cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
MEMBUMIKAN NILAI – NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DI ERA GENERASI Z (GEN Z) Wawan Saputro; Ahmad Rizal Muzakki; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5426

Abstract

Generasi Z (Gen Z), sebagai digital native yang tumbuh di tengah arus informasi yang masif, menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari tekanan pada kesehatan mental akibat perbandingan sosial, polarisasi ideologi yang diperkuat oleh algoritma media sosial, hingga krisis identitas di persimpangan budaya global dan lokal. Di tengah kondisi tersebut, ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), sebagai sebuah metodologi berpikir (manhaj al-fikr) yang mengedepankan prinsip-prinsip moderasi, keseimbangan, dan toleransi, menawarkan fondasi nilai yang fundamental dan terbukti relevan untuk dijadikan pegangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam relevansi dan merumuskan strategi implementasi nilai-nilai luhur Aswaja dalam konteks kehidupan Gen Z yang tidak terpisahkan dari dunia digital. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan kajian pustaka (literature review), artikel ini mengkaji bagaimana konsep-konsep inti Aswaja seperti Tawassuth (moderat) dapat berfungsi sebagai filter kognitif terhadap informasi yang ekstrem, Tasamuh (toleran) sebagai landasan etika dalam berinteraksi di ruang virtual yang beragam, Tawazun (seimbang) sebagai kunci mencapai kesejahteraan digital (digital wellbeing), dan I'tidal (adil) sebagai kompas dalam aktivisme online. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai ini dapat menjadi jawaban efektif atas berbagai tantangan yang dihadapi Gen Z, tidak hanya untuk menangkal hoaks dan ekstremisme, tetapi juga untuk membangun resiliensi mental, kecerdasan emosional, serta memperkuat karakter kebangsaan yang inklusif. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan adanya sebuah gerakan kolektif untuk "membumikan" ajaran Aswaja, mentransformasikannya dari konsep normatif menjadi aksi nyata melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan ekosistem digital Gen Z, seperti melalui produksi konten media sosial yang inspiratif, pembentukan komunitas online yang positif, dan integrasi yang cerdas dalam pendidikan modern.
INTERNALISASI NILAI- NILAI ASWAJA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA DI ERA MEDIA SOSIAL Alyah Kusumawati; Sekar Najwa Sal Sabila; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5428

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat, khususnya media sosial telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter remaja muslim di era digital. Disatu sisi, media sosial memberikan peluang untuk mengakses informasi dan pengetahuan secara cepat, namun di sisi lain, juga memnculkan berbagai tantangan seperti krisis identitas, dekadensi moral, serta penyebaran paham-paham ekstrem dan intoleran. Dalam konteks ini, nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) yang mencakup prinsip Tawassuth (moderat), Tasamuh (toleran), Tawazun (seimbang), dan I’tidal (adil) menjadi sangat relevan sebagai dasar pembentukan karakter remaja muslim yang kokoh dan berahlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya internalisasi nilai-nilai Aswaja dalam menghadapi tantangan media sosial serta strategi efektif yang dapat diterapkan oleh keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nilai Aswaja tidak hanya membentuk karakter yang religius dan moderat, tetapi juga membekali remaja dengan filter moral yang kuat dalam menghadapi arus informasi di media sosial. Penanaman nilai nilai ini harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan akhlak, pembiasaan perilaku, dan keteladanan dari lingkungan sekitar serta penguatan literasi digital berbasis nilai Islam moderat.
Etika Dalam Prespektif Filsafat Pendidikan Islam bela, laela_03; Anindya Septiana Cahyaning Miranti; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5376

Abstract

Etika merupakan cabang filsafat yang membahas prinsip moral, norma, dan nilai-nilai yang menjadi pedoman perilaku manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami makna etika, karakteristik etika dalam ajaran Islam, serta keterkaitannya dengan filsafat pendidikan Islam sebagai fondasi dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan pustaka dengan perspektif filosofis, melalui analisis pemikiran tokoh-tokoh klasik dan modern mengenai etika dan pendidikan Islam. Hasil studi menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis serta menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam membentuk pribadi yang ideal. Etika Islam memadukan unsur wahyu dan rasio, berbeda dengan pendekatan etika Barat yang cenderung bersifat sekuler. Penelitian ini juga mengupas berbagai teori etika seperti hedonisme, utilitarianisme, dan deontologi, serta jenis-jenis etika yang relevan dalam pendidikan Islam, baik dari sisi filosofis maupun teologis. Kesimpulannya, pemahaman etika dalam kerangka filsafat pendidikan Islam sangat penting untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga bermoral. Kajian ini membuka peluang untuk pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang berbasis nilai-nilai etika transendental.
PERAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Ni'mah, Amaliyatun; Andini, Sofi; Mubin, Nurul
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5390

Abstract

Abstrak Filsafat pendidikan Islam memainkan peran krusial dalam pembentukan karakter dan identitas peserta didik melalui pengintegrasian nilai ajaran Islam ke dalam proses pendidikan. Masalah dari kajian ini adalah kurang optimalnya penerapan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan modern, yang berdampak pada lemahnya karakter dan identitas peserta didik. Pembentukan karakter dan identitas dalam konteks pendidikan Islam menuntut ada kesetaraan antar unsur afektif, kognitif serta psikomotorik yang berbasis pada ajaran tauhid, akhlak, dan konsep manusia sebagai khalifah di bumi. Maksud dari riset ini ialah agar menganalisa secara konseptual dan praktis peran filsafat pendidikan Islam untuk menciptakan murid yang mempunyai akhlak baik serta memiliki identitas keislaman yang kuat. Metodologi riset ini menggunakan pendekatan kualitatif memakai analisa literatur yang mendalam. Data diperoleh melalui kajian pustaka dari literatur primer serta sekunder yang berkaitan pada filsafat pendidikan Islam, pembentukan identitas, serta identitas pada perspektif Islam. Pendekatan analisis konsep digunakan untuk menggali keterkaitan antara prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam dengan tujuan pendidikan yang diarahkan pada pembentukan manusia paripurna (insan kamil). Hasil riset ini memperlihatkan bahwa penerapan filsafat pendidikan Islam yang konsisten bisa jadi solusi dalam menghadapi krisis identitas dan degradasi moral pada peserta didik serta sebagai landasan yang kokoh dalam menciptakan generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
PERAN NAHDLATUL ULAMA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Ahmad Taufiqurrohman; Rifqi Hidayat
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5427

Abstract

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran sentral dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak didirikan pada tahun 1926, NU telah tampil sebagai kekuatan keagamaan, sosial, dan budaya yang menjembatani nilai-nilai keislaman dengan semangat kebangsaan. NU tidak hanya berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan, melalui momen historis seperti Resolusi Jihad, tetapi juga terus aktif dalam pembangunan nasional, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pemeliharaan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dengan prinsip moderatisme dan komitmen terhadap Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), NU berperan sebagai penjaga moralitas publik sekaligus benteng terhadap ekstremisme dan disintegrasi bangsa. Artikel ini mengulas bagaimana NU menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang adil, damai, dan beradab di tengah keberagaman Indonesia.
PENGARUH MEMBACA AL-QUR’AN TERHADAP KESEHATAN MENTAL Rizkia Handayani; Pivin Oktavia; Sheila Hariry
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5430

Abstract

Peningkatan angka gangguan kesehatan mental di kalangan remaja dan mahasiswa dewasa ini menjadi isu krusial yang memerlukan pendekatan multidimensional dalam penanganannya. Faktor-faktor seperti tekanan akademik, permasalahan sosial, serta keterbatasan akses terhadap dukungan spiritual sering kali memperparah kondisi psikologis kelompok usia ini. Penelitian bertujuan guns mengkaji peran membaca Al-Qur’an sebagai mekanisme koping spiritual yang berkontribusi terhadap stabilitas mental individu. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, peneliti menganalisis berbagai literatur ilmiah yang membahas korelasi antara frekuensi membaca Al-Qur’an dan kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan aktivitas membaca Al-Qur’an secara konsisten dapat menurunkan tingkat kecemasan, stres, serta gejala gangguan emosional lainnya. Selain memberikan ketenangan batin, praktik ini juga memperkuat rasa makna hidup dan menjadi medium refleksi spiritual yang berdampak pada ketahanan psikologis. Dengan demikian, membaca Al-Qur’an tidak hanya merepresentasikan bentuk penghambaan spiritual, melainkan juga memiliki potensi sebagai intervensi psikologis yang relevan dalam menghadapi tekanan kehidupan kontemporer.
Peran Aswaja An-Nahdliyah Dalam Pembentukan Karakter Moderat Mahasiswa Muslim Devi Rahmawati; Denisa Amni Nabilah Amin; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5434

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) dalam membentuk karakter moderat mahasiswa Muslim di era kontemporer. Moderasi beragama menjadi isu strategis dalam menghadapi tantangan radikalisme dan ekstremisme yang mengancam keharmonisan kehidupan berbangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada mahasiswa Muslim yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan berbasis Aswaja An-Nahdliyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Aswaja An-Nahdliyah memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter moderat mahasiswa Muslim melalui tiga aspek utama: pertama, internalisasi nilai-nilai tawassuth(moderasi), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi) dalam kehidupan sehari-hari; kedua, penerapan metodologi manhaj Nahdlatul Ulama yang mengutamakan dialog, musyawarah, dan pendekatan kultural dalam menyelesaikan persoalan keagamaan dan kemasyarakatan; ketiga, pengembangan sikap inklusif dan pluralis yang menghargai keberagaman sebagai sunnatullah. Penelitian ini memberikan rekomendasi pentingnya integrasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kurikulum pendidikan tinggi dan program pembinaan karakter mahasiswa sebagai upaya preventif terhadap penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda Muslim.
Peran Profesionalisme dan Integritas dalam Meningkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik Suse Lamtiar Simbolon; Risqi Wahyu Jati Utama; Syahryzal Ibnu Fadhillah; Anak Agung Gede Eka Pramanadinata; Ahmad Irsyad Ramadhan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5450

Abstract

Profesionalisme dan integritas merupakan dua pilar utama dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas di berbagai bidang, termasuk dunia kerja, pendidikan, dan pemerintahan. Profesionalisme mencakup kompetensi, etos kerja, serta sikap yang mencerminkan komitmen terhadap standar tinggi dalam menjalankan tugas. Sementara itu, integritas menekankan kejujuran, etika, serta konsistensi antara perkataan dan perbuatan. Kombinasi antara profesionalisme dan integritas tidak hanya meningkatkan kualitas individu dalam bekerja, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang transparan, adil, dan bertanggung jawab. Artikel ini membahas pentingnya profesionalisme dan integritas dalam berbagai sektor, dampaknya terhadap efektivitas kerja dan kepercayaan publik, serta strategi untuk menanamkan kedua nilai ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan profesionalisme dan integritas secara konsisten, individu dan organisasi dapat mencapai keberhasilan yang berkelanjutan serta membangun reputasi yang positif di masyarakat.
PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI DESA MUNA Angri Yakoba Tafuli; Harun Y. Natonis
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5452

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pengembangan sistem pertanian berkelanjutan di Desa Muna untuk mendukung ketahanan pangan, dengan fokus pada perspektif Pendidikan Agama Kristen (PAK). Ketahanan pangan merupakan isu penting yang meliputi aspek teknis, ekonomis, etis, dan teologis terkait pengelolaan alam ciptaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun praktik pertanian di Desa Muna dihadapkan pada tantangan seperti degradasi lahan, inisiatif lokal seperti diversifikasi tanaman dan penggunaan pupuk organik mulai berkembang. Dalam konteks PAK, praktik-praktik ini dapat dimaknai sebagai implementasi mandat budaya (Kejadian 1:28) dan panggilan untuk menjadi penatalayan yang baik. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai PAK dalam program penyuluhan dan pemberdayaan petani dapat meningkatkan motivasi serta etos kerja, sehingga mempercepat terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Desa Muna.
KESELAMATAN DALAM YESUS KRISTUS SEBAGAI KABAR BAIK BAGI MASYARAKAT MARGINAL Taneo, Noviarni; Yitra Gloria Bana; Nofrianti Enliyani Tualaka; Maya Djawa
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5461

Abstract

Keselamatan dalam Yesus Kristus adalah inti dari Injil dan menjadi dasar iman Kristen. Namun, dalam realitas sosial masa kini, masyarakat marginal—seperti orang miskin, penyandang disabilitas, korban konflik, perempuan tertindas, dan komunitas adat—sering kali tidak merasakan kabar baik ini secara konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna keselamatan dalam Kristus secara teologis dan bagaimana penerapannya dalam konteks sosial marginal. Dengan pendekatan kualitatif teologis dan studi pustaka, tulisan ini menyoroti ajaran Alkitab mengenai inklusivitas keselamatan, telaah Kristologi pembebasan, serta teologi kontekstual. Ditekankan bahwa keselamatan dalam Kristus bukan hanya jaminan hidup kekal, tetapi juga pembebasan dari ketidakadilan, penindasan, dan peminggiran. Gereja dipanggil untuk menjadi saluran kasih dan keadilan Allah, menghadirkan Injil dalam wujud yang nyata bagi kaum marginal.

Page 78 of 107 | Total Record : 1069