cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
MOTIF EKONOMI DAN KEKERASAN: STUDI KASUS PEMBUNUHAN SOPIR TRUK Bayu Stiawan; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan yang bermotif ekonomi merupakan bentuk kejahatan yang mengancam masyarakat modern. Pembunuhan Okta Novan Dwi Setiawan, seorang sopir truk berusia 22 tahun, menjadi contoh nyata bagaimana sengketa utang dapat menyebabkan kekerasan ekstrem. Penelitian ini menganalisis motif ekonomi sebagai pemicu kekerasan melalui studi kasus pembunuhan yang terjadi pada bulan Februari 2024 di Purbalingga. Korban, asal Kendal, ditemukan mengambang di Sungai Serayu, perutnya terikat dengan tali yang diberi pemberat 20 kilogram beton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menganalisis kronologi kejadian, motif pelaku, dan proses hukum. Data diperoleh melalui analisis dokumen investigasi, pemberitaan media, dan rekonstruksi kasus oleh kepolisian. Hasil penyelidikan menunjukkan motif ekonomi, seperti terlilit hutang sebesar Rp 6,3 juta, menjadi pemicu utama terjadinya pembunuhan berencana yang melibatkan empat tersangka. Kasus ini mengungkap pola kekerasan terorganisasi, di mana pelaku utama melibatkan rekannya dalam pembunuhan sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegagalan mengelola konflik ekonomi secara damai dapat menyebabkan tindakan kriminal yang merusak ketertiban sosial. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan resolusi konflik, penguatan sistem hukum, dan pencegahan eskalasi kekerasan akibat masalah ekonomi di masyarakat. Lebih jauh lagi, perlu ada sinergi antara aparat penegak hukum, lembaga keuangan mikro, dan tokoh masyarakat dalam mengembangkan mekanisme penyelesaian utang yang adil dan tidak menimbulkan tekanan psikologis ekstrem. Masyarakat juga memerlukan akses terhadap pendidikan keuangan dasar agar mereka dapat mengelola keuangan pribadinya dengan lebih bijak dan memahami risiko praktik pinjam-meminjam yang tidak memiliki jaminan hukum yang kuat. Mencegah kekerasan bermotif ekonomi harus menjadi bagian dari kebijakan sosial yang menekankan keadilan, literasi keuangan, dan kepekaan terhadap dinamika sosial di tingkat akar rumput. 
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pokok Bahasan Menjelajah Sel Di SMAN 6 Bengkulu Selatan Annesa Putri; Irwandi Irwandi; Mega Sari Aprianiarti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas dan hasil belajar Biologi SMA masih belum memuaskan. Tujuan penelitian adalah untuk melihat secara empiris apakah terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Talking Stick terhadap aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi kelas XI di SMAN 6 Bengkulu Selatan. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen, dengan sampel kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah embar observasi aktivitas belajar dan tes hasil belajar kognitif berupa soal objektif. Data dianalisis menggunakan statistic uji t (independent t-test). Hasil penelitian diperoleh: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran talking stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui metode konvensional pada konsep system indra (2). Terdapat perbedaan aktivitas visual siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran talking stick dengan siswa yang dibelajarkan melalui metode konvensional pada konsep system indra manusia
pengaruh corporate governance, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan terhadap kompensasi eksekutif Tasya Ayu Azahra; Erika Astriani Aprilia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Corporate Governance, Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan terhadap Kompensasi Eksekutif pada sektor industrial goods and services yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini,Corporate Governance diukur menggunakan proksi Kepemilikan Institusional, Kinerja Keuangan menggunakan ROE, Nilai Perusahaan menggunakan PBV dan Kompensasi Eksekutif menggunakan Log Natural. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalah 58 dan yang menjadi sampel sebanyak 13 perusahaan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Corporate Governance, Kinerja Keuangan dan Nilai perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap Kompensasi Eksekutif. Corporate Governance berpengaruh terhadap Kompensasi Eksekutif, Kinerja Keuangan tidak berpengaruh terhadap Kompensasi Eksekutif serta Nilai Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Kompensasi Eksekutif
KEKUATAN VISUM PSIKIATRIKUM DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK Tika Julaika; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan yang sangat serius dan dapat menimbulkan dampak psikologis yang mendalam pada korban. Dalam proses peradilan pidana, visum psikiatrikum sering digunakan sebagai alat bukti untuk menggambarkan dampak psikologis yang dialami oleh korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan visum psikiatrikum dalam pembuktian perkara pidana kekerasan seksual terhadap anak serta faktor-faktor yang mempengaruhi validitas dan efektivitasnya sebagai alat bukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun visum psikiatrikum memiliki peran penting, visum ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan bukti lain. Faktor-faktor seperti kualitas pemeriksaan, pemahaman hakim, dan kondisi sosial budaya turut mempengaruhi efektivitas visum psikiatrikum dalam pembuktian. Oleh karena itu, disarankan agar prosedur pemeriksaan psikiatrikum lebih distandarisasi dan peningkatan pelatihan bagi hakim dalam memahami pentingnya visum psikiatrikum sebagai alat bukti.
NILAI-NILAI BUDAYA DALAM UPACARA UA PUA: TELAAH HISTORIS ATAS TRADISI MASYARAKAT BIMA Diana, Ros
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Hanta Ua Pua merupakan warisan budaya masyarakat Bima yang telah berkembang sejak abad ke-17, khususnya pada masa Kesultanan Bima. Tradisi ini dilaksanakan sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi media dakwah Islam, pelestarian adat, dan penguatan identitas kultural masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam upacara Hanta Ua Pua dan menelusuri dinamika transformasi nilai-nilai tersebut dari masa Kesultanan hingga era modern. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, terdiri dari lima langkah, yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hanta Ua Pua mengandung empat nilai utama, yaitu nilai religiIus mengacu pada pembacaan dzikir, penghormatan kepada ulama, dan simbol keislaman, nilai historis terkait pada proses Islamisasi Kesultanan Bima dan sumpah Oi Ule, nilai sosial-budaya melalui praktik gotong royong, musyawarah, dan pelestarian seni, serta nilai edukatif terdapat dalam pewarisan sejarah dan moral kepada generasi muda. Dalam perkembangan kontemporer, tradisi ini mengalami transformasi dari simbol kekuasaan menjadi ruang ekspresi budaya yang inklusif dan partisipatif. Oleh karena itu, Hanta Ua Pua tidak hanya bernilai seremonial, melainkan juga strategis dalam menjaga kesinambungan identitas masyarakat Bima dalam bingkai Islam yang kontekstual.
KEKUATAN PEMBUKTIAN AUTOPSI MEDIS: ANALISIS FORENSIK TERHADAP KASUS PIDANA PEMBUNUHAN Tota Roganda Siahaan; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum hasil autopsi medis sebagai alat bukti dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, khususnya pada kasus pembunuhan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas, keabsahan, dan kekuatannya di pengadilan. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan dukungan data empiris melalui studi kasus dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun autopsi medis memiliki dasar hukum yang jelas sebagai keterangan ahli, praktiknya masih dihadapkan pada tantangan teknis, etis, struktural, dan sosial budaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya normatif dan praktis untuk memperkuat peran autopsi medis agar dapat menjadi pilar pembuktian ilmiah yang mendukung tegaknya keadilan pidana.
PSIKOLOGI FORENSIK DALAM PENANGANAN TINDAKPIDANA KEKERASAN TERHADAP ANAK: KAJIAN HUKUM DAN PRAKTIK DI INDONESIA Vini Novilia; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan tindak pidana yang tidak hanya berdampak fisik tetapi juga psikologis. Dalam konteks peradilan pidana, psikologi forensik memegang peran penting dalam menggali keterangan korban anak, menilai dampak psikologis, dan memberikan keterangan ahli di persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran psikologi forensik dalam proses hukum kasus kekerasan terhadap anak, termasuk dasar hukum, bentuk intervensi psikologis, dan tantangan penerapannya di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis-normatif dan studi kasus. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun psikologi forensik telah digunakan dalam praktik, masih terdapat kekosongan hukum dan kurangnya standar kerja yang menghambat efektivitasnya.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI TERHADAP KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Nina Yoranita Septiani; Solehudin Solehudin; Weslei Daeli
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan mulut dan gigi atau oral hygiene diprioritaskan pada semua golongan usia, baik dari anak-anak sampai dewasa. Anak usia sokolah dasar biasanya belum mampu untuk merawat kebersihan gigi sehinga akan memicu nya berbagai penyakit pada gigisalah satu nya kebiasaan anak mengonsumsi makanan kariogenik karena memiliki rasa yang manis dan enak, harga yang murah, mudah didapatkan, dan dijual dalam berbagai bentuk serta warna makanan yang bervariasi sehingga disukai anak-anak, sehinggga memicu terjadi nya karies gigi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh makanan kariogenik terhadap karies gigi pada anak usia sekolah dasar. Metode : Desain dalam peneltian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cros sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 124 responden dan menggunakan sampel pada anak kelas II sampai dengan VI SDN 1 Kebandungan. Analisis penelitian ini menggunakan analisis chi-square. Hasil : Mayoritas siswa-siswi kelas II-VI mengkonsumsi makanan kariogenik dari perhitungan nilai mean 43,0 dengan frekuensi 3-6 kali/ minggu, mengalami kebiasaan buruk menggosok gigi dari perhitungan nilai mean 53,0 dengan jarang melakukan sikat gigi, dan mengalami karies gigi dari perhitungan nilai mean 53,0 mengalami kerusakan gigi permanen yang masih dapat ditambal. Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan hubungan konsumsi makanan kariogenik terhadap karies gigi dengan p-value (0,023) dan hubungan kebiasaan menggosok gigi terhadap karies dengan p-value (0,036) arinya H0 ditolak danHa (<0,05) diterima menandakan adanya hubungan mengkonsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi terhadap kaies gigi pada anak usia sekolah dasar.
Struktur Sosial dan Budaya Korupsi : Analisis Kriminologis terhadap Praktik Korupsi di Lembaga Pemerintahan Paska Richardo Situmorang; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi di lembaga pemerintahan merupakan fenomena yang kompleks, tidak hanya dipengaruhi oleh motif ekonomi tetapi juga oleh faktor sosial, budaya, dan kelembagaan. Studi ini mengkaji fenomena korupsi melalui pendekatan kriminologis dengan fokus pada dinamika sosial dan struktural di balik perilaku koruptif. Penelitian ini didasarkan pada berbagai temuan empiris dan studi kasus, termasuk penanganan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya dalam konteks penyalahgunaan dana desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif pelaku korupsi tidak selalu berakar pada kebutuhan ekonomi semata, melainkan juga pada dorongan memperoleh pengakuan sosial, tekanan dari lingkungan sekitar, serta budaya birokrasi yang permisif terhadap pelanggaran etika. Selain itu, lemahnya independensi lembaga pemerintahan dan adanya kultur “diam” di antara sesama birokrat semakin memperparah upaya pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih holistik dalam memahami dan menangani korupsi, yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek hukum dan hukuman, tetapi juga memperhatikan konteks sosial dan kultural yang melatarbelakanginya. Studi ini merekomendasikan perlunya reformasi kelembagaan secara menyeluruh, peningkatan transparansi, serta pembentukan budaya integritas di tubuh pemerintahan. Pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori-teori kriminologi, sosiologi, dan kebijakan publik menjadi sangat relevan untuk memahami dinamika korupsi secara lebih menyeluruh. Kajian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam merumuskan kebijakan anti-korupsi yang berbasis pada pemahaman konteks sosial, serta meningkatkan efektivitas pengawasan internal dan eksternal terhadap lembaga pemerintah. Dengan demikian, pemberantasan korupsi tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan transformatif.
PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, SANKSI PAJAK DAN PENGETAHUAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR Hanif Putranto; Alexander Raphael
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, sanksi pajak, dan pengetahuan wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Samsat Cibinong dengan populasi wajib pajak sebanyak 1.723.488 wajib pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden hasil dari menggunakan rumus Slovin. Data yang diolah menggunakan alat bantu program computer SPSS versi 25 dengan hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara parsial (uji t), variabel kesadaran wajib pajak berpengaruh positif signifikan, variabel pengetahuan wajib pajak berpengaruh positif signifikan, sedangkan sanksi pajak tidak berpengaruh signifikan, dengan kontribusi R2 45,2%. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak daerah melalui pendekatan edukatif dan kebijakan berbasis bukti