cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,410 Documents
Perlindungan Data Nasabah dalam System Anti-Fraud Perbankan Berasis Artificial Intelligence Sahara Fatril Futur; Syhlina Rizka Febrianty; Tyara Koes Marchellita Assalami; Shaina Nur Tifara; Ikhsan Mahendra; Baidhowi Baidhowi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan kecerdasan buatan (AI) di sektor perbankan mendorong adopsi sistem anti-penipuan berbasis pembelajaran mesin untuk mendeteksi transaksi mencurigakan secara otomatis. Meskipun meningkatkan keamanan finansial, hal ini menimbulkan tantangan hukum dalam perlindungan data pribadi, khususnya minimalisasi data berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Indonesia. Sifat AI yang intensif data bertentangan dengan batasan pemrosesan data, dan positif palsu dapat menyebabkan kerugian pelanggan, sehingga memunculkan pertanyaan tentang tanggung jawab hukum. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan hukum dan konseptual, dengan mengacu pada undang-undang perlindungan data dan perbankan yang relevan serta literatur hukum. Temuan menunjukkan bahwa anti-penipuan berbasis AI dapat dibenarkan berdasarkan keamanan dan kepentingan yang sah, tetapi masih terdapat kesenjangan dalam batasan pemrosesan data besar. Bank memikul tanggung jawab hukum atas bias algoritmik dan kesalahan pengambilan keputusan otomatis, sehingga memerlukan regulasi yang lebih kuat dan tata kelola AI yang akuntabel di sektor perbankan.
Polarisasi Sosial dalam Pemilu dan Penyebaran Disinformasi di Media Sosial: Studi Kasus Masyarakat Kota Medan Kaisyah Adellia Riadi; Keiza Azzahra Salsabila; Ira Nurhidayah; Jihan Rafeyfa Syafitri; Nailah Salwa Harahap
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai fenomena polarisasi sosial dalam pemilu dan penyebaran disinformasi di media sosial pada masyarakat di Kota Medan. Perkembangan media sosial yang telah menjadi sarana komunikasi politik mampu memudahkan penyebaran informasi, akan tetapi hal ini juga memunculkan banyak bentuk disinformasi yang mampu memengaruhi pandangan politik masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui hubungan dari penyebaran disinformasi di media sosial dengan kemunculan polarisasi sosial di tengah masyarakat Kota Medan selama pelaksanaan pemilu. Penelitian ini dilakukan melalui studi literature, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa hadirnya media sosial berperan besar dalam penguatan perbedaan pandangan politik, meningkatkan penyebaran hoax, dan memicu konflik serta perpecahan sosial di masyarakat. Polarisasi sosial terjadi karena masyarakat menerima informasi yang sesuai dengan pandangan politik tanpa memeriksa faktanya terlebih dahulu. Rendahnya literasi digital juga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran disinformasi. Penmelitian ini menarik kesimpulan bahwa penyebaran disinformasi sangat beroengaruh terhadap meningkatnya polarisasi sosial pada pemilu di Kota Medan. Maka dari itu peningkatan literasi digital, pengawasan dalam penyebaran informasi di media, serta edukasi politik kepada masyarakat sangat diperlukan guna meminimalisir dalmpak negative polarisasi social
Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Terhadap Kompetensi Berbahasa Indonesia Pada Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan Febiyola Dasuha; Theresia Asmiranda; Windiarni Eveline Bate’e; M. Surip
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahasa gaul terhadap kompetensi berbahasa Indonesia pada mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik angket kepada 11 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul cukup tinggi dalam komunikasi sehari-hari, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi berbahasa Indonesia karena mahasiswa masih mampu membedakan penggunaan bahasa formal dan nonformal dalam situasi akademik.
Analisis Penggunaan Sepuluh Jenis Kata Bahasa Jerman: Telaah Linguistik dalam Cerpen ,,Es War Einmal” Dinda Fitriani; Pradilla Utari; Nurhafiza Yusro; Grace Irene Simanjuntak
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sepuluh jenis kata (Wortarten) dalam bahasa Jerman pada cerpen ,,Es war einmal” yang terdapat dalam buku Eine kurze Weltgeschichte für junge Leser. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman kelas kata dalam kajian linguistik sebagai dasar untuk memahami struktur dan fungsi bahasa Jerman dalam teks sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik dokumentasi dengan cara membaca, mencatat, serta mengklasifikasikan data berupa kata-kata yang termasuk ke dalam sepuluh jenis kata, yaitu nomina, verba, adjektiva, pronomina, artikel, numeralia, adverbia, preposisi, konjungsi, dan interjeksi. Penelitian ini menggunakan teori Wortarten menurut Gerhard Helbig dan Joachim Buscha (2001) sebagai landasan dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kata bahasa Jerman. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba, nomina, dan artikel merupakan jenis kata yang paling dominan digunakan dalam cerpen karena berperan penting dalam membangun struktur kalimat dan alur cerita. Selain itu, penggunaan jenis kata lainnya juga berfungsi dalam memperjelas hubungan antarkalimat, memperkuat makna, serta mendukung ekspresi dalam teks. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesepuluh jenis kata memiliki fungsi linguistik yang saling berkaitan dalam membentuk struktur bahasa pada cerpen ,,Es war einmal”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomina merupakan jenis kata yang paling dominan digunakan dengan persentase sebesar 17,8%, diikuti oleh verba sebesar 14,8%, artikel sebesar 12,4%, pronomina sebesar 11,4%, preposisi sebesar 10%, adverbia sebesar 9,6%, adjektiva sebesar 9,4%, konjungsi sebesar 6%, numeralia sebesar 5,6%, dan interjeksi sebesar 3%.
Analisis Yuridis Penyalahgunaan Kewenangan Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (Studi Putusan Nomor: 16/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Kpg) Muhammad Rizky Mahardika; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan keuangan desa merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dana Desa dan Alokasi Dana Desa seharusnya digunakan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tertib administrasi. Namun, besarnya kewenangan kepala desa dalam pengelolaan anggaran dapat membuka ruang terjadinya penyimpangan apabila tidak disertai dengan sistem pengawasan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa serta mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi berdasarkan Putusan Nomor: 16/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Kpg. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan terhadap fakta hukum dalam putusan, ketentuan mengenai pengelolaan keuangan desa, serta peraturan perundang-undangan terkait pemberantasan tindak pidana korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa selaku Kepala Desa Matei telah memanfaatkan kedudukannya dalam pengelolaan keuangan desa untuk menggunakan sebagian anggaran desa secara tidak semestinya. Penyimpangan dilakukan dalam pengelolaan anggaran tahun 2021 dan 2022. Dana yang berada dalam penguasaan bendahara desa diminta oleh terdakwa dan sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa didukung dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang sah. Selain itu, dalam persidangan terungkap adanya pembelanjaan yang dilakukan sendiri oleh terdakwa, penggunaan kuitansi atau nota fiktif, penggelembungan harga, serta penunjukan penyedia barang dan jasa yang tidak sesuai dengan mekanisme pengadaan yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya pengendalian internal, tidak tertibnya administrasi keuangan desa, dan dominasi kepala desa dalam proses pengelolaan anggaran dapat meningkatkan risiko terjadinya tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa perlu diperkuat melalui verifikasi dokumen secara berlapis, pembatasan kewenangan operasional, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran desa
Telaah Kurangnya Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka dan Implikasinya terhadap Motivasi Belajar Siswa SD Santa Margaretha Sitanggang; Erizca Amanda Saragih; Sella Enzelika Br. Ginting; Dea Larasati Lubis; Revalina Angelila Sianipar; Edizal Hatmi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kurangnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka serta implikasinya terhadap motivasi belajar siswa Sekolah Dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 101774 Sampali dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi non-partisipan dan wawancara mendalam kepada wali kelas IV, Desty Pratama Azari, S.Pd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi, penerapannya masih sangat terbatas akibat beban administrasi, keterbatasan waktu, dan tuntutan target kurikulum yang seragam. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya motivasi belajar siswa, tercermin dari perilaku pasif seperti melamun dan coret-coret buku, hingga perilaku aktif seperti mengobrol dan mengganggu teman. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menegaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan motivasi belajar secara signifikan ketika diterapkan secara konsisten dan terencana.
Perkawinan yang Dijodohkan vs. Perkawinan karena Cinta: Dilema Pasangan Suami-Istri di Indonesia Modern Frans Dwiansyah; Laudya Cynthia Fung; Kendy Tri Wijaya Sihombing; William Chawi Sembiring; Nuah Zeffanya Sembiring; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan antara dua metode pemilihan pasangan yang paling umum di Indonesia, yaitu arranged marriage (perjodohan) dan love marriage (menikah atas dasar pilihan sendiri). Fokus utama penelitian ini adalah untuk melihat mana di antara keduanya yang memiliki ketahanan lebih kuat dan apa saja faktor yang membuat sebuah pernikahan bisa bertahan lama di tengah perubahan zaman. Masalah ini menjadi penting karena data dari Mahkamah Agung tahun 2025 menunjukkan adanya kenaikan angka perceraian sebesar 12% dari tahun sebelumnya, di mana sebagian besar kasus terjadi pada usia pernikahan di bawah lima tahun. Berdasarkan data temuan, penelitian ini mengungkapkan hasil yang cukup mengejutkan bagi banyak orang: pasangan yang melalui proses perjodohan ternyata memiliki tingkat perceraian yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 29%, jika dibandingkan dengan pasangan love marriage yang mencapai 71%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor kunci, seperti adanya dukungan penuh dari keluarga besar yang berperan sebagai mediator saat terjadi konflik dan adanya kesamaan nilai-nilai latar belakang antara kedua pihak. Selain itu, pasangan perjodohan cenderung memiliki ekspektasi yang lebih realistis sejak awal sehingga mereka tidak mudah kecewa jika menghadapi masalah rumah tangga. Namun, keberhasilan perjodohan ini sangat bergantung pada proses pilihannya; model yang paling ideal adalah “Demokratis Penuh”, di mana orang tua hanya memfasilitasi dan keputusan akhir tetap berada di tangan anak. Di sisi lain, bagi pasangan love marriage, kunci ketahanannya terletak pada kualitas komunikasi, rasa saling memiliki, dan keterbukaan agar rasa cinta tidak menurun seiring berjalannya waktu. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan persiapan mental yang matang sebelum menikah jauh lebih menentukan masa depan pernikahan daripada sekadar cara bagaimana pasangan tersebut bertemu.
Peran Komunikasi dalam Mempererat Hubungan Antar Golongan Alya Saphira Zufa; Liberke Sinulingga; Mutiara Azzahra; Putri Khairina; Zoya Nova Amelia; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi sangat penting untuk menghubungkan berbagai kelompok dalam masyarakat yang berbeda-beda. Ketika ada perbedaan dalam budaya, agama, etnis, dan status sosial, hal ini bisa menjadi sumber konflik jika tidak diatasi dengan komunikasi yang baik. Penelitian ini ingin melihat bagaimana komunikasi dapat membantu menciptakan keharmonisan dan menguatkan hubungan antar kelompok. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mempelajari berbagai sumber penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, menerima, dan menghargai toleransi bisa mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan penghargaan antar satu sama lain. Selain itu, komunikasi juga dapat membantu menyelesaikan konflik dan membangun solidaritas dalam masyarakat. Maka dari itu, memperkuat komunikasi yang baik sangat penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang beraneka ragam.
Streotip Sosial Sebagai Hambatan Dalam Hubungan Antar Golongan Janera Maharani; Wanda Habibah Al-Zahwa; Billy Dwy Nugraha Haryono; Ester Melvin Yansria Mendova; Ilham F Kurniawan; Mhd Habiburrahman; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran stereotip sosial sebagai hambatan dalam hubungan antar golongan. Hubungan antar golongan penting bagi keharmonisan sosial, namun sering terganggu oleh prasangka dan diskriminasi. Stereotip menyederhanakan penilaian terhadap kelompok lain dan dapat berkembang menjadi sikap negatif serta perilaku diskriminatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan stereotip terbentuk dari pengalaman terbatas, lingkungan, dan media, serta diperkuat oleh pembagian in-group dan out-group. Dampaknya adalah jarak sosial dan rendahnya kepercayaan. Upaya pengurangan stereotip diperlukan melalui interaksi inklusif dan pendidikan multikultural.
Pengaruh Upward Social Comparison di Instagram terhadap Tekanan Pencapaian pada Mahasiswa Edgina Aisha Fawnia; Hilma Aulia; Samirana Putri Hauri; Tara Tabinda Galih; Khansa Najla Nadhifah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid technological advancements have influenced numerous dimensions of human existence. One of these is the rise of social media. Social media is used to share daily activities, and many individuals frequently experience to showcase their personal achievements. This often turns social media into a platform for showing off accomplishments. Consequently, it frequently leads to unrealistic expectations among students regarding their own performance. These unrealistic expectations often result in performance pressure for students.