cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
STUDI KARAKTERISTIK DAN POTENSI BATU PURU SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON NORMAL Irwan, Andesta Granitio
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i2.37346

Abstract

Coarse aggregates in concrete play a crucial role in determining concrete quality. Limitations in the availability of coarse aggregate materials at a construction site often pose challenges in producing high-quality concrete. Utilizing local materials such as Batu Puru as coarse aggregates is seen as having good potential to replace the role of conventional Batu Granit in concrete mixes. This study identifies the characteristics and potential of Batu Puru in normal concrete mixes with compositions of 0%, 25%, 50%, and 100% compared to conventional coarse aggregates. Research findings indicate that Batu Puru contains 60% quartz and 40% magnetite mineral, resulting in its reddish color, with Batu Puru's strength being 8.7% lower than that of Batu Granit based on in-situ Schmidt Hammer tests. The high absorption and abrasion values of Batu Puru pose challenges in controlling concrete quality, affecting factors such as water-cement ratio and concrete curing time. The average compressive strength values of concrete samples are 17.93 MPa, 14.48 MPa, 16.33 MPa, and 16.56 MPa for compositions of 0%, 25%, 50%, and 100% respectively. These values meet the national standard compressive strength target of 14.53 MPa with a quality level of K-175. Concrete mix compositions closely resembling the control samples using Batu Granit as conventional coarse aggregates are achieved when using Batu Puru entirely as coarse aggregates, with a difference of approximately 7.64%.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BIO FILLER PADA LAPISAN AC-WC SPESIFIKASI BANDAR UDARA Alam, Riza Yahya; Fisaini, Juliana; Taufiq, Luthfi Chaliqi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i2.41465

Abstract

The surface layer of flexible pavement is composed of coarse aggregate, fine aggregate, filler, and asphalt. Generally, the filler material used in flexible pavements is stone ash or cement. However, the continuous use of cement raises concerns about the potential depletion of cement resources in the future. Bio-materials, such as coconut shell ash, offer an alternative option for filler due to the abundance of this waste. To ensure that coconut shell ash can be used as filler, it is necessary to evaluate it according to KP Regulation 14 of 2021 concerning the Technical Specifications for Airport Airside Facilities. The test method employed is the Marshall method, using aggregate gradation and Marshall characteristics for aircraft weighing more than 60,000 lbs, in accordance with KP Regulation 14 of 2021. Coconut shell ash was substituted at varying levels of 2%, 3.5%, 5%, 25%, 50%, and 100% of the filler. The results of this research show that the higher the amount of coconut shell ash substituted, the higher the stability and flow. However, the flow value was too high and exceeded the allowable limit. Therefore, only the 2% variation of coconut shell ash satisfied all Marshall parameters.
DESAIN PROGRAM PERENCANAAN PELAT BETON BERTULANG PADA LANTAI ATAP MENGGUNAKAN FRAMEWORK NODEJS JAVASCRIPT Suharso, Akbar Bayu Kresno; Andaryati, Andaryati; Saurina, Nia; Alfandi, Ridho
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i2.31347

Abstract

Pelat adalah struktur yang pertama kali menerima beban, baik beban mati maupun beban hidup yang nantinya disalurkan ke sistem struktur rangka lain. Pelat lantai memiliki pengertian tidak terletak di atas tanah langsung, melainkan lantai tingkat pembatas antara yang satu dengan yang lain. Pada perhitungan perencanaan dan analisis struktur pelat beton bertulang dengan manual memiliki resiko kekeliruan dalam perhitungan yang lebih tinggi karena banyaknya proses hitungan dan membutuhkan waktu yang lama untuk menghitung elemen-elemen struktur pada bangunan yang memiliki ragam bervariasi sehingga bisa berakibat pada tingkat ketelitian yang berkurang bahkan kesalahan dalam menghitung. Oleh karena itu dibutuhkan program bantu, salah satunya dengan menggunakan JavaScript Framework. Penelitian ini bertujuan untuk membantu perhitungan perencanaan pelat beton bertulang pada lantai atap yang biasanya dilakukan perhitungan secara manual. Dengan menggunakan framework nodejs berbasis javascript, maka perhitungan perencanaan pelat atap dapat dihasilkan dengan cepat dan akurat. Hasil penelitian ini adalah menghasilkan aplikasi yang dapat membantu dalam melakukan analisa perencanaan pelat atap. Program yang dirancang dapat menghasilkan output berupa hasil perhitungan yang berupa dokumen dan gambar yang dapat didokumentasikan dalam bentuk file gambar. Program ini dapat digunakan untuk membantu perhitungan perencanaan penulangan pelat baik itu pelat satu tumpuan, pelat dengan dua tumpuan maupun pelat dengan empat tumpuan.
ANALISA SHEAR WALL TERHADAP BEBAN SIKLIK DENGAN PROGRAM BANTU BERBASIS FINITE ELEMENT Rahadi, Rafli Putra; Arini, Resti Nur; Kurnia, Fadli
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i2.33550

Abstract

Bangunan gedung harus memiliki kekakuan dan daktilitas yang baik agar tidak runtuh saat menerima beban siklik, oleh karena itu bangunan gedung membutuhkan perkuatan struktur tambahan untuk dapat menahan beban siklik dari gempa. Salah satu perkuatan struktur adalah dinding geser (shear wall). Dinding geser berfungsi untuk menambah kekakuan struktur, menahan beban lateral dan dapat membatasi defleksi lateral, karena dinding geser dapat memberikan efek kekakuan pada struktur dan memberikan daktilitas yang baik pada struktur. Pada saat terjadi gempa dinding geser diperbolehkan untuk mengalami kerusakan untuk disipasi energi gempa yang diterima struktur. Pada saat struktur diberikan beban siklik maka nilai disipasi energi dapat dihitung berdasarkan luas daerah (hysteresis loop) dari hubungan gaya lateral yang terjadi. Pada penelitian ini akan membandingkan dua jenis dinding geser (shear wall). Dinding geser yang digunakan yaitu free standing shear wall dan coupled shear wall. Dari kedua jenis dinding geser tersebut akan dilihat jenis mana yang memiliki daktilitas dan disipasi energi yang lebih baik dengan analisa elemen hingga. Dari hasil penelitian ini, nilai daktilitas yang didapat pada free standing shear wall sebesar 3,69 dan coupled shear wall sebesar 3,859. Coupled shear wall memiliki daktilitas 2,24% lebih baik daripada free standing shear wall. Disipasi energi yang didapatkan pada free standing shear wall sebesar 0,428 dan coupled shear wall sebesar 0,4.
Analisis Stabilitas Bendungan Jragung Terhadap Beban Gempa Menggunakan Metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis Mu'amar, Afif Nur; Wahyudi, Hendra; Faisa Rallindra, Deris; Robbi Rahman Alam, Rizki
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.44301

Abstract

Bendungan Jragung, yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berada di daerah rawan gempa akibat keberadaan sesar Semarang dan sesar Ungaran, sehingga rentan terhadap kerusakan infrastruktur. Penelitian ini menganalisis stabilitas bendungan menggunakan metode statik dan dinamik dengan beban gempa MDE (Maximum Design Earthquake) melalui simulasi berbagai kondisi muka air waduk. Potensi bahaya gempa di lokasi dianalisis menggunakan PSHA (Probabilistic Seismic Hazard Analysis), dengan acuan SNI 8064:2016 dan Pd-T 14-2004-A. Data gempa (time history) diperoleh dari USGS (United States Geological Survey). Hasil analisis menunjukkan nilai akselerasi tanah puncak (PGA) sebesar 0,157 untuk gempa kala ulang 100 tahun dan 0,605 untuk gempa kala ulang 10.000 tahun. Analisis statik mengindikasikan bahwa Bendungan Jragung memiliki faktor keamanan di atas standar pada kondisi tanpa gempa dan gempa OBE, namun tidak aman pada kondisi gempa MDE. Analisis dinamik menunjukkan displacement vertikal pada berbagai kondisi muka air waduk (kosong, normal, banjir, dan rapid drawdown) masih berada dalam batas standar, dengan nilai maksimum 2,273 m pada kondisi muka air banjir.
STABILIZATION OF LOCAL SOIL WITH CEMENT PLUS DIFA STABILIZER ADDITIVE FOR SUBGRADE IMPROVEMENT AND PROTECTION CASE STUDY IN TANJUNGPINANG CITY, RIAU PROVINCE. Syahminan, Mohamad; Ramadhani, Niko
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.39619

Abstract

The high Plasticity Index values of subgrade conditions will affect compacting process and difficulty to obtain a minimum density standard, this is a serious problem on the second line of Dompak bridges III street to the port of Roro Dompak city of Tanjung Pinang. The purposes study to analyze of the soil density values and the free pressure strong values (UCS) of the cement soil plus additive Difa soil stabilizer. The research was conducted using comprehensive qualitative methods in the Civil Engineering Laboratory, Faculty of Engineering, Islamic University of Riau. The composition 1 kg Difa SS for 1 M3 surface dry soil weight with cement variations 8%, 10%, 12%, 14%. Analysis carried out with Proctor Standard and UCS test, the result of original soil density values of 1.323 kg/m3 and soil cement mixture 8% at 1.460 kg/m3, 10% at 1.470 kg/m3, 12% at 1,470 kg/m3 and 14% at 1.500 kg/m3. The UCS condition values soaked for soil mixture of 8% cement plus 1kg/ m3 additive obtained 214,32 kN/m2, 10% at 527,57 kN/m2, 12% at 989,19 kN/m2, 14% at 1.005,68 kN/m2. The UCS value of unsoaked condition of the original soil was obtained at 138.64 kN/m2, the composition of cement mixture at 8% plus 1 kg/m3 Difa SS obtained the UCS values at 735.27 kN/m2, 10% at 942.23 kN/m2, 12% at 1.023.93 kN/m2, 14% at 1.813,51 kN/m2.
Efek Variasi Jenis Pasir Terhadap Berat dan Kuat Tekan Beton Ringan Dari Agregat Kasar Ringan Buatan Louk Fanggi, Butje Alfonsius; Tajunnisa, Yuyun; Masrafat, Hazen; Meynerd Rafael, Jusuf Wilson
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.44191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari penggunaan campuran antara pasir sungai dan pasir ringan buatan serta pasir ringan buatan yang telah dihaluskan dalam campuran beton yang terbuat dari kerikil ringan buatan. Parameter yang ditinjau adalah adalah berat dan kuat tekan beton. Delapan belas buah benda uji dengan target kuat tekan 15, 28, dan 41 MPa dibuat dan dites pada saat berumur 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beton yang dibuat dengan menggunakan pasir yang merupakan campuran antara pasir sungai dan pasir ringan buatan dapat digolongkan sebagai beton ringan. Demikian juga hasil penelitian ini menunjukan bahwa berat beton yang dibuat dengan menggunakan pasir ringan buatan tanpa dicampur dengan pasir sungai memiliki berat yang jauh lebih ringan dari beton yang terbuat dari campuran antar pasir ringan buatan dengan pasir sungai tetapi memiliki kuat tekan yang hampir menyamai beton yang menggunakan campuran antara pasir ringan buatan dan pasir sungai.
Faktor-Faktor Kesiapan Implementasi Skema Avaibility Payment Pada Penyelenggaraan Infrastruktur Daerah Sari, Dian Perwita; Tamin, Rizal Z.; Mahani, Iris; Wibowo, Andreas
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.44999

Abstract

Implementasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan mekanisme Availability Payment (AP) menjadi solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan anggaran dan kebutuhan pembangunan infrastruktur. Namun, keberhasilan skema ini sangat bergantung pada kesiapan daerah yang dapat diukur melalui indikator yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menjadi dasar dalam penilaian kesiapan daerah dalam mengimplementasikan skema KPBU AP pada pembangunan infrastruktur di tingkat kabupaten/kota. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis tematik, yang melibatkan kajian terhadap peraturan perundang-undangan, sistem penilaian kesiapan yang dikembangkan oleh organisasi internasional seperti The World Bank, UNECE, dan UNESCAP, serta literatur ilmiah terindeks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakotr utama dalam penilaian kesiapan daerah meliputi kerangka peraturan dan kebijakan, kerangka kelembagaan dan kapasitas pemerintah, kondisi lingkungan ekonomi, sosial, dan politik, kemampuan finansial dan akses keuangan, serta kapasitas penyedia jasa dalam mendukung implementasi proyek KPBU AP. Penelitian ini bersifat konseptual dan berkontribusi dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penilaian kesiapan daerah tanpa mengembangkan sistem pengukuran spesifik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan instrumen evaluasi kesiapan daerah serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih adaptif, meningkatkan daya tarik proyek bagi sektor swasta, serta memastikan keberlanjutan penyelenggaraan infrastruktur melalui skema KPBU AP.
Analisis Stabilitas Dan Tegangan Bendungan RCC (Rolled-Compacted Concrete) Pada Pembangunan Bendungan Cibeet Walujodjati, Eko; Aprilianti, Mega; Permana, Sulwan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.40341

Abstract

Bendungan merupakan struktur penting yang berfungsi untuk menyimpan air dan mengatur alirannya sesuai dengan kebutuhan. Mengingat salah satu tujuan dibangunnya Bendungan Cibeet ini adalah untuk dapat mereduksi banjir yang terjadi di hilir sungai Citarum sebesar 66% pada Q25 yaitu 300,33 m3/det, analisis menyeluruh terhadap stabilitas dan tegangan pada tubuh bendungan menjadi langkah krusial dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas dan distribusi tegangan pada bendungan tipe RCC (Rolled-Compacted Concrete) di sisi kanan Bendungan Cibeet pada tujuh kondisi pembebanan. Perhitungan manual dilakukan menggunakan metode keseimbangan gaya-gaya untuk menilai faktor keamanan terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah pada bendungan. Sementara itu, nilai dan distribusi tegangan dianalisis menggunakan perangkat lunak berbasis Metode Elemen Hingga (Finite Element Method, FEM) yaitu Abaqus Learning Edition 2023. FEM merupakan langkah numerik yang dipakai dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang teknik. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai FKguling paling kecil terjadi pada Kondisi VI sebesar 4,198 yang masih lebih besar dari 1,15. FKgeser paling kecil terjadi pada Kondisi I yaitu kondisi selesai konstruksi dengan nilai FKgeser 6,63 yang masih lebih besar dari 1,7. Tinjauan daya dukung tanah menunjukan tegangan paling besar diperoleh sebesar 0,707 terjadi pada Kondisi VII dengan batas maksimal tegangan sebesar 2,57 MPa, sedangkan tegangan minimum terjadi pada Kondisi II yaitu kondisi muka air waduk normal sebesar 0,206 MPa dengan batas minimum tegangan 0. Tegangan maksimum hasil analisis diperoleh sebesar 0,718 MPa yang terjadi pada pembebanan Kondisi VI dan masih dibawah dari batas maksimal tegangan yang diizinkan yaitu 2,67 MPa.
Petak Prioritas Perbaikan Jalur Kereta Api Lintas Rangkasbitung-Tanah Abang Menggunakan Track Quality Index Leliana, Arinda; Cahyaningrum, Anandita Estyas; Pramudi, Pramudi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.42532

Abstract

The Track Quality Index is the reading of the gauge to determine the quality of the track, the higher the TQI value, the more severe the level of damage to a track will be. The government's steps to reduce the number of train accidents, especially those caused by derailments, the limited number of gauge trains owned by the government is one of the existing problems. The number of gauge trains owned by the Directorate General of Railways is 4 gauge trains spread across Java Island, Sumatra Island and Sulawesi Island. This causes the identification of damage to the rail road due to a decrease in the quality of traffic that is not optimal. Thus, a more effective measure is needed to predict the value of the Track Quality Index (TQI) of a railroad crossing other than using data read from the operation of a gauge train. This research was conducted as an alternative equation to make it easier to predict valuesTrack Quality Index (TQI), and determine the location of priority repairs to the railroad tracks so that maintenance can be carried out properly, and the safety aspects of the facilities when crossing the railroad are safe. Based on the results of research on the quality of the traffic on the Rangkasbitung-Tanah Abang line, it is included in category II for 20 TQI 35 with good conditions, so that this line can be traversed by trains with speeds of 80-100 km/hour. The Track Quality Index (TQI) score with the highest score is on the Rangkasbitung-Tanah Abang route located on the KM 42+27 to 42+0 road plot with a Track Quality Index (TQI) value of 84.2 which is included in category IV with dangerous conditions. This condition requires very immediate repair of damage to the lift, electricity, and elevation. Then there are 42 other points with category IV which are included in the first priority to be repaired very soon.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue