cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
jurnalkualitaspendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pengabdian No 395 Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kualitas Pendidikan
Published by CV. Edu Tech jaya
ISSN : -     EISSN : 30312817     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kualitas pendidikan is Published by CV. Edu Tech Jaya. This journal aims to publish and disseminate original works and current issues on the subject of research and studies in the field of education. Articles published in journals are the result of research or ideas in the field of education including educational innovation, Studies in Social Education, Studies in Science Education, Education Management, Teaching & Learning, Educational Quality, Educational Leadership, Educational Technology, Language Education, Educational Philosophy, Education religion carried out by researchers, teachers, lecturers, and students. Detailed information for loading articles and article instructions are provided in each issue
Articles 215 Documents
Analisis Penerapan Cooperative Learning dalam Microteaching Bahasa Jerman Tema Freizeitaktivitäten Mahasiswa Putri Khristina Dewi Gulo; Panca Artha Marpaung
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1864

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan peningkatan kompetensi pedagogik dan komunikatif mahasiswa calon guru dalam praktik microteaching, khususnya pada pembelajaran bahasa Jerman yang memerlukan integrasi kemampuan bahasa dan strategi mengajar secara simultan. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi, kurangnya kepercayaan diri, serta belum optimalnya interaksi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Cooperative Learning dalam praktik microteaching bahasa Jerman pada tema Freizeitaktivitäten dengan fokus pada tiga indikator utama, yaitu positive interdependence, individual accountability, dan promotive interaction. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis self-reflection dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, rekaman video, dan catatan refleksi yang dianalisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator promotive interaction tercapai secara optimal, ditandai dengan meningkatnya interaksi, terjadinya peer correction, serta menurunnya Sprechangst. Sementara itu, positive interdependence dan individual accountability telah terimplementasi namun belum merata, terutama pada peserta berkemampuan rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Cooperative Learning efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan komunikatif, namun memerlukan perencanaan instruksional yang lebih matang agar implementasinya optimal dalam praktik microteaching.
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Umi A’atijah; Lili Rozhi; Umar Mukhtar Lubis; Ilham Gasuma; Lily Sardiani Daulay
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1902

Abstract

Perkembangan kognitif anak merupakan aspek fundamental dalam dunia pendidikan karena berkaitan langsung dengan kemampuan berpikir, memahami, mengingat, dan memecahkan masalah. Lingkungan belajar menjadi salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak, baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh lingkungan belajar terhadap perkembangan kognitif anak, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang kondusif, aman, nyaman, serta kaya akan stimulasi kognitif memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan kemampuan berpikir anak, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, daya ingat, dan kreativitas. Sebaliknya, lingkungan belajar yang kurang mendukung dapat menghambat perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan berkelanjutan guna mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.
Filsafat Pendidikan dan Relevansinya Terhadap Tujuan Pendidikan Nasional Alkham Nur; Shobrun Jamil; Alqifa Nazila; Alya Tsaabitah
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1903

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan filsafat pendidikan dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia melalui kajian literatur. Masalah utama dalam penelitian ini adalah masih adanya kesenjangan antara konsep ideal pendidikan yang dirumuskan dalam filsafat pendidikan dan tujuan pendidikan nasional dengan praktik pendidikan di lapangan yang cenderung berfokus pada aspek kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman filsafat pendidikan dalam literatur terbaru, relevansinya terhadap tujuan pendidikan nasional, serta kontribusinya dalam menjembatani kesenjangan antara konsep ideal dan praktik pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik pengumpulan data melalui penelaahan artikel jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan dipahami sebagai landasan normatif dan reflektif dalam pendidikan, yang berperan penting dalam mengarahkan tujuan, isi, dan proses pembelajaran agar selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan tujuan pendidikan nasional. Selain itu, filsafat pendidikan memiliki kontribusi dalam memperkecil kesenjangan antara teori dan praktik melalui penguatan nilai, karakter, dan pembelajaran kontekstual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan merupakan dasar penting dalam mewujudkan pendidikan nasional yang holistik dan bermakna.
Perspektif Filsafat Pendidikan Untuk Memulihkan Esensi Manusiawi Pendidikan Zahrotun Syifaurrohmah; Shobrun Jamil; Keyvin Agil Prasetyo; Savira Melia Putri
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1904

Abstract

Pendidikan kontemporer sering kali terperangkap dalam orientasi pragmatis dan teknokratis, mengabaikan dimensi kemanusiaan hakiki yang seharusnya menjadi jantung utama proses pendidikan. Esensi manusiawi pendidikan, yang mencangkup pengembangan karakter, moralitas, kreativitas dan kesadaran eksistensial, terancam terdegradasi oleh tuntutan pasar kerja dan standarisasi kurikulum yang berlebihan. Dengan merujuk pada aliran-aliran filsafat pendidikan seperti humanisme, eksistensialisme, dan rekontruksionisme sosial, dikemukakan bahwa pendidikan harus bertransformasi menjadi proses pemanusiaan yang holistik, menempatkan subjek didik sebagai pribadi utuh, bukan sekadar objek yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan sistem. Pemulihan ini menuntut refleksi kritis terhadap tujuan pendidikan, metode pengajaran yang dialogis, serta kurikulum yang mengakomodasi pertumbuhan pribadi dan tanggung jawab sosial.
Pembelajaran Tajwid Metode Interaktif Kolaboratif dan Efektivitasnya Annur Karomatul Umamah; Azka Mazaya; Ahmad Yusam Thobroni
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1921

Abstract

Penguasaan ilmu tajwid merupakan fondasi penting dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang berlaku. Namun, pembelajaran tajwid sering dianggap membosankan karena masih menggunakan metode ceramah satu arah, sehingga peserta didik kesulitan mempraktikkan teori dengan baik. Artikel ini membahas bagaimana model pembelajaran interaktif dan kolaboratif dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an.Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur dan konsep pendidikan tajwid yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang komunikatif serta diskusi kelompok mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Peserta didik menjadi lebih percaya diri dalam melafalkan bacaan yang sulit karena terlibat langsung dalam proses pembelajaran, bukan hanya mendengarkan penjelasan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kombinasi komunikasi dua arah dan kerja sama antarpeserta didik efektif meningkatkan kelancaran serta ketepatan makhraj. Metode ini menciptakan suasana belajar yang lebih terbuka dan suportif sehingga peserta didik lebih nyaman untuk berlatih dan saling mengoreksi. Dengan demikian, teori tajwid yang rumit dapat dipahami dan dikuasai lebih cepat melalui praktik bersama.
Implementasi Literasi Tahsin dan Tahfidz Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MI Islamiyah Maindu Fatwa Am ‘Azza Kusuma Dewi; Amru Hasan Nafisa Karim; Ahmad Yusam Thobroni
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1931

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyah memiliki peran penting dalam membangun kemampuan literasi Qur’ani peserta didik sejak usia dini. Salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui implementasi literasi tahsin dan tahfidz dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi literasi tahsin dan tahfidz dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis serta menjelaskan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui pengumpulan berbagai literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan cara mengelompokkan dan menafsirkan data berdasarkan tema pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi tahsin dan tahfidz memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an peserta didik. Pembelajaran tahsin dilakukan melalui metode talaqqi, drill, dan pembiasaan membaca Al-Qur’an, sedangkan pembelajaran tahfidz dilakukan melalui metode murojaah dan pemberian target hafalan secara bertahap. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan hafalan Al-Qur’an, implementasi tahsin dan tahfidz juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik. Keberhasilan implementasi literasi tahsin dan tahfidz dipengaruhi oleh kompetensi guru, budaya literasi Qur’ani di lingkungan sekolah, serta dukungan orang tua. Meskipun masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan kemampuan peserta didik, implementasi literasi tahsin dan tahfidz tetap menjadi salah satu bentuk penguatan pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyah.
Membangun Karakter Siswa Melalui Pendidikan yang Humanis Zahrotul Mukarromah
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1936

Abstract

Perkembangan era digital, krisis moral, meningkatnya kasus perundungan, rendahnya empati sosial, serta menurunnya sikap disiplin dan tanggung jawab siswa menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga perlu menekankan pembentukan karakter siswa melalui pendekatan yang lebih humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan humanis dalam membangun karakter siswa serta mengetahui implementasinya dalam lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang humanis mampu menciptakan suasana belajar yang menghargai potensi, kebebasan berpendapat, nilai kemanusiaan, serta hubungan yang harmonis antara guru dan siswa. Pendekatan ini juga terbukti dapat menumbuhkan karakter positif seperti tanggung jawab, toleransi, kejujuran, disiplin, empati, dan kepedulian sosial pada siswa. Selain itu, penerapan pendidikan humanis memberikan dampak positif terhadap kenyamanan belajar dan perkembangan kepribadian siswa secara menyeluruh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan humanis memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa yang berakhlak, berkepribadian baik, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan di era modern.
Manajemen Pendidikan Karakter Dalam Menerangkan Minat, Sikap dan Perilaku Positif Hasfi Fiqri Hidayah; Mely Sintya; Sintya Ramadayani; Yani Pajrin Pasaribu; Handoko Handoko
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan pendidikan karakter dalam meningkatkan minat, sikap, dan perilaku positif siswa. Pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada penanaman nilai-nilai moral tetapi juga pada pengelolaan sistem pendidikan yang terencana, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan pustaka dari berbagai jurnal terkait sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan karakter yang efektif melibatkan perencanaan nilai-nilai karakter, penerapannya melalui kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah, serta evaluasi berkelanjutan. Lebih lanjut, keterlibatan guru, kepala sekolah, dan lingkungan sekolah secara signifikan memengaruhi perkembangan minat belajar, sikap positif, dan perilaku siswa. Pendidikan karakter yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa, menumbuhkan disiplin, dan mendorong perilaku sosial yang positif. Dengan demikian, pengelolaan pendidikan karakter merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademis tetapi juga menumbuhkan pengembangan kepribadian secara holistik.
Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Pembelajaran Bahasa Indonesia Rima Melati; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1942

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan aspek linguistik dan kognitif secara bersamaan. Dalam praktik pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan menulis siswa masih tergolong rendah, khususnya dalam menulis teks eksposisi yang menuntut kemampuan berpikir kritis, penyusunan ide secara sistematis, serta penggunaan argumentasi yang logis dan terstruktur. Permasalahan ini menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Problem Based Learning (PBL), yang menekankan pada proses pembelajaran berbasis masalah nyata sebagai pemicu aktivitas berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model Problem Based Learning dalam pembelajaran menulis teks eksposisi pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa, baik dari aspek pengembangan ide, penyusunan struktur teks, maupun kekuatan argumentasi. Selain itu, model ini juga berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, Problem Based Learning dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi.
Tantangan dan Solusi dalam Manajemen Pendidikan Karakter di Indonesia Muhammad Azmi Tanjung; Amelia Br Kaban; Yahra Sal Syabilla; Handoko Handoko
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v4i1.1943

Abstract

Pendidikan karakter merupakan komponen esensial dalam sistem pendidikan nasional Indonesia yang bertujuan membentuk generasi muda berkarakter mulia sesuai nilai-nilai Pancasila. Namun, implementasinya dalam manajemen pendidikan menghadapi berbagai tantangan kompleks yang belum terpecahkan secara sistemik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama dalam manajemen pendidikan karakter di Indonesia serta merumuskan solusi strategis yang dapat diterapkan oleh pemangku kepentingan pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan analisis terhadap 35 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional dalam kurun waktu 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan empat tantangan utama, yaitu: (1) inkonsistensi implementasi antara kebijakan dan praktik di lapangan; (2) keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam pembelajaran; (3) lemahnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat; serta (4) minimnya evaluasi terukur terhadap capaian pendidikan karakter. Solusi yang dirumuskan meliputi penguatan pelatihan guru berbasis nilai karakter, pengembangan model evaluasi holistik, dan penguatan kemitraan tripusat pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam merancang program manajemen pendidikan karakter yang lebih efektif dan berkelanjutan.