cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
Kesantunan Berbahasa Indonesia di Media Sosial untuk Menangkal Bibit Radikalisme Ripi Hamdani; Yogi Surya Tantra; Indah Mawaddah Lubis; Valensia Bertha Gozali; Nadia Meldiana; Jumiati; Fajar Bintang Ramadan; Daffa Dzaki
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6734

Abstract

Media sosial saat ini menjadi lahan subur penyebaran radikalisme melalui narasi kebencian dan ketidaksantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif menangkal radikalisme melalui program sosialisasi "Jari Pintar". Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan implementasi program yang melibatkan 15 remaja di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, terlihat dari antusiasme dalam dua sesi kuis interaktif dan analisis studi kasus. Ditemukan bahwa kemampuan membedakan kritik konstruktif dan hujatan destruktif merupakan kunci awal deteksi radikalisme. Penerapan filter kognitif metode T.H.I.N.K (True, Helpful, Illegal, Necessary, Kind) terbukti efektif sebagai instrumen pertahanan diri, di mana aspek kesantunan berfungsi sebagai soft-power dalam memutus rantai narasi provokatif. Disimpulkan bahwa penguasaan etika digital merupakan benteng pertahanan sosial vital bagi generasi muda.
Formalisasi Logika Matematika dalam Historiografi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Rekonstruksi Kausalitas dan Dialektika Kedaulatan Nida Khidrimatun Nuril Khoiriyah; Umu Salamah; Nur Wahyuni Annisa; Aryadi Nursantoso
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6739

Abstract

Pembelajaran sejarah di Indonesia masih cenderung menekankan hafalan peristiwa dan tokoh, sehingga pemahaman peserta didik terhadap hubungan sebab-akibat dalam sejarah belum berkembang secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan logika matematika sebagai kerangka berpikir dalam merekonstruksi peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap sumber-sumber historiografi yang berkaitan dengan dinamika peristiwa menjelang 17 Agustus 1945. Analisis dilakukan melalui penerapan logika proposisional, dialektika, dan teori himpunan untuk mengkaji hubungan kausalitas antara faktor global, dinamika internal bangsa, serta proses pembentukan kedaulatan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan kesimpulan logis dari terpenuhinya beberapa premis utama, yaitu penyerahan Jepang kepada Sekutu, terjadinya kekosongan kekuasaan, dan adanya desakan kuat dari golongan muda. Selain itu, kedaulatan Indonesia pascaproklamasi terbukti bersifat progresif dan berkembang secara bertahap sesuai dengan kriteria Konvensi Montevideo 1933. Integrasi logika matematika dalam pembelajaran sejarah mampu membantu peserta didik memahami peristiwa sejarah secara lebih runtut, rasional, dan kritis, serta relevan dengan pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Perjalanan Penerimaan Diri Tokoh Utama dalam Novel Ikhlas Penuh Luka Karya Boy Candra: Kajian Psikologi Sastra Yolandi, Febi Aulia; Anggraini, Nori
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6759

Abstract

Duka dan kehilangan merupakan pengalaman menyakitkan yang memicu respons psikologis. Setiap individu melalui proses berduka yang berbeda-beda. Novel “Ikhlas Penuh Luka” karya Boy Candra hadir sebagai medium yang mengajak para pembaca hanyut dalam pergolakan batin yang diraskan tokoh utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan dinamika psikologis tokoh utama dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra melalui teori Five Stages of Grief yang dikemukakan oleh Elisabeth Kübler-Ross. Kajian berfokus pada proses bertahap yang dialami tokoh utama, mulai dari penyangkalan hingga penerimaan luka dan duka. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik membaca, memahami, dan mencatat. Sumber data utama penelitian ini adalah novel “Ikhlas Penuh Luka” karya Boy Candra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami kelima tahapan berduka, yaitu penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
BAHASA KITA, HATI KITA – TANPA RADIKALISME, HANYA CINTA Ria Ramadhani; Farel Nur Hakim; Selvi Nada Lestari; Maria Mahdalena; Suci Rahmadhani; Ripi Hamdani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6762

Abstract

Bahasa memiliki peran strategis dalam membentuk cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. Dalam konteks masyarakat multikultural, bahasa dapat menjadi sarana pemersatu, namun juga berpotensi digunakan sebagai alat penyebaran paham radikalisme melalui ujaran kebencian, provokasi, dan narasi eksklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai media penanaman nilai-nilai toleransi, empati, dan cinta kemanusiaan sebagai upaya pencegahan radikalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang menekankan literasi kritis, analisis wacana, serta pemilihan teks yang bermuatan nilai moderasi dan kebinekaan mampu membangun kesadaran berbahasa yang santun dan inklusif. Melalui penggunaan bahasa yang humanis dan reflektif, peserta didik didorong untuk menolak narasi kekerasan dan mengedepankan dialog berbasis kasih sayang. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan hati nurani yang bebas dari radikalisme dan berlandaskan cinta serta kemanusiaan
KITA SEMUA SAHABAT PANCASILA – JANGAN BIARKAN RADIKALISME PECAH PERSAHABATAN Ria Ramadhani; Farel Nur Hakim; Selvi Nada Lestari; Maria Mahdalena; Suci Ramadhani; Dodi Asmara
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6763

Abstract

Pancasila adalah Dasar negara serta pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan yang beraneka ragam. Prinsip-prinsip Pancasila memberikan ajaran mengenai persatuan, toleransi, kemanusiaan, dan saling menghormati. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, muncul ideologi radikalis yang dapat mengganggu persahabatan, menimbulkan kebencian, dan memecah belah persatuan bangsa, khususnya di kalangan kaum muda. Tulisan ini mengulas tentang konsep “Sahabat Pancasila” sebagai bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan bahasa yang mudah dimengerti, tulisan ini mengungkapkan bahwa persahabatan, komunikasi yang sopan, dan sikap empatik adalah kunci utama untuk melawan radikalisme. Hasil analisis menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dapat menghasilkan lingkungan sosial yang damai, harmonis, dan terbebas dari pengaruh paham radikal. Radikalisme tidak hanya mengancam stabilitas sosial, tetapi juga merusak bahasa, hati, dan relasi antarmanusia. Oleh karena itu, menanamkan nilai Sahabat Pancasila sejak dini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Artikel ini menegaskan bahwa pengamalan Pancasila secara konsisten mampu memperkuat persatuan bangsa serta menjaga persahabatan dari pengaruh radikalisme.
Penguatan Literasi Bahasa sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme pada Remaja Panti Asuhan Srimujinab Ripi Hamdani; Della Arum Puspita; Ela Viola; Putri Alya Fahira
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6765

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya penguatan literasi bahasa sebagai strategi preventif radikalisme di kalangan 45 remaja Panti Asuhan Srimujinab. Program ini dilaksanakan melalui intervensi langsung selama tiga jam dengan metode pemaparan materi dan workshop analisis teks kritis yang berfokus pada retorika dan narasi ekstremis. Hasil observasi kualitatif menunjukkan perubahan mendasar pada subjek, dengan transisi dari penerimaan narasi pasif menjadi kemampuan analisis kritis terhadap pesan ideologi yang manipulatif. Peningkatan keterampilan ini secara signifikan berkorelasi dengan daya tangkal remaja. Disimpulkan bahwapenguatan literasi bahasa merupakan strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan (sustainable) untuk membangun imunitas ideologis remaja, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pencegahan radikalisme..
GAMBARAN STRES PADA REMAJA YANG MENGALAMI KECANDUAN JUDI ONLINE Zhafran Arrazaq; Sri Nurhayati Selian
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6770

Abstract

Fenomena yang semakin marak saat ini adalah judi online, yang mana dapat di akses melalui ponsel pintar dan perangkat digital masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kecanduan judi online terhadap stres pada remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan tiga subjek remaja yang mengalami kecanduan judi online. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan judi online memberikan dampak signifikan terhadap tingkat stres remaja, yang ditandai dengan perasaan cemas, gelisah, mudah marah, sulit tidur, serta munculnya rasa bersalah dan penyesalan. Faktor penyebab utama kecanduan adalah rasa penasaran, pengaruh teman, dan dorongan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Sedangkan, dampak stres terlihat pada aspek emosional, sosial, akademik, dan finansial.  
PROFESIONALITAS GURU DALAM PENUGASAN MATA PELAJARAN BERDASARKAN BIDANG KEAHLIAN Denda Hiliya Agustina; Halifa Uswatun
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6772

Abstract

Guru adalah pendidik profesional yang memiliki tanggung jawab strategis untuk menentukan kualitas pembelajaran. Selain kemampuan pedagogis, kesesuaian latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu merupakan faktor lain yang menentukan kompetensi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi profesionalitas guru dalam penugasan mata pelajaran, serta batasan ruang guru untuk memilih mata pelajaran atau jenjang pendidikan sesuai keahlian dan minat mereka.Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, yang mengumpulkan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Kajian menunjukkan bahwa guru pada dasarnya tidak memiliki pilihan penuh tentang mata pelajaran yang mereka pilih. Ini karena tugas mengajar harus didasarkan pada linearitas keilmuan dan kompetensi profesional. Hanya mata pelajaran yang memiliki hubungan keilmuan atau penugasan non-pembelajaran yang dapat dikecualikan. Dengan demikian, penempatan guru sesuai bidang keahlian menjadi syarat utama dalam menjaga mutu dan profesionalitas pendidikan.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) FAKULTAS KOMUNIKASI DAN SOSIAL POLITIK PERIODE 2025/2026 UNSIQ JAWA TENGAH DI WONOSOBO Anwara, M. Roihan; H. Yudino
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik (FKSP) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo periode 2025/2026. Komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam menjaga koordinasi, kerja sama, serta efektivitas pelaksanaan program kerja dalam sebuah organisasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. ATeknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama pengurus BEM FKSP UNSIQ. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan dalam BEM FKSP UNSIQ meliputi komunikasi vertikal, horizontal, dan diagonal, dengan kombinasi pola roda, rantai, dan semua saluran. Pola komunikasi ini berperan dalam mendukung koordinasi antarbidang dan pelaksanaan program kerja. Faktor pendukung dalam penerapan komunikasi organisasi meliputi keterbukaan antar pengurus, penggunaan media komunikasi yang efektif, serta hubungan interpersonal yang baik. Adapun faktor penghambatnya antara lain keterlambatan penyampaian informasi dan perbedaan pemahaman antar anggota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pola komunikasi organisasi yang efektif dapat meningkatkan kinerja BEM FKSP UNSIQ secara optimal
TENTANG PENTINGNYA TIK DALAM ADMISTRASI DAN MANAJEMEN SEKOLAH Ersa Wahida Rosmawati; Fitri Maulal Fatimi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6786

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran dan evaluasi di SMA 2 Mataram. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, ditemukan bahwa sistem ujian berbasis web mampu meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan anggaran dibandingkan ujian berbasis kertas. Selain itu, sistem digital membantu meningkatkan kejujuran akademik melalui kontrol akses dan pengawasan terpusat. Pemanfaatan website dan ruang multimedia juga mendukung komunikasi, transparansi informasi, dan fleksibilitas pembelajaran. Meski terdapat keterbatasan sarana, penerapan teknologi tetap memberikan dampak positif bagi kualitas dan manajemen pendidikan.