cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,569 Documents
Analisis Yuridis terhadap Kekuatan Pembuktian Visum Et Repertum dalam Tindak Pidana Penganiayaan (Studi Putusan Nomor 1157/Pid.B/2024/PN JKT.UTR) Christovel Hutabarat; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuktian merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses peradilan pidana karena menjadi dasar bagi hakim dalam menentukan terbukti atau tidaknya kesalahan terdakwa atas tindak pidana yang didakwakan. Dalam perkara penganiayaan, pembuktian tidak hanya didasarkan pada keterangan saksi dan keterangan terdakwa, tetapi juga memerlukan alat bukti yang mampu memberikan penjelasan secara objektif mengenai akibat yang dialami korban. Salah satu alat bukti yang memiliki peranan penting ialah Visum et Repertum, yaitu laporan tertulis yang dibuat oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan medis terhadap korban atas permintaan penyidik untuk kepentingan proses peradilan pidana. Keberadaan Visum et Repertum memberikan informasi mengenai jenis luka, penyebab luka, serta akibat yang ditimbulkan sehingga dapat memperkuat proses pembuktian dalam persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan Visum et Repertum sebagai alat bukti dalam hukum acara pidana Indonesia, mengkaji kekuatan pembuktiannya dalam perkara tindak pidana penganiayaan, serta menganalisis pertimbangan hakim dalam menggunakan Visum et Repertum pada Putusan Nomor 1157/Pid.B/2024/PN Jkt.Utr. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Visum et Repertum berkedudukan sebagai alat bukti surat sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Dalam Putusan Nomor 1157/Pid.B/2024/PN Jkt.Utr, Visum et Repertum digunakan untuk membuktikan adanya luka terbuka pada pipi kanan akibat kekerasan tajam dan luka lecet pada punggung kanan akibat kekerasan tumpul yang dialami korban. Hasil pemeriksaan medis tersebut memiliki kesesuaian dengan keterangan saksi-saksi, pengakuan terdakwa, serta fakta-fakta yang terungkap di persidangan sehingga memperkuat keyakinan hakim bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Visum et Repertum mempunyai peranan penting dalam pembuktian tindak pidana penganiayaan karena memberikan pembuktian ilmiah mengenai luka yang dialami korban. Meskipun demikian, kekuatan pembuktiannya tidak bersifat berdiri sendiri, melainkan harus dinilai bersama alat bukti lain yang sah sesuai dengan sistem pembuktian negatif menurut undang-undang yang dianut dalam KUHAP. Dengan demikian, Visum et Repertum berkontribusi dalam membantu hakim memperoleh keyakinan untuk menjatuhkan putusan yang didasarkan pada kepastian hukum, keadilan, dan kebenaran materiil.
Kesiapan Birokrasi  Pemerintah Daerah dalam Mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Berbasis Cloud di Kawasan 3T Cut Dira Nabila; Maulisa Maulisa; Rayyan Firdaus
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah daerah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menghadapi tekanan untuk melakukan transformasi digital yang serupa dengan daerah lain di Indonesia, meskipun kondisi infrastruktur, sumber daya manusia, dan anggaran yang tersedia sangat berbeda. Tulisan ini mengkaji sejauh mana kesiapan birokrasi pemerintah daerah di wilayah 3T untuk beralih dari sistem informasi manajemen tradisional ke sistem yang berbasis cloud computing, dengan mengintegrasikan kerangka Technology Readiness Index dan Technology-Organization-Environment sebagai alat analisis. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis literatur yang berkaitan dengan dokumen kebijakan dan artikel jurnal nasional yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir. Hasil pencarian mengindikasikan bahwa kesiapan birokrasi di wilayah 3T berada pada tingkat rendah hingga sedang dan tidak merata di setiap daerah, terutama disebabkan oleh koneksi internet yang belum stabil, pasokan listrik yang masih tidak konsisten di berbagai lokasi, kurangnya tenaga IT yang mau ditempatkan di daerah terpencil, alokasi anggaran daerah yang lebih banyak untuk kebutuhan dasar, serta budaya kerja birokrasi yang masih terikat pada kertas dan tanda tangan basah. Sebaliknya, berbagai kebijakan modal telah disiapkan, termasuk Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 mengenai SPBE, proyek Palapa Ring, pengembangan BTS 4G, peluncuran satelit SATRIA-1, serta pembangunan Pusat Data Nasional. Tulisan ini menganjurkan agar adopsi cloud di wilayah 3T dilakukan secara bertahap: diawali dengan pemerataan akses konektivitas dasar, peningkatan literasi digital pegawai, migrasi yang selektif pada layanan dengan risiko rendah, dan akhirnya menuju integrasi data antar instansi.
Prediksi Harga Bitcoin Menggunakan Algoritma Random Forest Regressor Syahal Muhamad Indra; Reyto Yogastiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan tingkat volatilitas harga yang tinggi sehingga diperlukan metode prediksi yang mampu menangkap pola pergerakan harga secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga penutupan Bitcoin menggunakan algoritma Random Forest Regressor berdasarkan data historis periode 2018–2025. Dataset diperoleh dari Investing.com dan mencakup variabel Open, High, Low, Close, dan Volume. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan, pembentukan fitur time-series dengan pendekatan lag-1, pembagian data menggunakan time-series split, pelatihan model Random Forest, serta evaluasi kinerja model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest mampu memodelkan pola pergerakan harga Bitcoin yang bersifat non-linear dan fluktuatif. Prediksi harga Bitcoin periode 2025–2030 dihitung menggunakan pendekatan recursive forecasting dan diinterpretasikan dalam bentuk agregasi tahunan. Hasil prediksi menunjukkan adanya tren kenaikan harga Bitcoin dalam jangka menengah hingga panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan model prediksi harga aset kripto berbasis machine learning
Pengaruh Konsep Nilai Dasar terhadap Penilaian Saham dalam Mengukur Nilai Wajar Perusahaan sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi Muammar Khaddafi; Rivia Rivia; Chairunnisa Chairunnisa; Ita Afriani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian saham merupakan salah satu aspek penting dalam pengambilan keputusan investasi karena dapat membantu investor menentukan apakah suatu saham berada pada kondisi undervalued, overvalued, atau fairly valued. Konsep nilai dasar menjadi landasan dalam menilai nilai intrinsik suatu saham dengan mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan, serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsep nilai dasar terhadap penilaian saham dalam mengukur nilai wajar perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah, buku, jurnal, dan sumber terpercaya yang berkaitan dengan penilaian saham dan konsep nilai dasar. Penilaian saham yang dilakukan berdasarkan konsep nilai dasar tidak hanya berfokus pada pergerakan harga saham di pasar, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi, kinerja keuangan perusahaan, risiko investasi, serta prospek usaha di masa mendatang. Oleh karena itu, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai nilai sebenarnya dari suatu saham sehingga keputusan investasi yang diambil tidak hanya didasarkan pada faktor spekulatif, tetapi juga pada analisis yang rasional dan terukur. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan konsep nilai dasar memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai nilai wajar saham sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi. Selain itu, pendekatan ini mampu membantu investor dalam mengidentifikasi saham yang memiliki potensi keuntungan jangka panjang berdasarkan kondisi fundamental perusahaan. Dengan demikian, konsep nilai dasar memiliki peran yang signifikan dalam proses penilaian saham dan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keputusan investasi yang lebih rasional, efektif, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Pemanfaatan IoT dalam Operasional Bisnis Budidaya Ikan Andriansyah Andriansyah; Jony Jony
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mendorong penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada berbagai sektor bisnis, termasuk budidaya ikan. Pemanfaatan IoT memungkinkan proses operasional budidaya dilakukan secara otomatis, terintegrasi, dan berbasis data sehingga mampu meningkatkan efisiensi serta produktivitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan IoT dalam mendukung operasional bisnis budidaya ikan, khususnya pada pengelolaan kualitas air, sistem pemberian pakan otomatis, serta pemantauan kondisi kolam secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis implementasi teknologi IoT pada kegiatan budidaya ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IoT mampu meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi proses pemberian pakan, pemantauan parameter kualitas air seperti suhu dan pH, serta penyediaan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Selain itu, penggunaan IoT berkontribusi dalam menekan biaya operasional, mengurangi risiko kematian ikan akibat perubahan kualitas air, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha budidaya ikan. Dengan demikian, pemanfaatan IoT menjadi salah satu strategi transformasi digital yang efektif dalam mendukung operasional bisnis budidaya ikan yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Etika dalam Transaksi Keuangan dan Mitigasi Riba dalam Perspektif Ekonomi Islam: Strategi Mewujudkan Sistem Keuangan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan Alfajri Alfajri; Andiwawo Andiwawo; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem keuangan modern telah memberikan kemudahan dalam aktivitas ekonomi melalui digitalisasi transaksi, inovasi produk keuangan, serta meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Namun demikian, kemajuan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan etika seperti praktik riba terselubung, eksploitasi informasi, ketidakjelasan akad, spekulasi berlebihan, dan ketimpangan distribusi keuntungan yang berpotensi mengurangi keadilan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi etika dalam transaksi keuangan Islam serta strategi mitigasi riba dalam menghadapi perkembangan sistem keuangan modern. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis terhadap Al-Qur'an, Hadis, fatwa DSN-MUI, regulasi keuangan syariah, serta berbagai literatur ilmiah nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika transaksi keuangan Islam dibangun atas prinsip kejujuran, keadilan, transparansi, tanggung jawab, amanah, dan kemaslahatan. Mitigasi riba tidak hanya dilakukan melalui penggantian akad berbasis bunga menjadi akad syariah, tetapi juga memerlukan penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan literasi keuangan syariah, inovasi produk berbasis bagi hasil, pengawasan syariah yang efektif, serta penguatan teknologi digital yang sesuai dengan maqashid syariah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan sistem keuangan syariah tidak hanya diukur dari kepatuhan formal terhadap akad, tetapi juga dari kemampuannya mewujudkan keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, dan keberlanjutan ekonomi.
Penerapan Fatwa DSN-MUI Dalam Lembaga Keuangan Syariah di Era Modern Sulaeman Sulaeman; Andi Wawo; Jamaluddin Majid
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sistem keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dalam operasionalnya, lembaga keuangan syariah berpedoman pada fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Fatwa tersebut menjadi dasar dalam penyusunan akad, pengembangan produk, serta pengawasan terhadap kepatuhan syariah (sharia compliance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fatwa DSN-MUI dalam lembaga keuangan syariah di era modern serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa DSN-MUI telah menjadi landasan utama dalam operasional bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, pasar modal syariah, dan financial technology (fintech) syariah. Namun demikian, perkembangan teknologi digital, kompleksitas transaksi keuangan, dan rendahnya literasi masyarakat menjadi tantangan yang memerlukan pembaruan fatwa dan penguatan pengawasan syariah
Telaah Konseptual Mekanisme Akad Rahn dan Ijarah dalam Pembiayaan Pegadaian Syariah Andi Darmawansyah Sayuti; Andi Wawo; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep serta mekanisme penerapan akad rahn dan akad ijarah dalam sistem pembiayaan pada Pegadaian Syariah. Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan sebagai alternatif sistem keuangan yang berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, dan bebas riba. Pegadaian Syariah hadir sebagai salah satu lembaga pembiayaan non-bank yang memberikan akses pendanaan kepada masyarakat melalui mekanisme gadai syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, fatwa DSN-MUI, serta sumber-sumber terkait akad rahn dan ijarah dalam perspektif ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akad rahn berfungsi sebagai jaminan atas pembiayaan yang diberikan kepada nasabah, sedangkan akad ijarah digunakan sebagai dasar pengambilan ujrah atas jasa penitipan dan pemeliharaan barang gadai. Kedua akad tersebut diterapkan secara terpisah namun saling melengkapi sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn serta Fatwa No. 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas. Penerapan mekanisme ini mencerminkan sistem pembiayaan yang adil, transparan, serta terhindar dari unsur riba sehingga mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Pengaruh Lingkungan Belajar, Dukungan Teman Sebaya, Dan Manajemen Waktu Terhadap Kepuasan Belajar Mahasiswa Program Studi ManajemenUniversitas Malikussaleh Elsa Indriani; Faisal Matriadi; A Hadi Arifin; Sullaida Sullaida
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan belajar, dukungan teman sebaya, dan manajemen waktu terhadap kepuasan belajar mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa sebagai responden sebanyak 88 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear berganda serta dilakukan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan belajar mahasiswa. Dukungan teman sebaya juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan belajar mahasiswa. Selain itu, manajemen waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan belajar mahasiswa. Secara simultan, lingkungan belajar, dukungan teman sebaya, dan manajemen waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan belajar mahasiswa. Ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi terhadap kepuasan belajar sebesar 46,4%, sedangkan sisanya sebesar 53,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini merekomendasikan pihak Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan dukungan positif antar mahasiswa, serta mendorong pengelolaan waktu yang baik guna meningkatkan kepuasan belajar mahasiswa.
Pengaruh pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Elnofita Deliani; Marzuki Marzuki; Husaini Husaini; Muttaqien Muttaqien
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah. Sampel dalam penelitian ini adalah pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 5 tahun pengamatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dipublikasikan oleh instansi terkait. Penelitian ini menggunakan data panel dengan jumlah observasi yang disesuaikan dengan jumlah kabupaten/kota dan periode penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model estimasi Fixed Effect Model (FEM) sebagai model terbaik yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah. Sementara itu, Dana Perimbangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah. Adapun Belanja Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah