cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,410 Documents
Analisis Permasalahan dan Solusi Strategis Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih Annisa Handayani; Fidia Wati; Salma Diani; Tia Handani; Nasrullah Hidayat; Khairani Alawiyah Matondang
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan potensi lokal berbasis prinsip gotong royong, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, dalam proses pengembangannya, KDMP masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat efektivitas dan keberlanjutan koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih serta merumuskan solusi strategis yang dapat diterapkan guna mendukung keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui metode studi kepustakaan (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, artikel akademik, dokumen kebijakan pemerintah, serta berbagai referensi yang relevan mengenai koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi KDMP meliputi lemahnya tata kelola dan transparansi koperasi, tingginya ketergantungan terhadap dukungan pemerintah, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan solusi strategis berupa penguatan tata kelola dan transparansi kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, penerapan digitalisasi pengelolaan dan layanan koperasi, serta penguatan kemandirian usaha melalui kemitraan strategis berbasis potensi lokal. Dengan penerapan strategi tersebut secara berkelanjutan, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu berkembang menjadi koperasi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan ekonomi desa.
Application of K-Means Clustering on Retail Data for Customer Monetary-Frequency Segmentation Rifqi Rahmatullah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing competition in the retail industry requires companies to understand customer behavior more deeply to optimize marketing strategies. Customer segmentation is an essential approach to identify consumer characteristics and design more targeted strategies. This study aims to apply the K-Means Clustering data mining algorithm to segment customers in retail sales data using the Superstore Dataset. The methodology involves preprocessing 9,800 transaction records into 793 unique customer records by extracting Monetary and Frequency attributes. The Elbow Method was then applied to determine the optimal number of clusters. The results indicate that the optimal number of clusters is K=4. The K-Means algorithm successfully classified customers into four segments, namely superstar customers, loyal customers, potential customers, and at-risk customers. These findings provide data-driven insights that can be utilized by companies to design more effective marketing strategies, enhance customer loyalty, and maximize profitability.
Implementasi Manajemen Pendidikan dan Pelatihan dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD Elya Siska Anggraini; Eva Tresia Simamora; Glorya Verintina Sari Purba; Imel Betsaida Lingga; Sefrin Hewi Buulolo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan tahap penting dalam perkembangan anak yang memerlukan pendidik profesional dan kompeten. Salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru pendidikan anak usia dini adalah melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dikelola secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen diklat dalam meningkatkan kompetensi guru pendidikan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen diklat yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dapat meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Selain itu, dukungan manajemen lembaga dan pelatihan yang berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, implementasi manajemen diklat yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Perbandingan Kebijakan dan Sistem Pendidikan di Indonesia Dengan India Fetia Harsa; Maria Ulfa; Laysa Fazrina; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman mengenai perbedaan kebijakan dan sistem pendidikan antarnegara sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan kebijakan serta sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia dan India, meliputi aspek kurikulum, pemerataan akses pendidikan, kualitas pendidik, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan India memiliki kesamaan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Perbedaannya terletak pada fokus kebijakan yang diterapkan, di mana Indonesia lebih menekankan pendidikan karakter melalui Kurikulum Merdeka, sedangkan India lebih berorientasi pada penguatan sains, teknologi, dan keterampilan kerja melalui National Education Policy (NEP) 2020. Meskipun demikian, kedua negara masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan akses pendidikan, kualitas guru, dan pemerataan infrastruktur pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas sistem pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Integrasi Fungsi Manajemen POAC dan Sistem Kotak Saran Partisipatif dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Sekolah di SDN 101768 Tembung Michael Yudha Pratama; Aman Simaremare; Agustina Mandala Putri Br Sinulingga; Nurmala Dalimunthe; Saffana Mufida Nasution; Shyfa Ezra Azzahra Harahap
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen sekolah yang efektif merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan mutu pendidikan dasar yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) di SDN 101768 Tembung dan mengkaji relevansi integrasi sistem kotak saran partisipatif sebagai mekanisme umpan balik yang menguatkan setiap fungsi manajemen tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif pasif dan wawancara mendalam terhadap guru kelas V-B. Data dianalisis secara tematik dengan menghubungkan temuan lapangan pada kerangka teori POAC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen telah diterapkan dengan cukup baik, meskipun masih memerlukan penyempurnaan terutama pada aspek fleksibilitas perencanaan dan mekanisme evaluasi yang sistematis. Sistem kotak saran partisipatif diidentifikasi sebagai instrumen potensial yang dapat memperkuat alur komunikasi antara warga sekolah dengan pengelola dalam setiap tahapan POAC. Integrasi ini diprediksi mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan riil peserta didik. Implikasi penelitian ini mendorong satuan pendidikan untuk mengembangkan kanal partisipasi yang terstruktur sebagai bagian integral dari sistem manajemen sekolah berbasis komunitas.
Implementasi Kode Etik Guru dalam Pembentukaan Karakter Peserta Didik di SD Tegal Sari Tasya Marbun; Asti Adelin Sihombing; Rani Mustika Pondang Saragih; Sovy Hayrany Daulay; Benny Adiman Habeahan; Michael Yudha Pratama; Aman Simaremare
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kode etik guru dalam membentuk karakter peserta didik di SD Tegal Sari melalui metode studi literatur. Kode etik guru merupakan pedoman moral dan profesional yang menjadi landasan perilaku guru dalam menjalankan tugas pendidikan. Penelitian ini menganalisis 20 referensi terpilih yang terdiri dari 10 jurnal nasional Indonesia dan 10 buku berbahasa Indonesia untuk mengidentifikasi peran kode etik guru dalam pembentukan karakter peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kode etik guru memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Guru yang menerapkan kode etik dengan konsisten mampu menjadi teladan bagi siswa dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, jujur, tanggung jawab, sopan santun, dan saling menghargai. Faktor pendukung implementasi kode etik meliputi komitmen guru, dukungan sekolah, dan kerja sama orang tua, sedangkan faktor penghambatnya meliputi pengaruh negatif media sosial, perbedaan karakter siswa, dan kurangnya perhatian orang tua. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pembinaan etika profesi guru secara berkelanjutan sebagai upaya sistematis dalam membentuk karakter peserta didik yang berkualitas
Analisis Kesantunan Berbahasa Sebagai Cerminan Budaya Komunikasi Sopir Angkot 103 Di Kota Medan Dinda Safira Devianda; Dinda Ujung; Martina Sihotang; Noni Aulia Pratiwi; Sri Malem Teta Tarigan; Theresia Anggi Natama; Yuliana Kristina Sinurat; Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan oleh sopir angkot 103 di Kota Medan sebagai cerminan budaya komunikasi masyarakat setempat, serta mengetahui dampak penggunaan bahasa sopan dan tidak sopan terhadap kenyamanan penumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di lapangan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa sopir angkot 103 berada pada tingkat yang bervariasi. Sebagian sopir menggunakan bahasa yang santun dan ramah, sementara sebagian lainnya cenderung menggunakan tuturan yang tegas dan bernada tinggi, khususnya dalam situasi tertentu seperti kemacetan atau tekanan pekerjaan. Cara berbahasa para sopir mencerminkan budaya komunikasi masyarakat Kota Medan yang bercirikan lugas, spontan, komunikatif, dan mudah akrab, dengan penggunaan dialek Melayu Medan yang bercampur unsur bahasa Batak serta istilah-istilah lokal. Nada bicara tinggi dalam konteks budaya Medan tidak selalu bermakna kasar, meskipun dapat menimbulkan persepsi berbeda bagi penumpang dari luar daerah. Selain itu, ditemukan bahwa penggunaan bahasa yang sopan berdampak positif terhadap kenyamanan penumpang, sementara penggunaan bahasa yang tidak sopan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan emosional hingga konflik. Penelitian ini menegaskan bahwa kesantunan berbahasa merupakan faktor penting dalam membangun pelayanan transportasi umum yang harmonis dan berkualitas.
Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Generasi Milenial Nur Hidayati; Titin Sumarni
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada generasi milenial di era digital saat ini. Perkembangan teknologi dan internet membuat cara belajar peserta didik mengalami banyak perubahan. Generasi milenial lebih menyukai pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menggunakan teknologi dibandingkan pembelajaran yang hanya berpusat pada guru. Karena itu, guru perlu menggunakan metode pembelajaran yang lebih kreatif agar siswa lebih semangat dan mudah memahami materi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik generasi milenial dalam proses pembelajaran, mengetahui metode pembelajaran PAI yang cocok digunakan, serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap proses pembelajaran dan kajian dari berbagai sumber yang berkaitan dengan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial lebih tertarik pada pembelajaran yang menggunakan media digital seperti video pembelajaran, presentasi interaktif, media sosial, dan diskusi kelompok. Penggunaan metode pembelajaran yang kreatif dapat membantu meningkatkan minat belajar, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi di sekolah dan kurangnya kemampuan guru dalam memanfaatkan media digital. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama Islam perlu terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar pembelajaran tetap menarik dan mudah dipahami peserta didik tanpa menghilangkan nilai-nilai Islam
Dampak Narasi Cinta Tanah Air Berbasis Narsisme Kolektif terhadap Sikap Kritis Masyarakat Rosavira Donel; Tatiya Azzahra; Derish Widary Abqori; Eka Azizah Nuridha; Fardhan Billizary Arsyada; Fazry Dwi Ardiyansyah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patriotisme umumnya dipandang sebagai nilai positif yang memperkuat persatuan nasional dan kohesi sosial. Namun, dalam konteks politik kontemporer, narasi patriotisme dapat bertransformasi menjadi instrumen narsisme kolektif, yaitu ketika kebanggaan nasional dibesar-besarkan dan digunakan untuk memperoleh legitimasi politik sekaligus menghambat kritik publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak narasi cinta tanah air berbasis narsisme kolektif terhadap sikap kritis masyarakat di Indonesia pada tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Data primer berupa pidato resmi Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Umum PBB ke-80 tahun 2025, sedangkan data pendukung diperoleh dari laporan kebijakan, dokumentasi gerakan “Indonesia Gelap,”serta catatan berbagai aksi protes publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi “Cinta Tanah Air” dikonstruksi secara strategis melalui penggunaan retorika ethos, pathos, dan logos untuk mendefinisikan ulang loyalitas sebagai kewajiban moral serta mengasosiasikan kritik dengan ketidaksetiaan terhadap negara. Pada tingkat diskursus, narasi tersebut diperkuat melalui komunikasi politik digital dan praktik pengendalian informasi, sementara pada tingkat sosial beririsan dengan proses militerisasi, stigmatisasi politik, dan marginalisasi suara-suara kritis. Proses tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya hipersensitivitas terhadap kritik, menurunnya kapasitas berpikir kritis masyarakat, menguatnya polarisasi sosial, serta munculnya fenomena “polisi moral” di kalangan warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi cinta tanah air berbasis narsisme kolektif tidak hanya berfungsi sebagai simbol persatuan nasional, tetapi juga sebagai instrumen politik yang berpotensi melemahkan deliberasi demokratis, membatasi kewargaan kritis, dan memperkuat kekuasaan elite.
Godok Obuih Sebagai Warisan Kuliner Tradisional Masyarakat Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung Alifatul Zahra; Jannatul Rahni; Darrel Setiawan; Bima Rahmat Muharam; Muhammad Yazid Fuad; Retnaningtyas Susanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi Godok Obuih sebagai salah satu warisan kuliner tradisional masyarakat Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga dan melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat di tengah arus modernisasi dan pengaruh budaya global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi, makna, nilai budaya, serta proses pelaksanaan tradisi Godok Obuih dalam kehidupan sosial masyarakat Nagari Lalan, khususnya pada upacara adat pernikahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Data diperoleh melalui observasi, wawancara informal dengan masyarakat dan niniak mamak, keterlibatan langsung dalam proses pembuatan Godok Obuih, serta dokumentasi kegiatan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembahasan Godok Obuih yang tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai simbol budaya, media mempererat hubungan sosial, dan sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Godok Obuih memiliki peranan penting dalam prosesi malam bainai pada adat pernikahan masyarakat Nagari Lalan. Tradisi ini dilakukan secara gotong royong oleh keluarga dan masyarakat sekitar sehingga mencerminkan nilai kebersamaan, kerja sama, penghormatan terhadap adat, dan solidaritas sosial. Selain itu, Godok Obuih tidak diperjualbelikan secara umum dan hanya dibuat pada acara adat tertentu, sehingga memperkuat nilai sakral sekaligus identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam mempertahankan tradisi Godok Obuih, seperti berkurangnya keterlibatan generasi muda serta pengaruh modernisasi. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pelestarian melalui dokumentasi budaya, pendidikan budaya lokal, dan peningkatan partisipasi generasi muda agar tradisi ini tetap lestari. Dengan demikian, Godok Obuih dapat dipahami sebagai warisan budaya takbenda yang memiliki nilai budaya, sosial, dan identitas penting bagi masyarakat Nagari Lalan.