cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Daftar Reviewer Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2285

Abstract

.
Analisis Kadar Besi, Feritin, dan Transferin pada Ibu Hamil Kurang Energi Kalori Rahajoe Imam Santosa; Salmon Charles Siahaan; Ihyan Amri; Natalia Yuwono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2292

Abstract

Ibu hamil dengan kurang energi kalori (KEK) merupakan kondisi yang berhubungan antara asupan energi dan nutrisi yang tidak mencukupi sebelum dan selama kehamilan. Berdasarkan RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 prevalensi perempuan usia subur (15–49 tahun) ibu hamil dan mengalami risiko KEK di Jawa Timur 27,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar serum iron, transferin, dan feritin pada ibu hamil normal dengan ibu hamil KEK pada trimester kedua. Penelitian ini menggunakan uji analitik yang bersifat case control dengan randomisasi terhadap pasien ibu hamil dan ibu hamil dengan kurang energi kalori (KEK) pada Kecamatan Sukomanunggal. Hasil penelitian didapatkan perbedaan iron pada hamil normal dengan hamil KEK (101,30 ± 40,155 vs 107,00 ± 33,686) nilai p = 0,710 menunjukkan perbedaan tidak bermakna. Perbedaan feritin pada hamil normal dengan hamil KEK (21,5025 ± 14,40025 vs 26,4558 ± 23,63288) nilai p = 0,542 menunjukkan perbedaan tidak bermakna. Perbedaan transferin pada hamil normal dengan hamil KEK (419,17 ± 86,755 vs 458,83 ± 68,816) nilai p = 0,228 menunjukkan perbedaan tidak bermakna. 
Gambaran Kadar Hemoglobin dan Kadar Kreatinin pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Tarutung Michael Parningotan Lumbantobing
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2297

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan terjadi selama beberapa bulan hingga bertahun–tahun lamanya dan menimbulkan gangguan hematologi seperti anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin dan kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD Tarutung pada Januari sampai Mei tahun 2020. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan desain cross sectional.  Sampel diambil secara total sampling dan diperoleh 92 responden dari rekam medis. Hasil penelitian didapati laki–laki sebanyak 62 orang dan 30 orang perempuan. Berdasarkan usia termuda 18-28 tahun (4 orang), usia terbanyak 51-61 tahun (32 orang), dan usia tertua 73-83 tahun (3 orang). Kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis 1 kali 9,21 gr/dl menjadi 8,83 gr/dl, 2 kali 9,49 gr/dl menjadi 9,16 gr/dl, dan 3 kali 8,99 gr/dl menjadi 9,60 gr/dl. Dan kadar kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis 1 kali 12,68 mg/dl menjadi 13,52 mg, 2 kali 12,86 mg/dl menjadi 14,40 mg/dl, dan 3 kali 14,16 mg/dl menjadi 13,05 mg/dl. Kesimpulan penelitian ini mayoritas pasien yang menjalani hemodialsis adalah laki–laki berusia 51-61 tahun dan pasien tetap mengalami anemia setelah hemodialisis, sementara kadar kreatinin tetap tinggi walaupun telah hemodialisis.
Akupunktur untuk Terapi Artritis Rematoid Febby; Christina Lanny Simadibrata; Dwi Rachma Helianthi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2300

Abstract

Artritis Rematoid (AR) merupakan penyakit autoimun yang manifestasinya adalah poliartritis. Penyakit ini dapat menyebabkan kualitas hidup penderitanya menurun akibat kerusakan sendi yang dialami. Saat ini pengetahuan tentang patofisiologi AR sudah makin berkembang, di mana sel-sel imun serta sitokin yang dikeluarkan memicu inflamasi sehingga menyebabkan kerusakan sendi. Akupunktur merupakan teknik penusukan jarum halus pada titik akupunktur yang terbukti mempunyai efek klinis baik dalam mengobati AR. Mekanisme kerja akupunktur sudah banyak diteliti dalam manajemen AR melalui efek anti-inflamasi, antioksidan, dan meregulasi sistem imun. Akupunktur mempunyai efek sinergis dengan agen biologik yang sekarang ini digunakan untuk terapi AR. Studi kasus ini memperlihatkan efek akupunktur yang memuaskan pada perempuan usia 63 tahun.
Aktivitas Luar Ruangan Menghambat Pemanjangan Aksis Mata sebagai Pencegahan Miopia Progresif pada Anak Victor Setiawan Tandean; Maria Jessica Rachman; Casey Clarissa Gondo; Yasmine Putri Fadhilah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2303

Abstract

Miopia paling sering disebabkan oleh Axial Length (AL) yang melebihi panjang rata-rata normal. Prevalensi miopia diprediksi akan mengalami peningkatan pada 2050. Peningkatan tersebut salah satunya disebabkan karena ada perubahan gaya hidup yang menyebabkan terjadi penurunan aktivitas di luar ruangan. Cahaya yang didapatkan pada aktivitas di luar ruangan merupakan faktor protektif yang dapat menghambat pemanjangan AL khususnya pada anak. Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh aktivitas di luar ruangan terhadap AL anak pada penelitian yang dilakukan negara-negara lain untuk diterapkan pada populasi di Indonesia. Pencarian penelitian dilakukan pada ScienceDirect, PubMed, JAMA Network, dan Arvojournals dengan mengidentifikasi jurnal penelitian dari tahun 2012-2021. Tinjauan Pustaka ini menggunakan pedoman Preferred Reporting for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA). Didapatkan tujuh penelitian kohort dan tiga penelitian eksperimen yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas di luar ruangan dapat menghambat pemanjangan AL pada anak namun perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan intervensi tambahan berupa aktivitas di luar ruangan yang diukur dengan intensitas cahaya secara objektif pada anak dalam populasi lain khususnya di Indonesia.
Efektifitas Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi pada Lansia di Paupire, Ende Maria Karolina Deno; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Ainum Jhariah Hidayah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2309

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia mulai mengalami penurunan elastisitas dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Salah satu upaya penanganan  menurunkan tekanan darah adalah dengan terapi relaksasi otot progresif. Terapi ini dapat memunculkan respon relaksasi yang merangsang aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis sehingga terjadi penurunan tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas relaksasi otot progresif dalam penurunan tekanan darah tinggi pada lansia di Paupire, Ende. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol dengan pendekatan one group comparison pre dan post-test design, dengan teknik Total Sampling. Sampel berjumlah 41 responden, masing-masing responden mendapat latihan relaksasi otot progresif selama 15 menit, dilakukan selama 6 hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah latihan relaksasi otot progresif. Hasil penelitian menunjukan setelah latihan relaksasi otot progresif terjadi penurunan tekanan darah sistolik dari 157,56 mmHg menjadi  133,17 mmHg dan tekanan darah diastolik mengalami penurunan dari 91,95 mmHg menjadi  78,29 mmHg. Uji statistik menunjukkan bahwa latihan relaksasi otot progresif secara bermakna menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik (p value = 0.000; ≤ α 0.005) artinya terapi relaksasi otot progresif efektif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Maka,terapi ini secara mandiri dapat dilakukan oleh lansia sebagai terapi non-farmakologi untuk mendukung upaya komplementer perawatan hipertensi.
Infeksi dan Pola Kepekaan Stenotrophomonas maltophilia di ICU RS X Nicolas Layanto; Ade Dharmawan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2310

Abstract

Infeksi Stenotrophomonas maltophilia dapat terjadi di berbagai organ, namun bakteri ini paling sering ditemukan pada paru. Angka kematian pada pasien dengan infeksi S. maltophilia cukup tinggi, tetapi berkaitan erat dengan kondisi pasien. Bakteri ini memiliki kekebalan intrinsik yang luas, antibiotik yang dapat digunakan lebih terbatas, serta diperlukan pengendalian infeksi yang baik dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data prevalensi S. maltophilia di ICU RS X dan pola kepekaannya. Seluruh sampel yang berasal dari ICU diambil dan jika ditemukan S. maltophilia, maka akan dimasukkan ke dalam studi. Ditemukan seluruh sampel dengan pertumbuhan S. maltophilia berasal dari paru, dengan sebagian besar disertai Pneumonia COVID-19. Prevalensi infeksi paru S. maltophilia 25,31%, dengan mortalitas mencapai 52,94%. Ditemukan kepekaan cotrimoxazole 95% dan levofloxacin 83,33%. Cotrimoxazole dan levofloxacin masih ideal untuk menangani infeksi S. maltophilia dengan tetap menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi yang baik.
Efektivitas Mouthwash Berbahan Dasar Ekstrak Camellia sinensis dan Mentha piperita sebagai Antibakteri terhadap Streptococcus mutans Dennia Oktavia Zahidah Hulwah; Jihan Bobsaid; Muflikhah Ramadhani; Yuani Setiawati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2314

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang disebabkan Streptococcus mutans. Salah satu upaya mencegah karies gigi adalah melalui penggunaan mouthwash. Oleh karena mouthwash di pasaran tinggi alkohol sehingga meningkatkan risiko kanker mulut, maka diperlukan formulasi mouthwash berbahan dasar tanaman herbal. Tanaman herbal yang memiliki aktivitas antibakteri diantaranya teh hijau (Camellia sinensis) dan peppermint (Mentha piperita). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mouthwash ekstrak teh hijau dan peppermint sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Aktivitas antibakteri ditentukan melalui pengukuran zona hambat pada uji difusi. Mouthwash dibuat dalam 5 formula yaitu F1, F2, F3, F4, F5 dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Dibuat pula FA (mouthwash ekstrak teh hijau 20%) dan FB (mouthwash ekstrak peppermint 20%) sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak teh hijau dan peppermint maka semakin besar diameter zona hambat. Rata rata zona hambat F1 dan F2 8,34 dan 9,80 mm (daya hambat sedang). Rata rata zona hambat F3, F4 dan F5 masing masing 11,64 mm, 14,63 mm dan 15,91 mm (daya hambat kuat). Rata rata zona hambat FA dan FB 7,45 dan 6,20 mm (daya hambat sedang). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa mouthwash ekstrak Camellia sinensis dan Mentha piperita efektif sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
Purple Urine Bag Syndrome Ade Dharmawan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2315

Abstract

Purple Urine Bag Syndrome (PUBS) merupakan kasus yang jarang, namun dapat terjadi pada pasien dengan pemasangan kateter yang berkepanjangan, terutama pada keadaan imobilisasi. Kejadian PUBS dikaitkan dengan diet yang mengandung triptofan, urine yang bersifat alkali, konstipasi dan banyaknya bakteri  yang menghasilkan sulfatase/fosfatase pada urine.  Warna ungu yang terjadi disebabkan oleh  adanya kombinasi  pigmen indigo (warna merah) dan indirubin (warna biru) sebagai hasil metabolisme dari diet yang mengandung triptofan. PUBS biasanya tidak berbahaya namun sering membuat pasien cemas. Tatalaksana PUBS adalah dengan mengganti kateter urin dan pemberian antibiotik yang sesuai.
Diagnosis dan Tata Laksana Tinitus Pulsatil Muyassaroh; Dwi Marliyawati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2320

Abstract

Tinitus pulsatil merupakan kasus yang jarang dijumpai, terjadi akibat adanya gangguan vaskular atau malformasi pembuluh darah. Tinitus pulsatil umumnya terjadi unilateral, terdengar seirama dengan jantung, berdenyut dan mengganggu aktivitas. Tata laksana yang dilakukan adalah mengatasi penyebab tinitus dan manajemen diri untuk mengurangi gejala tinitus. Tujuan laporan kasus ini memaparkan kasus tinitus pulsatil. Kasus pertama, perempuan 51 tahun keluhan utama telinga kanan berdengung disertai nyeri kepala dan hiperlipidemia. Otoskopi dan hasil pemeriksaan audiologi telinga kanan normal. Hasil Transcranial Color-Coded Duplex (TCCD)  didapatkan stenosis arteri cerebri. Hasil Digital Substraction Angiography (DSA) didapatkan stenosis di sinus transversosigmoid junction kanan. Hasil MRI tak tampak neurovascular compression. Kasus kedua, perempuan 57 tahun telinga kanan berdengung, bila leher ditekan suara dengung berkurang, otoskopi dan hasil pemeriksaan audiologi dalam batas normal.  Hasil TCCD & DSA didapatkan stenosis arteri cerebri. Hasil MRI terdapat singgungan antara anterior inferior cerebellar artery dengan proksimal nervus vestibulocochlearis kanan.  Kedua kasus dilakukan konseling, habituasi dengan hasil tinitus menetap, pasien teradaptasi dengan tinitusnya. Telah dilaporkan 2 kasus tinitus pulsatil yang diakibatkan oleh stenosis arteri carotis. Kedua kasus ini dilakukan tata laksana habituasi, konseling.  Hasil dari evaluasi adalah tinitus menetap dan teradaptasi.  

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue