cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 30 No 2 (2024): MEI" : 13 Documents clear
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mengakses Situs Pornografi terhadap Nilai Akademis Pelajar SMA Kota Bogor Situmorang, Evi Ulina Margareta; Muhaji, J. Antonio; Pramono, Laurentius Aswin; Santosa, Mariani; Lonah; Nathaniel, Bryan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.2545

Abstract

Mayoritas siswa SMP dan SMA di kota Jakarta dan Banten telah terpapar konten pornografi dan ditemukan peningkatan akses internet, terutama situs pornografi dan game online, di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku mengakses situs pornografi serta bermain game online terhadap nilai akademis pada pelajar SMA di kota Bogor di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain potong-lintang dengan menggunakan data kuesioner yang diambil menggunakan aplikasi Zoom. Penelitian dilakukan di SMA X di Bogor dan melibatkan 107 responden dan metode analisis dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku pelajar SMA. Adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai akademis. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pelajar SMA dalam mengakses situs pornografi dan bermain game online dengan nilai akademis dengan nilai p = 0,109; 0,869; 0,258 secara berurutan. Disimpulkan dalam penelitian ini bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku mengakses situs pornografi serta bermain game online terhadap nilai akademis pada pelajar SMA di kota Bogor di masa pandemi COVID-19.
Pola Peresepan Pasien Rawat Jalan Diagnosis Dispepsia di Rumah Sakit X Kabupaten Tangerang Megawaty, Febbyasi; Oktavia, Rima; Andriyani; Novia, Jessica; Munthe, Sri Wahyu Ningsih
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.2904

Abstract

Dispepsia memengaruhi kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan. Pemberian terapi yang kurang efektif dalam mengontrol gejala dapat menjadikan dispesia kronis dan sering kambuh. Indonesia tahun 2019 menyatakan dispepsia dari proporsi penyakit terbanyak rawat jalan kloter haji di peringkat kesepuluh sebesar 2,54% (11.077) jumlah kasus. Tujuan penelitian adalah menggambarkan pola peresepan pasien rawat jalan diagnosis dispepsia periode Juli – Desember 2021 di Rumah Sakit X Kabupaten Tangerang. Metode penelitian non eksperimental deskriptif secara retrospektif berdasarkan data rekam medis dan resep pasien rawat jalan dengan total sampel 68 pasien. Hasil penelitian karakteristik 70,59% jenis kelamin paling banyak perempuan dan 25% usia paling banyak 46 – 55 tahun. Kesesuaian pola peresepan berdasarkan pedoman Penatalaksanaan di Bidang Ilmu Penyakit Dalam Panduan Praktis Klinis Tahun 2015 yang menjadi panduan di rumah sakit 28,57% dan formularium rumah sakit 57,14%. Terapi dispepsia obat tunggal sebanyak 10 pasien dengan pemberian obat omeprazole 20 mg (40%). Terapi obat kombinasi sebanyak 58 pasien yaitu kombinasi lanzoprazole 30 mg, antasida 500 mg, domperidone10 mg, dan sukralfat 500 mg/ 5mL (15,52%). Kesimpulan penelitian profil pasien dyspepsia paling banyak perempuan, usia 46 – 55 tahun dengan terapi obat tunggal daripada kombinasi.
Kadar Vitamin D yang Cukup Cegah Kekambuhan Rinitis Alergi Vidyanti Reskia Dewi; Arsita, Elli; Silalahi, Todung Donald Aposan; Deviana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.2934

Abstract

Rinitis alergi merupakan kondisi peradangan pada mukosa hidung yang dapat memburuk akibat kekurangan vitamin D. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar vitamin D dengan rinitis alergi. Penelusuran literatur dilakukan dengan Google Scholar, Pubmed, dan Proquest. Sebanyak 7 artikel dipilih untuk dikaji pada penulisan literature review ini. Kesimpulan yang didapatkan adalah defisiensi vitamin D lebih banyak pada kelompok rinitis alergi, terdapat hubungan  kadar vitamin D dengan immunoglobulin E dan skor gejala hidung total, penderita rinitis alergi memiliki kadar vitamin D di bawah normal (<20 ng/ml). Kejadian defisiensi vitamin D dapat dipengaruhi oleh paparan sinar matahari yang tidak mencukupi, gangguan penyerapan makanan, karakteristik individu dan kurangnya konsumsi makanan mengandung vitamin D Pemberian dosis vitamin D3 berkisar 1.000-4.000 IU/hari selama 30 hari, dapat menaikkan kadar vitamin D dan kadar vitamin D ≥30 ng/ml dapat mengurangi keparahan gejala.
Kajian Pustaka Gambaran Kecemasan Pasien Dewasa terhadap Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada Tahun 2013-2023 Lesmana, Aurellia; Sutrisno, Sony; Elena, Irene Maria
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.2955

Abstract

Kecemasan adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan khawatir, tegang, takut, atau gelisah yang wajar dialami setiap orang. Meski pemeriksaan MRI sudah menjadi lazim, hal ini masih menimbulkan kecemasan pada pasien. Hal ini dapat menurunkan kualitas hasil pemeriksaan atau membuat pemeriksaan harus dihentikan. Tujuan kajian pustaka ini untuk mencari tahu tingkat kecemasan pada pasien dewasa yang menjalani pemeriksaan MRI serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Dilakukan pencarian dan pengkajian makalah penelitian atau jurnal yang sesuai melalui Google Scholar, PubMed, dan ProQuest yang diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2023. Berdasarkan metode pengukuran subjektif dan objektif, kecemasan dalam berbagai tingkat masih ditemukan pada sebagian besar pasien yang menjalani pemeriksaan MRI. Pasien yang pertama kali menjalani pemeriksaan MRI, perempuan, berusia >40 tahun, dan menjalani pemeriksaan head-first lebih rentan mengalami kecemasan berat. Sebagian besar pasien yang menjalani pemeriksaan MRI mengalami kecemasan, terutama pada kelompok rentan. Hal ini dapat diringankan dengan intervensi seperti komunikasi dan edukasi pasien.
Studi Kualitatif Kepuasan Pasien Terhadap Mobilisasi dan Pemulangan Dini Pasca ERACS Di RSUD Tamansari Muthia, Annisa Sri Rachma; Oktavia, Eva; Perangin–Angin, Citra Rencana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.2975

Abstract

Pada tahun 1997 Henrik Kehlet pertama kali memperkenalkan Enhanced Recovery After Sugery (ERAS) yang dipublikasikan di British Journal of Anaesthesia dan dijelaskan sebagai suatu penatalaksanaan perioperatif yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasien. Awalnya ERAS diperkenalkan untuk operasi bedah digestif, namun, pada perkembangannya metode ini juga digunakan pada operasi-operasi lain termasuk operasi sectio caesarea (SC) yang dikenal dengan Enhanced Recovery After Cesarean Section (ERACS). Selama proses mobilisisasi dan pemulihan dini pada metode ERACS tenaga kesehatan memiliki peranan penting dalam pelaksanaan standar operasional prosedur perawatan pasca operasi. Penelitian mengenai mobilisasi dini telah banyak dilaporkan sebelumnya, namun penelitian mengenai penerapan metode tersebut dalam operasi ERACS belum banyak ditemukan khususnya di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan tenaga kesehatan selama mobilisasi dan pemulangan dini pasca ERACS di RSUD Taman Sari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif terdapat total 6 responden yang dilaporkan dalam penelitian ini setelah tercapai data saturasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa seluruh pasien merasa puas terhadap prosedur mobilisasi dan pemulangan dini metode ERACS oleh karena sikap informatif, responsif, dan pemberian pelayanan yang sesuai standar dari tenaga kesehatan di RSUD Taman Sari.
Pengaruh Lama Waktu Mengetik dalam Menimbulkan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Hartanto; Stevanus, Christian; Kartadinata, Suijanta; Kartika, Ronald; Sumbayak, Erma Mexcorry
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.3033

Abstract

Sindrom lorong karpal atau disebut juga carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat tertekannya saraf median pada pergelangan tangan karena terjadi penyempitan lorong karpal. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, seperti kesemutan, nyeri, mati rasa, hingga kerusakan saraf median pada tangan. CTS dapat menurunkan kinerja atau profesionalitas dalam bekerja. Apabila tidak segera ditangani, gejala ini dapat mengakibatkan terjadinya berkurangnya ruang gerak atau keterbatasan gerakan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu mengetik dalam menimbulkan CTS dengan menggunakan kuesioner diagnostik dari Self-Administered Kamath and Stothard’s Questionnaire yang dapat mendeteksi CTS secara akurat (sensitivitas 88,9%; PPV 95,5%). Desain penelitian adalah potong lintang dengan Fisher’s Exact Test (p < 0,05). Populasi penelitian ini adalah karyawan sebuah kantor cabang bank pemerintah tahun 2022 yang berjumlah 80 karyawan. Hasil penelitian terdapat hubungan yang sangat signifikan (p = 0,000) antara lama waktu mengetik dan kejadian CTS. Namun, tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan (p  ≥ 0,05) antara usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), serta lama bekerja dengan kejadian CTS. Simpulan dari penelitian terdapat hubungan yang sangat signifikan antara lama waktu mengetik dan kejadian CTS dengan nilai p  = 0,000 (p < 0,05).
Fungsi Kognitif Mahasiswa Kedokteran dengan Prehipertensi dan Obesitas Widyaningrum, Chairunisa; Bustamam, Nurfitri; Dewi, Suzy Yusna; Theresa, Ria Maria
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.3083

Abstract

Prevalensi prehipertensi dan obesitas di Indonesia pada kelompok usia remaja dan dewasa muda semakin meningkat. Prehipertensi dan obesitas menyebabkan gangguan pada blood brain barrier dan menurunkan integritas white matter di otak yang berperan penting pada fungsi kognitif. Di Indonesia penelitian tentang fungsi kognitif pada subjek usia muda khususnya pada mahasiswa kedokteran dengan prehipertensi dan obesitas belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan fungsi kognitif mahasiswa kedokteran prehipertensi dan obesitas dengan mahasiswa kedokteran normotensi dan normoweight. Penelitian menggunakan desain case-control dan teknik purposive sampling. Subjek terdiri dari 13 subjek obesitas dan prehipertensi (kelompok kasus) dan 39 subjek normotensi dan normoweight (kelompok kontrol). Subjek penelitian adalah mahasiswa fakultas kedokteran yang memenuhi kriteria penelitian. Berat badan dan tinggi badan diukur menggunakan timbangan yang telah dikalibrasi, tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital, dan fungsi kognitif diukur menggunakan kuesioner Digit Symbol Substitution Test. Hasil analisis data menunjukkan median skor fungsi kognitif kelompok prehipertensi dan obesitas 35 (21 - 38) dan kelompok normotensi dan normoweight 48 (29 - 66). Hasil uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan skor fungsi kognitif yang signifikan antar kelompok tersebut (p < 0,0001). Dapat disimpulkan subjek prehipertensi dan obesitas memiliki skor fungsi kognitif lebih rendah dibandingkan dengan subjek normotensi dan normoweight.
Kematian Akibat Kelaparan Kronis Deby; Yen, Liauw Djai; Nathania, Gultom Belinda; Novenia, Djajasasana Caroline; Aryanto, Suselo Emanuel; Della, Felista Joanesa; Irene, Tamrin; Artanti, Jelita Mentari; Pingkan, Naomi; Eka, Putri Fransiska; Verina, Setiawan Clarissa; Andrew, Hadinata Antonius
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.3156

Abstract

Kematian akibat kelaparan merupakan kasus yang jarang terjadi, baik di negara maju maupun negara berkembang. Terdapat beberapa penyebab kelaparan, seperti penyakit (kanker esofagus, HIV, dan tuberkulosis), malanutrisi, mogok makan, gangguan mental (anoreksia nervosa), dan penelantaran. Kedokteran forensik berperan penting dalam menentukan penyebab kelaparan. Laporan kasus ini menunjukkan hasil pemeriksaan luar, autopsi, serta pemeriksaan patologi anatomi dan laboratorium pada jenazah pria berusia 30 tahun. Pada pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, didapatkan indeks massa tubuh 16 kg/m2 dan pemeriksaan dalam jenazah ditemukan jaringan adiposa subkutan dan di sekitar organ dalam kurang lebih 1 mm, mukosa lambung tampak erosi dan atrofi. Kandung empedu tampak distensi dan ditemukan beberapa batu berwarna kehitaman. Hasil pemeriksaan eksternal dan internal menunjukkan tanda-tanda kelaparan kronis yang menjadi penyebab kematian dalam kasus ini. Publikasi laporan kasus kematian akibat kelaparan belum ditemukan di Indonesia dan diharapkan laporan ini menambah wawasan dalam investigasi postmortem mengenai tanda-tanda kelaparan kronis.
Laporan Kasus: Variasi Anatomi Foramen Pterygoalare Berukuran Kecil Haikal, Haamid Hasan; Marcel, Gamael; Michelle, Fanny
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.3158

Abstract

Lubang-lubang pada Basis cranii merupakan struktur penting yang menghubungkan area intrakranial dan ekstrakranial. Beberapa lubang, seperti Foramen ovale dan Foramen spinosum, dapat ditemukan dekat dengan Processus pterygoideus dan Ala major ossis sphenoidei. Naskah ini melaporkan adanya variasi anatomi berupa Foramen pterygoalare yang terletak di antara Processus pterygoideus dan Ala major ossis sphenoidei. Di Indonesia, belum ada laporan kasus yang menyampaikan temuan tersebut. Struktur tulang pembatasnya tebal dan jelas, dan diprediksi merupakan hasil proses penulangan Ligamentum pterygoalare yang tuntas. Lubangnya berukuran panjang 3,5 mm dan lebar 2,5 mm di sebelah kanan, sedangkan di sebelah kiri berukuran panjang 3,5 mm dan lebar 2 mm, di mana diameter tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan temuan lainnya. Lubang tersebut lazimnya dilalui oleh Divisio anterior nervi mandibularis. Foramen pterygoalare yang berukuran kecil dapat berimplikasi pada kompresi saraf tersebut sehingga fungsinya terganggu, meliputi gangguan otot pengunyahan, gangguan sensoris pada gingiva buccal posterior rahang bawah, dan gangguan lainnya. Selain itu, keberadaan Pterygoalare bar juga dapat menghalangi tindakan, seperti anestesi blok saraf yang berdekatan. Direkomendasikan penelitian Basis cranii kering, kadaver, dan analisis radiologi lebih lanjut untuk menentukan implikasi klinis tersebut.
Factors Associated with Quality of Life among People Living with HIV/AIDS in Kupang Buntoro, Ika Febianti; Arsita, Elli; Handoyo, Nicholas Edwin; Nurina, Rr. Listyawati; Folamauk, Conrad Liab Hendrixson
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 2 (2024): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i2.3191

Abstract

It is known that HIV/AIDS remains a global health problem. Living with HIV/AIDS can have significant impacts on various aspects of life, including mental health, social relationships, and overall well-being. Addressing stigma and discrimination is crucial in improving the quality of life for people living with HIV/AIDS, along with providing access to proper medical care and support services. This study aims to investigate factors that impact the quality of life of people living with HIV/AIDS (PLWHA) in   Kupang City, Indonesia from April 2023 to July 2023 in hospitals and NGOs in the city. The design of this study was a cross-sectional study. The study involved 98 respondents, who were PLWHA taking ARV therapy at Prof. Dr. WZ Johannes Public Hospital Kupang and Wirasakti Army Hospital Kupang. The data was collected using the Oslo Social Support Scale (OSSS-3) Questionnaire. This study found that most respondents have moderate social support. The study identified several factors significantly impacting the quality of life for HIV/AIDS patients such as social support (p 0.001), adherence to ARV therapy (p 0.000), depression levels (p 0.007), education level (p 0.002), income level (p 0.012), and the duration of the diagnosis (p 0.044). This study contributes to add valuable information for a comprehensive understanding of the multifaceted challenges faced by individuals living with HIV/AIDS, paving the way for targeted interventions and support strategies.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue