cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
Peningkatan Konsentrasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Bimbingan Belajar Interaktif dan Implementasi Metode PAKEM dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Nagari TanjuangBungo Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai Program KKN Mendukung SDGs 4 Najmi Najmi; Rahmadini Risqa Amanda; Erika Wulandari; Aisyah Kamal; Habib Al Hadi; Rahmad Andika Putra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pengembangan sumber daya manusia dan menjadi salah satu fokus utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) serta pendekatan bimbingan belajar interaktif dalam meningkatkan konsentrasi dan hasil belajar siswa sekolah dasar, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai fasilitator utama dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran inovatif ini mampu meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, serta memberikan dampak positif terhadap sikap siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, program ini turut memberikan kontribusi dalam penguatan kapasitas guru lokal melalui pelatihan dan pendampingan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi metode PAKEM dan bimbingan interaktif dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong terwujudnya pendidikan dasar yang berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan, sejalan dengan amanat SDGs 4.
PERAN DUKCAPIL SUMBAR DALAM MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN Suci Rahma Novitri; Tasya Nada Naurah; Wulandari Septian Ningsih; Zalita Zalita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap administrasi kependudukan serta dampaknya terhadap pengelolaan lingkungan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya ketertiban administrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan, distribusi bantuan sosial, perlindungan hukum, dan penyediaan data kependudukan bagi berbagai sektor, termasuk lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi edukasi Dukcapil, hambatan yang dihadapi, serta keterkaitan antara kepatuhan administrasi dan tata kelola lingkungan di tingkat masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara langsung dengan pihak Dukcapil dan kajian literatur terkait regulasi administrasi kependudukan, termasuk UU No. 23 Tahun 2006 dan UU No. 24 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dukcapil menerapkan strategi edukasi melalui media online dan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) secara langsung kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Kendala utama meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan, persepsi negatif terhadap pemerintah, serta kasus-kasus administrasi tidak sah seperti pernikahan siri. Pembahasan menunjukkan bahwa tertib administrasi berkontribusi pada pengelolaan lingkungan melalui penyediaan data akurat terkait jumlah penduduk, sebaran masyarakat, dan kategori sosial ekonomi yang diperlukan untuk perencanaan program lingkungan. Kesimpulannya, peningkatan kesadaran administrasi kependudukan dapat memperkuat tata kelola lingkungan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR DALAM MENJAWAB SOAL GEOMETRI DAN PENGUKURAN DENGAN METODE NEWMAN Sandy Despian Permana; Sevvi Khadijah; Yobel Tarigan; Gracia Cerilya Putri Manik; Abraem Prayenta Sinulingga; Desmalia Febrina Sinuhaji; Amalia Nazlah Hutabarat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menelaah kesalahan yang dilakukan siswa kelas 2 sekolah dasar dalam menyelesaikan soal-soal geometri dan pengukuran melalui penerapan metode Newman. Metode ini dipilih karena mampu menguraikan tahapan berpikir siswa secara sistematis, sehingga kesalahan yang muncul dapat diidentifikasi dengan lebih jelas. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa, di mana 15 siswa berhasil menjawab seluruh soal dengan benar, sementara 5 siswa lainnya masih melakukan kesalahan. Analisis Newman digunakan untuk mengklasifikasikan kesalahan yang terjadi ke dalam lima kategori, yaitu kesalahan membaca soal, kesalahan memahami soal, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, serta kesalahan dalam menuliskan jawaban akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering muncul terdapat pada tahap memahami soal dan keterampilan proses. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian siswa belum sepenuhnya mampu menafsirkan maksud soal dengan tepat serta masih mengalami hambatan dalam melaksanakan prosedur perhitungan secara sistematis. Temuan tersebut menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman konsep dasar sekaligus latihan prosedural yang berkesinambungan. Guru diharapkan dapat memperkuat pendekatan berbasis pemahaman konsep, memanfaatkan media konkret untuk membantu siswa memahami materi abstrak, serta menerapkan scaffolding atau pemberian dukungan bertahap dalam latihan soal geometri dan pengukuran. Dengan penerapan strategi tersebut, siswa diharapkan mampu mengurangi kesalahan sekaligus meningkatkan keterampilan berpikir matematis secara lebih mendalam
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SELAMA PROSES PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH MENENGAH Lira Awanda; Faizatun Nisa Al-Karimah; Selnistia Hidayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralihan menuju pembelajaran daring pada berbagai jenjang pendidikan meningkatkan urgensi peran strategis guru dalam menjaga motivasi belajar siswa. Artikel ini menganalisis bagaimana guru mengoptimalkan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran daring, yang menjadi tantangan besar dalam era pendidikan digital. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan guru, termasuk peningkatan komunikasi, penerapan metode pembelajaran interaktif, pemberian umpan balik tepat waktu, serta penciptaan lingkungan belajar virtual yang mendukung. Namun, penelitian juga menemukan sejumlah kendala seperti keterbatasan literasi digital, ketidakkonsistenan partisipasi siswa, akses internet yang tidak stabil, serta kurangnya dukungan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar sangat dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, pola komunikasi, dan kemampuan guru membangun keterlibatan siswa. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran adaptif, kompetensi pedagogis digital, serta kolaborasi berkelanjutan antara guru, siswa, dan orang tua untuk memastikan efektivitas pembelajaran daring
PENGARUH HARGA TIKET DAN FASILITAS TERHADAP MINAT WISATAWAN (STUDI KASUS: LENGKUNG LANGIT 2 BANDAR LAMPUNG) Arum Melati; Fauzan Azimah; Hendi Pramahersya; Meida Trisna Ningsih; Alief Rakhman Setyanto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga tiket dan fasilitas terhadap minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata Lengkung Langit 2 di Bandar Lampung. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 54 responden yang pernah mengunjungi lokasi tersebut. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan validitas, reliabilitas, dan pengujian hipotesis (t-test, F-test, dan koefisien determinasi) melalui Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga tiket memiliki pengaruh positif terhadap minat wisatawan, menunjukkan bahwa harga yang terjangkau dan wajar mendorong wisatawan untuk kembali mengunjungi destinasi tersebut. Sebaliknya, variabel fasilitas menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat wisatawan, menyarankan bahwa meskipun fasilitas seperti area parkir, ruang shalat, toilet, gazebo, area makan, dan taman bermain meningkatkan kenyamanan, mereka bukan faktor utama yang menentukan niat kunjungan. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut hanya berkontribusi sebesar 2,4% terhadap minat kunjungan wisatawan, menunjukkan bahwa faktor lain seperti promosi, aksesibilitas, dan keunikan atraksi memainkan peran yang lebih besar. Secara keseluruhan, mempertahankan harga yang terjangkau dan meningkatkan kualitas fasilitas tetap menjadi strategi penting untuk meningkatkan kepuasan dan minat pengunjung serta memperkuat potensi pariwisata Lengkung Langit 2.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA  DI SMA NEGERI 5 JAYAPURA Rahmaniar Zainuddin; Siti Rokhmah; M. Anang Firdaus
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi nilai-nilai toleransi antarumat beragama di SMA Negeri 5 Jayapura, Papua. Fokus penelitian mencakup dua hal: pelaksanaan toleransi di lingkungan sekolah dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Jayapura dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi nyata praktik toleransi beragama. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan pedagogis dan sosio-kultural. Sumber data terdiri dari 21 warga sekolah—1 guru Pendidikan Agama Islam, 1 guru Pendidikan Agama Kristen, 14 siswa muslim, dan 5 siswa non-muslim—serta 1 tokoh agama dari masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi toleransi sudah berjalan cukup baik. Sikap saling menghargai tampak dalam doa bersama sebelum pelajaran, kesempatan beribadah sesuai agama masing-masing, serta interaksi sehari-hari yang mencerminkan keterbukaan terhadap perbedaan. Lingkungan sekolah yang plural turut mendukung terciptanya suasana belajar yang harmonis dan inklusif. Faktor-faktor yang memengaruhi tumbuhnya toleransi meliputi faktor pendukung, seperti keberagaman siswa, peran aktif guru, dan kebijakan sekolah yang mendorong kerukunan. Namun, terdapat pula hambatan, seperti adanya stereotip dari sebagian siswa, pemahaman yang belum mendalam tentang toleransi, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan program sekolah terkait toleransi, seperti kegiatan kolaboratif lintas agama atau diskusi kebhinekaan. Guru juga disarankan mengikuti pelatihan mengenai pendidikan multikultural. Selain itu, kerja sama dengan orang tua dan masyarakat perlu ditingkatkan agar nilai toleransi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU DAN PENYURUH DALAM PENGUSIRAN RUMAH TANGGA: SUATU TINJAUAN YURIDIS Harry Yulianto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji dimensi hukum dari fenomena sosial yang kompleks dan sensitif: pengusiran suami dari rumah oleh istri, yang sering kali didorong oleh hasutan dari Pria Idaman Lain (PIL). Kajian normatif ini berupaya menegaskan bahwa tindakan pengusiran bukan hanya konflik rumah tangga, melainkan dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Penelitian ini juga menguraikan perbedaan pertanggungjawaban pidana antara istri sebagai pelaku (dader) dan PIL sebagai penyuruh (aanstichter). Melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, kajian ini menyimpulkan bahwa pengusiran paksa terhadap suami dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 335 KUHP (Perampasan Kemerdekaan), Pasal 351 KUHP (Penganiayaan Psikis), serta secara khusus sebagai bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) menurut Pasal 9 UU PKDRT. Sedangkan, istri dapat dimintai pertanggungjawaban sebagai pelaku, PIL dapat dijerat berdasarkan doktrin penyertaan (deelneming) dalam Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. Kunci pertanggungjawaban PIL terletak pada pembuktian unsur “sengaja membujuk”, yang dapat berupa hasutan tidak langsung atau manipulasi psikologis. Artikel ini menyimpulkan bahwa kerangka hukum pidana Indonesia telah memadai untuk menjangkau kedua pihak, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kapasitas pembuktian, terutama bukti digital, untuk menghubungkan hasutan dengan tindakan nyata. Implikasinya, aparat penegak hukum perlu mengembangkan protokol yang lebih peka untuk mengungkap peran provokator eksternal dalam kasus KDRT
ANALISIS DINAMIKA KEBIJAKAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA DALAM MENDUKUNG STABILITAS PEREKONOMIAN NASIONAL Andini Dela Padilah; Waliyan Evriyando; Anas Malik
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kebijakan ekspor dan impor Indonesia dalam mendukung stabilitas perekonomian nasional yang menjadi perhatian penting di tengah perubahan struktural perdagangan internasional. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan data primer dan sekunder dari Badan Pusat Statistik, dokumen kebijakan, serta wawancara mendalam, dianalisis melalui teknik reduksi data, pengodean, kategorisasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya penguatan ekspor yang progresif dengan dominasi produk bernilai tambah, serta ketergantungan impor sebagai prasyarat produktivitas industri hilir yang berorientasi ekspor. Surplus neraca perdagangan konsisten pada kisaran USD 2-4 miliar per bulan selama 66 bulan, menunjukkan stabilitas makroekonomi yang terjaga meski terjadi ketergantungan impor. Penelitian mengonfirmasi bahwa kebijakan perdagangan berfungsi sebagai instrumen stabilisasi ekonomi melalui rantai impor-produksi-ekspor dan berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional. Kesimpulannya, stabilitas ekonomi tidak tergantung pada kemandirian penuh input produksi, melainkan pada pengelolaan impor yang efisien dalam mendukung ekspor bernilai tambah, dengan implikasi praktis rekomendasi diversifikasi mitra dagang dan percepatan substitusi impor berbasis inovasi teknologi
KAJIAN KUALITATIF TENTANG TANTANGAN ETIKA DIGITAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN ‘Ainun Nisa; Fatkhurezky Nurfadlilah; Fahmi Fahrezi; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi sekaligus menghadirkan tantangan etika di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji berbagai isu etika digital, seperti integritas akademik, keamanan data, perilaku sosial di ruang digital, serta peran guru dan orang tua dalam membentuk sikap etis peserta didik. Melalui metode studi kepustakaan terhadap sumber ilmiah sepuluh tahun terakhir, penelitian menemukan bahwa rendahnya literasi digital, kurangnya pemahaman tentang privasi dan keamanan data, serta maraknya plagiarisme, cyberbullying, dan penyebaran hoaks menjadi faktor utama yang memengaruhi etika digital siswa. Ketimpangan kompetensi digital guru dan minimnya integrasi pendidikan karakter turut memperumit kondisi tersebut. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua diperlukan untuk membangun budaya digital yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN: TINJAUAN LITERATUR Feby fransiska Siregar; Siti Apriyanti Majid; Roseska Natalia Marito Simanjuntak; Riandita Kd. Pasaribu
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di sekolah menghadapi tantangan keragaman kemampuan siswa. Tidak semua siswa mampu mengikuti ritme belajar yang sama, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa. Dua strategi yang penting adalah remedial dan pengayaan. Remedial membantu siswa yang belum menguasai materi agar dapat mencapai kompetensi dasar, sedangkan pengayaan memberikan kesempatan bagi siswa yang sudah tuntas untuk memperdalam atau memperluas pengetahuan dan keterampilan. Artikel ini melakukan kajian literatur terhadap berbagai buku, jurnal, dan artikel terkait pembelajaran remedial dan pengayaan. Kajian ini menelaah definisi, tujuan, prinsip, model implementasi, efektivitas, serta kendala pelaksanaan remedial dan pengayaan di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua strategi ini efektif jika dirancang dan dilaksanakan secara terstruktur, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Namun, keberhasilan program ini masih terbatas oleh waktu, sumber daya, dan motivasi siswa. Implikasi bagi guru dan sekolah adalah perlunya perencanaan yang matang, penggunaan metode pembelajaran yang adaptif, serta evaluasi yang teratur untuk memaksimalkan hasil belajar siswa