cover
Contact Name
UMMIDLATUS SALAMAH
Contact Email
redaksialzam@gmail.com
Phone
+6285730813736
Journal Mail Official
redaksialzam@gmail.com
Editorial Address
Jalan Manunggal No. 10-12 Sukolilo Tuban
Location
Kab. tuban,
Jawa timur
INDONESIA
Alzam : Journal Of Islamic Early Childhood Education
ISSN : -     EISSN : 28083776     DOI : https://doi.org/10.51675/alzam.v3i2
Core Subject : Religion, Education,
Alzam:Journal of Islamic Early Childhood Education, ISSN: 2808-3776, diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban. Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education merupakan jurnal artikel ilmiah yang dirilis pada tahun 2021. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan April dan Oktober. Jurnal kami melayani publikasi artikel ilmiah secara gratis dengan tetap mengedepankan etika publikasi. Fokus dan ruang lingkup kami memuat artikel tentang laporan penelitian dan gagasan konseptual tentang aspek perkembangan, model dan strategi pembelajaran, media dan alat permainan edukatif, serta manajemen pengelolaan PAUD.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Peningkatan Kemandirian Anak Melalui Strategi My Morning Mission Berbasis Life Skill Islami di RA Nurul Huda Semarang Rofi'ah, Ulya Ainur; Widya Fajar Oktaviana; Ainur Rosyidah Kusuma; Rifatul Khotimah
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1072

Abstract

This study aims to enhance the independence of children aged 4–5 years through the “My Morning Mission” strategy based on Islamic life skills at RA Nurul Huda Semarang. The method used is Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, action, observation, and reflection. Children’s independence was measured through four indicators: (1) the ability to wear shoes and organize prayer equipment, (2) the ability to complete tasks without assistance, (3) the courage to make simple decisions independently, and (4) responsibility for personal belongings and the surrounding environment. The research findings show a significant improvement in all indicators of independence from Cycle I to Cycle II. Most children reached the Very Well Developed (BSB) category, indicating that this strategy effectively fosters independence while also instilling Islamic values through consistent, enjoyable, and meaningful daily activities. This study recommends the implementation of the “My Morning Mission” strategy as a character-based learning approach that can be sustainably integrated into early childhood education programs.
Implementasi Pembelajaran Terpadu Tipe Share pada Kelompok B di TK Ihyaul Ulum Lamongan Aminatus Sa'adah, Dwi; Misbahul Huda; Anikmah
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1074

Abstract

Penelitian ini mendeksripsikan implementasi pembelajaran terpadu tipe shared pada anak kelompok B di TK Ihyaul Ulum Lamongan. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik Miles and Huberman melalui proses reduction, display, dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu tipe shared sangat cocok digunakan di PAUD karena pembelajaran tersebut mampu membuat anak berfikir kritis, kreatif, berkolaboratif, mampu mengajarkan konsep, keterampilan dan sikap yang sama dari dua sentra dalam satu tema, dan juga dapat menyambungkan dengan pengalaman atau pelajaran yang telah ia terima sebelumnya serta mampu membuat anak merasa senang.
Mengenalkan Bahasa Arab Melalui Media Lagu Pada Siswa Tapos Sekartaji Ketawang Fitria Aprilia, Nurul
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1075

Abstract

This study aims to describe the utilization of song media in Arabic language learning and its impact on students' interest and understanding at Tapos Sekartaji, Ketawang. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that song media can increase learning enthusiasm, facilitate vocabulary mastery, improve pronunciation, and create a pleasant learning atmosphere. Students become more active and confident in using Arabic. Although there are obstacles such as limited references to suitable songs, teachers are able to overcome them with creativity in composing lyrics that are relevant to the teaching material. Thus, song media is an effective and innovative learning strategy in introducing Arabic to students.
Implementasi Permainan Tradisional Halang Rintang Dalam Mengoptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Raudhatul Athfal Al-Hidayah Nadia Aliyatuz Zulfa; Raden Rachmy Diana; Nurita Sari
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1081

Abstract

Pentingnya mengimplementasikan permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalkan kemampuan motoric kasar anak usia 4-5 tahun. Selain itu memberikan informan tentang permainan tradisional halang rintang menjadi salah satu permainan tradisional yang mudah dikmas dalam permainan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan metode guru dalam mengimplementasikan permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalkan kemampuan motoric kasar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini adalah guru kelas A, Kepala sekolah, orang tua, wali kelas A Raudhatul Athfal Al-Hidayah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data yaitu trigulasi sedangkan analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian permainan tradisional halang rintang untuk mengoptimalisasikan kemampuan motoric kasar anak usi 4-5 tahun di Raudhatul Athfal telah dilakukan dengan metode demontrasi terlihat dari cara guru mengajarkan permainan tradisional yang disusun dari bebrapa permainan seperti, lompat katak, tiarap berjalanan seperti ular, berjalan diatas papan titian dan ular tangga. Hal ini menjadikan perkembangan motoric kasar anak usia 4-5 tahun semakin optimal.
Strategi Guru PAUD dalam Menumbuhkan Kemampuan Sosial Anak Dessy Farantika; Nurlaili Dina Hafni
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1089

Abstract

Kemampuan sosial merupakan aspek penting yang perlu dilatih sejak usia dini karena setiap anak adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, sehingga pengembangannya memerlukan pendekatan dan strategi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak; penelitian kualitatif yang dilakukan di TK Tunas Bangsa Ngino Semanding ini bertujuan untuk mengungkap strategi serta kendala dalam menumbuhkan kecerdasan sosial anak melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan hasil menunjukkan bahwa guru menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, serta motivasi berkelanjutan dalam aktivitas menyenangkan untuk menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan saling menghargai, sementara kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kemampuan bersosialisasi, kurangnya kerjasama, serta menurunnya empati dan kemurahan hati pada peserta didik.
Arruhaniyyah At Tifliyyah Perspektif Pendidikan Islam (Analisis Konseptual kecerdasan spiritual sejak usia dini) Hadi, M. Shofwan; Salamah, Ummidlatus; Wigati, Dwi Dian
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1090

Abstract

Spiritual intelligence serves as the fundamental foundation for character formation in children from an early age, particularly within the framework of Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research to explore the conceptual understanding of children's spiritual intelligence. This method enables an in-depth analysis of both classical and contemporary literature from Islamic sources as well as theories of developmental psychology and modern spiritual intelligence. The analysis follows systematic and iterative stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing to achieve a comprehensive understanding. Research on children's spirituality from the perspective of Islamic education reveals that spiritual intelligence is an innate spiritual potential present from birth, which can be nurtured through guidance, habituation, and a supportive environment. Islamic education emphasizes the integration of spiritual values into children's education through three main approaches: philosophical (morality, compassion), psychological (integration of Islamic values with modern psychology), and prophetic pedagogy (the exemplary model of Prophet Muhammad PBUH). The development strategies are holistic, including the habituation of worship practices, curriculum integration, teacher role modeling, family involvement, and the use of technology. Its implications for educational practice include the habituation of religious values, use of visual media such as illustrated stories, the central role of parents, and direct experiences such as fasting, all aimed at establishing a strong spiritual foundation from an early age
Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini menurut Ki Hajar Dewantara: Menumbuhkan Karakter, Kemandirian, dan Cinta Belajar Sejak Dini Rizka Latifa
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1091

Abstract

The Abstract contains a brief description of the purpose of writing, the method used, and the results of the study (if the results of the research). Abstract contains 200-300 words. Abstract written in Indonesian and English. Abstract typing is done single-spaced with narrower margins than the right and left margins of the main text. Keywords need to be included to describe the area of ​​the problem being studied and the main terms that underlie the implementation of the research. Key words can be single words or combinations of words. Number of keywords 3-5 words. These keywords are required for computerization. Searching for research titles and abstracts is made easier with these key words. This study aims to examine the philosophy of early childhood education according to Ki Hajar Dewantara's thoughts, particularly in relation to character development, independence formation, and the cultivation of a love for learning from an early age. Using a qualitative approach and literature review, it was found that the concepts of tuntunan kodrat, among system, and an emphasis on humanistic and contextual education form the core of his philosophy. Children are positioned as active and unique individuals with potentials that must be nurtured through gentle guidance, wisdom, love, and exemplary conduct. Ki Hajar Dewantara’s ideas align with modern educational theories such as Piaget’s constructivism, Vygotsky’s scaffolding, and Gardner’s multiple intelligences, all of which highlight the importance of child-centered education. In conclusion, Ki Hajar Dewantara’s educational philosophy remains highly relevant for developing early childhood education that is meaningful, liberating, and character-based Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji filsafat pendidikan anak usia dini menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara, khususnya dalam kaitannya dengan penanaman karakter, pembentukan kemandirian, dan penumbuhan semangat belajar sejak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif dan kajian literatur, ditemukan bahwa konsep tuntunan kodrat, sistem among, serta penekanan pada pendidikan yang humanistik dan kontekstual menjadi fondasi utama dalam pemikiran beliau. Anak diposisikan sebagai individu yang aktif, unik, dan memiliki potensi yang harus dikembangkan dengan pendekatan yang lembut, penuh hikmah, serta berbasis kasih sayang dan keteladanan. Pemikiran Ki Hajar Dewantara sejalan dengan berbagai teori pendidikan modern, seperti konstruktivisme, scaffolding, dan multiple intelligences, yang semuanya menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada anak. Kesimpulannya, filsafat Ki Hajar Dewantara sangat relevan dalam pengembangan pendidikan anak usia dini yang lebih bermakna, membebaskan, dan berkarakter.
Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Jean Piaget Alfadhilah , Jauharotina
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1092

Abstract

This study examines the Philosophy of Early Childhood Education According to Jean Piaget, focusing on his cognitive development theory and its application in early childhood education. Piaget argued that children construct knowledge through direct experiences, and cognitive development occurs in universal stages. In the preoperational stage, children develop symbolic abilities through language and pretend play, although they cannot think logically. Early childhood education based on Piaget's principles emphasizes concrete experiences, exploration, and activity-based learning, allowing children to construct their knowledge. Teachers act as facilitators who create learning environments that stimulate curiosity and critical thinking. The implementation of Piaget's theory in early childhood curriculum in Indonesia is relevant for creating active, creative, and constructive learning, providing a solid foundation for children's intellectual and character development.
Urgensi Pengenalan Literasi Numerasi pada Anak Usia Dini: Dampak terhadap Kemampuan Matematika di SD dan Kesiapan Sekolah Supriyanto
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 1 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i1.1093

Abstract

Literasi numerasi merupakan fondasi kritis bagi perkembangan kognitif anak usia dini yang berpengaruh signifikan terhadap kesiapan sekolah dan keberhasilan akademik jangka panjang, khususnya dalam bidang matematika. Namun, implementasinya di pendidikan anak usia dini masih sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengenalan literasi numerasi sejak dini terhadap: (1) kemampuan matematika di sekolah dasar (SD), dan (2) kesiapan sekolah anak secara holistik. Penelitian ini menggunakan metode literature review dimana penulis mengumpulkan referensi primer (hasil penelitian) dan sekunder (teori dasar) terkait literasi numerasi pada anak usia dini kemudian dianalisis secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengenalan literasi numerasi sejak dini berdampak pada kemampuan matematika di SD (anak yang mendapat stimulasi numerasi di PAUD memiliki pemahaman konsep bilangan 30% lebih baik dan mengurangi resiko math anxiety sebesar 40%) dan berkontribusi terhadap kesiapan sekolah (meningkatkan fungsi eksekutif otak/working memory dan inhibitory control dan mengembangkan keterampilan sosial seperti kolaborasi dan ketekunan). Pengenalan literasi numerasi sejak dini melalui pendekatan berbasis bermain dan kontekstual terbukti efektif dalam membangun fondasi matematika sekaligus kesiapan sekolah anak. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru PAUD, pengembangan kurikulum terpadu, dan keterlibatan orang tua dalam stimulasi numerasi.
Implementasi Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Kosa Kata Bahasa Arab Pada Anak Usia Dini di TK Bunda Harapan Dwi Binti Masfufah; Jami’atunnur
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 2 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i2.1279

Abstract

This study aims to describe the implementation of the singing method in improving Arabic vocabulary mastery in early childhood at Bunda Harapan Kindergarten Bengkalis. The singing method was chosen because it suits the characteristics of early childhood people who are active, enjoy playing, and learn easily through fun activities. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews with teachers and parents at Bunda Harapan Kindergarten, Bengkalis. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and inductive conclusion drawing. The results showed that the implementation of the singing method routinely and planned can improve Arabic vocabulary in early childhood. The songs taught are adapted to learning themes such as numbers, animal names, body parts, and the universe. Singing activities accompanied by music, movement, and video media make the learning atmosphere more interactive, fun, and effective. This method also improves children's pronunciation skills, activeness, and confidence in speaking Arabic. Thus, the singing method has proven to be an innovative and effective learning strategy in introducing and enriching Arabic vocabulary for early childhood while fostering their motivation and love for Arabic from an early age.