cover
Contact Name
Victor Trismanjaya Hulu
Contact Email
hagajurnalph@gmail.com
Phone
+6281260955965
Journal Mail Official
hagajurnalph@gmail.com
Editorial Address
Jl. Simpang Kongsi, Perumahan Hawilla, Blok A-11, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Haga Journal of Public Health (HJPH)
ISSN : 30320097     EISSN : 30316502     DOI : https://doi.org/10.62290/hjph.v1i2
Core Subject : Health,
Haga Journal of Public Health (HJPH) adalah merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Yayasan Victory Haga Indonesia. HJPH bertujuan untuk mempublikasikan karya tulis ilmiah di bidang Kesehatan Masyarakat dalam bentuk original article, review article termasuk analisis bibliometrik, short communications dan Editorial. Jurnal ini terbit tiga kali setahun yaitu pada bulan November, Maret dan Juli. Jurnal ini juga merupakan jurnal ilmiah dengan akses terbuka.
Articles 41 Documents
Prevalensi dan determinan kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi: studi cross-sectional Rifai, Achmad; Kasim, Felix; Widyaningsih, Fadlilah; Rambey, Harris; Bangun, Sri Melda Br; Indriani, Restutri
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.56

Abstract

Latar belakang: Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi menjadi hambatan bagi keberhasilan pengendalian tekanan darah, serta berkontribusi pada peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular dan beban pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi. Metode: Studi ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian mencakup seluruh pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Klinik Pratama Polkes 01.10.02 Lubuk Pakam pada tahun 2025, dengan jumlah 95 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel penelitian melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pasien hipertensi, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebanyak 65,3% responden diketahui tidak patuh dalam mengonsumsi obat, sedangkan 34,7% responden patuh dalam konsumsi obat. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan yang rendah, pengetahuan yang kurang, jarak tempat tinggal ≥1 km, minimnya dukungan keluarga, lama konsumsi obat, serta tidak adanya paparan edukasi kesehatan terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi obat. Kesimpulan: Kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi dapat dipengaruhi oleh aspek pendidikan, pengetahuan, jarak tempat tinggal, dukungan keluarga, durasi konsumsi obat, dan edukasi kesehatan.
Evaluasi efektivitas penggunaan metode anjungan pendaftaran mandiri: studi kualitatif Harahap, S. Shelly Hazlina; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Lestari Ramadhani
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.57

Abstract

Latar belakang: Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM), yang berbasis aplikasi, merupakan sebuah platform digital berbasis web yang dirancang untuk membantu pasien rawat jalan dalam melakukan pendaftaran secara mandiri tanpa melalui loket pendaftaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan metode APM di Puskesmas Batugana, Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang dilaksanakan di Puskesmas Batugana pada periode September 2022–Desember 2023. Informan penelitian berjumlah empat orang yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Kepala Bidang Pendaftaran Mandiri, petugas rawat jalan, dan seorang pasien, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pasien yang memanfaatkan metode APM. Hasil: Penerapan APM di Puskesmas Batugana dinilai efektif dalam mengurangi antrean pendaftaran serta meningkatkan efisiensi layanan. Keberhasilan penerapannya dipengaruhi oleh faktor pendukung, seperti kompetensi SDM, ketersediaan SOP, serta sarana dan prasarana yang memadai. Kesimpulan: Efektivitas penerapan APM sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, keberadaan standar operasional prosedur, dan ketersediaan sarana serta prasarana di Puskesmas Batugana.
Peningkatan jumlah eritrosit pada remaja putri anemia melalui pemberian bola ikan kedukang daun katuk dan jus jambu biji merah Hulu, Sellin Margareth Faomasi; Lestrina, Dini
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.58

Abstract

Latar belakang: Salah satu faktor pemicu anemia pada remaja putri adalah rendahnya konsumsi makanan bergizi, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh pemberian bola ikan kedukang daun katuk (bolkaduk) yang disertai jus jambu biji merah terhadap jumlah eritrosit pada remaja putri dengan anemia. Metode: Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Lubuk Pakam pada Januari–Februari 2025. Populasi penelitian meliputi seluruh siswi kelas 7 dan 8 berjumlah 267 orang, sedangkan sampel sebanyak 28 siswi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa konsumsi bolkaduk disertai jus jambu biji merah. Prosedur intervensi meliputi pemeriksaan eritrosit oleh analis kesehatan, pemberian bolkaduk 60 g/hari dan jus jambu biji merah 100 ml/hari selama 30 hari, dengan pembuatan intervensi di Laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Lubuk Pakam. Hasil: Rerata jumlah eritrosit remaja putri sebelum intervensi bolkaduk daun katuk dengan jus jambu biji merah adalah 4,36 dengan simpangan baku 0,29, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 4,54 dengan simpangan baku 0,27. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan jumlah eritrosit sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Kesimpulan: Pemberian bolkaduk disertai jus jambu biji merah terbukti mampu meningkatkan jumlah eritrosit pada remaja putri anemia secara signifikan.
Studi kualitatif pernikahan usia dini dikalangan remaja, eksplorasi faktor, harapan dan dampaknya: Studi kasus di Kecamatan Lahewa Harefa, Liberti Debora; Ketaren, S. Otniel; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.59

Abstract

Latar belakang: Perkawinan dini telah menjadi permasalahan sosial yang signifikan di Kecamatan Lahewa, dengan implikasi yang luas terhadap kesejahteraan dan perkembangan individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang eksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi pada pernikahan dini dilakangan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Puskesmas Desa Fadoro Hilimbowo dan Fadoro Hilihambawa, dengan periode penelitian berlangsung dari Oktober 2023 hingga Februari 2024. Proses pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling hingga diperoleh delapan partisipan yang relevan, yaitu dua orang kepala desa, dua orang tokoh masyarakat, dua orang warga desa, dan sepasang remaja yang baru menikah.  Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui serangkaian teknik kualitatif, yaitu wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan studi dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Kredibilitas data yang terkumpul kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi. Proses analisis data dimulai dengan tahap reduksi data, penyajian dan menarik kesimpulan. Hasil: Keputusan untuk menikah di usia muda dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Aspek ekonomi memainkan peran dominan, karena keluarga dengan keterbatasan finansial sering mendorong anak-anak mereka untuk menikah dini sebagai strategi untuk mendapatkan pengakuan sosial di dalam komunitas mereka. Pendidikan, adat istiadat, dan seks pranikah juga memainkan peran penting, terhadap pernikahan dini Kesimpulan: Faktor ekonomi yang rendah, pendidikan yang rendah, adat istiadat dan seks pranikah merupakan faktor yang memengaruhi pernikahan dini dikalangan remaja.
Pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat terhadap kejadian demam berdarah dengue: studi cross-sectional Sitorus, Mido Ester; Tarigan, Frida Lina Br; Purba, Ivan Elisabeth
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.63

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam berdarah dengue (DBD) sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi standar kesehatan, seperti adanya air tergenang yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Selain faktor lingkungan, perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat juga berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat terkait dengan kejadian DBD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan di Puskesmas Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir pada tahun 2023. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Buhit sepanjang tahun 2023. Sebanyak 35 responden dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil: tingkat pengetahuan masyarakat tidak berhubungan signifikan dengan kejadian DBD (p = 0,090; PR = 5,3; 95% CI: 0,854–32,624). Sebaliknya, sikap masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD (p < 0,001; PR = 7,5; 95% CI: 1,180–47,676). Selain itu, tindakan masyarakat juga terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian DBD (p = 0,009; OR = 9,3; 95% CI: 0,979–87,868). Kesimpulan: Pengetahuan yang rendah tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian DBD, sedangkan sikap positif dan tindakan pencegahan yang baik terbukti memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian DBD.
Hubungan pengetahuan ibu tentang pijat oromotor dengan kejadian keterlambatan bicara pada anak usia 1-3 tahun Munthe, Nency Sunarti; Siregar, Debi Novita; Pasaribu, Ena Mardiana; Lase, Erni Yanti; Juria, Ainun
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.64

Abstract

Latar belakang: Pijat oromotor berperan dalam membantu orang tua, khususnya ibu, menstimulasi anak agar perkembangan bicaranya lebih cepat. Teknik ini diketahui dapat menguatkan otot wajah dan mulut yang berperan penting dalam proses berbicara. Penelitian ini bertujuan unutk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai pijat oromotor dengan kejadian keterlambatan bicara pada anak usia 1–3 tahun di Klinik Hadijah Medan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan di Klinik Pratama Hadijah Medan, Maret 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak berusia 1–3 tahun sebanyak 32 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kriteria inklusi meliputi: (1) ibu yang memiliki anak usia 1–3 tahun, dan (2) bersedia menjadi responden selama penelitian berlangsung. Kriteria eksklusi adalah ibu yang memiliki anak usia 1–3 tahun tetapi tidak dapat diwawancarai karena sedang sakit. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebanyak 18 ibu (56,25%) memiliki pengetahuan baik, sedangkan 14 ibu (43,75%) memiliki pengetahuan kurang. Terkait keterlambatan bicara, 27 bayi (84,4%) tidak mengalami speech delay, sementara 5 bayi (15,6%) mengalami speech delay. Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang pijat oromotor terhadap kejadian keterlambatan bicara pada anak usia 1-3 tahun (p = <0,001). Kesimpulan: Pengetahuan ibu yang kurang berhubungan signifikan terhadap kejadian keterlambatan biara anak usia 1-3 tahun.
Studi cross-sectional: determinan produktivitas kerja pada pegawai Puskesmas Cikampak Windasari, Leli Kiki
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Produktivitas kerja pegawai Puskesmas Cikampak berperan penting dalam mutu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Namun, variasi kinerja masih dipengaruhi oleh faktor individu, beban kerja, kondisi lingkungan organisasi, serta dukungan manajerial. Oleh karena itu, analisis determinan produktivitas diperlukan sebagai landasan perumusan intervensi peningkatan kinerja pegawai secara sistematis dan berkelanjutan di Puskesmas Cikampak. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan produktivitas kerja pegawai Puskesmas Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Metode: Studi ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai Puskesmas Cikampak tahun 2024 sebanyak 100 orang, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Waktu penelitian berlangsung dari Agustus 2024 hingga Februari 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, dan analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebanyak 68% pegawai Puskesmas Cikampak memiliki produktivitas kerja yang baik. Motivasi kerja (p<0,001), kedisiplinan kerja (p<0,001), etos kerja (p<0,001), dan sikap kerja (p<0,001) berhubungan secara signifikan dengan produktivitas kerja. Variabel pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,391). Kesimpulan: Motivasi kerja yang baik, kedisiplinan kerja yang baik, etos kerja yang tinggi, dan sikap kerja yang positif berhubungan secara signifikan dengan produktivitas kerja pegawai Puskesmas Cikampak.
Analisis bibliometrik tren riset distres psikologis diabetes melitus tipe 2: integrasi perspektif kesehatan mental dan kesehatan digital Nuari, Nian Afrian; Indari, Indari
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes distres merupakan beban emosional yang dialami oleh penyandang diabetes melitus tipe 2 (DMT2) akibat tuntutan pengelolaan penyakit yang kompleks dan kronis. Dalam satu dekade terakhir, penelitian terkait distress pada diabetes berkembang pesat, terutama dengan munculnya pendekatan digital health dan integrasi aspek kesehatan mental. Namun, pemetaan struktur pengetahuan dan arah perkembangan penelitian secara global masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur pengetahuan, tren tematik, serta evolusi penelitian global mengenai diabetes distress, dengan menyoroti keterkaitan antara perspektif kesehatan mental dan teknologi digital. Metode: Data dikumpulkan dari basis data Scopus sebanyak 452 dokumen yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menampilkan peta jejaring kata kunci (co-occurrence network) dan analisis visualisasi overlay guna mengidentifikasi klaster tematik dan perubahan fokus penelitian. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat enam klaster utama, yaitu: (1) gangguan psikologis dan emosional, (2) perawatan diri dan pengelolaan perilaku, (3) diabetes tipe 2 dan pengelolaan klinis, (4) inovasi kesehatan digital dan seluler, (5) kesehatan mental dan dukungan sosial, dan (6) studi pengukuran dan validasi. Visualisasi overlay memperlihatkan pergeseran fokus penelitian dari aspek psikologis dan klinis (2015–2019) menuju integrasi kesehatan digital dan kesehatan mental (2020–2025). Kesimpulan: Penelitian tentang diabetes distress menunjukkan transformasi dari pendekatan psikologis tradisional menuju model holistik yang menggabungkan kesehatan mental dan teknologi digital. Pemetaan ini memberikan dasar penting bagi pengembangan intervensi berbasis teknologi dan budaya yang berorientasi pada kesejahteraan emosional pasien DMT2.
Studi quasi eksperimen: peningkatan pengetahuan, sikap, tindakan pekerja bengkel las tentang alat pelindung diri melalui penyuluhan metode diskusi dan ceramah Hartono, Hartono; Siregar, Santy Deasy; Sari, Jessica Miranda
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pekerja bengkel las berisiko tinggi mengalami luka bakar, gangguan mata, masalah pernapasan, hingga kecacatan akibat paparan sinar las, percikan logam, debu, dan asap. Upaya pencegahan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD) belum optimal karena tingkat kepatuhan yang rendah, dipengaruhi keterbatasan pengetahuan, sikap kurang positif terhadap APD, serta praktik kerja yang tidak aman, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penyuluhan dengan metode diskusi dan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan pekerja bengkel las mengenai APD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan non-randomized pretest–posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Gusta, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada periode 2–10 April 2022. Subjek penelitian mencakup seluruh pekerja bengkel las berjumlah 36 orang yang tersebar di lima bengkel. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (18 orang) dan kelompok kontrol (18 orang). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan N-Gain dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan (p < 0,001), sikap (p < 0,001), dan tindakan pekerja bengkel las terkait APD sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Penyuluhan dengan metode diskusi lebih efektif dalam meningkatkan perilaku pekerja bengkel las dibandingkan penyuluhan dengan metode ceramah. Kesimpulan: Penyuluhan menggunakan metode diskusi terbukti lebih efektif dalam meningkatkan perilaku pekerja bengkel las tentang penggunaan APD dibandingkan penyuluhan yang dilaksanakan dengan metode ceramah
Studi cross-sectional: determinan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada wanita usia subur Tanjung, Risliati Diana
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, sementara tingkat deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (sadari) pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Cikampak masih rendah. Perilaku sadari dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, serta akses informasi. Oleh karena itu, kajian mengenai determinan perilaku sadari diperlukan sebagai dasar penyusunan strategi intervensi promotif–preventif yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada wanita usia subur. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur (20–49 tahun) yang berkunjung ke Puskesmas Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pada tahun 2024 sebanyak 100 orang, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2024. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang diisi oleh responden, dan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebanyak 64% responden memiliki perilaku pemeriksaan payudara sendiri yang baik. Pendidikan kesehatan (p<0,001), penggunaan media video (p<0,001), dukungan petugas kesehatan (p<0,001), dukungan keluarga (p<0,001), dan pengetahuan (p<0,001) berhubungan secara signifikan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan, pemanfaatan media video, dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga, serta pengetahuan yang baik berhubungan secara signifikan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada wanita usia subur di Puskesmas Cikampak.