cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,068 Documents
Konsep Kepemimpinan Pendidikan dalam Islam berdasarkan Hadis Bukhori No. 855 Dewi ‘Aisyah Jamilah; Muhtar Sofwan Hidayat; Maryono
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5115

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep kepemimpinan pendidikan dalam Islam dengan berfokus pada analisis dan kontekstualisasi Hadis Bukhari Nomor 855. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman dan implementasi prinsip kepemimpinan Islami berdasarkan hadis tersebut dalam praktik pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep kepemimpinan pendidikan Islam dari Hadis Bukhari Nomor 855 serta kontekstualisasinya di era kontemporer. Menggunakan pendekatan library research dengan metode tafsir maudhu’i, data primer berupa Kitab Shahih Hadis Bukhari dan data sekunder dari berbagai literatur dianalisis menggunakan teknik analisis isi, analisis wacana, dan hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadis Bukhari Nomor 855 menegaskan universalitas tanggung jawab kepemimpinan yang melekat pada setiap individu, mencakup nilai-nilai keadilan, tanggung jawab, kebijaksanaan, dan teladan (uswah hasanah). Konsep ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kepemimpinan pendidikan saat ini, di mana pemimpin diharapkan tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak. Implikasinya adalah terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, peningkatan kualitas pendidikan, serta kontribusi pada pengembangan manajemen pendidikan Islam yang holistik.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL MERINDU BAGINDA NABI KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN INTERNALISASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Syahda Istighfara; Sri Haryanto; Darul Muntaha
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5118

Abstract

Pendidikan karakter di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat modernisasi dan degradasi moral remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dan relevansinya dengan internalisasi nilai dalam pendidikan Islam pada novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, data primer berupa novel dianalisis melalui content analysis dan discourse analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung 17 nilai pendidikan karakter yang berpusat pada akhlak mulia dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, meliputi religiusitas, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreativitas, kemandirian, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini relevan dengan internalisasi dalam pendidikan Islam melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat/dialog, dan pengalaman langsung. Implikasinya, novel ini dapat menjadi media efektif untuk memperkaya bahan ajar pendidikan karakter berbasis sastra Islam.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM(PAI) DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER JUJUR DI MI MUHAMMADIYAH WANAYASA BANJARNEGARA Asri Sugesti; Sri Haryanto; Darul Muntaha
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5120

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pribadi peserta didik yang berkarakter dan berkompeten. Salah satu aspek utama dalam pendidikan adalah penanaman nilai kejujuran melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menjadi fondasi moral dan spiritual siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam peran guru PAI dalam menumbuhkan karakter kejujuran pada siswa MI Muhammadiyah Wanayasa, Banjarnegara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memainkan peran penting dalam membentuk karakter jujur melalui keteladanan, pembelajaran kontekstual, serta pembiasaan nilai-nilai keagamaan. Keberhasilan ini didukung oleh lingkungan sekolah yang religius dan kerja sama antarguru, meskipun masih terdapat hambatan seperti perbedaan latar belakang siswa, minimnya peran keluarga, dan keterbatasan media pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih kreatif, personal, serta sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menumbuhkan karakter jujur peserta didik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peran aktif guru sebagai agen pembentukan karakter dan perlunya keterlibatan keluarga dalam pendidikan moral anak sejak dini.
DESAIN PROGRAM TAHUNAN DALAM PEMBELAJARAN PAI Haeril Kurniawan Wardhana; M. Rozak Hidayat; Faelasup
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5124

Abstract

Program Tahunan (Prota) adalah perencanaan jangka panjang yang disusun guru sebelum tahun ajaran dimulai dan menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan pembelajaran selama satu tahun. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Prota berperan penting dalam mengatur alokasi waktu agar seluruh Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dapat dicapai secara sistematis dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengertian, tujuan, manfaat, serta langkah-langkah praktis dalam penyusunan Prota PAI. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan Prota dimulai dengan analisis kalender pendidikan, identifikasi minggu efektif, penelaahan SK dan KD, serta pengalokasian waktu secara proporsional sesuai dengan beban materi. Prota yang disusun dengan tepat dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang terarah dan efisien, memudahkan dalam evaluasi pencapaian kurikulum, serta mendukung pengembangan karakter religius peserta didik. Selain itu, Prota menjadi dasar dalam penyusunan program pembelajaran lainnya seperti Program Semester (Promes) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dengan demikian, keberadaan Prota sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah dasar.
Evaluasi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana di sekolah Rangga Hasibuan; Zahra Nabila Iqbal; Sari Andini; Abdul Fattah Nasution
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5127

Abstract

School facilities are fundamental for achieving an effective, efficient, and character-building learning environment . SMP IT Al-Hijrah, accredited A school, provides facilities such classrooms, a computer lab, prayer room, and reading room, proactively managed by the Vice Principal for Facilities. This study aims to evaluate the adequacy and accessibility of facilities, facility management, and integration of infrastructure into the learning process and character development of students at SMP IT Al Hijrah. Utilizing a descriptive qualitative approach through observation, in-depth interviews with the Vice Principal for Facilities, Data analysis was conducted through reduction, thematic presentation. Results show that the school’s facilities are adequate and accessible, management is systematic and sustainable, and infrastructure integration supports student motivation as well as religious and environmental character formation. Facility management and utilization at SMP IT Al-Hijrah successfully create a synergy between physical quality, systematic administration, and a character-based learning environment. It is recommended to maintain the established management procedures and further develop the facilities.
Peran Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam dalam Memperkuat Identitas Budaya Umat Islam: Studi Literatur Ewiniarti Hawa; Silva Cahlia; Faelasup
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5131

Abstract

Di era globalisasi, identitas budaya umat Islam menghadapi tantangan serius akibat arus informasi global dan dominasi budaya populer yang sering bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Fenomena ini berpotensi memicu krisis identitas, terutama di kalangan generasi muda Muslim. Pendidikan, khususnya Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya melalui transmisi nilai, pemahaman sejarah, dan internalisasi warisan peradaban Islam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara kritis peran pendidikan SKI dalam memperkuat identitas budaya umat Islam melalui kajian literatur yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan menganalisis sumber-sumber akademik terkini, termasuk buku, jurnal ilmiah, prosiding konferensi, dan dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan SKI berkontribusi dalam memperkuat pemahaman historis, membangun rasa bangga terhadap peradaban Islam, serta menginternalisasikan nilai-nilai luhur ke dalam perilaku siswa. Namun, implementasi pendidikan SKI masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan kurikulum kontekstual, kompetensi pedagogik guru, dan dukungan kelembagaan. Optimalisasi pendidikan SKI melalui pengembangan kurikulum yang komprehensif, peningkatan kompetensi guru, dan pemanfaatan teknologi pendidikan diharapkan dapat memperkuat identitas budaya umat Islam secara berkelanjutan di tengah dinamika global.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN SPIRITUAL DALAM BUKU “MENJADI MANUSIA MENJADI HAMBA” KARYA FAHRUDDIN FAIZ Ahmad Rizki; Rifqi Muntaqo; Muhammad Yusuf Amin Nugroho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan spiritual yang terkandung dalam buku Menjadi Manusia Menjadi Hamba karya Fahruddin Faiz, serta menelusuri keterkaitannya dengan kebutuhan spiritual generasi Z. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian berbasis kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran data online yang bersumber dari buku, jurnal, skripsi, artikel, serta media digital akademis yang relevan. Analisis data menggunakan metode content analysis yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi dan menafsirkan isi pesan teks secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam buku tersebut terdapat sejumlah nilai pendidikan spiritual yang signifikan, di antaranya nilai tauhid, tazkiyatun nafs, tawakal, ikhlas, doa, empati, kesadaran waktu, dzikir batiniah, dan kesucian lahir batin. Nilai-nilai tersebut tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga reflektif dan aplikatif, yang dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk karakter spiritual generasi muda. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan spiritual dalam pendidikan Islam sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman, serta penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, sadar akan tanggung jawab moral, dan memiliki kedalaman ruhaniyah dalam menjalani kehidupan modern.
PENERAPAN NILAI-NILAI ASWAJA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Nova Dwi Riyani; Zahid Akhmad Surya; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5136

Abstract

Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan manhaj pemikiran keagamaan yang bersifat moderat, toleran, seimbang, dan adil, yang telah menjadi pondasi utama bagi praktik keislaman masyarakat Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai utama dalam Aswaja, yakni tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil), tidak hanya berfungsi sebagai konsep teoretis dalam diskursus keagamaan, tetapi juga telah menyatu dalam praktik kehidupan masyarakat sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan—sosial, budaya, pendidikan, dan keagamaan—serta bagaimana kontribusinya dalam membentuk karakter individu dan kolektif yang inklusif, damai, dan berkeadaban. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis terhadap dinamika sosial keagamaan di masyarakat, serta kajian literatur dari sumber-sumber klasik dan kontemporer, tulisan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja telah membumi dalam kehidupan masyarakat. Tawassuth mengarahkan sikap moderat dalam menghadapi perbedaan pandangan, tasamuh memperkuat semangat toleransi antarumat beragama dan antarmazhab, tawazun menciptakan keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan duniawi, sedangkan i’tidal menjadi prinsip utama dalam mewujudkan keadilan dalam berbagai bidang kehidupan. Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan meningkatnya penyebaran pahampaham ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam moderat, nilai-nilai Aswaja menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan pendidikan karakter berbasis Aswaja, pemanfaatan media digital untuk dakwah yang kontekstual dan humanis, serta revitalisasi tradisi keislaman lokal yang inklusif dan membumi. Dengan demikian, nilai-nilai Aswaja dapat terus menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan mampu merespons perubahan zaman secara bijak dan konstrukti
MENELAAH PERSOALAN SAMPAH PLASTIK DI NTT DITINJAU DARI ENSIKLIK LAUDATO SI PAUS FRANSISKUS Arsenius Randa; Stanislaus Asmin Ubat
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5138

Abstract

Penulisan karya ini bertujuan untuk mengkaji persoalan krisis ekologi (sampah plastik) di Provinsi Nusa Tenggara Timur dari perspektif ensiklik Laudato Si Paus Fransiskus. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah studi kepustakaan dengan mengkaji literatur atau buku-buku, jurnal serta penelitian terdahulu terkait tema ini. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa seruan Laudato Si Paus Fransiskus memiliki peran penting dalam merekonstruksi pemahaman masyarakat akan kesadaran ekologis. Dalam Laudato Si Paus Fransiskus menampilkan berbagai persoalan terkait rumah kita atau bumi akibat ulah manusia. Manusia memiliki sikap dominasi terhadap segala isi bumi sehingga konsekuensi logisnya adalah bumi terluka akibat dominasi negatif manusia. Melalui Laudato Si Paus Fransiskus mengajak setiap individu untuk segera melakukan tindakan mengatasi krisis lingkungan yang sedang terjadi.
Relevansi Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dalam Pendidikan Karakter Islami Siswa di Era Kurikulum Merdeka Fitriyani; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5142

Abstract

Kemerosotan moral siswa akibat paparan konten digital menjadi tantangan empiris bagi pendidikan karakter Islami di sekolah. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) sebagai penguat karakter Islami dalam koridor Kurikulum Merdeka. Pendekatan kualitatif‑deskriptif digunakan dengan metode studi pustaka pada artikel Sinta, buku, dan dokumen resmi; data dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil menunjukkan bahwa 5S menginternalisasikan akhlakul karimah, sedekah melalui senyum, doa melalui salam, ukhuwah melalui sapa, adab melalui sopan, dan kedewasaan sosial melalui santun, serta selaras dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Implementasi konsisten 5S di kelas, tata tertib, dan projek P5 memperkuat disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial siswa. Simpulan: budaya 5S bukan sekadar kebiasaan, melainkan instrumen strategis pembentukan karakter Islami yang kontekstual. Implikasinya, sekolah perlu memasukkan 5S dalam kebijakan kurikulum, pelatihan guru, dan materi digital agar pendidikan karakter tetap efektif di era teknologi.

Page 72 of 107 | Total Record : 1068