cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,410 Documents
Dari Medan Perang ke Media Sosial: Peran Generasi Muda dalam Bela Negara di Era Digital Bayu Priandhoko; Nur Farhan Yafi Setiadi; Sulthon Aqil; Esqyan Rahman Wahid; Haidar Pramudito; Dinda Ayesha Mahira
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bela negara tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik dan militer, tetapi juga mencakup tanggung jawab warga negara dalam menjaga persatuan bangsa di ruang digital. Artikel ini membahas peran generasi muda dalam menghadapi hoaks, ujaran kebencian, radikalisme daring, dan disinformasi di media sosial sebagai bentuk ancaman nonmiliter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur melalui telaah jurnal, regulasi, laporan resmi, dan sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai pengguna aktif media sosial yang dapat memperkuat ketahanan nasional melalui literasi digital, sikap kritis, penyebaran informasi yang bertanggung jawab, dan penguatan nilai kebangsaan. Dengan demikian, bela negara di era digital perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana sehari-hari, terutama dengan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya serta menjadikan media sosial sebagai ruang positif untuk memperkuat persatuan.
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar Annisa Syukriyah Jabrani; Titi Nofita; Nur Aeni; Nurul Fadilah; Mansur Mansur
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah pembelajaran yang dirancang untuk mengajarkan prinsip-prinsip Islam baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Melalui penanaman nilai-nilai moral, etika, dan spiritual, PAI memainkan peran penting dalam membentuk karakter keagamaan siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik yang mendukung dan menghambat pengaruh pembelajaran PAI terhadap karakter keagamaan siswa. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari buku-buku referensi, publikasi ilmiah, dan penelitian-penelitian sebelumnya. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Menurut penelitian tersebut, pendidikan agama Islam (PAI) dapat menumbuhkan ketaatan kepada Allah, rasa syukur, ketulusan, kesabaran, kepercayaan kepada Allah, kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Lingkungan sosial, dukungan keluarga, rutinitas sekolah, dan teladan guru semuanya berperan dalam pembentukan karakter keagamaan yang efektif. Oleh karena itu, PAI merupakan titik awal yang esensial dalam membesarkan generasi yang taat, berakhlak mulia, dan saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental Peserta Didik di Era Digital Bisti Amelia; Bella Syahputri; Intan Nurjannah Pulungan; Asbi Asbi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menghadapi tantangan kesehatan mental peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 40 guru BK tingkat SMP dan SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert berdasarkan indikator literasi digital, penanganan kesehatan mental peserta didik, konseling berbasis online, pencegahan cyberbullying, penggunaan media BK digital, dan komunikasi interpersonal. Teknik analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi guru BK berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Aspek penanganan kesehatan mental peserta didik memperoleh persentase tertinggi sebesar 92%, diikuti pencegahan cyberbullying sebesar 90% dan literasi digital sebesar 89%. Selain itu, guru BK juga menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya pelatihan kesehatan mental sebesar 88%, kesulitan memantau kondisi psikologis siswa secara daring sebesar 84%, dan keterbatasan penguasaan teknologi sebesar 80%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru BK membutuhkan penguatan kompetensi kesehatan mental dan teknologi digital agar layanan konseling dapat berjalan secara efektif di era digital.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Nilai Islam melalui E-Modul,E-Book, dan Komik Digital dalam Pembelajaran PAI Nehna Puteri Firdaus; Norlaila Norlaila; Ani Cahyadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, prinsip, serta implementasi pengembangan bahan ajar digital dan e-modul dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahan ajar digital memiliki karakteristik fleksibel, interaktif, dan berbasis multimedia yang mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman peserta didik. Pengembangan bahan ajar digital perlu memperhatikan prinsip kejelasan tujuan, relevansi materi, desain yang menarik, interaktivitas, serta evaluasi berkelanjutan. Dalam konteks PAI, bahan ajar digital tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Implementasi melalui e-modul, e-book, dan komik digital berbasis nilai Islam terbukti mampu mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, serta berkontribusi dalam pembentukan karakter peserta didik di era digital.
Prosesi  Mapui dalam Agama Kaharingan Masyarakat Adat Dayak Ngaju Di Tumbang Hakau Kalimantan Tengah Dersa Yeni; Jupriani Jupriani; Syeilendra Syeilendra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas prosesi pemakaman Mapui dalam agama Kaharingan pada masyarakat adat Dayak Ngaju di Tumbang Hakau, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi budaya. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi ilmiah, dan analisis berbagai penelitian mengenai ritual kematian Dayak Ngaju Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mapui merupakan bagian penting dalam rangkaian ritual kematian yang berkaitan dengan prosesi pembakaran tulang-belulang leluhur dalam upacara Tiwah. Ritual tersebut bertujuan mengantarkan roh menuju Lewu Tatau atau alam keabadian. Pelaksanaan ritual melibatkan tahap persiapan jenazah, pemakaman sementara, pengangkatan tulang-belulang, pembakaran tulang, penyimpanan abu Mapui, hingga penempatan dalam sandung. Setiap tahapan memiliki makna religius dan simbolik yang berkaitan dengan hubungan manusia, roh leluhur, dan Ranying Hatalla Langit sebagai Tuhan tertinggi dalam ajaran Kaharingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Mapui tidak hanya memiliki fungsi spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Dayak Ngaju di tengah perkembangan modernisasi.
Optimalisasi Kompetensi Profesional Guru Melalui Satrategi 3M dan Time Buffer di  SD N 066053 Akasia Silalahi; Winda Lasmita Tambunan; Nadia Apulisa Sukatendel; Kristian Timothy Purba; Muhammad Rafly Huzein Lubis; Michael Yudha Pratama
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi profesional guru di SD Negeri 066053 serta merumuskan solusi inovatif berupa "Strategi 3M dan Time Buffer" guna meningkatkan efektivitas manajemen kelas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang memadai, namun masih menghadapi kendala dalam mengelola gangguan kelas yang tidak terduga. Implementasi "Strategi 3M dan Time Buffer" yang mencakup prosedur Mengalihkan, Mencatat, Menindaklanjuti, pemanfaatan waktu cadangan (time buffer), serta kode kelas "Fokus!" terbukti mampu meminimalkan waktu yang terbuang akibat gangguan, menjaga ketuntasan materi, serta mengurangi beban psikologis guru. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan dasar melalui model manajemen waktu yang praktis, adaptif, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Kajian Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Karya Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi: Tinjauan Ejaan, Diksi, dan Struktur Kalimat Renata Ronauli Br Kaban; Lori Febri Enzelina Situmorang; Johana Agusthin Deanova Matanari; Matthew Geoffrey Franszoy Hutabarat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan berbahasa Indonesia dalam karya ilmiah mahasiswa masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di lingkungan perguruan tinggi. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan dapat memengaruhi kualitas tulisan akademik serta mengurangi kejelasan informasi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat dalam karya ilmiah mahasiswa perguruan tinggi, khususnya pada aspek ejaan, diksi, dan struktur kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian berupa 20 karya ilmiah mahasiswa yang terdiri atas artikel ilmiah, makalah, dan laporan penelitian yang diperoleh dari berbagai program studi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan kesalahan berbahasa yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 125 kesalahan berbahasa yang terdiri atas 58 kesalahan ejaan (46,4%), 29 kesalahan diksi (23,2%), dan 38 kesalahan struktur kalimat (30,4%). Kesalahan ejaan didominasi oleh penggunaan huruf kapital, kata depan, dan tanda baca yang tidak tepat. Kesalahan diksi meliputi penggunaan kata tidak baku serta ketidaktepatan pemilihan kata dalam konteks akademik. Sementara itu, kesalahan struktur kalimat meliputi kalimat tidak efektif, ketidakjelasan subjek, pemborosan kata, dan penggunaan konjungsi yang kurang tepat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah masih perlu ditingkatkan melalui penguatan literasi akademik, pembelajaran bahasa Indonesia yang berorientasi pada penulisan ilmiah, serta pembiasaan penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar
Analisis Kesantunan Berbahasa Mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa di Ruang Lingkup Universitas Negeri Medan Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Gomoses Stevencus Simarmata; Mesi Tambunan; Anggita Lydia Sirait; Harlan Nikolas Situmorang; M. Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu unsur penting dalam komunikasi yang berperan dalam menjaga hubungan sosial, menciptakan suasana interaksi yang harmonis, serta mendukung keberhasilan penyampaian pesan. Dalam organisasi kemahasiswaan, penggunaan bahasa yang santun menjadi aspek yang perlu diperhatikan mengingat tingginya intensitas komunikasi antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap tiga mahasiswa yang aktif dalam organisasi MAPALA UNIMED, PMI UNIMED, dan PERSMA Kreatif UNIMED. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada ketiga organisasi telah menerapkan berbagai bentuk kesantunan berbahasa, seperti menghargai pendapat orang lain, menggunakan sapaan yang menunjukkan rasa hormat, meminta izin sebelum menyampaikan pendapat, serta menyampaikan kritik dan saran dengan cara yang santun. Penerapan kesantunan berbahasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain hubungan sosial antaranggota, tingkat senioritas, budaya organisasi, situasi komunikasi, dan penggunaan media digital. Namun demikian, masih ditemukan penggunaan bahasa yang kurang santun terutama dalam komunikasi yang bersifat informal dan melalui media sosial. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kesantunan berbahasa guna mewujudkan lingkungan organisasi yang harmonis, profesional, dan beretika.
Analisis Kesantunan Tuturan Anggota UKMKP FIS Unimed Berdasarkan Prinsip Kesantunan Leech Grecia Margarethe; Escha Purba; Daniel Try; Stevanie Diva Marpaung; Rahel Namisa Ginting; David Ferdinan; M. Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kesantunan tuturan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen Protestan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan berdasarkan prinsip kesantunan Geoffrey Leech. Kajian ini penting karena komunikasi dalam organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga hubungan sosial antaranggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan anggota UKMKP FIS Unimed dalam kegiatan organisasi, seperti rapat, diskusi, koordinasi kegiatan, persiapan ibadah, dan komunikasi informal. Data dikumpulkan melalui observasi, teknik simak, teknik catat, rekaman, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan anggota UKMKP FIS Unimed telah mencerminkan prinsip kesantunan berbahasa. Keenam maksim Leech ditemukan dalam interaksi anggota, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kerendahan hati, permufakatan, dan kesimpatian. Maksim kebijaksanaan menjadi maksim yang paling dominan karena anggota cenderung menggunakan tuturan yang tidak memaksa, mempertimbangkan perasaan lawan tutur, dan menjaga kenyamanan komunikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam organisasi mahasiswa berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang harmonis, efektif, dan saling menghargai.
Strategi Guru dalam Mengajarkan Konsep Dasar Fisika dan Kimia di Sekolah Dasar Akasia Silalahi; Dian Flora Gultom; Margareta Sibuea; Nadia Apulisa Sukatendel; Putri Siburian; Winda Tambunan; Clara Ginting; Suyit Ratno
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengajarkan konsep dasar fisika dan kimia di sekolah dasar serta penggunaan metode, media, dan praktik sederhana dalam pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada guru di SD HKBP Swasta Maranatha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru lebih sering menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dan eksperimen sederhana dengan mengaitkan materi IPA dalam kehidupan sehari-hari siswa. Guru memanfaatkan media seperti gambar, video edukasi, dan alat sederhana di sekitar sekolah untuk membantu pemahaman siswa. Praktik langsung terbukti meningkatkan keterlibatan, semangat belajar, dan pemahaman siswa dibandingkan pembelajaran teori saja. Jika siswa mengalami kesulitan, guru memberikan penjelasan ulang dengan bahasa yang lebih sederhana dan contoh nyata. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang interaktif dan berbasis pengalaman nyata efektif diterapkan dalam pengajaran fisika dan kimia di sekolah dasar.