cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
EFEKTIVITAS KONSTITUSI DALAM MENJAMIN HAK-HAK WARGA NEGARA DI INDONESIA Ade Fartini; Anggi Febrianti; Rina Lestari; Zuraida Alifia
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6540

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin hak-hak warga negara serta mengkaji sejauh mana norma-norma konstitusional tersebut diimplementasikan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari. Meskipun UUD 1945 memberikan jaminan yang luas terhadap hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaannya belum sepenuhnya selaras dengan amanat konstitusi. Dengan menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif, penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan yang signifikan antara ketentuan konstitusional dan praktik pelaksanaannya, yang dipengaruhi oleh ketimpangan infrastruktur, keterbatasan akses terhadap pelayanan publik, rendahnya literasi hukum masyarakat, serta lemahnya koordinasi antar lembaga negara. Disparitas regional, khususnya antara kota-kota besar dan daerah terpencil seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua, semakin menghambat terwujudnya pemenuhan hak konstitusional secara merata. Mahkamah Konstitusi memiliki peran penting dalam memastikan agar peraturan perundang-undangan tetap sejalan dengan prinsip-prinsip konstitusional, terutama dalam perlindungan hak-hak warga negara; namun demikian, berbagai kendala struktural menyebabkan putusan-putusan Mahkamah Konstitusi belum memberikan dampak yang optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konstitusi Indonesia secara normatif telah kuat dalam menjamin hak-hak warga negara, tetapi efektivitasnya dalam praktik masih dibatasi oleh tantangan struktural, administratif, dan sosial. Oleh karena itu, penguatan keselarasan antara norma konstitusional dan implementasinya sangat diperlukan agar hak-hak konstitusional benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga negara.
RAMPANG BEDUG SEBAGAI WARISAN BUDAYA BANTEN KAJIAN HISTORIS : KABUPATEN PANDEGLANG Bella Amelia; Ilma Yuliyana; Dea Safitri; Tuti Alawiyah; Reyinita Damayanti; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6621

Abstract

Rampag Bedug merupakan salah satu seni budaya khas Banten yang berkembang menjadi pertunjukan berskala besar, khususnya di Kabupaten Pandeglang. Tradisi ini berakar pada praktik keagamaan Islam dan identitas sosial masyarakat setempat yang kemudian bertransformasi menjadi warisan budaya yang bernilai historis. Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan sejarah Rampag Bedug, nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta perannya dalam memperkuat identitas daerah dan kohesi sosial masyarakat Pandeglang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode historis-kultural, penelitian ini menganalisis tradisi lisan, praktik budaya, serta narasi masyarakat terkait Rampag Bedug. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rampag Bedug tidak hanya menjadi ekspresi religius, tetapi juga simbol ketangguhan, kreativitas, dan religiusitas masyarakat Banten, sehingga penting untuk dilestarikan dan direvitalisasi.
TRADISI BAYAR LIUR DI KAMPUNG CISASAH CIJAKU KAB. LEBAK Burhanuddin; Muhamad Kosim; Aditya Firmansyah; Haidar Syadad; Muhamad Zainal Arifin; Yunan Fahri R; Aidil Fitra L; Raditya Pangestu; Maftuh Ajmain; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6649

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi Bayar Liur yang dipraktikkan oleh masyarakat di Desa Cisasah, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tradisi Bayar Liur merupakan bentuk kearifan lokal yang bermanifestasi sebagai ritual atau kompensasi simbolis terkait interaksi sosial, khususnya dalam konteks pemenuhan janji, penyembuhan penyakit psikologis atau fisik ringan yang diyakini akibat "kabuhulan" (gangguan yang disebabkan oleh kata-kata atau keinginan yang tidak terpenuhi), serta sebagai bentuk penebusan atas kegelisahan sosial dalam hubungan tetangga. ​Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan prosedur pelaksanaan tradisi Bayar Liur dan menganalisis makna simbolis serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya bagi keberlangsungan masyarakat agraris di Lebak. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh desa, dan praktisi tradisi, serta studi dokumentasi terkait sejarah lokal Cijaku. ​Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayar Liur bukan sekadar transaksi material, melainkan sebuah mekanisme untuk memulihkan keseimbangan sosial dan spiritual. Secara prosedural, tradisi ini melibatkan pemberian barang-barang tertentu atau sejumlah kecil uang sebagai simbol "pembersihan" atau pencucian dampak negatif dari ucapan yang tidak terpenuhi. Masyarakat Cisasah percaya bahwa kata-kata atau keinginan yang tertunda dapat mendatangkan kesialan jika tidak segera "dibayar" melalui ritual ini. ​Lebih lanjut, tradisi Bayar Liur berfungsi sebagai instrumen resolusi konflik tingkat rendah dan penguat ikatan komunal (solidaritas mekanik). Di tengah arus modernisasi dan pengaruh nilai-nilai eksternal, masyarakat Desa Cisasah tetap mempertahankan tradisi ini sebagai identitas budaya yang membedakan mereka dengan wilayah lain. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi Bayar Liur mengandung nilai pendidikan moral mengenai pentingnya integritas antara ucapan dan tindakan. Keberadaan tradisi ini membuktikan bahwa komunitas lokal memiliki mekanisme mandiri dalam menjaga harmoni psikis dan sosial tanpa selalu bergantung pada pendekatan medis formal maupun modern.  
Paradigma Baru Radikalisme Digital: Analisis Pengaruh Platform Video Pendek dan Algoritma terhadap Kerentanan Generasi Z Nabilla Aulia Putri; Putri Nafisha; Azmi Habibah; Asty Yolandari; Mutia Mawaddah; Elsa Novelia; Cindy Pakpahan; Maisya Salsabila; Ripi Hamdani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6655

Abstract

Radikalisme digital adalah paham yang mengupayakan perubahan atau pembaharuan digital melalui cara-cara kekerasan dan ekstrem. Radikalisme adalah orang-orang yang mempunyai sikap ekstrim. Faktanya, mereka menganggap dirinya benar dan orang lain yang tidak setuju dengan mereka mengalami delusi atau salah. Hal ini menunjukkan bahwa mereka radikal. Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat, media sosial mudah diakses hampir di seluruh lapisan masyarakat. penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian literatur, yang termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan melibatkan pengumpulan data dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber literatur. Sumber-sumber ini tidak terbatas pada buku, tetapi juga mencakup bahan dokumentasi, majalah, jurnal, dan surat kabar.Teknik dalam mengumpulan data melalui referensi yang relevan, artikel jurnal, laporan lembaga riset baik secara offline maupun online. perkembangan zaman radikalisme tidak hanya di temui pada ceramah ceramah atau narasi kaku lagi , tetapi sudah menyebar dalam media sosial dimana paham tersebut sudah dikemasdengan bentuk visual yang menarik dan estetik sehingga mengelabui individu yang melihatnya. Di era modern, penyebaran paham radikalisme ini menjadi lebih masif seiring kelompok atau sel teror menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran paham mereka.Radikalisme kini bertransformasi menjadi estetika digital manipulatif melalui konten video pendek yang mengeksploitasi algoritma media sosial. Generasi Z sangat rentan terpapar pola digital funneling yang menggiring audiens dari ruang publik ke grup privat terenkripsi. Fenomena ini memicu micro-radicalization yang merusak toleransi. Tanpa literasi digital kritis, teknologi akan terus menjadi alat efektif penyebaran ideologi ekstrem yang mengancam stabilitas nasional.
KUE JEJORONG SEBAGAI WARISAN KULINER TRADISIONAL BANTEN Dian Falahdita; Hanifa Rahmatunnisa; Rosyidah; Abel Octavia Suman; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6670

Abstract

Wisata kuliner merupakan salah satu daya tarik penting dalam pengembangan pariwisata daerah karena mampu merepresentasikan identitas budaya lokal. Kue Jojorong merupakan salah satu kuliner tradisional khas Banten, khususnya berasal dari wilayah Pandeglang dan Lebak, yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang signifikan. Penelitian ini membahas perkembangan kue Jojorong, proses pembuatannya, sejarah, filosofi, serta peran dan nilai ekonominya bagi masyarakat lokal. Jojorong telah dikenal sejak masa Kesultanan Banten dan awalnya disajikan dalam acara adat dan keagamaan, sebelum kemudian berkembang menjadi produk kuliner yang diperdagangkan secara luas. Proses pembuatannya masih mempertahankan teknik tradisional dengan bahan-bahan lokal seperti tepung beras, tepung tapioka, santan, gula merah, dan daun pisang, yang memberikan cita rasa serta identitas khas. Secara filosofis, Jojorong melambangkan kesederhanaan, kebersamaan, dan kekayaan budaya masyarakat Banten. Dalam konteks ekonomi modern, Jojorong berperan sebagai produk unggulan UMKM yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, kue Jojorong tidak hanya berfungsi sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai aset budaya dan ekonomi yang potensial untuk dikembangkan dalam mendukung pariwisata dan ekonomi kerakyatan di Provinsi Banten.
Jerat Ekonomi dan Pilihan Haram: Kritik Sosial dalam Cerpen "Maling Kobong" Karya Ibnu Malik Zaman Muhammad Arfi Prasetya; Nori Anggraini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6684

Abstract

Kajian ini menyingkap realitas sosial yang tercermin dalam cerpen "Maling Kobong" karya Ibnu Malik Zaman melalui kacamata sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis konten untuk menggali representasi struktur sosial, kemiskinan, dan respons kriminalitas di kalangan masyarakat marjinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya ini adalah kritik tajam pengarang terhadap kondisi masyarakat kelas bawah yang terdorong ke tindakan kriminalitas akibat tekanan ekonomi dan kemiskinan struktural. Cerpen ini secara lugas menyoroti ketidakadilan sosial, kemiskinan yang terwariskan, serta sistem hukum yang timpang bagi masyarakat lapisan bawah. Lebih lanjut, "Maling Kobong" menunjukkan bahwa lingkungan sosial berperan besar dalam membentuk perilaku individu, yang seringkali memandang kejahatan sebagai upaya terakhir untuk bertahan hidup. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa cerpen ini adalah manifestasi kritik sosial Ibnu Malik Zaman terhadap disparitas ekonomi dan ketidakadilan sosial yang masih menjadi persoalan fundamental dalam masyarakat Indonesia.
ALIRAN MU’TAZILAH: GERAKAN TEOLOGI KLASIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER Diana Dwiyanti; Hidayatul Maula; Syahira Suci Almaidani; Muhammad Sholihul Falah; Robingun Suyud El-syam
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6699

Abstract

Artikel ini membahas aliran Mu’tazilah sebagai salah satu gerakan teologi rasional dalam sejarah Islam yang lahir dari perdebatan mengenai status pelaku dosa besar pada masa Wasil bin Atha. Dengan menekankan supremasi akal, Mu’tazilah mengembangkan lima prinsip utama tauhid, keadilan, janji dan ancaman, posisi di antara dua posisi, serta amar ma’ruf nahi munkar yang kemudian memberi pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu kalam, filsafat, dan ilmu pengetahuan pada masa klasik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelaah sejarah kemunculan, tokoh-tokoh utama, serta pemikiran teologis Mu’tazilah. Hasil kajian menunjukkan bahwa meski aliran ini mengalami kemunduran dalam sejarah, rasionalisme Mu’tazilah tetap memberi dampak penting bagi pemikiran Islam kontemporer, terutama dalam bidang tafsir, pendidikan, dan pembaharuan pemikirantermasuk di Indonesia melalui gagasan Harun Nasution. Temuan ini menegaskan relevansi pemikiran Mu’tazilah dalam membangun tradisi intelektual Islam yang kritis, rasional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
ANALISIS PESAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM LIRIK LAGU "BERTAUT" KARYA NADIN AMIZAHAMPUL Amadila Enggal Nurina Zahro; Zaenal Sukawi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan komunikasi interpersonal yang terkandung dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah. Lagu ini merepresentasikan relasi emosional yang mendalam antara anak dan ibu, sehingga relevan dikaji dalam perspektif komunikasi interpersonal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan pendekatan semiotik untuk menafsirkan makna denotatif dan konotatif dalam setiap bait lirik. Kerangka analisis didasarkan pada teori komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito yang meliputi aspek keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Bertaut” secara konsisten merepresentasikan keterbukaan emosional anak kepada ibu melalui pengungkapan perasaan, kebingungan, dan pengalaman hidup secara jujur. Aspek empati dan dukungan tampak dari penggambaran ibu sebagai figur yang hadir tanpa syarat, baik dalam kondisi kegagalan maupun keberhasilan anak. Selain itu, sikap positif tercermin melalui ungkapan rasa syukur dan pengakuan anak terhadap peran ibu sebagai sumber kekuatan dan kehidupan. Sementara itu, aspek kesetaraan terlihat dari pengakuan adanya kesamaan karakter antara anak dan ibu yang menunjukkan hubungan emosional yang saling memahami dan menghargai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu “Bertaut” tidak hanya berfungsi sebagai karya seni musikal, tetapi juga sebagai media komunikasi interpersonal yang efektif dalam menyampaikan pesan emosional, memperkuat ikatan batin, dan merepresentasikan hubungan keluarga yang hangat, terbuka, dan bermakna. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi interpersonal, khususnya dalam analisis pesan komunikasi melalui media musik.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KOMUNIKASI ORGANISASI KEPALA DESA DALAM UPAYA PENGEMBANGAN POTENSI EDUWISATA DESA TALUNOMBO KECAMATAN SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO(Analisis Interaktif Miles dan Huberman (1994) Atika Nur Safira; Siti Robiah Adawiyah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6704

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis eduwisata memerlukan pemberdayaan masyarakat yang efektif agar potensi lokal dapat dikelola secara berkelanjutan. Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo mengembangkan eduwisata berbasis agro-lingkungan melalui partisipasi aktif masyarakat yang didukung oleh komunikasi organisasi kepala desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas komunikasi organisasi kepala desa dalam memberdayakan masyarakat guna mengembangkan potensi eduwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala desa, perangkat desa, kelompok masyarakat, dan warga yang terlibat dalam kegiatan eduwisata. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman (1994) dengan dukungan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi yang partisipatif dan dialogis berperan penting dalam tahapan penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pemandirian masyarakat. Komunikasi tersebut mampu meningkatkan partisipasi warga, mendorong inovasi berbasis lingkungan, serta mendukung kemandirian ekonomi dalam pengembangan eduwisata. Oleh karena itu, komunikasi organisasi kepala desa menjadi faktor kunci dalam optimalisasi pemberdayaan masyarakat dan pengembangan eduwisata berbasis community-based tourism (CBT) di Desa Talunombo.  
PEMBERITAAN EFISIENSI ANGGARAN MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) ERA PRABOWO: ANALISIS FRAMING DI MEDIA DARING TEMPO.CO PADA FEBRUARI 2025 Arifatul Amalia; Yudino
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6705

Abstract

Arifatul Amalia, 2022050028, 2025. Pemberitaan Efisiensi Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Era Prabowo: Analisis Framing di Media Daring Tempo.co pada Februari 2025. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo.  Menyebarnya kabar adanya efisiensi anggaran guna menunjang program unggulan Presiden Prabowo menjadi perbincangan Masyarakat Indonesia sejak Januari 2025. Bagi media, topik ini dapat dijadikan sebagai bahan berita yang bagus dan dapat dikonsumsi public dalam waktuyang berdekatan. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji bagaimana pembingkaian berita atau frame yang digunakan di media Tempo.co sebagai Perusahaan media yang besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memakai pisau analisis framing model Robert N. Entman. Metode analisis yag digunakan yaitu menggunakan 10 berita mengenai efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pemberitaan Tempo.co. Analisis ini dilakukan dengan empat alat ukur berupa problem identification, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian meniyimpulkan dilihat dari keempat elemen tersebut, Tempo.co cenderung memperlihatkan kenetralan terhadap isu tersebut. Dengan elemen tersebut, Tempo.co tetp berupaya dalam memberitakan isu tersebut dengan menyampaikan ke public sesuai dengan fakta dan mengkritik kebijakan yang dilakukan pemerintah. Tempo.co bersikap netral dan tidak berpihak kepada pihak manapun.