cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
ANALISIS VS30 LOKASI KECAMATAN SYIAH KUALA DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI KOTA BANDA ACEH Jamaluddin, Khaizal; Iqbal, Farzian; Rusydy, Ibnu; Chairullah, Banta
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v7i2.12351

Abstract

Abstract : Banda Aceh is located at the geological segment vulnerable to earthquake. However as the capital of the Aceh province should be a serious concern in order to minimize the impact of the devastating earthquake. Therefore, the assessment of soil layer amplification using shear wave velocity values is done as one of the disaster mitigation efforts. Shallow seismic testing to get the parameters of shear wave by using MASW method. The results showed that Syiah Kuala subdistrict is divided into two zones of soil layers. The results of analysis Vs30 showed that Syiah Kuala subdistrict is divided into medium density and soft layers of soil characteristics.Keywords : earthquake, amplification, seismic and shear wave.Abstrak: Kota Banda Aceh terletak pada segmen geologi yang rentan gempa bumi. Bagaimanapun Banda Aceh sebagai pusat kota Provinsi Aceh semestinya menjadi perhatian serius dalam rangka meminimalisir dampak dari bencana gempa bumi. Oleh karena itu, asesmen karateristik amplifikasi lapisan tanah dengan menggunakan nilai kecepatan gelombang geser dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya mitigasi bencana. Penelitian dilakukan di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Pengujian seismik dangkal untuk mendapatkan parameter gelombang geser dengan mengunakan metode MASW. Hasil analisis Vs30 memperlihatkan bahwa Kecamatan Syiah Kuala terbagi menjadi dua karakteristik lapisan tanah yaitu kepadatan sedang dan lunak.Kata kunci : gempa bumi, amplifikasi, seismik dan gelombang geser.
PENGARUH KENYAMANAN TERHADAP PENERAPAN KONSEP WALKABLE DI KAWASAN PUSAT KOTA LAMA Yenni Hafnizar; Izziah Izziah; Sofyan M. Saleh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Banda Aceh city is a city that experienced growth so fast after the tsunami. This has implications for the greatest urbanization flows. Along with the increasing urbanization the impression of a comfortable city is less pronounced. Limited ability to move in urban areas and the fulfillment of quality for pedestrian facilities is also very minimal. But Banda Aceh has a huge obsession in building a quality city one of which is a sociable city. Walkable is one of the important concepts in urban design that is community friendly and sustainable city. Walkable is also a view that is based on the desire to create an environment that provides comfort and convenience for pedestrians. This concept can also assess how friendly an area is for pedestrians. According to Jan Ghel, walkable is a term used to describe and measure the connectivity and quality of pedestrian paths. Such measurements may also be made through assessments of the infrastructure available to pedestrians. The purpose of this study is to analyze the quality of pedestrian is more walkable so as to support the existence of the Old Town in Banda Aceh more comfortable (friendly). Another goal to be achieved is to formulate the application of the concept of walkable and analyze the influence or relationship resulting from the application walkable concept towards the comfort of the pedestrian track. The method used in this research is descriptive with mixed methods approach, and survey and interview technique. Whereas data processing is done quantitatively through the assessment analysis using likert scale measurement scale. Furthermore, T test analysis is done to find out how the level of relationship between the application of the concept of walkabel to the comfort of the pedestrian path. The results showed that the application of walkability concept will greatly affect the comfort of the pedestrian path. Some things that need to be improved on the pedestrian path to attract pedestrians, ie eliminating non pedestrian activities on the sidewalk, increasing the number and quality of supporting support and aesthetic value of the sidewalk and improvements on broken sidewalks. The role of the Government will greatly help the effort to create a pedestrian environment that convenient by adding pedestrian support equipment and adding aesthetic value.Abstrak: Kota Banda Aceh merupakan kota yang mengalami pertumbuhan yang begitu cepat pasca tsunami. Hal ini berimplikasi terhadap timbulnya arus urbanisasi paling besar. Seiring dengan meningkatnya urbanisasi kesan kota yang nyaman sudah kurang terasa. Terbatasnya kemampuan bergerak di daerah perkotaan dan pemenuhan kualitas untuk fasilitas pejalan kaki ini juga sangat minim. Namun Banda Aceh memiliki obsesi besar dalam membangun kota yang berkualitas salah satunya adalah kota yang ramah terhadap masyarakat.Walkable adalah salah satu konsep penting dalam desain perkotaan yang ramah masyarakat dan kota berkelanjutan. Walkable juga merupakan suatu pandangan yang didasari pada keinginan untuk menciptakan suatu lingkungan yang memberikan kenyaman dan kemudahan bagi pejalan kaki. Konsep ini juga dapat menilai seberapa ramah suatu daerah untuk pejalan kaki. Menurut Jan Ghel,  walkable adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan mengukur konektifitas serta kualitas jalur pejalan kaki. Pengukuran tersebut juga dapat dilakukan melalui penilaian terhadap infrastuktur yang tersedia bagi pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kualitas pedestrian yang lebih walkable sehingga mampu mendukung keberadaan kawasan Kota Lama di Banda Aceh yang lebih nyaman (friendly).Tujuan lain yang ingin dicapai adalah untuk merumuskan bentuk penerapan konsep walkable serta menganalisa pengaruh atau hubungan yang ditimbulkan dari penerapan konsep walkable terhadap kenyamann jalur pedestrian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan penelitian kombinasi (mixed methods),serta teknik survei dan wawancara.Sedangkan pengolahan data dilakukan secara kuantitatif melalui analisis penilaian yang menggunakan skala pengukuran likert scale. Selanjutnya dilakukan analisis Uji T untuk mengetahui bagaimana tingkatan hubungan antara penerapan konsep walkabel  terhadap kenyamanan jalur pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep walkability akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jalur pedestrian. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada jalur pedestrian untuk menarik minat pejalan kaki, yakni menghilangkan aktivitas non pedestrian di trotoar, peningkatan jumlah dan kualitas kelengkapan pendukung dan nilai estetika trotoar dan pembenahan pada trotoar yang rusak.Peran Pemerintah akan sangat membantu upaya untuk menciptakan lingkungan pedestrian yang nyaman dengan menambahkan kelengkapan pendukung pedestrian  dan menambah nilai estetika .
Pengaruh Tekstur Tanah Terhadap Kapasitas Infiltrasi Pada Daerah Pengembangan Permukiman Di Kecamatan Kuranji Kota Padang Fadhli, Rusdiani; Andayono, Totoh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i1.23661

Abstract

Tekstur tanah adalah kondisi tingkat kehalusan tanah yang terjadi sebab adanya perbedaan komposisi kandungan fraksi liat, pasir dan debu yang terkandung pada tanah. Sedangkan infiltrasi adalah suatu proses masuknya air ke dalam tanah secara vertikal melalui permukaan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di daerah perumahan yang berada di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini dilakukan uji tekstur tanah dan uji infiltrasi, tujuannya untuk mengetahui berapa besar pengaruh tekstur tanah terhadap kapasitas infiltrasi pada perumahan di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Untuk uji infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer. Prinsip pengukuran dengan melihat penurunan air pada ring dalam setiap jangka waktu tertentu. Model yang digunakan untuk analisis kapasitas infiltrasi yaitu model Horton. Untuk uji tekstur tanah menggunakan sampel tanah yang diperoleh di lapangan, kemudian dilakukan uji laboratorium dengan dua cara yaitu analisa saringan dan uji hidrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi terhadap tekstur tanah di daerah perumahan Kecamatan Kuranji memiliki hubungan yang signifikan (berarti), dengan pengaruh tekstur tanah terhadap infiltrasi yaitu 57,9% dan sisanya 42,1% dipengaruhi oleh parameter-parameter lain seperti, vegetasi tanah, kepadatan tanah,kelembaban tanah, angka pori, dan karakteristik air yang berinfiltrasi.
APLIKASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) UNTUK MEMPREDIKSI PERILAKU LENTUR PROFIL KANAL (C) FEROSEMEN Mochammad Afifuddin; Rudiansyah Putra; Andika Akbar
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Objective of this study to predict the flexural behavior of channel profiles (C) Ferosemen by using Artificial Neural Network (ANN). In modeling the effect of different variables is high-profile, number of layers wiremesh, and the amount of reinforcement appeal. The model derived from laboratory test data for 9 pieces of specimen testing that has been done by previous researchers. Steps being taken on the application of ANN there are three stages, namely training, validation, and forecasting. In training randomly selected 7 data for training, and the remaining 2 data selected for validation. Having ascertained the results of training and validation have been getting lessons well, followed by forecasting (predicting). Taken 9 for forecasting new data that has been modified high-profile, number of layers wiremesh, and the amount of tensile reinforcement. From the results obtained values forecasting greatest moments occurred in a high profile 350 mm, 3 layers wiremesh, and 4 rod tensile reinforcement, while the value of the moment of the smallest and the largest value of the deflection occurs in the high profile 150 mm, 3 layers wiremesh, and 2 tensile reinforcement , while the value of the smallest deflection occurs in the high profile 250 mm, 4 layers, wiremesh, and 3 tensile reinforcement. In secondary data, the value of the moment and deflection between ANN modeling (training and validation) compared with laboratory data had an average percentage of 101.81% and 97.45%, while the value of the moment and deflection between theoretical calculations compared with ANN modeling (training and validation) had an average percentage of 80.73% and 58.44%. In the new data, the value of the moment and deflection between theoretical calculations compared with ANN modeling (forecasting) has an average percentage of 78.12% and 60.95%.Keywords : Canal profile (C), ferrocement, Artificial Neural Network, backpropagation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perilaku lentur profil kanal (C) Ferosemen dengan menggunakan Artificial Neural Network (ANN). Dalam permodelan yang menjadi variabel adalah pengaruh perbedaan tinggi profil, jumlah lapis wiremesh, dan jumlah tulangan tariknya. Model diambil dari data hasil uji laboratorium terhadap 9 buah benda uji yang telah dilakukan pengujiannya oleh peneliti sebelumnya. Tahapan yang dilakukan pada aplikasi ANN ada tiga tahap, yaitu training, validasi, dan forecasting. Pada training dipilih 7 data secara acak untuk dilatih, dan 2 data sisanya dipilih untuk validasi. Setelah dipastikan hasil training dan validasi telah mendapatkan pembelajaran dengan baik, dilanjutkan dengan forecasting (memprediksi). Diambil 9 data baru untuk forecasting yang telah diubah tinggi profil, jumlah lapis wiremesh, dan jumlah tulangan tarik. Dari hasil forecasting diperoleh nilai momen terbesar terjadi pada profil dengan tinggi 350 mm, 3 lapis wiremesh, dan 4 batang tulangan tarik, sedangkan nilai momen terkecil dan nilai lendutan terbesar terjadi pada profil dengan tinggi 150 mm, 3 lapis wiremesh, dan 2 buah tulangan tarik, sedangkan nilai lendutan terkecil terjadi pada profil dengan tinggi 250 mm, 4 lapis wiremesh, dan 3 buah tulangan tarik. Pada data sekunder, nilai momen dan lendutan antara permodelan ANN (training dan validasi) dibandingkan dengan data laboratorium memiliki persentase rata–rata sebesar 101,81% dan 97,45%, sedangkan nilai momen dan lendutan antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan permodelan ANN (training dan validasi) memiliki persentase rata–rata sebesar 80,73% dan 58,44%. Pada data baru, nilai momen dan lendutan antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan permodelan ANN (forecasting) memiliki persentase rata–rata sebesar 78,12% dan 60,95%.Kata kunci : Profil Kanal (C), ferosemen, Artificial Neural Network, Backpropagation.
ANALISIS RETAK LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI YANG DIPERBAIKI DENGAN INJEKSI EPOXY Puspita, Fiany Fajar; Aulia, Teuku Budi; Afifuddin, Mochammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10043

Abstract

Abstract: High Strength Concrete is an alternative construction material for supporting heavy loads. High strength concrete is a brittle material that susceptible to crack. One of the concrete repairing method is epoxy injection. The aim of this study is to determine the flexural behavior of high strength reinforced concrete beams after cracking and repaired with the Epoxy Injection. This study used 4 (four) high strength reinforced concrete beams (BBMT) with (15 30 220) cm dimention. One of the beam is for comparison (BBMT Normal) and 3 (three) other beams were tested at the age 7 days (BBMT E-7), 14 days (BBMT E-14) and 28 days (BBMT E-28) after repaired. The beams is designed to have flexural failure by using a compression reinforcement and shear reinforcement of 11.9 mm and 15.8 mm for tensile reinforcement. The water cement ratio for mix design is 0,25 obtained at 28 days is 66,62 MPa. The results shows that all the beams have flexural failure in agreement to the early design. The ultimate load of BBMT Normal is 17,65 ton with deflection equal to 10,36 mm. Based on theoretical calculation the load is 16.04 tons and deflection 14.38 mm. BBMT E-7 after epoxy injection ultimate load is 20,89 tons and deflection is 41.99 mm. BBMT E-14 ultimate load 21,79 tons and deflection equal to 44,27 mm. The ultimate load of BBMT E-28 is 25.52 tons and deflection 13.49 tons. The increase of load are 18.36%, 23.46% and 44.59% when compared with BBMT Normal. Based on the observation on the BBMT after epoxy injection, no cracks evident in most of the injected areas, new cracks appearing around the area of initial crack. It is concluded that epoxy injection is capable to increase the capacity of repaired high strength concrete and th flexural strength of the epoxy repaired concrete beams is increase as the age increased.Abstrak: Beton mutu tinggi merupakan salah satu alternatif material konstruksi untuk pembebanan besar. Beton mutu tinggi memiliki sifat yang kaku sehingga rentan terhadap retak. Salah satu metode perbaikan pada retak beton yaitu injeksi epoxy. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati perilaku lentur pada balok beton bertulang mutu tinggi yang diperbaiki dengan injeksi epoxy. Penelitian ini menggunakan 4 (empat) buah benda uji yaitu balok Beton Bertulang Mutu Tinggi (BBMT) dengan ukuran (15 30 220) cm. Benda uji pertama sebagai pembanding (BBMT Normal) dan 3 (tiga) benda uji lain diuji sesuai dengan umur perbaikan betonnya yaitu BBMT E-7 (7 hari), BBMT E-14 (14 hari) dan BBMT E-28 (28 hari). Balok didesain mengalami gagal lentur dengan menggunakan tulangan tekan dan tulangan geser berdiameter 11,9 mm ulir serta tulangan tarik 15,8 mm ulir. Kuat tekan beton mutu tinggi yang didapat dari benda uji kontrol kubus sebesar 66,62 MPa dengan FAS 0,25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua benda uji balok mengalami gagal lentur sesuai dengan desain awal. Beban maksimum yang mampu dicapai oleh balok BBMT Normal adalah 17,65 ton dengan lendutan sebesar 10,36 mm. Perhitungan teoritis beban BBMT Normal yaitu 16,04 ton dan lendutan 14,38 mm. BBMT E-7 setelah diinjeksi menghasilkan beban sebesar 20,89 ton dan lendutan 41,99 mm. Pada BBMT E-14 beban yang dicapai 21,79 ton dan lendutan sebesar 44,27 mm. Beban maksimum pada BBMT E-28 yaitu 25,52 ton dan lendutan 13,49 ton. Masing-masing persentase peningkatan beban jika dibandingkan dengan BBMT Normal adalah 18,36%, 23,46% dan 44,59%. Pola retak yang terjadi pada balok BBMT setelah diinjeksi menunjukkan bahwa tidak terjadi retak pada sebagian besar daerah yang diinjeksi, retak baru muncul di sekitar retak awal. Dapat disimpulkan bahwa injeksi epoxy mampu meningkatkan kapasitas beton mutu tinggi dan umur perbaikan beton mempengaruhi nilai beban maksimum yang mampu dicapai oleh beton.
MODEL TARIKAN PERGERAKAN SEPEDA MOTOR PADA PUSAT PERBELANJAAN (Studi kasus : Di Kota Banda Aceh) Alfi Salmannur; Muhammad Isya; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Shopping Centre is one of land use utilization that will lead to trip attraction of vehicles. Trip attraction of vehicles on shopping centre will cause on traffic towards highway network system around it. Banda Aceh is the capital of the province of Aceh, which has several shopping centre among others: Hermes Palace Mall, Suzuya Mall, Barata Shopping Centre, komplek Sinbun, Pasar Aceh Baru dan Pante Pirak Sp. 5. A large number of shopping centre in Banda Aceh will certainly increase the number of visitors who came, so did the number of employee. The purpose of this study is to model the statistical relationship between the magnitude of the vehicle towing the motorcycle and shopping centre parameter. The parameters in this study is reflected by building area, land area, parking area, number of shops, employees and cashiers. Processing data using multiple regression analysis methods, models generated then tested statistically. the results showed a motorcycle towing equation Y1 = 59.587 + 0.323X6  with variable X6 is number of cashiers.Keywords : Trip attraction, shopping center, motorcycle, regression modelAbstrak: Pusat Perbelanjaan merupakan salah satu jenis tata guna lahan yang akan menimbulkan tarikan pergerakan kendaraan. Tarikan pergerakan kendaraan yang terjadi pada pusat perbelanjaan di kota Banda Aceh akan menimbulkan dampak lalu-lintas terhadap sistem jaringan jalan yang ada disekitarnya. Kota Banda Aceh merupakan Ibukota  provinsi Aceh yang  memiliki beberapa pusat perbelanjaan antar lain : Hermes Palace Mall, Suzuya Mall, Barata Shopping Centre, komplek Sinbun, Pasar Aceh Baru dan Pante Pirak Sp. 5. Banyaknya jumlah pusat perbelanjaann di Kota Banda Aceh tentu akan meningkatkan jumlah pengunjung yang datang, demikian pula dengan jumlah pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat model hubungan statistik antara besarnya tarikan kendaraan sepeda motor dengan parameter pusat perbelanjaan. Parameter dalam penelitian ini dicerminkan oleh luas bangunan, luas tanah, luas lahan parkir, jumlah gerai, jumlah karyawan dan jumlah kasir. Pengolahan data menggunakan metode analisis regresi berganda, model-model yang dihasilkan kemudian di uji secara statistik . hasil menunjukan persamaan tarikan sepeda motor Y1 = 59,587 + 0,323X6 dengan variabel X6 adalah jumlah kasir.Kata kunci : Tarikan, pusat perbelanjaan, sepeda motor, model regresi.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KARAKTERISTIK LONGSOR DI KABUPATEN GARUT Bakri, Subhan; Murtilaksono, Kukuh; Barus, Baba
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v8i2.14117

Abstract

Based on the data of earthquake disaster events in Indonesia for the last 12 years then West Java Province was most often experienced landslide disaster. Land movement map of Garut Regency issued by Directorate of Volcanology and Geological Hazard Mitigation (DVMG), indicated Garut included in the category of vulnerability zone of high ground movement, among others: District Banjarwangi, Singajaya and Peundeuy. This study aimed to identify and analyzed the characteristics of landslides in Garut regency, especially in three districts. The first phase of this study conducted a literature study on various factors causing landslides, followed by making a list of fields as a guide in the field. The identification of landslides was done descriptively. Various factors suspected to be the cause of the landslide were identified and analyzed. Based on the results of observation for 14 months at 32 landslide point that occurred in the research area, there were 2 landslide characteristics encountered, namely 1. Soil scrolling (30 cases or 94%) and 2. Decreased / subsidence (2 cases or 6%). The highest landslide was found on paddy fields as much as 25 dots, followed by mixed gardens (talun) as much as four points, in the settlement / infrastructure found two points and one season plantation garden.
PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS EXCAVATOR PADA PEKERJAAN PASANG/SUSUN BATU GUNUNG UKURAN 5-250 KG DAN 1000-1500 KG Mahmuddin Mahmuddin; Nurisra Nurisra
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Excavator is one of the construction equipment used to transport and install materials. It is necessary to note the ability of excavators by measuring the value of their productivity. This study aimed to compare the productivity of excavators on the job install / stacking stone the size of 5-250 kg and 1000-1500 kg. A case study for Jetty Construction Project  Ujong Serangga Southwest Aceh district. Observations were done on each cycle of movement of excavators at work. The data collected consists of  loading time, swing, forward, install / stacking, and return  timer. Secondary data which is the supporting data to complement the primary data have been obtained, a map of the situation, drawing plan. From the result is the average cycle time for the job install / stacking stone 5-250 kg size is 53.33 seconds, and for the size of 1000-1500 kg is 48.85 seconds. The average productivity of excavators on the job install / stacking stone  5-250 kg size is 28.58 m³ / h, while the size of 1000-1500 kg is 22.77 m³ / hour. So based on the known productivity job description install / stacking stones  5-250 kg larger than install / stacking stone 1000-1500 kg.Keywords : produktivitas, excavator, install/stacking tu gunungAbstrak: Excavator merupakan salah satu alat konstruksi yang digunakan untuk mengangkut dan menyusun material. Untuk itu perlu diketahui kemampuan kerja excavator dengan mengukur nilai produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas  excavator pada pekerjaan pasang/susun batu gunung ukuran 5-250 kg dan ukuran 1.000-1.500 kg. Studi kasus dilakukan pada Proyek Pembangunan Jetty Ujong Serangga Kabupaten Aceh Barat Daya. Pengamatan dilakukan terhadap pergerakan excavator pada setiap siklus kerja. Data yang dikumpulkan terdiri dari waktu muat, swing, maju, pasang/susun, dan waktu mundur. Data sekunder yang merupakan data pendukung guna melengkapi data primer yang telah diperoleh, berupa peta situasi, gambar rencana. Dari hasil penelitian didapat waktu siklus rata-rata untuk pekerjaan pasang/susun batu gunung ukuran 5-250 kg adalah 53,33 detik, dan untuk ukuran 1000-1500 kg adalah 48,85 detik. Produktivitas rata-rata excavator pada pekerjaan pasang/susun batu gunung ukuran 5-250 kg adalah 28,58 m³/jam, sedangkan ukuran 1000-1500 kg adalah 22,77 m³/jam. Maka berdasarkan uraian tersebut diketahui produktivitas perkerjaan pasang/susun batu 5-250 kg lebih besar daripada pasang/susun batu 1000-1500 kg.Kata kunci      :  produktivitas, excavator, pasang/susun batu gunung
ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PENERBANGAN RUTE BANDA ACEH – NAGAN RAYA Tri Handayani; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nagan Raya is located in the western part of Aceh Province. This regency is 287 km from Banda Aceh where the main mode of transportation is land transportation with travel time of approximately 6 hours. The land route to this regency through the mountains that during the rainy season often occurs landslides. So that air transport is needed that can help smooth mobility and improve the economy of the population and can anticipate the distribution of aid, evacuation of victims quickly when the disaster. PT Susi Pudjiastuti is a pioneering aviation operator serving Banda Aceh - Nagan Raya route. This study aims to determine the demand for passengers and financial feasibility of the Banda Aceh - Nagan Raya flight route. The passenger demand is obtained from independent variable and dependent variable from socio economic data which then analyzed using Ordinary Least Square (OLS) method with multiple linear regression and Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) assistance. The modeling obtained is Y = 1194,374 – 0,068X3 where X3 is the number of domestic tourists. From the modeling results it is known that the number of passengers for the next 6 years has increased.   The result of financial feasibility analysis using discount rate 15% is obtained at sixth year (year 2021) with BCR equal to 0,348, NPV equal to Rp. (30.651.570.332), and the value of PBP obtained is 45,3 or 45 years 3 months where the value exceeds the company's payback period of 6 years. From the analysis it is known that for the Banda Aceh - Nagan Raya flight route the project benefits are less than the economically needed costs so the project is not feasible to be implemented.Abstrak: Kabupaten Nagan Raya berada pada bagian barat Provinsi Aceh. Kabupaten ini berjarak 287 km dari Kota Banda Aceh dimana moda transportasi utama adalah angkutan darat dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam. Jalur darat menuju Kabupaten ini melalui pegunungan yang saat musim hujan sering terjadi longsor. Sehingga diperlukan transportasi udara yang dapat membantu kelancaran mobilitas serta meningkatkan perekonomian penduduk serta dapat mengantisipasi penyaluran bantuan, evakuasi korban secara cepat ketika terjadinya bencana. PT Susi Pudjiastuti merupakan operator penerbangan perintis yang melayani penerbangan rute Banda Aceh – Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui demand penumpang serta kelayakan finansial rute penerbangan Banda Aceh – Nagan Raya. Demand penumpang didapatkan dari variabel bebas dan variabel terikat dari data sosio ekonomi yang kemudian dianalisis menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan regresi linier berganda dan bantuan Software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Pemodelan yang diperoleh yaitu Y = 1194,374 – 0,068X3 dimana X3 adalah jumlah wisatawan domestik. Dari hasil pemodelan tersebut diketahui bahwa jumlah penumpang untuk 6 tahun mendatang mengalami peningkatan. Hasil analisa kelayakan finansial dengan menggunakan discount rate 15% diperoleh pada tahun ke 6 (tahun 2021) dengan nilai BCR sebesar 0,348,  NPV sebesar Rp. (30.651.570.332),-, dan nilai PBP yang diperoleh yaitu 45,3 atau 45 tahun 3 bulan dimana nilai tersebut melebihi periode pengembalian perusahaan yaitu 6 tahun. Dari analisa tersebut diketahui bahwa untuk rute penerbangan Banda Aceh – Nagan Raya manfaat yang ditimbulkan proyek lebih kecil dari biaya yang diperlukan secara ekonomi sehingga proyek tidak layak untuk dilaksanakan.
KEKUATAN STRUKTUR BANGUNAN PENYELAMAT TSUNAMI AKIBAT BEBAN GEMPA DI KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH Sanneti Hevianis; Abdullah Abdullah; Teuku Budi Aulia
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Banda Aceh suffered extensive damage due to earthquake and tsunami that hit on December 26, 2004. Kuta Alam district, one of area in Banda Aceh that consist of 11 villages, only 2 of them were not affected by the tsunami. Many of people were affected due to the lack of early warning and escape building. Nowadays, there is no escape building in this area make spatial planning based disaster mitigation is not implemented properly. According to the prior research, there are 45 buildings which can be an alternative escape building when the tsunami hit; but the safety of buildings were not guaranteed, because the durability toward seismic threat was not known. Therefore, this study was aim to determine the strength of buildings structure. This study was conducted on 5 public buildings, which are included to the highest risk area of tsunami to moderate. The buildings are : SMPN 9 Banda Aceh, SDN 36 Banda Aceh, Ar-Rahman mosque SD Kartika XVI-1 Banda Aceh, SMA Safiatuddin Banda Aceh, and SDN 45 Banda Aceh. All of them were a reinforced concrete and two-story builiding. Stage of this study were conduct visual observation for the whole buildings; calculating the structual strength of the buildings with Structural Analysis Programming (SAP2000), the seismic load by referring to Indonesian National Standard (SNI 03-1726-2012). The result of this study showed the buildings are still in very good condition, SAP2000 calculation result also showed the buildings still have good strength even when they were loaded by seismic loads.Keywords : Earthquake, Tsunami, Escape BuildingAbstrak : Akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, Kota Banda Aceh mengalami kerusakan infrastuktur yang sangat berat. Kecamatan Kuta Alam, salah satu Kecamatan di Kota Banda Aceh yang terdiri dari 11 desa, hanya 2 diantaranya yang tidak terkena dampak tsunami; banyaknya korban jiwa yang timbul karena tidak adanya peringatan dini dan bangunan untuk tempat berlindung. Saat ini tidak adanya bangunan escape building di wilayah ini membuat perencanaan tata ruang wilayah yang berbasis mitigasi bencana belum dapat terlaksana dengan baik. Berdasarkan penelitian sebelumnya, terdapat 45 bangunan yang dapat menjadi alternatif sebagai bangunan penyelamat ketika terjadinya tsunami, namun hal inipun belum menjamin keamanannya, karena belum diketahui standar daya tahan bangunan tersebut terhadap ancaman gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan struktur bangunan. Penelitian dilaksanakan pada 5 bangunan publik, yang termasuk dalam wilayah yang memiliki risiko paling tinggi hingga sedang akibat bencana tsunami. Bangunan tersebut antara lain : SMPN 9 Banda Aceh, SDN 36 Banda Aceh, Mesjid Ar-Rahman SD Kartika XVI-1 Banda Aceh, SMA Safiatuddin Banda Aceh, dan SDN 45 Banda Aceh. Semua bangunan tersebut merupakan konstruksi beton bertulang dan berlantai 2. Tahapan penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan secara visual untuk keseluruhan bangunan; melakukan perhitungan kekuatan untuk kondisi eksisting bangunan dengan Structural Analysis Programming (SAP2000), beban gempa rencana sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1726-2012. Hasil penelitian menunjukkan kelima bangunan tersebut masih dalam kondisi yang sangat bagus, hasil perhitungan SAP2000 juga menunjukkan bangunan tersebut masih memiliki kekuatan yang cukup baik ketika dibebani beban gempa.Kata kunci : Gempa bumi, Tsunami, Bangunan Penyelamat Tsunami

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue