cover
Contact Name
Anita Nurgufriani
Contact Email
jurnalbahasatsb@gmail.com
Phone
+6285338894705
Journal Mail Official
jurnalbahasatsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880316     EISSN : 26850133     DOI : https://doi.org/10.37630/jpb
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa STKIP Taman Siswa Bima, terbit 2 kali setahun dengan edisi Januari–Juni dan Juli-Desember. Jurnal ini merupakan wadah bagi pegiat pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Redaksi menerima artikel dan laporan penelitian mengenai inovasi dan perkembangan dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, seperti: Pendidikan bahasa Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA); Pengajaran dan pembelajaran; Bahasa dalam pendidikan; Linguistik; Pengembangan kurikulum bahasa; Tes bahasa; Sastra dalam dunia pendidikan dan pengajarannya.
Articles 224 Documents
Strategi Guru sebagai Fasilitator dalam Meningkatkan Literasi dan Kemandirian Belajar di Era Digital Dewi Sartika Panggabean; Zulvia Misykah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.3299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas strategi guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan literasi dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar di era digital. Latar belakang studi ini berakar pada urgensi transformasi peran guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21, khususnya dalam ekosistem pembelajaran yang dipengaruhi kemajuan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket yang dilaksanakan pada satu kelas eksperimen di Sekolah Dasar Medan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fasilitatif secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi siswa, dibuktikan oleh kenaikan skor rata-rata dari 59,9 (pretest) menjadi 76,5 (posttest). Selain itu, strategi ini mendorong terbentuknya kemandirian belajar melalui peningkatan motivasi intrinsik, partisipasi aktif, dan kemampuan reflektif siswa. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman, sesuai dengan karakteristik generasi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya reposisi peran guru sebagai fasilitator yang adaptif dan inovatif dalam membangun ekosistem belajar yang mendorong siswa menjadi individu literat, mandiri, dan kritis. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran dasar yang relevan di era digital.
Penerapan Model Multiliterasi Menulis Berbasis Genre pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 5 Sekolah Dasar Yosepin Betssy Tomasoa; Hery Setiyawan; Yudha Popiyanto
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3178

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan implementasi model pembelajaran multiliterasi berbasis genre untuk mengembangkan kompetensi menulis teks eksposisi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 SDN Pakis V Surabaya. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi seorang guru dan 25 peserta didik kelas 5. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran oleh guru mencapai rata-rata 3,7 (kategori sangat baik), memperlihatkan kemampuan guru mengelola kelas secara optimal. Aktivitas peserta didik dalam pembelajaran mencapai rata-rata 2,9 (kategori baik), dimana mayoritas peserta didik memperlihatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran, meskipun sebagian masih memerlukan pendampingan lebih intens untuk terlibat secara optimal. Implementasi model pembelajaran multiliterasi terbukti efektif mendorong partisipasi aktif peserta didik, meningkatkan kualitas tulisan, serta menumbuhkan minat dan rasa percaya diri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Students Perception Regarding the Use of ChatGPT in Semantics Class at Universitas Bhinneka PGRI Zalza Devika Widiyananda; Erna Dwinata
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3285

Abstract

This study aims to explore students' perceptions regarding the use of ChatGPT in the Semantics course at Universitas Bhinneka PGRI. The research was motivated by the rapid advancement of artificial intelligence (AI) technology, particularly in the field of education. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through open-ended questionnaires and semi-structured interviews. The participants were sixth-semester students of the English Education Department who had taken the Semantics course. The findings revealed that most students had positive perceptions toward the use of ChatGPT, especially in simplifying semantic concepts and promoting independent learning. Some challenges were also identified, including, including the risk of over-reliance, limited digital literacy, and the possibility of inaccurate information. Based on these findings, this study suggests the need for digital literacy training and responsible integration strategies to ensure that ChatGPT is used effectively to support the learning process.
Kajian Pragmatik Tindak Tutur Ekspresif Netizen pada Kolom Komentar Akun TikTok @UyaKuyaTV Esti Yolanda Munthe; Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Jusca Santanovalina Samosir; Jamila Nasution; Ferdinand Simbolon
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3531

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sebagai platform untuk interaksi digital yang kaya dengan ungkapan emosi dan pendapat pengguna. Komunikasi yang berlangsung pada kolom komentar bukan hanya sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga memuat tindakan tutur ekspresif yang merefleksikan sikap, emosi, dan sudut pandang netizen terhadap sebuah konten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif netizen serta menjelaskan fungsi pragmatisnya dalam komunikasi digital di platform TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui dokumentasi berupa tangkapan layar komentar di akun TikTok @UyaKuyaTV. Teknik analisis data dilakukan melalui pencatatan, pengelompokan, dan pencocokan komentar dengan kategori tindak tutur ekspresif seperti kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, dukungan, dan doa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tindakan tutur ekspresif yang dipergunakan oleh netizen meliputi kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, serta ucapan positif yang berupa dukungan dan doa. Secara pragmatis, tindakan tutur ekspresif ini berfungsi untuk mengungkapkan penilaian, menyampaikan protes, menjatuhkan martabat orang lain, membina solidaritas, hingga memberikan hiburan. Temuan ini menunjukkan bahwa komentar dari netizen di TikTok tidak hanya berperan sebagai sarana ekspresi individu, tetapi juga mencerminkan dinamika komunikasi budaya dalam masyarakat di ruang digital.
Penerapan Metode Storytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Berkelanjutan Bagi Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar Sita Salsabila Izzati; Nerizah Emelia Putri; Wirayudha Pramana Bhakti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode storytelling dalam meningkatkan keterampilan menyimak berkelanjutan pada siswa kelas rendah beberapa Sekolah Dasar di Pekalongan. Keterampilan menyimak merupakan fondasi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena memengaruhi kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, keterampilan ini sering kali diabaikan, sehingga diperlukan pendekatan yang menarik agar berkembang secara optimal. Metode storytelling menjadi salah satu strategi yang efektif karena melibatkan emosi, imajinasi, dan perhatian siswa selama proses mendengarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas III yang telah memiliki kemampuan dasar menyimak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi berupa catatan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode storytelling yang disesuaikan dengan usia dan minat siswa dapat meningkatkan fokus, keterlibatan, serta pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Cerita yang relevan dan penyampaian yang ekspresif membuat siswa lebih antusias dan aktif merespons. Guru juga berperan penting dalam menciptakan suasana yang hidup dan komunikatif. Dengan demikian, metode storytelling dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan keterampilan menyimak secara berkelanjutan di sekolah dasar.
Integrasi Sastra Anak dalam Kurikulum Bahasa: Upaya Menumbuhkan Minat dan Kemampuan Bahasa Sejak Dini Hani Agustina; Ahmad Rifa'i
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran integrasi sastra anak dalam kurikulum bahasa sebagai strategi menumbuhkan minat dan kemampuan berbahasa sejak dini. Kajian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, baik nasional maupun internasional, yang membahas hubungan antara sastra anak, pembelajaran bahasa, dan pengembangan karakter literat pada anak usia sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa sastra anak berfungsi bukan hanya sebagai bahan ajar linguistik, tetapi juga sebagai media pembentukan nilai dan pengembangan empati melalui bahasa. Pembelajaran bahasa yang berlandaskan sastra anak terbukti mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, imajinatif, dan menyenangkan. Integrasi sastra anak dalam Kurikulum Merdeka menegaskan pentingnya pendekatan humanistik dalam pendidikan bahasa yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan sosial. Dengan demikian, penguatan peran sastra anak dalam kurikulum bahasa menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi pembelajar yang literat, berempati, dan berkarakter. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi guru dan pengembang kurikulum dalam menciptakan pembelajaran bahasa yang lebih bermakna, menyenangkan, dan selaras dengan kebutuhan literasi abad ke-21.
Terminologi Etnolinguistik Upacara Adat Pernikahan Adat Jawa Tengah pada Masyarakat Kota Semarang Sagita Tiara Dewi; Nilam Aliya Putri; Imam Baehaqie
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3595

Abstract

Penelitian ini mengkaji terminologi etnolinguistik dalam upacara adat pernikahan Jawa Tengah pada masyarakat Kota Semarang. Perkawinan adat Jawa Tengah kaya akan terminologi yang mencerminkan struktur sosial, filosofi, dan kepercayaan masyarakat. Di tengah pesatnya urbanisasi Kota Semarang, tradisi pernikahan Jawa masih dipertahankan meskipun berpotensi mengalami pergeseran makna. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna kultural dalam terminologi upacara pernikahan dan menganalisis hubungannya dengan sistem nilai budaya masyarakat Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik yang dilakukan pada September 2025 di Kecamatan Semarang Barat dan Gunungpati, Kota Semarrang. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan juru panggih (64 tahun) dan pranatacara (57 tahun). Teknik pengumpulan data mencakup studi pustaka, wawancara, teknik simak bebas libat cakap, teknik pancing, catat, dan rekam. Analisis menggunakan metode padan referensial melalui transkripsi, klasifikasi terminologi, dan sinkronisasi data. Penelitian ini menganalisis berbagai prosesi seperti sinduran, sungkeman, midodareni, siraman, dan panggih yang mengandung makna simbolis mendalam. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian warisan budaya tak benda dan memperkaya kajian bahasa dan budaya di Indonesia.
Urgensi Penerapan Prinsip Kesantunan Berbahasa di Ruang Publik Kampus: Studi Kasus Kantin UIN Gusdur Aulin Hanani; Eska Rojwa Fauziah; Dewi Cahya Ningsih; Muhammad Jamal Aldin Al-Afqhoni At-Sauriy; Rissa Shofiani
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3617

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi penerapan prinsip kesantunan berbahasa pada ruang publik non-formal kampus, dengan mengambil studi kasus di Kantin UIN Gusdur. Kantin ini berfungsi sebagai ruang interaksi dinamis berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, karyawan, dan pedagang. Fokus utama adalah menganalisis implementasi atau pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa, ditinjau dari empat kriteria: ketepatan bahasa, kelancaran, kesopanan, dan efektivitas komunikasi. Konsep efektivitas komunikasi dan kelancaran didasarkan pada prinsip kerja sama (cooperative principle) dari H. P. Grice. Sementara itu, kesopanan dan kepatuhan pada maksim penghargaan serta pemufakatan berakar pada prinsip kesantunan (politeness principle) oleh Geoffrey Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan partisipatif moderat terhadap interaksi verbal transaksional. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi di Kantin UIN Gusdur secara umum berlangsung efektif, lancar, dan menjaga kesantunan. Meskipun terdapat penggunaan bahasa lisan yang sangat non-formal, seperti penyingkatan kata, penghilangan kata kerja, dan fenomena campur kode dan alih kode, hal ini justru berfungsi untuk meningkatkan keakraban sosial dan kelancaran komunikasi, sekaligus merefleksikan budaya lokal Pekalongan. Penggunaan sapaan hormat ("Bu," "Om") dan ungkapan lokal ("Monggo," "Maturnuwun," "Nak") menunjukkan kepatuhan yang kuat terhadap maksim penghargaan dan pemufakatan.
Fungsi dan Makna Tindak Tutur Ilokusi dalam Parno Maloa Ijab Qobul pada Prosesi Akad Nikah Adat Masyarakat Kerinci di Kecamatan Koto Baru Dilsa Sismadika; Andiopenta Purba; Helty Helty
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3730

Abstract

Parno merupakan tradisi tutur yang hidup dalam masyarakat Kerinci dan digunakan dalam berbagai upacara adat, termasuk prosesi pernikahan. Salah satu bentuknya adalah Parno Maloa Ijab Qobul, yaitu rangkaian tuturan adat yang mengiringi pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna tindak tutur ilokusi yang muncul dalam upacara adat tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis pragmatic teori Searle, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan ninik mamak dan teganai rumah, serta dokumentasi teks Parno di Kecamatan Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kategori tindak tutur ilokusi representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul secara dominan dalam tuturan Parno. Tuturan-tuturan ini tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi ritual, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai budaya, seperti tanggung jawab, kesopanan, penghormatan, dan legitimasi sosial. Dari segi makna, tindak tutur representatif merepresentasikan situasi adat secara faktual untuk meneguhkan kesadaran kolektif terhadap aturan turun-temurun, sedangkan tindak tutur lainnya berperan mengatur, mengesahkan, dan memperkuat hubungan sosial antarpelaku adat. Temuan ini menunjukkan bahwa Parno Maloa Ijab Qobul memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Kerinci melalui bahasa yang kaya simbolisme dan nilai-nilai adat.
Reconsidering the Colonialist and Imperialist Themes of Donald Duck Comics by Carl Barks and Don Rosa Janet Estherina
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3619

Abstract

Donald Duck comics has been a popular part of Indonesian children’s media across its 44 year run which ended in 2020. However, the comic has been subjected to criticism for its depiction of race and colonialism, particularly in the popular works of Carl Barks, which often featured adventure stories set in distant, exotic locations and interaction with native people. This paper reexamined the Donald Duck comics by Carl Barks for its themes of colonialism and imperialism. It also looks at the works of Don Rosa, who often write continuation of Barks’s works for similar themes. This study found that while he often featured ethnic stereotypes in his works, Barks’s portrayal of Western colonialism and imperialism was often ambivalent, reflecting a pessimistic attitude towards Western modernity. This study also found that Rosa did not portray racial caricature like Barks did. He also did both works that did not challenge the assumptions of colonialism and imperialism as well as works that challenged such assumptions. This shows that the portrayal of colonialism and imperialism in Donald Duck comics is complicated and differs between authors and even within authors.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 13 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 12 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 11 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 11 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 10 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 10 No. 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 9 No. 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 9 No. 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 8 No. 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 8 No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 8 No. 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 7 No. 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 7 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 7 No. 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA More Issue