cover
Contact Name
Anita Nurgufriani
Contact Email
jurnalbahasatsb@gmail.com
Phone
+6285338894705
Journal Mail Official
jurnalbahasatsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880316     EISSN : 26850133     DOI : https://doi.org/10.37630/jpb
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa STKIP Taman Siswa Bima, terbit 2 kali setahun dengan edisi Januari–Juni dan Juli-Desember. Jurnal ini merupakan wadah bagi pegiat pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Redaksi menerima artikel dan laporan penelitian mengenai inovasi dan perkembangan dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, seperti: Pendidikan bahasa Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA); Pengajaran dan pembelajaran; Bahasa dalam pendidikan; Linguistik; Pengembangan kurikulum bahasa; Tes bahasa; Sastra dalam dunia pendidikan dan pengajarannya.
Articles 230 Documents
The Effect of YouTube Video Media on the Recount Text Writing Ability of Junior High School Students Kesmi Veronika Simanjuntak; Ezra Saragih; Erick Saut Maruli Sihombing; Daniel Saputra Guring; Dumaris Silalahi
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3965

Abstract

The low proficiency in writing recount texts among eighth-grade students at SMP Negeri 5 Pematangsiantar is triggered by the dominance of conventional methods, causing students to struggle in developing ideas and reconstructing past experiences. This study aims to examine the effectiveness of using YouTube video media on students' recount text writing ability. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The sample consisted of 62 students divided into an experimental class (VII-2) and a control class (VII-3). Data collection was conducted through writing pre-tests and post-tests, analyzed using the Independent Sample T-Test with SPSS 25. The results showed a significant difference in learning outcomes, where the experimental class achieved a post-test average of 81.33 (Good category), outperforming the control class which only reached 69.56 (Fair category). The statistical test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), confirming that the alternative hypothesis is accepted. These findings conclude that YouTube video media is effective as a cognitive scaffold in helping students visualize narratives, enrich vocabulary, and organize text structures chronologically.
Representasi Emosional dalam Dialog-dialog Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Karya Yandy Laurens Berdasarkan Teori Emosi Izard Azzahra Ananda Putri; Yusra D; Ade Bayu Saputra
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.3981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fungsi representasi emosional tokoh dalam dialog film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens berdasarkan pendekatan emotif dan teori emosi Izard (2013). Secara khusus, penelitian ini tidak hanya memetakan jenis-jenis emosi yang muncul, tetapi juga menjelaskan fungsi representasi emosi tersebut dalam membangun makna dialog, relasi antartokoh, serta penguatan alur naratif film. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kebaruan berupa penerapan teori emosi Izard pada dialog film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui pendekatan emotif berbasis kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan emotif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa dialog-dialog yang mengandung representasi emosional, dengan sumber data berasal dari dialog dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode menyimak, mentranskripsi, dan mengklasifikasikan dialog berdasarkan kategori emosi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog film tersebut ditemukan sepuluh jenis emosi, yaitu ketertarikan (1 data), kebahagiaan (2 data), keterkejutan (3 data), kesedihan (4 data), kemarahan (8 data), rasa jijik (2 data), penghinaan (2 data), ketakutan (2 data), rasa malu (2 data), dan perasaan bersalah (3 data). Representasi emosional dalam dialog film ini berfungsi tidak hanya sebagai sarana ekspresi perasaan tokoh, tetapi juga sebagai strategi naratif untuk menarik perhatian penonton, membangun empati, memperkuat konflik, serta memperjelas pesan emosional dan tematik cerita.
Analisis Representasi Citra Perempuan dalam Puisi Bertema Perempuan Karya Penyair Indonesia Citra Sulistia Utami; Yusra D; Ade Bayu Saputra
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.3982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk representasi citra perempuan dalam puisi bertema perempuan karya penyair Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya penggunaan puisi sebagai medium ekspresi identitas perempuan, khususnya dalam mengangkat isu sosial, budaya, dan gender, serta pentingnya memahami bagaimana citra perempuan dipertahankan di tengah perubahan sosial dan perkembangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori feminisme sastra Simone de Beauvoir, yang meliputi tiga aspek: fisik, psikologis, dan sosial. Data diperoleh melalui teknik baca, simak, rekam, dan catat terhadap bait puisi dalam karya-karya penyair Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan ekstralingual dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menurut Miles & Huberman.
Analyzing Parts of Speech Mastery of Students of Grade 10 at SMA Jenny Nur Idill Rohan Damanik; Yuni Enjelina Napitupulu; Titin Marpaung; Ingnatius Tumpal Hot Raja Silalahi; Dumaris E Silalahi
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4014

Abstract

Mastery of parts of speech is a fundamental aspect of English grammar that supports students’ ability to construct accurate and meaningful sentences. Despite its importance, many senior high school students still struggle to differentiate word functions and apply them correctly in writing, which creates a gap between the theoretical knowledge of grammar and its practical use in classroom learning. This study aims to analyze the mastery of the eight parts of speech—noun, pronoun, verb, adjective, adverb, preposition, conjunction, and interjection—among Grade 10 students of SMA Negeri 5 Pematangsiantar. The research employed a descriptive quantitative design with 35 students from class X-3 as participants, selected purposively because they had received basic grammar instruction. Data were collected through a 24-item essay test requiring students to identify and analyze words within sentences. The findings revealed that the overall mean score was 68.14, which falls into the Good category. The highest mastery was found in Adjectives (91.4), Prepositions (88.6), and Nouns (81.4), while the lowest mastery occurred in Verbs (50.0) and Adverbs (50.0). Furthermore, frequency distribution indicated that 42.86% of the students still performed poorly. These results suggest that while some students have strong mastery, many continue to face difficulties, particularly in functional categories such as verbs and adverbs. The study concludes that more contextual and practice-oriented teaching strategies are required to strengthen students’ grammar skills and overall English proficiency.
Open Text as a Hybrid Genre: A Procedural and Genre-Based Reading of Khalida Khalil’s A Sea Turbulent on My Palm Karim Abed Ali Naji
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.3585

Abstract

This study examines the concept of the "open text" as a contemporary literary form that deliberately crosses the conventional boundaries separating poetry, narrative, and drama. Drawing on major genre theory discussions from Aristotle to modern theorists such as Todorov, Genette, and Eco, the paper clarifies how genre expectations operate as both creative constraints and interpretive horizons. The applied part provides a qualitative, close-reading analysis of Khalida Khalil’s book A Sea Turbulent on My Palm (2024) as a representative case. The analysis focuses on (1) language and style (poetic condensation, displacement, internal disclosure, and pronoun duality), (2) genre techniques (the integration of poetic imagery, narrative sequencing, and dramatic dialogue/conflict), and (3) distinctive markers of open-text writing (genre overlap, the centrality of language as both means and end, and the reworking of traditional genre features to fit a hybrid structure). The findings indicate that the book achieves cohesion through a controlled balance of genre resources, where poetic language frames narrative movement and dramatic tension without collapsing into any single dominant genre. The paper argues that the open text is not a random mixture of forms but a purposeful compositional strategy that expands interpretive possibilities while retaining formal coherence.
Ilmu Terjemah Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Nissa Media Utami; Rohonda Rohonda; Abdul Kodir
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4023

Abstract

Ilmu terjemah memegang fungsi fundamental dalam mekanisme transmisi pengetahuan lintas bahasa dan budaya, terutama dalam konteks bahasa Arab yang berperan sebagai medium utama tradisi keilmuan Islam. Artikel ini menganalisis ilmu terjemah bahasa Arab melalui perspektif filsafat ilmu dengan menelaah tiga dimensi konseptual utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berbasis studi pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara ontologis, terjemahan tidak dapat direduksi semata-mata sebagai produk alih bahasa, melainkan diposisikan sebagai konstruksi makna yang memiliki status keilmuan. Secara epistemologis, ilmu terjemah berkembang melalui integrasi kerangka teoretis dan praktik penerjemahan, yang membentuk prosedur kerja ilmiah yang sistematis, terukur, dan dapat diuji. Adapun dari sudut pandang aksiologis, penerjemahan mengandung nilai fungsional, etis, dan estetis yang berperan dalam menjaga ketepatan makna, sensitivitas budaya, serta keterbacaan teks terjemahan. Temuan ini menegaskan bahwa ilmu terjemah bahasa Arab merupakan disiplin ilmiah yang koheren dan berkontribusi signifikan dalam pengembangan pengetahuan serta penguatan komunikasi lintas budaya.
Makna Simbolik dan Nilai Pendidikan dalam Tradisi Mappacci pada Pernikahan Adat Bugis Bone di Desa Lambur Kecamatan Muara Sabak Timur Mursalim Isnu Pratama; Agus Setyonegoro; Dimas Anugrah Adiyadmo
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4119

Abstract

Tradisi Mappacci merupakan salah satu rangkaian penting dalam pernikahan adat Bugis Bone yang mengandung nilai-nilai simbolik, religius, dan pendidikan yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik perlengkapan adat dalam tradisi Mappacci serta mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya pada masyarakat Bugis Bone di Desa Lambur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang mengklasifikasikan tanda ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku prosesi, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlengkapan adat dalam tradisi Mappacci, seperti daun inai, bantal, sarung sutra tujuh lapis, kelapa, gula merah, lilin, dan beras, memiliki makna simbolik yang merepresentasikan doa, harapan, kehormatan, kesucian, kesejahteraan, dan keteguhan dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, tradisi Mappacci mengandung nilai-nilai pendidikan religius, moral, dan sosial yang berperan dalam membentuk karakter calon pengantin serta memperkuat kearifan lokal masyarakat Bugis Bone di perantauan. Tradisi Mappacci berfungsi sebagai ritual adat sekaligus media pendidikan budaya yang relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Melihat Perspektif Eksistensialisme dalam Surat Bunuh Diri Mely Rizki Suryanita; Syihabuddin Syihabuddin; Mahardhika Zifana
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.3898

Abstract

Akhir-akhir ini fenomena bunuh diri sering terjadi di masyarakat kotemporer. Hal tersebut seolah-olah dijadikan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah. Mereka melakukannya dengan cara dan latar belakang yang berbeda-beda. Kasus bunuh diri menjadi fakta bahwa persoalan yang dihadapi seseorang cukup kompleks. Kasus bunuh diri yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah kasus bunuh diri yang dilakukan seorang ibu dan dua orang anaknya di Bandung. Penelitian ini bertujuan menjelaskan fenomena bunuh diri seorang ibu dan dua orang anaknya di Bandung melalui pendekatan analisis wacana kritis dan filsafat eksistensial untuk mengetahui penyebab bunuh diri berdasarkan surat bunuh diri yang ditinggalkan. Dengan demikian, pendekatan filsafat dan bahasa membuka ruang pemahaman yang lebih mendalam terhadap penderitaan manusia melalui surat bunuh diri yang tinggalkan. Selain itu, merefleksikan moral tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan kemanusiaan dalam menghadapi krisis eksistensial pada masyarakat kontemporer.
Membangun Paradigma Ilmu Berbasis Etika Cinta: Kajian Filsafat Ilmu pada Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Anneu Rosyanti Suryana; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4004

Abstract

Kajian filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang cenderung bersifat rasional-instrumental sering kali mengabaikan dimensi etis dan kemanusiaan, sehingga menimbulkan berbagai krisis moral, sosial, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun paradigma ilmu berbasis etika cinta melalui kajian filsafat ilmu yang mencakup aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat, khususnya analisis konseptual dan reflektif terhadap pemikiran filsafat ilmu dan etika. Jenis data yang digunakan berupa data kepustakaan (library research), meliputi buku, jurnal ilmiah, dan karya filsafat yang relevan dengan tema etika, cinta, dan filsafat ilmu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara ontologis etika cinta memandang realitas sebagai relasi yang saling terhubung dan bermakna; secara epistemologis cinta menjadi orientasi nilai dalam proses pencarian pengetahuan yang humanis dan bertanggung jawab; serta secara aksiologis etika cinta mengarahkan pemanfaatan ilmu bagi kemaslahatan manusia dan kelestarian kehidupan. Kesimpulannya, paradigma ilmu berbasis etika cinta dapat menjadi alternatif filosofis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan intelektual dan teknologis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Kesalahan Berbahasa pada Tataran Sintaksis dalam Pemberitaan Media Online Metrojambi Hilman Yusra
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis dalam teks berita media online metrojambi.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data meliputi tahap pengumpulan, pencatatan, pengklasifikasian, serta pemberian pembenaran terhadap kesalahan yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis yang ditemukan dalam dua teks berita edisi 9 Mei 2024, meliputi kesalahan pada tataran frasa dan kalimat, seperti susunan kata yang tidak tepat, penggunaan unsur pleonasme, penggandaan objek, penggunaan konjungsi yang berlebihan, kalimat tidak efektif, dan kalimat yang kurang logis. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam pemberitaan media online masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penulis dan editor media online dalam meningkatkan kualitas bahasa jurnalistik dan mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 13 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 12 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 11 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 11 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 10 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 10 No. 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 9 No. 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 9 No. 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 8 No. 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 8 No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 8 No. 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 7 No. 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 7 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 7 No. 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA More Issue