cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,377 Documents
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA GASLIGHTING DALAM KDRT MENURUT UU NO. 23 TAHUN 2004: ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2/PID.SUS/2023/PN GRT Felicia Taib; Irma Shelawati; Rini Anggreini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan persoalan serius yang masih menjadi isu memprihatinkan di Indonesia. Kekerasan dapat muncul dalam berbagai bentuk, dengan kekerasan psikis sering kali menjadi jenis yang paling sulit dideteksi dan dibuktikan. Salah satu bentuk spesifik kekerasan psikis adalah gaslighting, yang didefinisikan sebagai taktik manipulasi psikologis di mana pelaku mencoba mengendalikan pasangan dengan meyakinkan korban bahwa pikiran, keyakinan, dan ingatan mereka tidak berdasar atau 'gila'. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kedudukan gaslighting dalam kerangka hukum pidana Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), apa saja kendala yuridis dan teknis dalam membuktikan unsur-unsur gaslighting sebagai tindak pidana kekerasan psikis dalam rumah tangga serta bagaimana penerapan pertanggungjawaban hukum melalui Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2/Pid.Sus/2023/PN.        Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil analisis penulis dapat diuraikan bahwa Gaslighting tidak disebutkan secara eksplisit dalam UU PKDRT, namun secara hukum dapat dikualifikasikan sebagai bentuk kekerasan psikis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b jo. Pasal 7 UU PKDRT karena berpotensi menimbulkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, dan penderitaan psikis berat pada korban. Meskipun menghadapi kendala yuridis (ketiadaan pengaturan eksplisit) dan teknis (minimnya bukti langsung dan ketergantungan pada keterangan ahli psikologi), Putusan MA Nomor 2/Pid.Sus/2023/PN Grt telah menerapkan pertanggungjawaban pidana berupa pidana penjara dan denda, sehingga menegaskan bahwa praktik gaslighting diakui sebagai perbuatan yang dapat dihukum dan menjadi preseden penting dalam penegakan hukum KDRT diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai kedudukan gaslighting sebagai kekerasan psikis dan mengungkap hambatan dalam penegakan hukum guna memperkuat perlindungan hukum bagi korban.
EKSPLORASI ETNOMATEMTIKA PADA TRADISI BERBURU IKAN PAUS PADAMASYARAKAT LAMALERA Lambertus Daniel Laba; Bernadus Bin Frans Resi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi berburu ikan paus di Lamalera, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu praktik budaya maritim tertua di Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Aktivitas ini tidak hanya mencerminkan nilai spiritual dan sosial masyarakat, tetapi juga mengandung berbagai konsep matematis yang terintegrasi dalam praktik sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk etnomatematika yang muncul dalam proses perburuan paus, termasuk penggunaan pola geometri pada pembuatan perahu peledang, perhitungan proporsi dan keseimbangan dalam pembagian peran serta hasil tangkapan (leo dan tasi lefo), serta analisis strategi berburu yang berkaitan dengan estimasi jarak, kecepatan, dan arah angin. Pendekatan kualitatif etnografis digunakan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan para lamafa (pemburu utama), pembuat perahu, serta tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep matematika seperti geometri, pengukuran, proporsi, dan pemodelan informal tercermin kuat dalam praktik tradisional mereka, meskipun tidak disadari sebagai bentuk matematika formal. Temuan ini mengungkapkan bahwa tradisi Lamalera merupakan sumber pembelajaran matematika kontekstual yang kaya dan potensial untuk dikembangkan dalam pendidikan berbasis budaya lokal.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Upah Minimum terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Lampung Andreka Satria Firdaus; Intan Nur Hafizdhah; Ola Ernia; Ernawati Ernawati; Alief Rakhman Setyanto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Upah Minimum terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Lampung. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih tingginya angka kemiskinan di beberapa wilayah Lampung meskipun terjadi peningkatan IPM dan penetapan upah minimum setiap tahunnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam bentuk data panel. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pembanding model Common Effect, Fixed Effect, dan Random Effect untuk memperoleh model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang berarti peningkatan kualitas manusia berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan. Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh positif namun tidak signifikan, menunjukkan bahwa fluktuasi pengangguran belum sepenuhnya memengaruhi perubahan tingkat kemiskinan. Sementara itu, upah minimum memiliki pengaruh negatif dan signifikan, mengindikasikan bahwa peningkatan upah mampu menurunkan tingkat kemiskinan pada wilayah penelitian. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas manusia dan kebijakan upah yang efektif dapat menjadi instrumen strategis dalam penurunan kemiskinan di Provinsi Lampung
PENGARUH KOORDINASI BIDANG PEMBANGUNAN SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA–PRASARANA TERHADAP PRODUKTIVITAS IKM DI KOTA MAKASSAR Sitti Reski Narmal; Resky Anugrah Pratama; Grace Quinta Adellia Obey; Asriyana Asriyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh koordinasi antara Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri dan Bidang Sarana-Prasarana pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar terhadap peningkatan produktivitas Industri Kecil dan Menengah (IKM). Kedua bidang tersebut memiliki peran strategis dalam pengembangan industri daerah, khususnya dalam meningkatkan keterampilan pelaku industri serta menyediakan infrastruktur pendukung produksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara kedua bidang berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi, kualitas tenaga kerja industri, dan efektivitas pemanfaatan fasilitas industri. Namun, sinkronisasi program, keterbatasan anggaran, dan kurangnya pengawasan terpadu masih menjadi kendala. Berdasarkan temuan penelitian, koordinasi lintas-bidang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas IKM di Kota Makassar.
TREN ANGKA SUNTING DI SUMATERA UTARA Amelia Rosalina Br Tarigan; Dhea Amanda Br Tarigan; Joy Novelika Pardede; Julina Francisca Panjaitan; Putri Karisa Br. Sembiring; Teresa Kalkuta Tambunan; Marnida Yusfiani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga di bawah 14 persen pada tahun 2024 melalui berbagai strategi lintas sektor. Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu daerah yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dan meraih penghargaan Kinerja Tahun Berjalan – Kategori Penurunan Stunting tingkat Provinsi Tahun 2024. Berdasarkan laporan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara, angka prevalensi stunting di Sumut menurun dari 21,1 persen menjadi 18,9 persen. Atas capaian tersebut, pemerintah pusat memberikan penghargaan berupa insentif fiskal sebesar Rp 775 miliar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberhasilan tersebut melalui pendekatan deskriptif berbasis dokumentasi, dengan menyoroti strategi, hasil, serta tantangan dalam implementasinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan Sumut merupakan hasil sinergi lintas sektor, penguatan sistem pemantauan, dan komitmen pemerintah daerah. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal konsistensi data dan pemerataan capaian antarwilayah.
THE ROLE OF TEACHERS AS CURRICULUM DEVELOPERS IN IMPROVING THE QUALITY OF LEARNING Rizki Bobi Baihaki; Siti Mala Nurfayisa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines in detail the importance of teacher involvement in curriculum design (CDC) and assesses its impact on improving the quality of teaching and learning. Curriculum is defined as a fundamental component of education, providing the guidance and structure necessary for student progress. The role of teachers, once considered merely implementers, has evolved into that of instructional designers, with crucial knowledge and skills to influence students' learning experiences and curriculum implementation across diverse classroom contexts. This analysis draws on a critical literature review and conceptual synthesis of research on teachers' professional roles and the Participatory Curriculum Development (PCD) process. The research emphasizes that teacher involvement, particularly during implementation and evaluation, is crucial for fostering continuous improvement and flexibility in education systems. Effective involvement, often supported by curriculum-focused professional learning, significantly enhances teacher capabilities, enabling the successful implementation of high-quality teaching practices, such as effective science discussions. Despite ongoing challenges, including the need to integrate modern concepts such as digital technologies and the Sustainable Development Goals (SDGs), strategic teacher participation ensures the curriculum remains relevant and responsive, ultimately improving overall student learning outcomes
CURAH HUJAN DI INDONESIA Angel Alysia Sinaga; Dini Silvia; Dwi Arianti; Julkipli Armansah Sinaga; Olin Siska Rolasta Purba
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curah hujan merupakan salah satu faktor iklim yang paling berpengaruh terhadap stabilitas lingkungan dan aktivitas manusia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi curah hujan terhadap kondisi lingkungan, produktivitas pertanian, serta aktivitas manusia sehari-hari. Indonesia sebagai negara tropis memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan juga musim kemarau, dengan intensitas curah hujan yang bervariasi menurut wilayah dan juga waktu. Curah hujan tinggi sering menyebabkan banjir, tanah longsor dan kerusakan infrastruktur, sedangkan curah hujan rendah dapat memicu kekeringan dan krisis air bersih. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perubahan iklim telah meningkatkan ketidakstabilan pola hujan dalam beberapa tahun terakhir. Hasil kajian ini menekankan pentingnya manajemen lingkungan adaptif, pertanian berkelanjutan, dan sistem peringatan dini untuk mengurangi resiko bencana akibat perubahan curah hujan.
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT KEDISIPLINAN PELAJAR SEKOLAH MENENGAH Andhini Wulandari; Andi Susanto Wa’ana; Dhea Danayla Matondang; Dion Pinter Rius Daeli; Putri Handayani Sinaga; Marnida Yusfiani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan bagi pelajar dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mempengaruhi perilaku dan tingkat kedisiplinan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat kedisiplinan pelajar sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis korelasional. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada enam puluh pelajar dari beberapa sekolah menengah. Instrumen penelitian berisi pertanyaan mengenai frekuensi dan durasi penggunaan media sosial serta indikator kedisiplinan yang meliputi ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab terhadap tugas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berpengaruh negatif terhadap tingkat kedisiplinan pelajar. Pelajar yang menggunakan media sosial dalam waktu lama cenderung memiliki kedisiplinan yang lebih rendah dibandingkan dengan pelajar yang menggunakan media sosial dalam batas wajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin rendah tingkat kedisiplinan pelajar sekolah menengah.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, UPAH MINIMUM DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018-2024 Muhammad Rifki; Holilul Rohman; Anggi Riyandi; Alief Rakhman Setyanto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi (PE), Upah Minimum (UM), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung selama periode 2018–2024. Kemiskinan di Lampung, meskipun menunjukkan tren penurunan, masih menjadi masalah signifikan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel, dan model estimasi terbaik adalah Random Effect Model (REM). Hasil uji parsial ($t$-statistik) menunjukkan bahwa Upah Minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Sementara itu, Pertumbuhan Ekonomi dan IPM terbukti memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan secara parsial. Namun, hasil uji simultan ($F$-statistik) menegaskan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Koefisien determinasi ($R^2$) menunjukkan bahwa 50,73% variasi jumlah penduduk miskin dijelaskan oleh model ini. Hal ini mengindikasikan bahwa pengentasan kemiskinan di Lampung harus didasarkan pada strategi multidimensional yang memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (IPM) yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi inklusif dan kebijakan upah yang terintegrasi
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI KELAS INKLUSI SEKOLAH DASAR Nidaul Husna; Ahmad Suriansyah; Arta Mulya Budi Harsono
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi dirancang untuk menyesuaikan karakteristik, kebutuhan dan kemampuan individual siswa, sehingga terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas inklusi SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Peneliti melakukan observasi langsung, wawancara dengan wakil kepala sekolah, wali kelas, guru pendamping khusus (GPK) dan siswa dalam pengumpulan data. Adapun analisis dokumen juga dilakukan, seperti lembar kerja siswa, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan cacatan akademik siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wali kelas telah melaksanakan tiga bentuk diferensiasi, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Dengan diferensiasi tersebut bertujuan agar setiap siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Implementasi pembelajaran diferensiasi ini terbukti berdampak positif terhadap antusiasme, partisipasi, pemahaman konsep, serta sosial dan emosional diri siswa ABK. Namun, terdapat tantangan dalam penerapannya yaitu keberagaman karakteristik siswa, keterbatasan sumber daya, dan pemahaman konsep yang belum merata bagi sebagian guru. Solusi yang diterapkan meliputi kerja sama wali kelas dengan GPK dan orang tua, pemanfaatan media sederhana, manajemen kelas positif, serta pelatihan dan refleksi guru. Penelitian ini menegaskan pentingnya guru meningkatkan kompetensi dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas inklusi untuk menciptakan pendidikan yang adil dan berpihak pada siswa secara menyeluruh