cover
Contact Name
Desty Rara Pringgandini
Contact Email
destyrara@gmail.com
Phone
+6282179364833
Journal Mail Official
jp3m.editor@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pasir Kaliki No. 199 Bandung, Jawa Barat
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
ISSN : -     EISSN : 20859084     DOI : https://doi.org/10.37577/jp3m.v5i1
Core Subject : Education, Social,
JP3M is a periodical scientific journal published by FKIP UICM containing articles of research studies (theories and applications) as well as reviews of literature about education.
Articles 65 Documents
Peran PKBM Cemerlang Wonosobo dalam Memberdayakan Perempuan Menuju Kemandirian Berwirausaha Ellis Intan Nurlaella
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.364

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran PKBM Cemerlang Wonosobo yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan menuju kemandirian berwirausaha, faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan program – program pemberdayaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di PKBM Cemerlang Wonosobo. Subjek penelitian berjumlah 1 Pemimpin PKBM, 2 Penglola Program, 2 Instruktur , dan 5 Peserta Pelatihan Pemberdayaan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peran PKBM Cemerlang Wonosobo dalam memberdayakan perempuan menuju kemandirian berwirausaha adalah sebagai berikut : membuat dan melaksanakan dua program yang terdiri dari program pelatihan pendidikan kecakapan wirausaha dan program pelatihan pemberdayaan dalam unit usaha. Faktor pendukung program yaitu kualitas pengelola yang bagus, strategi perencanaan program yang matang,intruktur yang berpengalaman, sarana dan prasarana yang mendukung, partisipasi peserta pelatihan, mitra kerja yang baik, sedangkan faktor penghambatnya adalah , terbatasnya kuota peserta, kurangnya kepercaya dirian peserta pelatihan , ketergantungan peserta pelatihan, prasangka buruk, terbatasnya waktu , ekpektasi yang terlalu tinggi.
PERAN POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA PADA PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Kirana Lesmi
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.404

Abstract

Adalah bukan perkara yang mudah memang untuk mendidik anak hingga dewasa. Beberapa orang tua bahkan memiliki masalah pada pola asuh yang mereka lakukan pada anak mereka. Orang tua seringkali bertanya-tanya pola asuh yang bagaimana yang sesuai, apa yang terbaik untuk membimbing anak-anak mereka menjadi pribadi sebagaimana yang mereka inginkan. Pada akhirnya anak-anak terbentuk dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua yang bekerja dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini, dan mengetahui solusi permasalahan yang dihadapi orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian tentang Peran Pola Asuh Orang Tua yang Bekerja pada Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah : Pola asuh orang tua yang bekerja yang diterapkan oleh orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini di bawah naungan Yayasan Al-Qomariyah di Kampung Walahir Desa Cintadamai Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut belum mampu melakukan pengasuhan yang tepat pada anak hal ini terlihat dari : pengasuhan dan interaksi antara ibu yang bekerja dengan anak saangatlah kurang, pengasuhan yang dititipkan pada nenek atau kerabat tempat anak dititipkan selama ditinggal bekerja hanya sebatas memberikan fasilitas fisik, banyak anak yang terlihat menunjukkan gelagat over acting. Solusi permasalahan yang dihadapi antara lain dilakukan dengan penjelasan model pengasuhan yang tepat untuk anak usia dini (Parenting), forum diskusi berbagai permasalahan dalam hal pengasuhan anak usia dini, evaluasi pola asuh yang dilakukan.
PENINGKATAN MUTU “ELECTRONIC LEARNING” PADA ERA PANDEMI COVID-19 Nina Nurhasanah; Livia Astuti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.405

Abstract

Pendidikan Nonformal, layanan pendidikan alternatif, pencukup, juga pelengkap dari Pendidikan Formal sebagai bentuk partisipasi long life education. Terdampaknya dunia pendidikan karena pandemi Covid-19 menimbulkan masalah. Warga belajar, orang tua wali yang tidak memiliki gadget sebagai penunjang keberlangsungan pembelajaran online risau. Pelaksanaan pembelajaran antara warga belajar dan tutor dilaksanakan melalui video call, absensi dilakukan menggunakan voice note yang semua tersedia pada aplikasi WhastApp. Materi-materi yang diberikan melalui bentuk video dengan waktu kurang dari 5 menit. Tujuan penelitian mencakup 1) Memahami efektifitas yang diterapkan pada pembelajaran online di era pandemi Covid-19; 2) Memahami keunggulan dan kelemahan pembelajaran berbasis online berdasarkan keterlibatan warga belajar; 3) Memahami perkembangan mutu pembelajaran electronic learning. Tujuan tersebut diharapkan dapat menjadikan pembelajaran online pada era pandemi ini bermutu baik. Metode yang terapkan pada penelitian ini adalah Kuantitatif, suatu kajian penelitian untuk mendapat kebenaran dengan dilakukan pemahaman data secara teliti yang berupaya untuk mencari solusi pada masa sekarang dan bersifat terbarukan dengan menimbang keterkaitan faktor satu dengan dengan yang lainnya serta memberikan representasi secara jelas menyangkut motif, sifat-sifat, karakter yang khas atau untuk kemudian dijadikan suatu kesimpulan yang umum. Agregasi data menggunakan alat ukur observasi, wawancara, angket dan studi literatur. Kesimpulan penelitian menunjukkan secara empirik, kegiatan pembelajaran melalui “electronic learning” dapat meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan kesetaraan program paket c pada era pandemi covid-19.
MODEL KEPEMIMPINAN PENGELOLA POS PAUD MIANA V Anne Rahaju
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.406

Abstract

Pengelola lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang kendali bagi kemajuan dan keberhasilan lembaga. Sebagai pimpinan, Pengelola memiliki perintah dan peraturan yang harus dipatuhi. Akan tetapi pengelola sebaiknya menjadi pengayom bagi para para pendidik dan warga sekolah. Pengelola sebagai pimpinan dalam lembaga kependidikan memiliki peran penting untuk mengembangkan seluruh sumber daya yang ada. Dalam kepemimpinan, kompetensi seorang pemimpin dapat ditunjukan melalui bagaimana pemimpin dapat membaca situasi kondisi yang berkaitan dengan suasana kerja dalam lembaga pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2015 di POS PAUD Miana V Kecamatan Sukasari Kota Bandung. POS PAUD Miana V memiliki jenis layanan usia nol tahun sampai dengan enam tahun serta terintregasi dengan POSYANDU. Pimpinan pengelola sebagai pemimpin lembaga adalah seorang lansia (> 60 tahun) yang memiliki latar belakang Kader PKK dan merupakan Ketua POSYANDU dengan pengalaman berorganisasi selama lebih dari tiga puluh tahun. Para pendidik di POS PAUD Miana V adalah kader PKK dan kader POSYANDU. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model kepemimpinan pengelola POS PAUD Miana V dan mendeskripsikan kelebihan serta kekurangan model kepemimpinan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskritif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi.
PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DIMASA PANDEMI COVID-19 DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Usep Saepul Mustakim; Ratna Dewi; Ajeng Mulyasari; Ade Juanto
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.407

Abstract

Pembelajaran tatap muka terbatas dimasa pandemi covid-19 ini tentu mendapatakan tantangan tersendiri karena dengan keterbatasan untuk saling menjaga protokoler kesehatan baik dosen maupun mahasiswa. Pembelajaran tatap muka terbatas dimasa pandemi ini diharapkan terlaksana dengan efektif dengan hasil belajar yang maksimal. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk mengetahui seberapa besar tingkat efektivitas pembelajaran tatap muka terbatas dimasa pandemi covid-19 terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar ilmu pendidikan dengan harapan interpretasi nilai yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif dimana data diperoleh dengan uji statistik yang dibantu dengan aplikasi SPSS for windows. Data diakumulasi dan dianalisis dengan analisis regresi sehingga setelah dilakukan perhitungan statistik diperleh nilai sebesar 61,70% yang mana nilai sebesar itu bisa diinterpretasikan cukup baik atau bisa dikatakan pembelajaran cukup efektif dimasa pandemi covid-19.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISTEM PEMINDAH DAYA TRANSMISI MANUAL 5K BAGI SISWA SMK MA’ARIF NU TALANG Amin Nur Amin Nur Akhmadi
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i2.408

Abstract

The growing automotive world demands changes so that transportation is better, not only in its fuel-efficient engines but also at the level of comfort in driving. One of them is the change in the transmission system Now there are two transmission systems, namely manual transmission and automatic transmission. Manual transmission is one type of transmission that is widely used for reasons that are more efficient and more agile to face road terrain. Automatic transmission or known as Continuous Variable Transmission (CVT). The activity method that will be conveyed to the students at Smk Ma'arif Nu Talang Tegal Regency in the form of improving the understanding of the 5K manual transmission power transfer system, students are also equipped with a way of overhauling sychromes replacement for transmission This community service activity produces the following results: The following: (1) Improving human resources, especially vocational students who have professional skills, with skills, knowledge, and work ethic in accordance with the demands in automotive (2) Introducing students to work and overhauling 5K manual transmission in the world of industry and perbengkelan so that in time they enter the field of work in the world of perbengkelan that can actually adapt quickly (3) Prepare quality human resources that are in accordance with the needs in the era of automotive engineering technology. From the results of community service activities in Smk Ma'arif Nu Talang tegal regency concluded as follows: (1) With the community service activities in Smk Ma'arif Nu Talang Tegal Regency, it provides knowledge, understanding on vehicles that transmit efficient 5K manuals according to the operational standards of safety procedures (2) After going through several stages in community service activities, especially at SMK Ma'arif Nu Talang, Students majoring in Light Vehicle Engineering / very proud to have been able to do maintenance and overhaul work, understanding and practice about 5K manual transmission on light vehicles.
KONTRIBUSI PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN MENJAHIT TERHADAP PENINGKATAN LIFE SKILL Ulin Nihayah; Edi Widianto
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v5i1.455

Abstract

Pelatihan menjahit diselenggarakan serta ditunjukan sebagai salah satu solusi untuk membekali, menambah serta meningkatkan kompetensi menjahit guna menaikkan life skill peserta didik di UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja se-Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan menggunkan metode penelitian kuantitatif korelasional dengan penerapan analisis regresi linear sederhana. Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan program SPSS Statistics 21 dengan taraf signifikasi 0,05 dan uji reliabilitas menggunakan uji statistik Alpha Cronbach menunjukkan angka >0,6 yang berarti baik dan dinyatakan reliabel. Sampel yang diambil berjumlah 101 peserta didik jurusan menjahit dari total populasi sebanyak 136 yang dipilah menggunakan rancangan sampel nonprobabilitas (nonprobability sampling design), pengambilan ilustrasi dari jumlah populasi yang sudah diresmikan berdasarkan populasi area dan populasi cluster dengan menerapkan hitungan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan uji koefisien determinasi berdasarkan R Square secara simultan kontribusi variabel program pelatihan keterampilan menjahit terhadap variabel peningkatan life skill peserta didik terbilang besar.
MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA MELALUI KEGIATAN PELATIHAN SENI ANGKLUNG YANG DISELENGGARAKAN OLEH SAUNG UJO Agus Winarti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i2.474

Abstract

Pemuda Indonesia adalah tunas-tunas bangsa dan negara yang akan meneruskan perjuangan dan tampuk pimpinan bangsa. Pembangun karakter generasi muda agar dapat terarah dan teratur, memerlukan wadah yang memiliki kemampuan untuk menampung, mengembangkan bakat, minat, kreatifitas serta kemampuan yang ada pada pemuda, “SAUNG UJO” sebagai wadah perkumpulan kesenian angklung. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui pelaksanaan kegiatan seni angklung sebagai pembinaan generasi muda yang di selenggarakan oleh “Saung Ujo” 2) untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat prlaksanaan kegiatan seni angklung dalam membangun generasi muda. Metode penelitian ini menggunakan adalah deskreatif. Alat pengumpulan data yang utama dengan angket yang disebarkan kepada 30 responden/anggota “Saung Ujo” dan instruktur sebanyak 3 orang. Data pendukung dengan wawancara yang dilengkapi dengan observasi dan studi literatur. Membangun Karekter (character building) adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku baik bagi diri maupun untuk sesama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan kegiatan seni angklung sebagai pembinaan generasi muda yang di selenggarakan oleh “Saung Ujo”: kedisiplinan berlatih mampu membentuk generasi muda berkarakter, dengan pembelajaran dalam bentuk pelatihan untuk membangun pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan ketrampilan (psikomotor), peserta didik memiliki tekat secara kognitif, pemahaman dan penghayatan nilai secara afektif, pembentukan tekat secara kognitif,dan akhirnya penghayatan dalam kehidupan sehari-hari (nyata) 2) faktor penghambat pelaksanaan kegiatan belum instruktur belum banyak pengalamannya sehingga hasilnya belum memuaskan. Faktor pendukungnya adalah peralatan yang lengkap dan sarana prasaranan yang cukup untuk mendukung kelancaran pelatihan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SUSAN LOUCKS HORSLEY (SLH) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI IPS 1 MAN 3 SLEMAN Toni Poerwanti
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i2.476

Abstract

: Kecakapan abad 21 bagi siswa sangat penting dikuasai agar menjadi adaptif terhadap tuntutan perkembangan jaman. Karakteristik mata pelajaran ekonomi selaras dengan salah 4C kecakapan abad 2, terutama kemampuan berpikir kritis. Hal ini sesuai dengan konten pelajaran ekonomi menuntut kemampuan analisis pada kompetensi dasar yang bersifat kontekstual. Oleh karena itu diterapkan model pembelajaran Susan Loucks Horsley, diyakini mampu memingkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga semakin mudah dalam memahai materi ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Ekonomi pada siswa kelas XI IPS 1 MAN 3 Sleman melalui penerapan model pembelajaran Susan Loucks Horsley (SLH) pada Semester 2 tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian siswa kelas XI IPS 1 MAN 3 Sleman yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes evaluasi hasil belajar Ekonomi, lembar observasi guru, lembar observasi siswa, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data tes hasil belajar Ekonomi dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan data yang berupa hasil observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif..Indikator keberhasilan penelitian ini adalah apabila terjadi peningkatan hasil belajar pada setiap siklusnya dan lebih dari 75% siswa memperoleh nilai ≥ 75 nilai hasil belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Susan Loucks Horsley (SLH): (1) meningkatkan hasil belajar siswa pra-siklus sebesar 46,87% rata-rata nilai 57,72; pada siklus I sebesar 56,25% dengan rata-rata nilai 67,19 dan pada siklus II sebesar 75% dengan rata-rata nilai 79,22. (2) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dari pra siklus-siklus I-siklus II: sangat kritis meningkat sebesar 6,25 % dan 3,13%; kritis meningkat sebesar 12,5% dan 6,25%. cukup kritis meningkat sebesar 15,62% dan 15,63%. (3) Penerapan model pembelajaran Susan Loucks Horsley dengan 4 sintak: Invite, explore and discover, purpose and explanation, serta taking action sudah optimal walaupun belum maksimal. Diperlukan strategi yang beragam untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Fasilitasi sumber belajar juga perlu terus dikembangkan. Media yang digunakan oleh Guru juga dikembangkan untuk dapat mendorong sikap dan kemampuan berpikir kritis siswa kritis siswa.
PENERAPAN SIX PILLARS OF CHARACTER UNTUK MEMBANGUN KUALITAS KARAKTER ANAK Livia Astuti; Nurjannah Nurjannah
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i2.477

Abstract

: Pendidikan Karakter adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, dan kerja keras. Tujuan utamanya yaitu mempromosikan manusia yang tangguh, baik secara individu atau dalam kelompok. Pendidikan karakter penting diberikan pada anak sedini mungkin agar ketika dewasa, mereka sudah memiliki jiwa yang tangguh, karakter dan etika yang baik. Pendidikan karakter yang diberikan pada anak usia dini di TK Mutiara Bandung menggunakan pola Six Pillar of Character dengan isi seperti berikut. Trustworthiness, Respect, Responsibility, Fairness, Caring, dan Citizenship. Pendidikan karakter anak menggunakan ke enam pilar karakter tersebut diberikan kepada anak usia dini melalui pelajaran ataupun sambil bermain. Karena anak sejatinya harus lebih banyak bermain, maka guru menyematkan enam pilar karakter kedalam permainan dan perilaku harian antara guru dengan siswa, maupun guru dengan guru, mengingat anak itu lebih banyak mengingat sesuatu dari penglihatannya daripada pendengarannya. Anak-anak tentu akan lebih mudah mencontoh dari perilaku yang dilihatnya ketimbang dari kalimat suruhan apalagi kalimat paksaan. Penerapan enam pilar karakter ini dinilai cukup baik sebagai dasar bekal pembentukan diri anak-anak usia dini. Pendidikan karakter ini dinilai bagus untuk dikembangkan lagi kedalam sebuah penelitian lanjutan hingga tahap pembenahan karakter remaja yang sudah terlanjur dinilai jelek oleh masyarakat.