghadapi berbagaihambatan-hambatan baik itu yang berasal dari masyarakat dan masalah perekonomian yangsangat memprihatinkan. Oleh karena kenyataan itu, maka penulis merasa perlu untukmenuangkannya dalam sebuah karya ilmiah dengan judul: “Upaya Memperoleh PendidikanFormal Lebih Tinggi Pada Masyarakat Tingkat Ekonomi Lemah”Pembahasan ini secara garis besar untuk mengetahui secara jelas bagaimana keadaanperekonomian masayarakat dusun Penanggungan, kesempatan masyarakat DusunPenanggungan, Desa Karang Pringmemperoleh pendidikan lebih tinggi, dengan tujuan untukmengetahui seberapa besar kesempatan masyarakat dusun Penanggungan untukmemperoleh pendidikan yang lebih tinggi, sebagai bahan informasi bagi masyarakat,pemerintah serta pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui berbagai masalah yangberkaitan dengannya dan bagaimana usaha-usaha yang dilakukan untuk pemecahannya.Adapun pendekatan yang penulis gunakan yaitu pendekatan teoritis yang disajikan dalam bab II dengan menyuguhkan teori-teori, yang berkembang dari para tokoh-tokoh pemikir.Sedangkan pendekatan empiris disajikan dalam bab IV dengan menyuguhkan keadaan ataukondisi obyek secara jelas, teratur, dan murni. Metode pembahasan yang digunakan dalampembahasan empiris yaitu dedukti dan induktif. sedangkan untuk mendapatkan data, penulismenggunakan metode observasi, wawancara, dan metode pembantu lainnya Setelah dataterkumpul untuk menganalisa dan mengolahnya penulis menggunakan analisa sampling yangdilanjutkan ke deskriptif kualitatif.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keadaan perekonomian keluarga yangrendah menyebabkan proses pencapaian pendidikan terhambat,karena pendidikanmembutuhkan biaya yang relatif banyak (tinggi). Namun hal itu selalu diupayakanpemecahannya lebih baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat itu sendiri
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN AMSTILATI METODE PRAKTIS CARA DASAR BELAJAR KITAB KUNING DI PONDOK TERPADU AL-FAUZAN LUMAJANG Labibul Wildan; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1944

Abstract

Transformasi Pembelajaran Kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam perlu dilestarikannamun juga relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini mengkaji bagaimana pesantrenmelakukan transformasi pembelajaran kitab kuning tanpa mengabaikan nilai-nilaitradisionalnya. Studi ini mengidentifikasi inovasi-inovasi yang dilakukan, sepertipengembangan media pembelajaran digital dan pendekatan pedagogi yang lebih bervariasi,serta dampaknya terhadap pemahaman dan minat santr, maka menjadi tugas bersama,memberikan penyadaran pada segenap praktisi pendidikan akan pentinganya penggunaanmetode Amstilati dan teknologi informasi dalam pembelajaran banyak digunakan dalam duniapendidikan formal maupun non- formal, apalagi di dunia pesantren yang digunakan adalahkitab-kitab kuning yang tanpa harakat yang membutuhkan dalam membaca kitab kuningtersebut dengan menggunakan metode Amtsilati yang saat ini sudah banyak diterapkanoleh pesantren-pesantren yang dianggap Amtsilati adalah metode yang praktis cepat untukbelajar kitab kuning tanpa harus memakan waktu yang lama.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif jenis Fenomenologi, dengan lokasipenelitian di Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruklor Lumajang. Pengumpulan data dilakukandengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.1 Teknik analisis datamenggunakan analisis data Spradley. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan carakeikutsertaan peneliti, teknik triangulasi dengan berbagai sumber, teori dan metode.Informan penelitian yang ditentukan secara purposive sampling yaitu Pengasuh PesantrenTerpadu Al Fauzan Lumajang, ustad-ustadzah, santri, pengrus pondok pesantren.Hasil penelitian ini meliputi: Transformasi Pembelajaran Amstilati Metode Praktis Cara DasarBelajar Kitab Kuning Di Pondok Terpadu Al-Fauzan Lumajang, pelaksanaan penggunaanmetode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di Pesantren Terpadu Al Fauzan diawalibaca muhadhoroh untuk pengarang, guru-guru dan penyebar kitab, maka santri mengulangmateri sebelumnya sebanyak satu kali tujuan agar benar-benar paham kemateri sebelumnyadan evaluasi penggunaan metode Amtsilati dalam pembelajaran kitab Kuning di PesantrenTerpadu Al Fauzan menggunakan dua cara yaitu tes tulis dan tes lisan dilaksanakan pada akhirpembahasan, dan akhir jilid.
KOMPARASI PRESTASI BELAJAR AL-QUR’AN HADITS HASIL TES SUBJEKTIF DAN HASIL TES OBJEKTIF DI MA. ROUDLATUL ISTIQOMAH SUKO KECAMATAN MARON KABUPATEN PROBOLINGGO Fahmi, Robith
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1947

Abstract

Prestasi belajar yang dicapai siswa merupakan kemampuan yang dimiliki setelah mengikutiproses belajar dengan menggunakan IQ, minat, dan bakat yang dimiliki. Oleh sebab ituevaluasi presatasi belajar siswa dilaksanakan secara maksimal oleh seorang guru denganmenggunakan teknik evaluasi, baik dengan menggunakan tes atau non tes. Teknik Tes terdiridari berbagai macam bentuk tergantung dari sudut pandangnya, sedangkan dari sudutpandang butir soal tes dibagi menjadi bentuk tes subjektif dan tes objektif. Adapun tujuanpenelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar Al-Qur’an Hadits hasiltes subjektif bentuk uraian dan hasil tes objektif bentuk pilihan ganda di MA. RaudlatulIstiqomah Suko Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo 2) Untuk mengetahui perbedaanprestasi belajar Al-Qur’an Hadits hasil tes subjektif bentuk uraian dan hasil tes objektif bentukisian di MA. Raudlatul Istiqomah Suko Kecamatan Maron Kabupaten ProbolinggoPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi.Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi observasi, dan interview. Adapunmetode analisis data menggunakan statistik dengan rumus t-test untuk mengetahui ada atautidaknya perbedaan prestasi belajar Al-Qur’an Hadits hasil tes subjektif dan hasil tes objektif.Adapun hasil penelitian ini adalah 1) Nilai t hasil hitung - 1,795 lebih kecil dari harga kritik tdalam tabel 1,99, 2) Nilai t hasil hitung -2,185 lebih kecil dari harga kritik t dalam tabel 1,99.Kesimpulan umum penelitian ini adalah tidak ada perbedaan prestasi belajar Al-Qur’an Haditsantara hasil tes subjektif dan hasil tes objektif di MA.Roudlatul Istiqomah Suko KecamatanMaron Kabupaten Probolinggo.
Revolusi Pembelajaran Agama Islam Di Era Industri 4.0 : Peran Kecerdasan Buatan Dalam Menghadirkan Inovasi Pendidikan Achmad Robith Khusni; Prof. Dr. H. Mundir, M.Pd; Prof. Dr. H. Mashudi; Dr. H. Moh. Sahlan, M.Ag
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2057

Abstract

Abstract Artificial intelligence (AI) has brought a significant revolution in Islamic education. This is an interesting topic that deserves attention. Although AI presents great opportunities, the impact on the world of Islamic education must be carefully considered from the perspectives of its role, ethics, and application in the field of Islamic knowledge. The aim of this research is to detail the revolution, role, and innovations of artificial intelligence in the realm of Islamic education. The method used is a qualitative approach focusing on literature studies. The literature search is based on data sources such as Google Scholar and other relevant databases. The results of this study indicate that artificial intelligence can bring about a rapid revolutionary impact on Islamic education, including the use of chatbots for religious counseling, content recommendation systems for learning, and plagiarism detection in assignments related to Islamic material. The role of artificial intelligence in education is to create an adaptive learning experience that can be tailored to the difficulty level and teaching methods according to each student's abilities. Overall, artificial intelligence (AI) has tremendous potential to enhance productivity, efficiency, and the quality of learning across various fields, including education. By leveraging AI, we can create an innovative, adaptive, and effective learning environment that supports student development in this modern technological era.
METODE POLA ASUH DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCE) SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN KIAI SYARIFUDDIN WONOREJO LUMAJANG Ikrima Maulydiah; Abdullah Gufronul M
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2058

Abstract

Pesantren memiliki kekayaan visi kecerdasan sebagaimana yang digambarkan Gardner. Delapankecerdasan yang disebutkan telah mengiringi kelangsungan pembelajaran di pesantren, sejaksantriwati bangun dari tidur hingga tidur kembali. Bertolak belakang dari umumnya pendidikanformal yang ada, yang pada faktanya terlalu monoton dalam memanjakan kecerdasan intelektuallogis-matematis, pendidikan dalam ruang pesantren justru sebaliknya, berbagai macam variasipembelajaran hadir di ruang pembelajarannya, tidak hanya sekadar belajar kitab, melainkan jugamelalui membaca, menulis, menghitung dan menghafal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif–deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakanwawancara tidak terstruktur, observasi langsung non partisipan, dan dokumentasi. Adapun analisisdata menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Adapun kesimpulan daripenelitian ini adalah Pengasuh atau Pembina menerapkan metode pola asuh campuran antara polaasuh otoriter dan pola asuh demokratis dalam mengembangkan kecerdasan majemuk. Kemudian,Penerapan metode pola asuh dipengaruhi oleh faktor lingkungan, status sosial, serta kultur danbudaya.
EVALUASI PEMBELAJARAN FIQIH DI MADRASAH IBTIDAIYAH PONDOK PESANTREN SIDOGIRI KRATON PASURUAN Fitriatul Munawaroh; Ahmad Syukkur; Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2078

Abstract

kArtikel ini membahas tengtang Evaluasi termasuk aspek yang sangat penting dalamproses pembelajaran supaya kompetensi peserta didik terbentuk secara maksimal, apabialapeserta didik mendapatkan nilai yang rendah atau tidak sampai standar maka akanberpengaruhi pada efektifitas proses pembelajaran secara keseluruhan. Evaluasi harapdilaksanakan secara terus menerus untuk mengetahi dan memantau keberhasilan danperubahan yang terjadi pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, atau untukmemberi skor dan nilai, angka yang bisa dilakukan dan penilaian hasil belajar. Tujuanpenulisan ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran fiqih Babtransaksi ) بيع ) di Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan Tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini merupakan jenis penelitianlapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun analisis yang penulisgunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model analisisinteraktif. Selama proses pengumpulan data berlangsung, peneliti bergerak diantara tigakomponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Tigakomponen analis interaktif tersebut yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulanaktifitasnya berbentuk interaksi dengan pengumpulan data. Evaluasi kognitif dalampembelajaran fiqih Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri Kecamatan KratonKabupaten Pasuruan adalah evaluasi subjektif, evaluasi objektif, evaluasi formatif, evaluasisumatif. Bentuk intrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dalampembelajaran fiqih adalah, soal pertanyaan lisan di kelas, pilihan ganda, uraian obyektif,uraian non obyektif atau uraian bebas, jawaban atau isian singkat, menjodohkan. Evaluasiafektif untuk mengukur kemampuan yang mencakup kepribadian, budi pekerti, akhlakulkarimah, kejujuran, amanah, toleransi, rendah hati, tanggung jawab, disiplin, dan empati.Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada siswa dalam berbagai tingkahlaku. Evaluasipsikomotor digunakan untuk mengukur materi seperti praktek-praktek ibadah sepertishalat, wudhu mengurus jenazah dan lain sebagainya. Evaluasi psikomotorik dilakukan dengan menggunakan observasi untuk mengukur tingkah laku individu atau prosesterjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupundalam situasi buatan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN TEMATIK MATERI KETENTUAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM KELAS XI 3 DI SMAN 3 LUMAJANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Muhammad Hendra Firmansyah; Hartono; Nurul Hasan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2088

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students' character and understanding of spiritual values. One of the essential topics in the PAI curriculum for Grade XI is "Marriage Provisions in Islam," which is highly relevant for building religious insight and understanding Islamic family life. However, the learning outcomes of Grade XI-3 students at SMAN 3 Lumajang show that only 40% of students meet the Minimum Mastery Criteria (MMC), with the monotony of conventional teaching methods cited as one of the main contributing factors. To address this issue, this study implemented the Cooperative Learning Jigsaw model to enhance students' learning outcomes. This classroom action research was conducted over two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The study involved 36 students from Grade XI-3, with data collected through learning outcome tests, observations, and interviews. The results showed a significant improvement in student performance, with mastery levels increasing from 40% in the pre-cycle to 63.8% in the first cycle and 91.7% in the second cycle. Besides improving cognitive learning outcomes, students' participation in group discussions and social skills, such as cooperation and communication, also increased. This study concludes that the Cooperative Learning Jigsaw model is effective in enhancing students' learning outcomes, participation, and social skills. The application of this model contributes to the development of innovative teaching methods that align with the needs of students in the classroom.
MODEL HILYAQIS DALAM MEMBANGUN SEKOLAH BERKUALITAS MELALUI PEMBELAJARAN MODERASI BERAGAMA DI MTS WALI SONGO SITUBONDO Syamsul Arifin; Halid, Ahmad; Hasan bin Jali
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2116

Abstract

Quality schools are not only measured from academic aspects, but also from the development of students' character and morals based on religious values. This article examines the role of the Hilyaqis learning model in building a quality school at MTs Wali Songo, with an emphasis on the application of religious moderation through the verses of the Qur'an, Hadith, and stories of scholars. Hilyaqis learning carries an approach that combines Islamic teachings with everyday life, with the aim of producing a generation that not only excels in academics, but also has a moderate and tolerant character. Through the integration of Islamic teachings in each sub-chapter of learning, students are given an understanding of the importance of tolerance, simplicity, and peace in religion, and are taught to avoid extremism. The stories of scholars who uphold the values ​​of moderation become role models that inspire students to apply these values ​​in their lives. This study proves that the application of the Hilyaqis learning model at MTs Wali Songo plays a crucial role in strengthening religious moderation, shaping students' Islamic character, and creating an inclusive and harmonious educational environment. Therefore, this approach not only improves the quality of education, but also encourages the creation of quality schools both academically and morally.