cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,410 Documents
Orientasi Karir Mahasiswa dan Kecenderungan Bekerja di Luar Bidang Studi: Studi Deskriptif tentang Fenomena Salah Jurusan Dhini Alliyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah mahasiswa yang bekerja sambil kuliah menjadi fenomena yang semakin umum terjadi di perguruan tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi, keinginan memperoleh pengalaman kerja, serta tuntutan kesiapan menghadapi dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan orientasi karir mahasiswa pekerja dan menganalisis fenomena kecenderungan bekerja di luar bidang studi sebagai bentuk fenomena salah jurusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pemilihan informan dilakukan menggunakan purposive sampling dengan melibatkan dua mahasiswa pekerja sebagai informan penelitian, yaitu mahasiswa Teknik Elektro yang bekerja sebagai helper lapangan dan mahasiswa Pendidikan yang bekerja sebagai barista. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan memiliki orientasi karir yang fleksibel dan pragmatis, di mana pekerjaan tidak harus selaras dengan bidang studi yang ditempuh. Faktor kebutuhan ekonomi, pengalaman kerja, dan peluang kerja menjadi alasan utama mahasiswa bekerja di luar jurusan kuliah. Selain itu, mahasiswa pekerja juga mengalami penurunan akademik, seperti berkurangnya fokus belajar dan menurunnya performa akademik, namun kondisi tersebut tidak dianggap sebagai masalah besar selama mereka masih dapat menjalani perkuliahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena salah jurusan tidak selalu dimaknai sebagai kegagalan akademik, melainkan sebagai bentuk adaptasi mahasiswa terhadap tuntutan sosial dan ekonomi di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompleks. Kata Kunci: orientasi karir; mahasiswa pekerja; salah jurusan; bidang studi; fleksibilitas karir
Analisis Pengaruh Volume Usaha terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2006-2021 Nasrullah Hidayat; Khairani Alawiyah Matondang; Kaiesa Raihatul Muntaza; Karin Sarah Angelina Siahaan; Maria Elpida Manalu; Margaretha Sembiring
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume usaha terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Provinsi Sumatera Utara periode 2006-2021. Metode penelitian yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan laporan koperasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan program Eviews 13 melalui uji normalitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dibuktikan dari hasil uji t yang memperoleh nilai t-hitung sebesar 2,739430 lebih besar dari t-tabel 1,76131 dengan nilai probabilitas sebesar 0,0160 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa volume usaha mampu menjelaskan pengaruh terhadap SHU sebesar 34,89%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, semakin tinggi volume usaha koperasi, maka semakin besar pula SHU yang diperoleh koperasi. Oleh karena itu, peningkatan volume usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan koperasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Transformasi Digital Sebagai Strategi Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia Nasrullah Hidayat; Munzir Phonna; Febri Br Hutabarat; Uswatul Akmalia; Juanda Maulana; Mery Kristiani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sedang berada pada fase bonus demografi yang diperkirakan berlangsung antara tahun 2012 hingga 2035, dengan puncaknya terjadi pada rentang tahun 2020-2030. Pada periode tersebut, proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) diproyeksikan mencapai 68-71 persen dari total penduduk, membuka peluang besar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, akselerasi transformasi digital yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan ekonomi berbasis platform telah mengubah lanskap dunia kerja secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana transformasi digital dapat dijadikan sebagai strategi utama dalam mengoptimalkan bonus demografi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur ilmiah, laporan lembaga pemerintah, dan publikasi organisasi internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi antara bonus demografi dan transformasi digital berpotensi menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi yang signifikan apabila didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur digital, penguatan literasi digital masyarakat, serta kebijakan pemerintah yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, rendahnya kualitas pendidikan di sejumlah daerah, serta keterbatasan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan struktural yang harus diatasi secara sistematis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan investasi pada pendidikan dan pelatihan digital, percepatan pemerataan infrastruktur, pengembangan ekosistem inovasi, serta kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Minat Baca Mahasiswa Aghnia Nazwa; Nida Ul Hasanah; Perawati Sormin; Sisi Septiana Marito Pangaribuan; Winda Elvin Kristiani Gea; Kazzayara Shofia Wicaksana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap minat baca mahasiswa, faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya minat baca di era digital, serta peran komunitas membaca dalam meningkatkan budaya literasi. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis transkrip podcast komunitas membaca Sobo Maos di Solo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan negatif terhadap minat baca mahasiswa. Di satu sisi, media sosial memudahkan akses informasi, menyediakan konten edukatif, serta dapat digunakan sebagai sarana promosi literasi dan kegiatan membaca. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan menyebabkan mahasiswa lebih terbiasa mengonsumsi informasi singkat dan instan sehingga minat membaca buku dan literatur akademik cenderung menurun. Faktor yang memengaruhi rendahnya minat baca meliputi tingginya distraksi media sosial, kurangnya kebiasaan membaca sejak dini, minimnya lingkungan yang mendukung budaya literasi, serta berkurangnya figur teladan dalam membaca. Komunitas membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kembali minat baca melalui berbagai kegiatan literasi seperti membaca bersama, diskusi buku, dan promosi literasi melalui media sosial. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan media sosial secara bijak agar dapat mendukung peningkatan budaya literasi di kalangan mahasiswa.
Topik dan Latar Belakang Masalah dalam Penelitian Nurul Lailatul Muhklishoh; Auliya Rifana; Meliana Alfariani; Muhammad Zaky Aulia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep topik penelitian serta penyusunan latar belakang masalah dalam penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian library research. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, topik penelitian merupakan pokok bahasan utama yang menjadi inti kajian ilmiah dan penentu arah seluruh proses penelitian; penentuan topik yang tepat mensyaratkan adanya kesesuaian antara minat peneliti, kemampuan akademik, ketersediaan referensi, dan relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kedua, latar belakang masalah merupakan uraian sistematis tentang fenomena dan persoalan yang menjadi alasan serta dasar dilakukannya penelitian; penyusunannya harus memuat fakta, data pendukung, dan kerangka berpikir yang logis. Ketiga, terdapat hubungan erat antara minat penelitian, wilayah kajian, dan kemampuan menyusun latar belakang yang kuat sehingga menghasilkan penelitian yang terarah dan berkualitas. Pemahaman yang mendalam tentang kedua konsep ini sangat penting bagi peneliti, khususnya mahasiswa, dalam menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan
Analisis Strategi Pengelolaan Modal Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan pada Usaha Kecil dan Menengah di Kota Medan (Studi Kasus pada UMKM Kuliner di Kota Medan) Tresia Pariama Manalu; Cindy Valentina Br Sitanggang; Joseph Marpaung; Nova Marito Sihombing; Lusia Desnita Simbolon; Christine rogate Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan modal kerja dalam meningkatkan kinerja keuangan pada UMKM kuliner di Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada empat UMKM kuliner yang berlokasi di sekitar lingkungan kampus di Kota Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengelolaan modal kerja dan dampaknya terhadap kinerja keuangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan modal kerja yang diterapkan meliputi pengelolaan kas, pengelolaan persediaan bahan baku, serta penggunaan sistem pembayaran tunai dan QRIS. Pengelolaan modal kerja yang baik membantu pelaku usaha menjaga kelancaran arus kas, meningkatkan efisiensi penggunaan modal, mengurangi risiko kerugian akibat pemborosan persediaan, serta mendukung keberlangsungan operasional usaha. Kondisi kinerja keuangan UMKM kuliner secara umum tergolong cukup baik yang ditunjukkan oleh kemampuan usaha dalam memperoleh keuntungan, menjaga stabilitas arus kas, dan mempertahankan usaha dalam jangka panjang. Namun, pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, fluktuasi harga bahan baku, pencatatan keuangan yang sederhana, dan ketidakstabilan jumlah pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan modal kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja keuangan UMKM kuliner sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih efektif dan terstruktur untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi dalam Penerbitan Kontra Bank Garansi dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri Pada PT. Askrindo (Studi Putusan Nomor: 108/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst) Rizki Ikhsan Maulana; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam sektor jasa keuangan dan penjaminan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang dapat menimbulkan kerugian besar terhadap keuangan negara serta mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan milik negara. Dalam praktiknya, korupsi pada sektor ini sering dilakukan melalui penyalahgunaan kewenangan, pengabaian prinsip kehati-hatian, serta penerbitan fasilitas penjaminan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum maupun prosedur internal perusahaan. Salah satu bentuk penyimpangan tersebut terjadi dalam penerbitan Kontra Bank Garansi (KBG) dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) pada PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) yang melibatkan pejabat perusahaan dan pihak swasta dalam proses pemberian fasilitas penjaminan kepada PT Kalimantan Sumber Energi (PT KSE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak pidana korupsi yang terjadi dalam penerbitan Kontra Bank Garansi dan SKBDN pada PT Askrindo serta mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku berdasarkan Putusan Nomor: 108/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan terhadap fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, keterlibatan para pihak, unsur-unsur tindak pidana korupsi, serta pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa Ir. Agus Hartana, M.M. selaku Pemimpin Kantor Cabang Utama PT Askrindo Jakarta Kemayoran terbukti melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam proses penerbitan fasilitas penjaminan kepada PT Kalimantan Sumber Energi. Terdakwa bersama pihak lain tetap memproses dan menyetujui penerbitan Kontra Bank Garansi dan SKBDN meskipun persyaratan agunan, analisis risiko, serta prinsip kehati-hatian yang diwajibkan dalam ketentuan internal PT Askrindo tidak terpenuhi. Tindakan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara yang berdasarkan hasil audit mencapai Rp169.902.562.000,00. Penelitian ini menemukan bahwa tindak pidana dilakukan melalui penyimpangan prosedur administrasi penjaminan yang pada awalnya tampak sebagai aktivitas bisnis biasa, namun secara substansi bertentangan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Selain menimbulkan kerugian keuangan negara, penyimpangan tersebut juga menunjukkan lemahnya pengawasan internal terhadap pemberian fasilitas penjaminan yang bernilai besar serta tidak optimalnya penerapan prinsip manajemen risiko dalam perusahaan milik negara.
Analisis Yuridis Terhadap Pertanggungjawaban Pidana dalam Tindak Pidana Korupsi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Studi Putusan Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2025/PN Bdg) Fadillah Suroyo; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi tidak hanya terjadi dalam pengelolaan keuangan negara secara langsung oleh aparatur pemerintah, tetapi juga dapat terjadi dalam pelaksanaan program pemerintah yang disalurkan melalui badan usaha milik negara. Salah satu program yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), yaitu fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Dalam pelaksanaannya, penyaluran KUR harus dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian, penyalahgunaan kewenangan dalam proses penyaluran kredit dapat menimbulkan kerugian keuangan negara dan berpotensi dikualifikasikan sebagai tindak pidana korupsi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk serta menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pada perkara Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2025/PN Bdg. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa selaku pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terbukti melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan penyaluran Kredit Usaha Rakyat melalui penggunaan dan pemrosesan dokumen yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam prosedur perbankan. Perbuatan tersebut mengakibatkan terjadinya penyimpangan dalam penyaluran fasilitas kredit yang pada akhirnya menimbulkan kerugian keuangan negara. Berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan, unsur penyalahgunaan kewenangan yang bertujuan menguntungkan diri sendiri maupun pihak lain dinilai telah terpenuhi sehingga terdakwa dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai dengan ketentuan tindak pidana korupsi
Adat Istiadat Masyarakat Melayu di Kota Dumai Ratih Riau Khasanah; Agustina Agustina; Agusti Efi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Melayu dikenal sebagai salah satu kelompok etnis di Indonesia yang memiliki sistem adat yang kuat dan masih terjaga hingga saat ini. Adat Melayu memiliki ciri khas yang erat kaitannya dengan ajaran Islam, sebagaimana tercermin dalam prinsip “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah.” Kota Dumai sebagai salah satu wilayah di Provinsi Riau merupakan daerah yang mayoritas penduduknya berbudaya Melayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji adat istiadat masyarakat melayu di kota Dumai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan secara mendalam tentang adat istiadat masyarakat melayu di kota Dumai. Dalam konteks masyarakat Melayu Dumai, adat istiadat memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi dasar dalam membentuk kepribadian individu maupun struktur sosial masyarakat. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, keberadaan adat istiadat menjadi semakin penting sebagai penyeimbang dalam kehidupan masyarakat. Adat memberikan nilai-nilai yang dapat menjaga keharmonisan sosial, memperkuat solidaritas, serta membentuk karakter individu yang berakhlak baik
Kajian Tipologi dan Semantik Ujaran Kebencian Pengguna Platform X terhadap Pernyataan Penghematan LPG Bahlil Lahadalia Zahwa Aliyah Hendarto; Nabila Putri Herviana; Indy Neihan Najah; Angelina Bening Destantia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial khususnya platform X telah membuka ruang bagi munculnya berbagai bentuk ujaran kebencian (hate speech) sebagai respons terhadap isu sosial dan politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tipologi ujaran kebencian yang ditujukan kepada Bahlil Lahadalia atas pernyataan kontroversialnya mengenai penghematan penggunaan LPG. Analisis dilakukan melalui perspektif semantik, mencakup pengelompokan leksem berdasarkan kategori referen makian serta analisis makna leksikal dan konotatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Data bersumber dari komentar pada tiga unggahan populer di platform X yang dikumpulkan pada periode 26–29 Mei 2026 melalui teknik purposive sampling. Sebanyak 450 komentar berbahasa Indonesia yang mengandung indikasi ujaran kebencian dianalisis menggunakan kerangka tipologi referen makian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran kebencian warganet terdistribusi ke dalam sembilan ranah referen, dengan dominasi pada ranah keadaan (43,1%), diikuti ranah benda (19,3%), dan profesi (13,3%). Temuan ini mengindikasikan bahwa warganet cenderung menggeser fokus kritik dari substansi kebijakan menjadi serangan terhadap kapasitas intelektual dan kompetensi personal subjek. Analisis makna leksikal dan konotatif memperlihatkan bahwa sebagian besar ujaran mengalami perluasan makna dalam konteks digital, dari makna denotatif menjadi konotatif yang sarat penghinaan, stereotip negatif, dan delegitimasi terhadap figur publik