cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
jurnalbdb@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
jurnalbdb@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, Desa Moutong, Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango Telepon (0435) 821125 Fax. (0435) 821752, email: jurnalbdb@gmail.com | http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JBSP/
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
ISSN : 20886020     EISSN : 27765733     DOI : https://doi.org/10.37905/jbsb
Core Subject : Education, Social,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: - Indonesian Language - Indonesian Literature - Indonesian Culture - Teaching Indonesian Language and Literature - Foreign Language and Literature - Language Acquisition
Articles 157 Documents
Analisis Retorika dalam Pidato Perpisahan Presiden Joko Widodo: Harapan untuk Indonesia Emas 2045 Karim, Nur Awalia; Subula, Rahmiyati; Maku, Nur Anisa; Djelema, Sartika; Dehiyo, Wardatul Magfirah; Pongoliu, Yulianti; Dama, Yunus
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025): (Januari 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i1.30786

Abstract

At the end of his term, President Joko Widodo delivered his final State of the Nation Address at the Nusantara Building of the MPR/DPR/DPD, Jakarta on Friday, August 16, 2024. In this regard, this study will analyze the rhetoric of President Jokowi which contains hopes for a golden Indonesia 2045. This research is conducted with a qualitative approach and uses an analytical descriptive method, which identifies the rhetorical techniques applied in the speech entitled Hope for a Golden Indonesia 2045. The analysis was conducted to explore the message, structure, and language style used as well as to find out how the speech can influence the audience, as well as the meaning contained in the speech, in order to understand President Jokowi's efforts in conveying hope for Indonesia's future on YouTube live broadcasts. The results of this study show that the speech delivered by President Joko Widodo succeeded in persuading the audience by loading the three elements of rhetoric, namely ethos, logos, and phatos according to Aristotle. President Joko Widodo's speech titled “Hope for a Golden Indonesia 2045” uses effective rhetorical techniques, including an organized structure, simple word choice, and elements of ethos, logos, and pathos.
Pola Kalimat dan Fungsinya Dalam Poster Waroeng Spesial Sambal (SS) Samirono Yogyakarta, Pendekatan Sintaksis Hidayat, Rahmat; Pangesti, Hestyana Widya
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025): (Januari 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i1.28830

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pola kalimat pada poster Waroeng Spesial Sambal (SS) Samirono, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sintaksis yang mengerucut pada jenis jenis kalimat berita, kalimat tanya dan kalimat suruh. Pendekatan tersebut menggunakan pendekatan sintaksis Prof Ramlan. Data penelitian ini merupakan poster-poster yang berada di rumah makan Spesial Sambal (SS) Samirono. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pola kalimat dalam poster tersebut dan proses pembentukan kalimat-kalimat tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis kalimat secara umum yaitu kalimat tanya. Kalimat berita, dan kalimat suruh. Tiga penemuan dalam penelitian ini yaitu Pertama, kalimat berita ditemukan lima klasifikasi tujuan yaitu 1) edukasi dan Informasi, 2) Keadaan Fakta Sosial, 3) Harapan Kebijakan, 4) Nasehat Pesan Moral, 5) Membangun Komitmen. Kedua kalimat tanya ditemukan kalimat tanya Klarifikasi yan jawabannya antara Ya atau Tidak. Ketiga, kalimat suruh ditemukan dalam tiga golongan yaitu 1) kalimat suruh yang sebenarnya, 2) kalimat persilahan, 3) kalimat larangan. Hal menarik lainnya yaitu adanya kesengajaan menggunakan  kalimat berita lebih dominan yaitu untuk menyampaikan nilai nilai sosial kemanusian kepada pelanggan
Analisis Semiotik Charles S. Pierce dalam Drama Drama Mangir Karya Pramoedya Ananta Toer Humokor, Hikma Nurcahyani; Daud, Rolan K.; Sahari, Sella; Jannah, Firdha Fadhilatul; Kadir, Herson
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.30703

Abstract

This research aims to determine the results of the analysis of Pramoedya Ananta Toer's "Drama Mangir" using Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory. This research uses a descriptive method. The source of research data comes from the book "Drama Mangir" by Pramoedya Ananta. The data for this research are signs in accordance with Charles Sanders Peirce's semiotic perspective in the form of iconic signs, indexical signs, symbolic signs found in excerpts from the dialogue "Drama Mangir" by Pramoedya Ananta. This data collection technique is carried out in two ways, namely reading and recording techniques. The data analysis technique is carried out through five stages, namely, (1) classifying data, (2) describing data, (3) analyzing data, (4) interpreting data, and (5) drawing temporary conclusions. The research results that have been described show that the results of the analysis of Pramoedya Ananta Toer's "Drama Mangir" using Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory, there are 3 iconic signs that deepen the characterization and relationships between characters,and provide deep symbolic meaning in the story narrative. followed by 3 indexical signs that help form a deep understanding of the characters, their interactions, and the social context in the story, enriching the narrative with concrete and significant details, and 3 symbolic signs that provide a deep understanding of the dynamics of relationships between characters, as well as deepening the narrative by adding layers deep emotional meaning.
Analisis Kajian Psikologi Sastra Pada Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata mangilo, Nur halima; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.23463

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk melakukan analisis kajian psikologi sastra pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penelitian muncul dilatar belakangi dari keinginan penulis untuk menjelajahi aspek-aspek psikologis karakter utama Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, dengan fokus pada perkembangan karakter, konflik internal dan pengaruh lingkungan terhadap psikologi tokoh. Metode penelitian meliputi analisis mendalam terhadap teks novel, mengidentifikasi pola-pola perilaku, dan menganalisis perubahan psikologis tokoh utama. Hasil analisis mengungkapkan aspek-aspek psikologi dan perubahan emosional yang terjadi pada karakter utama, seperti Ikal dan teman-temannya, mengalami perkembangan psikologis yang signifikan sepanjang cerita. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa novel Laskar Pelangi tidak hanya merupakan cerita naratif yang kaya secara emosional tetapi juga menciptakan gambaran yang mendalam tentang kompleksitas psikologi manusia. Analisis psikologi sastra memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pengaruh sastra terhadap pemahaman kita tentang karakter manusia dan realitas kehidupan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada sastra psikologi sastra dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai sastra sebagai cermin kehidupan manusia.
Fungsi Aktansial dalam Novel Funiculi Funicula Karya Toshikazu Kawaghuci: Kajian Naratologi A. J. Greimas Pobela, Siti Nurhalisa; Pobela, Julianti Anamira; Rusdi, Safna; Kadir, Herson
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.30739

Abstract

This study aims to describe the actantial scheme in Toshikazu Kawaguchi's novel Funiculi Funicula and identify the role of each actant in constructing the story's plot. The research data consists of narrative elements found in the novel, analyzed to understand the dynamics of relationships between actants based on A.J. Greimas' narratology structuralism theory. The approach used is qualitative descriptive with content analysis, fokusing on actantial functions such as sender, subject, object, helper, receiver, and opponent in the story. Data collection techniques include in-depth reading of the novel text, while data analysis is conducted by identifying and mapping each actant’s function within the narrative scheme. The results show that (1) the actantial scheme in the novel involves the Funiculi Funicula café as the sender, providing a time travel mechanism to help the main characters face their emotional conflicts; (2) the story's subjects—Fumiko kiyokawa, Kotake tokita, Yaeko Hirai, and Kei Tokita—pursue objects in the form of emotional resolution and answers to personal conflicts; (3) helpers such as the café's rules, staff, and a mysterious visitor support the subjects' journeys, while the opponent, in the form of time constraints, serves as the main challenge. This study enriches narratological research by demonstrating how A.J. Greimas' theory can be applied to understanding the narrative structure of contemporary literary works.
Perjalanan Budaya Banyumasan dalam Tari Cépét Cipit Semiaji, Trubus
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.30741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang mendalam tentang (i) perjalanan budaya antara kebudayaan Banyumas dengan kebudayaan Yogyakarta dan masyarakat penikmat tari di Yogyakarta, (ii) nilai keberadaan tari Cépét Cipit bagi masyarakat dan budaya Banyumasan di Yogyakarta. Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, studi literatur, dan studi diskografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) tari Cépét Cipit memperoleh respon dan penerimaan yang positif dari masyarakat, diawali dari masyarakat Yogyakarta dan menyebar hingga ke wilayah timur dan utara pulau Jawa. Ruang relasi tarian ini paralel dengan fungsinya sebagai tari pendidikan di ruang pembelajaran seni, sebagai tari pergaulan di ruang komunitas kesenian informal, dan sebagai tari hiburan di ruang acara formal berskala lokal dan nasional.  (ii) Keseluruhan bentuk dan struktur tari Cépét Cipit, kode dan simbol budaya Banyumas adalah dasar, utama dan mayor, yang hadir karena unsur genetis dan pengalaman masa kecil Supriyadi.  Simbol dan budaya Yogyakarta adalah aspek minor yang justru memberi kekuatan tersendiri pada teknik gerak, yang dalam hal ini adalah karena pengalaman ketubuhan dan mental Supriyadi ditempa di dalam lingkungan kesenian Yogyakarta.
KAJIAN SEMIOTIKA PADA PUISI SELAMAT TINGGAL KARYA CHAIRIL ANWAR Halalutu, Asnanurulain -; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.23464

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelajahi keindahan puisi "Selamat Tinggal" karya Chairil Anwar, yang kaya akan unsur puitis dan bahasa kiasan khas penulis. Dengan menggabungkan elemen puitis dan citraan yang kaya, puisi ini menjadi objek penelitian yang unik dan menarik. Fokus penelitian ini adalah menganalisis dan mengungkap makna tersembunyi dalam karya tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, di mana teks puisi "Selamat Tinggal" dianalisis melalui isi sastra yang terkandung di dalamnya. Pendekatan semiotik digunakan dalam analisis, dengan penekanan pada teori perkembangan linguistik Saussure. Hasil analisis puisi ini dengan pendekatan semiotik mengungkapkan tiga aspek utama: Simbol, ikon, dan indeks. Penelitian ini membawa pembaca untuk menafsirkan makna mendalam dari setiap simbol, ikon, dan indeks yang muncul dalam puisi "Selamat Tinggal". Keseluruhan, artikel ini bertujuan untuk memahami dan mengungkapkan keindahan serta makna yang terkandung dalam karya puitis Chairil Anwar ini melalui analisis mendalam menggunakan pendekatan semiotik.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Teks Narasi Karya Siswa SMPN 4 Tasikmalaya Purnama Sari, Elsa; Dzuhrisa, Mahanda; Febriyanti, Elysa; Nurjamilah, Ai Siti
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025): (Januari 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i1.31101

Abstract

The ability to speak correctly and according to the rules is one of the main skills that students need to have, especially at the junior high school (SMP) level. Language not only functions as a means of communication, but also as a thinking tool that influences the development of students' cognitive abilities. This research aims to examine various language errors made by junior high school students, including aspects of phonology, morphology, syntax and semantics. The approach used is descriptive qualitative with documentation methods and content analysis of student writing. The results of the research show that students often make mistakes in pronunciation, use of affixes, formation of sentence structures, and choosing the right words. It is hoped that these findings can help teachers and students recognize and correct these errors, so that language learning can take place more effectively.
Ragam Kekerasan Para Tokoh dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia Hedingo, Sumiyati; Kau, Munkizul Umam; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025): (Januari 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i1.30108

Abstract

Novel 00.00 adalah salah satu novel yang menceritakan tentang kekerasan. Kekerasan-kekerasan yang dialami oleh para tokoh sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui kekerasan langsung, kekerasan struktural, dan kekerasan kultural para tokoh. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu kutipan yang mengandung kekerasan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel 00.00 karya Ameylia Falensia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Lengkara, Nilam, Masnaka, Aslan dan Sonya mendapatkan kekerasan langsung baik secara fisik maupun secara verbal. Kekerasan yang dialami para tokoh berupa kekerasan langsung secara fisik maupun secara verbal, kekerasan struktural, dan kekerasan kultural. Kekerasan langsung secara fisik dan verbal ditemukan pada tokoh Lengkara, Nilam, Masnaka, Aslan, dan Sonya. Kekerasan langsung secara fisik yang didapatkan oleh para tokoh seperti tamparan, pukulan, tendangan, jambakan, toyoran, lemparan piring kaca, sedangkan kekerasan langsung secara verbal seperti makian, hinaan, pengakuan palsu, tuduhan, fitnah. Kekerasan struktural ditemukan pada tokoh Masnaka, Prima, dan Deo. Kekerasan struktural yang dimaksud yaitu kekerasan tak langsung yang dilakukan oleh bodyguard suruhan Erik. Kekerasan kultural ditemukan pada tokoh Lengkara dan Nilam. Kekerasan kultural yang dimaksud yaitu seperti perundungan yang dilakukan oleh teman-teman sekolah mereka. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya kekerasan langsung, kekerasan struktural, dan kekerasan kultural yang dialami oleh para tokoh dalam novel 00.00. Kekerasan langsung diterima oleh tokoh Lengkara, Nilam, Masnaka, Aslan, dan Sonya. Kekerasan struktural ditemukan pada tokoh Masnaka, Deo, dan Prima. Kekerasan kultural ditemukan pada tokoh Lengkara dan Nilam.Kata Kunci: Novel; Kekerasan langsung; Kekerasan struktural; Kekerasan kultural
Peran Taman Baca Masyarakat (TBM) dalam Mengembangkan Minat Baca Anak dan Masyarakat Kabupaten Tolitoli Srihardayanti, Novita; Salam, Salam; Sartika, Eka
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.26224

Abstract

Peran Taman Baca Masyarakat (TBM) dalam Mengembangkan Minat Baca Anak dan Masyarakat Kabupaten Tolitoli. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra dan Budaya. Pembimbing I : Dr. Salam, Pembimbing II Eka Sartika. Penelitian ini bertujuan untuk  mencari tahu tentang peran TBM Mapande dalam mengembangkan minat baca anak dan masyarakat Tolitoli. Metode kualitatif dengan jenis penulisan deskriptif yang digunakan dalam penelitian. Beberapa faktor pendukung untuk menunjang penelitian ini yakni gambaran umum lokasi penelitian, sumber informasi penelitian dengan cara mewawancarai narasumber, mengambil dokumentasi, serta melakukan observasi dan diskusi terpimpin, Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menunjang perkembangan minat baca anak dan masyarakat yakni ruang membaca serta fasilitas TBM, jarak yang dijangkau oleh masyarakat menuju TBM Mapande dan pengadaan kelas kreasi untuk pengunjung anak-anak  tidak begitu kondusif. Oleh sebab itu evaluasi rutin mulai dari kelengkapan buku dan pendar untuk semua kalangan pengunjung TBM, serta adanya kerja sama pemerintah dan Perpustakaan daerah untuk mengevaluasi kelengkapan buku. Agar fungsi dan pergerakan dari PERAN TBM Mapande betul-betul bermanfaat bagi masyarakat di semua kalangan.

Page 8 of 16 | Total Record : 157