cover
Contact Name
Dony Ahmad Ramadhani
Contact Email
redaksialmuhith@gmail.com
Phone
+6285347523062
Journal Mail Official
almuhith@stiq-amuntai.ac.id
Editorial Address
Jl. Rakha Pakapuran Rt. III. Komplek Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits
ISSN : 29634016     EISSN : 29634024     DOI : http://dx.doi.org/10.35931/AMH
Focus and Scope Jurnal Al-Muhith Jurnal Ilmu Quran dan Hadits adalah Tafsir Quran Exegesis Ilmu Hadits Hadith Studies Studi Al-Quran dan Kontekstualisasi Quranic Studies and Contextualization Metode Penafsiran dalam Tradisi Islam Methods of Interpretation in Islamic Tradition Sejarah Kebudayaan Islam History of Islamic Civilization Perbandingan Agama Comparative Religion Hermeneutika Islam Islamic Hermeneutics Filologi Qurani Quranic Philology Etika Islam Islamic Ethics Studi tentang Sunnah Nabi Studies on the Prophets Tradition
Articles 100 Documents
Antara Frugal Living dan Self-Reward: Mencari Titik Keseimbangan Wasaṭiyyah dalam Perspektif Hadis Muklihah Muklihah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6364

Abstract

Gaya hidup mayarakat modern, khususnya dalam konteks digital mengalami perubahan, dari segi konsumssi saat ini, sehingga menimbulkan kebingungan memilih antara kebutuhan untuk mengelola keuangan secara bijak atau memenuhi kebutuhan menjaga kesehatan mental melalui apresiasi diri (self-reward). Fenomena tersebut sering terjadi dikalangan generasi yang cenderung mengambil keputusan secara spontan tanpa pikir panjang karena akibat paparan e-commerce, proposi digital, dan budaya matrealistik. Sementara prinsip mengelola keuangan secara bijak (frugal living) menekankan perlindungi harta untuk jangka panjang. Kedua praktik tersebut berpotensi berubah menjadi kikir dan boros. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip teologis terkait konsumsi melalui hadis saḥiḥ serta merumuskan model keseimbangan wasatiyyah yang dapat menjadi panduan praktis untuk menentukan batas yang wajar anatara menghemat dan apresiasi diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis isi, dengan menelaah hadis-hadis seperti larangan israf, konsep kekayaan hati serta prinsip keadilan dalam pembagian hak-hak. Hasil dari penelitian ini konsumsi yang moderat hanya dapat dicapai ketika frugal living dilakukan dengan bijak dan pengelolaan harta secara bertanggung jawab, bukan sebagai pengabaian kebutuhan diri, dan self-reward dilakukan secara terukur tanpa melampaui batas kesederhanaan yang diajarkan Nabi, keduanya saling melengkapi dalam membentuk gaya hidup yang stabil, sehat dan sesuia etika Islam dengan menggunakan model keseimbangan berbasis hadis.
Integrasi Pendekatan Tafsir (Tematik, Maudhu’i, Tahlili, dan Ijmali) dalam Pendidikan Islam: Implikasi Terhadap Kurikulum, Pedagogi, dan Penguatan Karakter Peserta Didik Hilyatul Auliya`; Husein Aziz
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendekatan tafsir maudhu’i, tahlili, dan ijmali dalam pendidikan Islam serta implikasinya terhadap kurikulum, pedagogi, dan penguatan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui telaah literatur yang relevan, baik kitab tafsir, buku akademik, maupun artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pendekatan tafsir memiliki kontribusi yang berbeda dan saling melengkapi. Tafsir maudhu’i mendorong pembelajaran tematik yang kontekstual dan aplikatif dalam kurikulum, tafsir tahlili memperkaya pemahaman melalui analisis mendalam dan penguatan nalar kritis, sedangkan tafsir ijmali berperan sebagai pengantar yang ringkas dan mudah dipahami untuk menanamkan nilai dasar Al-Qur’an. Dari aspek pedagogi, ketiga pendekatan ini mendukung strategi pembelajaran yang beragam, mulai dari theme-based learning, text-based learning, hingga entry-level comprehension. Adapun dalam penguatan karakter, maudhu’i menekankan internalisasi nilai secara terstruktur, tahlili membangun rasionalitas etis dan kejujuran intelektual, sedangkan ijmali memudahkan penanaman nilai moral inti sejak dini. Kesimpulannya, integrasi ketiga pendekatan tafsir tersebut mampu mewujudkan pendidikan Islam yang utuh, berjenjang, dan berkelanjutan, sehingga Al-Qur’an dapat menjadi landasan kurikulum, strategi pedagogi, sekaligus sumber nilai karakter dalam kehidupan peserta didik.
Makna Lailah Al-Qadr dalam Hadis: Kajian Ma`Ani Hadis dan Implikasinya Terhadap Pola Tidur Sehat Kurbiyah Kurbiyah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.5915

Abstract

Lailah al-Qadr merupakan salah satu malam paling agung dalam Islam yang digambarkan dalam al-Qur`an sebagai malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Keagungan malam ini dijelaskan secara mendalam dalam kitab tafsir dan syarah hadis. hadis-hadis Nabi juga menunjukkan bahwa Rasulullah saw. menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih intens, seperti qiyam al-Lail, zikir, dan do`a. Aktivitas ibadah yang dilakukan hingga larut malam ini secara spiritual memberikan nilai yang sangat besar, namun secara kesehatan dapat berdampak pada pola tidur seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna lailah al-Qadr berdasrkan syarah hadis dan tafsir, serta menganalisis implikasinya terhadap pola tidur sehat menurut perspektif kesehatan modern. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan teknis studi kepustakaan melalui menelaah kitab hadis, kitab tafsir, literatur kesehatan, serta hasil penelitian terkait pola tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna lailah al-Qadr ialah beribadah terhadap di tengah malam iala dengan bangun malam untuk beribadah. Dari sisi kesehatan, ibadah malam yang dilakukannya dengan bangun malam dan lain sebagainya akan menyebabkan pola tidur yang tidak baik, hal ini akan menyebabkan stres dan lain sebagainya. penelitian ini menyimpulkan bahwa beribadah di tengah malam itu dibutuhkan istirahat yang cukup di siang hari, karena jika di siang hari tidak beristirahat yang cukup, maka akan menyebabkan pola tidur yang tidak baik.
Hadis Kewajiban Menuntut Ilmu Sebagai Landasan Pendidikan Islam Inklusif Gender Widiana Putri Wulandari; M. Suyudi
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.5940

Abstract

Pendidikan Islam idealnya tidak berhenti pada aspek formal keagamaan, tetapi mampu mencerminkan nilai keadilan yang menjadi inti risalah Nabi SAW. Dalam konteks itu, hadis tentang kewajiban menuntut ilmu bagi setiap Muslim menjadi pijakan teologis penting untuk memastikan bahwa perempuan memiliki hak akses belajar yang sama dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan memahami relevansi hadis tersebut terhadap konsep pendidikan Islam inklusif gender, dengan cara mengkaji redaksi hadis beserta syarahnya, meneliti biografi para perawi untuk menilai ketersambungan sanadnya, serta menelusuri konteks historis keterlibatan perempuan sebagai subjek ilmu di masa Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan dengan analisis teks hadis, literatur klasik, dan referensi kontemporer mengenai pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban menuntut ilmu bersifat universal dan tidak dibatasi oleh jenis kelamin, sehingga hadis tersebut dapat dijadikan dasar normatif bagi penyelenggaraan pendidikan Islam inklusif gender. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan hubungan langsung antara makna hadis dan implikasi kelembagaan pendidikan Islam modern, khususnya dalam membangun akses setara, kurikulum non-bias gender, serta legitimasi peran perempuan sebagai pelajar maupun pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam yang berkeadilan gender bukan gagasan modern yang asing bagi Islam, melainkan merupakan kelanjutan dari praktik pendidikan pada masa Nabi SAW.
Analisis Ketepatan Makharijul Huruf dan Tajwid (Ghunah dan Mad Thabi’i) dalam Pembelajaran Al-Qur’an Metode Qiraati di TPQ Baitussalam Fitri Ullynda Sari; Muhammad Fahmi; Ali Mas’ud
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.5961

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Baitussalam masih menghadapi tantangan pada ketepatan makharijul huruf dan penerapan tajwid dasar, meskipun metode Qiraati telah diterapkan secara berjenjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas bacaan santri pada jenjang Al-Qur’an dan Finishing serta memberikan pendampingan dalam peningkatan ketepatan makhraj dan tajwid, khususnya ghunnah dan mad thabi’i. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi langsung proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan kepala TPQ, serta pendampingan baca-simak, penguatan tajwid, dan latihan individual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri jenjang Al-Qur’an masih mengalami kesalahan berulang pada huruf tenggorokan serta ketidakstabilan ritme mad thabi’i, sedangkan santri Finishing menunjukkan ketepatan yang lebih baik namun masih membutuhkan latihan konsisten pada beberapa huruf tebal dan hukum mad tertentu. Pendampingan ini berdampak pada meningkatnya ketelitian guru dalam mengoreksi bacaan, serta meningkatnya kesadaran santri untuk memperbaiki artikulasi dan ritme bacaannya. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pelatihan guru, peningkatan jam latihan, dan pembiasaan evaluasi berkala.
Analisis Hadis Shalat Sebagai Terapi Kesehatan: Studi Takhrīj, Sharah, dan Relevansi Sains Alifah Alifah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6344

Abstract

Penelitian ini mengkaji hadis tentang shalat sebagai terapi kesehatan melalui metode takhrīj dan sharah hadis, serta mengaitkannya dengan penjelasan sains modern. Kajian ini dilatarbelakangi minimnya penelitian yang menelaah kualitas hadis secara khusus, meskipun manfaat shalat bagi kesehatan telah banyak dibahas dari sisi medis. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian menelusuri sanad dan matan hadis riwayat Ibn Mājah dan menemukan bahwa hadis tersebut berstatus ḥasan, dengan sanad yang bersambung dan matan yang bebas dari cacat. Analisis syarah menunjukkan bahwa shalat memberikan ketenangan jiwa dan berdampak positif bagi kesehatan fisik. Temuan ilmiah turut mendukung bahwa rangkaian gerakan shalat dapat meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot dan sendi, serta menstabilkan kondisi mental. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa shalat merupakan ibadah yang memiliki fungsi spiritual sekaligus menjadi bentuk terapi holistik bagi kesehatan tubuh dan jiwa.
Relevansi Hadis "Tetanggamu Jurimu" dalam Konteks Sosial Masyarakat Modern Amelia Aisy
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6367

Abstract

Artikel ini membahas relevansi hadis “tetanggamu jurimu” dalam konteks sosial masyarakat modern, khususnya terkait etika bertetangga dan implikasinya terhadap kehidupan bermasyarakat di perdesaan maupun perkotaan. Hadis tersebut menekankan bahwa perilaku seseorang dapat dinilai dari kesaksian para tetangganya sebagai pihak yang paling dekat dan mengetahui keseharian individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk menggali makna hadis, latar belakang kemunculannya, serta relevansinya dengan kondisi sosial kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa etika bertetangga dalam Islam memiliki posisi penting dalam membangun harmoni sosial, mencegah konflik, serta memperkuat solidaritas. Relevansi hadis juga terlihat dalam aturan hukum positif Indonesia, seperti KUHP pasal 503 mengenai gangguan ketertiban umum, yang menegaskan pentingnya menjaga kenyamanan lingkungan. Di tengah modernisasi dan perubahan struktur sosial, terutama di wilayah perkotaan yang cenderung individualistis, nilai-nilai hadis ini tetap aktual sebagai pedoman untuk membangun hubungan sosial yang beradab, inklusif, dan berkeadilan. Dengan demikian, ajaran nabi mengenai tetangga dapat menjadi landasan etika sosial yang penting dalam menghadapi tantangan sosial masyarakat modern.
The Tradition of Reading Yasin Fadilah: A Functional Reception Study by the Abna Khamim Suadah Foundation in Sidoarjo Libasut Taqwa; Aziza Nadiya Putri
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.5896

Abstract

One of the most popular surahs practiced in Indonesian Islamic tradition is Surah Yasin. This surah has shaped reading practices and become institutionalized in Indonesian cultural tradition, one example being at the al-Qur'an Assembly of the Abna Khamim Suadah Sidoarjo Foundation. The Yasinan tradition or activity, which is held every Wednesday Kliwon after Isha' at The Oso Housing Complex, and once a month at the home of one of the congregation members, has a unique characteristic, namely that several verses are read repeatedly and interspersed with prayers and salawat. This study focuses on how the Yasinan tradition is practiced at the Abna Khamim Suadah Sidoarjo Foundation and the meaning of the Yasinan tradition for the congregation who participate in it. The participants in this activity are the men and women of the Abna Khamim Suadah Sidoarjo Foundation. The method used in this study is a qualitative method using a functional approach. In his theory, Ahmad Rafiq lists three receptions, namely Exegesis, Aesthetics, and Functionality. Meanwhile, the data collection techniques used by the researcher are observation, interviews, and documentation during the research, as well as notes from interviews with informants. The results of this study show that: (1) As a means of getting closer to God. (2) As a means of connecting with ancestors who have passed away. (3) As a means of connecting with others. (4) As a means of connecting with oneself.
Hijab dalam Perspektif Hadis: Anjuran Memakai Hijab dan Implikasinya Terhadap Perilaku Muslimah Masa Kini Istiqomah Istiqomah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6355

Abstract

Hijab merupakan ajaran fundamental dalam Islam yang berperan penting dalam pembentukan akhlak dan identitas perempuan Muslim. Dalam perspektif hadis, hijab tidak hanya dipahami sebagai aturan menutup aurat, tetapi juga sebagai pedoman etis untuk menjaga kehormatan, memelihara rasa malu (ḥaya’), serta mengatur interaksi sosial agar sesuai dengan nilai kesopanan dan martabat Muslimah. Fenomena kontemporer menunjukkan bahwa hijab mengalami perkembangan makna yang signifikan, terutama melalui tren hijab fashion yang menjadikan hijab sebagai simbol budaya, mode, dan ekspresi gaya hidup. Penelitian ini berfokus pada analisis konsep hijab dalam hadis Nabi saw, dengan lokus kajian pada hadis mengenai turunnya ayat hijab dalam Ṣaḥiḥ al-Bukhari. Tujuan penelitian ini adalah menelaah implikasi etis dan moral hijab terhadap perilaku Muslimah modern serta mengkaji potensi pergeseran makna akibat komodifikasi hijab yang semakin populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui telaah literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan utama hadis hijab menegaskan penjagaan kehormatan perempuan dan pencegahan fitnah sosial, sehingga hijab harus dipahami sebagai manifestasi ketakwaan, bukan semata identitas fashion.
Nilai-Nilai Kultur Literasi Terhadap Anak Usia Dini (Kajian Qs. Al-‘Alaq 1-5) Siti ‘Aisyatunnadiya; Armenia Septiarini
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6334

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai kultur literasi yang terdapat dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1-5 serta dampaknya terhadap anak usia dini. Dalam ayat-ayat tersebut, terdapat ajakan untuk membaca, memahami, dan refleksi yang menjadi dasar penting dalam pengembangan literasi. Literasi, sebagai pilar pendidikan, tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan kreativitas. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-‘Alaq, pendidik dapat merancang kurikulum yang mendukung proses belajar yang holistik bagi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam pendidikan anak usia dini. Hasilnya diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua dan guru dalam menanamkan budaya literasi yang kuat sejak awal, membentuk karakter, dan meningkatkan kecerdasan sosial-emotional anak. Pentingnya membaca sebagai pilar utama dalam pembelajaran dan perkembangan intelektual anak. Ayat-ayat ini mendorong umat untuk aktif belajar melalui membaca dan memahami lingkungan sekitar. Nilai literasi yang ditekankan juga mencakup pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan penguasaan bahasa. Dengan mengintegrasikan pesan Al-Qur'an ini ke dalam praktik pendidikan, diharapkan anak-anak dapat membangun fondasi kuat dalam literasi sejak dini, yang tidak hanya bermanfaat untuk pembelajaran akademis tetapi juga untuk perkembangan karakter dan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis penerapan nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan anak usia dini, dengan harapan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua dalam mendukung proses literasi anak.

Page 10 of 10 | Total Record : 100